Beberapa hari setelah Clara kembali ke mansion, Clara masih berpikir kenapa sepanjang perjalanan Dain terlihat diam setelah dia menerima hadiah dan mengucapkan perpisahan kepada Xiang. Clara sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi kepada sosok laki-laki itu, tetapi Clara merasa nostalgia dengan kehidupan sebelumnya setelah menerima hadiah dari Xiang berupa batu giok dengan bentuk yang indah.
"Nona, barