Sangat Berguna Untukku

Berta menghentak kasar tubuh Thalia di atas jok mobil dan kemudian melemparkan koper milik wanita hamil itu, tepat di atas pangkuan Thalia. Wanita cantik tersebut merintih, merasakan perutnya yang semakin sakit. Dia pegang erat perut buncitnya, setelah menyingkirkan koper dari pangkuan.

"Segera bawa pergi dia, John, dan pastikan bahwa dia tidak akan dapat kembali lagi ke sini!" titah Grace yang tiba-tiba muncul sambil menunjuk ke arah Thalia dengan tatapan penuh kebencian.

Berta segera menutup pintu mobil bagian belakang dengan kasar dan tersenyum puas. 'Wanita sepertimu memang tidak pantas bersanding dengan Tuan Muda Ale, Thalia. Kamu hanya seorang sudra sama sepertiku dan aku merasa terhina ketika harus melayanimu!'

"Ma, kumohon, Ma. Ijinkan aku untuk bertemu dengan Ale sebentar saja," mohon Thalia setelah membuka kaca jendela di sampingnya.

"Cepat jalan, John, sebelum ambulans yang membawa pulang putraku datang!" seru Grace, mengulang perintahnya.

Thalia terus memohon seraya terisak, tetapi sang mama mertua yang selama ini senantiasa berbuat kejam padanya, sama sekali tidak menghiraukan. Grace tidak peduli dengan perasaan Thalia. Wanita paruh baya itu bahkan membuang muka, tidak mau menatap istri dari sang putra.

Mobil jenis sedan berwarna hitam yang dikemudikan oleh seorang pemuda yang juga berkulit hitam itupun segera melaju, meninggalkan mansion mewah keluarga Thompson. Membawa Thalia yang berurai air mata karena tidak menyangka dirinya akan diusir dengan sangat kejam oleh sang mama mertua di saat kabar yang menimpa sang suami, belum dia ketahui secara pasti. Thalia terus mengelus perutnya yang semakin terasa sakit.

"John, tolong antar aku ke rumah sakit,' pinta Thalia setelah mobilnya menjauh dari mansion dan mulai melaju di jalan raya beraspal.

"Maaf, Nyonya. Saya tidak berani. Di mobil ini, ada CCTV-nya dan pekerjaan saya yang menjadi taruhan jika saya berani membantu Anda, Nyonya Thalia," balas John dengan tidak enak hati.

John adalah sopir pribadi yang ditugaskan oleh Alexander untuk mengantarkan kemanapun istri cantiknya itu pergi. Laki-laki berkulit hitam tersebut selama ini sangat patuh pada perintah Thalia karena dia dibayar mahal oleh Tuan Muda Thompson, suami Tahlia. Hanya saja, kabar kematian Alexander dimanfaatkan oleh Grace untuk memaksa John dan mengancam sopir tersebut agar menuruti perintahnya.

Mendengar jawaban sang sopir, Thalia hanya bisa menghela napas panjang. Wanita yang tengah hamil besar tersebut tahu pasti bagaimana kejam dan teganya Grace pada para pekerja yang tidak mau tunduk kepada wanita paruh baya yang arogan itu. Thalia hanya bisa pasrah karena tidak mau memaksa John yang akan membuat dia kehilangan pekerjaannya.

Hening, sejenak tercipta di kabin mewah mobil tersebut. John fokus dengan kemudinya. Sementara Thalia, memejamkan mata untuk mencoba melupakan rasa nyeri di perutnya yang seperti ditusuk-tusuk.

"John. Memangnya, aku mau dibawa kemana?" Thalia yang baru saja membuka mata setelah cukup lama terpejam dan baru menyadari bahwa laju mobil tersebut ke arah luar kota, bertanya.

"Ke perbatasan, Nyonya. Nyonya besar menyuruh saya untuk menurunkan Anda di sana," balas John yang terdengar ragu-ragu menyampaikan hal tersebut. Sopir itu dapat menebak bahwa sang nyonya muda pasti sangat sedih mendengar kalau dia akan dibuang, di tempat yang asing.

Benar saja, wajah cantik yang sedari tadi bergelayut mendung, kini sudah mulai turun hujan. Air mata Thalia kembali mengalir, tetapi tidak ada suara tangis yang terdengar. Wanita muda itu menangis dalam diam, hanya bahunya saja yang berguncang. Thalia meratapi betapa tragis peran yang harus dia jalankan.

"Baiklah, John. Lakukan tugasmu dengan baik dan tolong bangunkan aku jika sudah sampai." Thalia mengusap kasar air matanya dan kemudian kembali memejamkan mata.

Tidak ada gunanya lagi dia menangis. Sang suami kabarnya telah mati dan kini, dia sudah semakin jauh dari mansion dan Thalia tidak membawa ponsel yang bisa digunakan untuk mencari informasi kebenaran berita mengenai kematian suaminya. Istri tuan muda keluarga Thompson itu hanya bisa pasrah dengan nasib yang menunggu di depan sana.

"Baik, Nyonya Muda. Nanti saya akan membangunkan Anda," balas sang sopir yang sudah tidak direspon lagi oleh Thalia.

Mobil yang dikendarai John terus melaju, melewati padang rumput yang nampak mulai mengering di awal musim panas ini. Untuk mengusir rasa jenuh karena menyetir tanpa ada teman berbicara, John menghidupkan audio mobil dan menyetel lagu klasik kesukaannya. Setelah menempuh jarak ratusan mil, sampailah mereka berdua di perbatasan.

"John, apa kamu akan menurunkan aku di sini?" tanya Thalia ketika mobil yang dikendarai oleh John berhenti. "Tidak adakah tempat lain, John? Di sini tidak ada apa-apa, John!" Suara Thalia mulai terdengar panik.

Sopir itu hanya terdiam, tidak memberikan jawaban.

Wanita cantik itu kemudian membuka pintu mobil dan mengedarkan pandangan. Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan rumput liar yang menguning karena kekeringan. Thalia bergidik ngeri.

"John, bagaimana jika tiba-tiba ada binatang buas yang menyerangku sementara kendaraan yang lewat sini sangatlah jarang?" tanya Thalia yang segera menutup kembali pintu mobilnya.

Ya, jalan yang mereka lalui saat ini, memang jalan alternatif. Tidak ada bus angkutan umum yang melintasi jalur tersebut. Hanya kendaraan pribadi saja yang sesekali melintas dan itupun dengan kecepatan yang maksimal.

"Baiklah, Nyonya. Saya akan bawa Anda ke pompa bensin di depan sana. Sepertinya, tidak jauh lagi ada pompa bensin. Semoga Nyonya Grace mau mengerti penjelasan saya nanti," ucap John yang tidak tega meninggalkan Thalia di tempat sepi seperti ini seorang diri.

Sopir berkulit hitam itupun segera melajukan kembali mobilnya. Setelah hampir setengah jam melaju, sampailah mereka di pompa bensin yang dimaksudkan oleh John tadi. Thalia sedikit bernapas dengan lega karena setidaknya, di sini ada orang yang bisa dia mintai tolong jika terjadi sesuatu pada dirinya, terutama dengan kandungannya yang semakin terasa nyeri.

John segera membukakan pintu mobil untuk Thalia seraya membungkuk hormat seperti biasa. "Maaf, Nyonya. Saya hanya menjalankan perintah," sesalnya yang tidak dapat melakukan apapun untuk membantu Thalia.

"Tidak apa-apa, John, aku bisa mengerti. Kamu sudah bersedia mengantarkanku sampai di sini dan aku sangat berterimakasih untuk itu," balas Thalia.

"Berikan ini untuk istrimu, barangkali akan sangat berguna nanti." Sebelum berlalu, Thalia melepas salah satu cincin berlian miliknya dan kemudian dia berikan pada sopir yang selama ini sudah setia kepadanya itu.

John kehilangan kata-kata, dia terima cincin mahal tersebut dengan netra berkaca-kaca. Bibirnya nampak bergetar hendak berucap, tetapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya yang menghitam. Hanya anggukan kepala dengan dalam yang mewakili perasaannya saat ini.

"Nyonya, tunggu!" seru John tiba-tiba setelah Thalia menjauh menuju toilet yang ada di area pompa bensin.

"Ada apa, John?" Thalia menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.

"Saya tidak tahu apakah uang ini akan berguna untuk Nyonya atau tidak, tetapi hanya ini yang saya punya untuk membantu Anda, Nyonya." John mengulurkan beberapa lembar uang kepada Thalia dengan tangan bergetar.

Thalia menggeleng. "Aku memang tidak membawa uang sepeserpun, John, tetapi bukankah uang itu untuk anak dan istrimu di rumah?" tolaknya dengan halus.

John tetap menyelipkan uang tersebut ke dalam tas Thalia. "Saya permisi, Nyonya," pamit John yang kemudian segera berlari menuju ke mobilnya dengan air mata bercucuran.

Thalia menatap punggung John yang semakin menjauh dan kemudian menghilang di balik pintu mobil dengan netra berkaca-kaca. "Terima kasih banyak, John. Ini akan sangat berguna untukku."

☕☕☕☕☕☕☕☕☕☕ tbc.

Terpopuler

Comments

Shi Leseora

Shi Leseora

😩😩😩😭😭

2025-03-23

1

Sri Arimbawati

Sri Arimbawati

kejam kali mertuanya

2025-03-14

2

Ninik Srikatmini

Ninik Srikatmini

cerita awal yg menyedihkan

2025-03-05

1

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan Maut
2 Sangat Berguna Untukku
3 Cari Tahu Siapa Dia!
4 Menarik
5 Menikah Lagi
6 Semakin Menantang
7 Teman Kencan Tuan Moohan
8 Saya Tidak Minum Alkohol!
9 Ale, Puaskan Aku.
10 Siapa yang Ditemuinya?
11 Tentang Masa lalu Thalia
12 Menjadi Daddy dari Bayinya
13 Harus Kemana Aku Mencarimu?
14 Mendapat Tempat untuk Berteduh
15 Cinta yang Rumit
16 Segera Menemukan Cinta Sejatinya
17 Belum Berjodoh
18 Suara Familiar
19 Ini Tidak Mungkin
20 Merindukan Seseorang
21 Kue Pesanan Tuan Muda
22 Memuluskan Misi
23 Menjaga Anak Kami dengan Baik
24 Memiliki Ikatan Batin dengan Thalia
25 Apa yang Harus Aku Lakukan?
26 Menjadi Single Parent
27 Kontraksi Palsu
28 Mommy Pasti Bisa
29 Mother of My Children
30 Princess Aurora Moohan
31 Maaf Jika Mommy Egois
32 Akal-akalan Dia, Pasti!
33 Asalkan Apa, Mommy?
34 Mati Berdiri
35 Pernikahan Kalian Dipercepat
36 Membujuk Thalia
37 Asisten Tampan
38 Beri Aku Waktu
39 Ikut Terhanyut
40 Ganggu Orang Lagi Pacaran
41 Menghisapnya Seperti King
42 Tidak Sabar Menunggu Pagi
43 Spesial Milik King
44 Kiss Wedding
45 Partner Bercinta
46 Penjilat dan Pecundang
47 Syurga Dunia
48 Love, Aku Menginginkannya
49 Bicara Empat Mata
50 Kamu Pasti Bukan Thaliaku
51 Akulah Daddynya
52 Semua Ini Salah Mama!
53 Tersudut dan Kesal Dalam Waktu Bersamaan
54 Ben, Bawa Aku Pergi Bersenang-senang
55 Melepaskan Kerinduan
56 Menyatu Hingga ke Puncak Nirwana
57 Sempat Berharap Banyak
58 Cinta Sang Mantan Begitu Besar
59 Tidak Punya Etika
60 Lagi Nanggung
61 Nina Ninu
62 Informasi Tentang Sarah
63 Kalian Tidak Boleh Bercerai!
64 Bertemu dengan Aletha
65 Semakin Frustasi
66 Penyesalan Nyonya Grace
67 Menjijikkan!
68 Jangan, Ale!
69 Menjadi Pria Single
70 Hati Ameera Berbunga
71 Calon Mommy Baru Princess
72 Menjadi Mommy dari Anak-anak Kita
73 Pengumuman GA
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Kecelakaan Maut
2
Sangat Berguna Untukku
3
Cari Tahu Siapa Dia!
4
Menarik
5
Menikah Lagi
6
Semakin Menantang
7
Teman Kencan Tuan Moohan
8
Saya Tidak Minum Alkohol!
9
Ale, Puaskan Aku.
10
Siapa yang Ditemuinya?
11
Tentang Masa lalu Thalia
12
Menjadi Daddy dari Bayinya
13
Harus Kemana Aku Mencarimu?
14
Mendapat Tempat untuk Berteduh
15
Cinta yang Rumit
16
Segera Menemukan Cinta Sejatinya
17
Belum Berjodoh
18
Suara Familiar
19
Ini Tidak Mungkin
20
Merindukan Seseorang
21
Kue Pesanan Tuan Muda
22
Memuluskan Misi
23
Menjaga Anak Kami dengan Baik
24
Memiliki Ikatan Batin dengan Thalia
25
Apa yang Harus Aku Lakukan?
26
Menjadi Single Parent
27
Kontraksi Palsu
28
Mommy Pasti Bisa
29
Mother of My Children
30
Princess Aurora Moohan
31
Maaf Jika Mommy Egois
32
Akal-akalan Dia, Pasti!
33
Asalkan Apa, Mommy?
34
Mati Berdiri
35
Pernikahan Kalian Dipercepat
36
Membujuk Thalia
37
Asisten Tampan
38
Beri Aku Waktu
39
Ikut Terhanyut
40
Ganggu Orang Lagi Pacaran
41
Menghisapnya Seperti King
42
Tidak Sabar Menunggu Pagi
43
Spesial Milik King
44
Kiss Wedding
45
Partner Bercinta
46
Penjilat dan Pecundang
47
Syurga Dunia
48
Love, Aku Menginginkannya
49
Bicara Empat Mata
50
Kamu Pasti Bukan Thaliaku
51
Akulah Daddynya
52
Semua Ini Salah Mama!
53
Tersudut dan Kesal Dalam Waktu Bersamaan
54
Ben, Bawa Aku Pergi Bersenang-senang
55
Melepaskan Kerinduan
56
Menyatu Hingga ke Puncak Nirwana
57
Sempat Berharap Banyak
58
Cinta Sang Mantan Begitu Besar
59
Tidak Punya Etika
60
Lagi Nanggung
61
Nina Ninu
62
Informasi Tentang Sarah
63
Kalian Tidak Boleh Bercerai!
64
Bertemu dengan Aletha
65
Semakin Frustasi
66
Penyesalan Nyonya Grace
67
Menjijikkan!
68
Jangan, Ale!
69
Menjadi Pria Single
70
Hati Ameera Berbunga
71
Calon Mommy Baru Princess
72
Menjadi Mommy dari Anak-anak Kita
73
Pengumuman GA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!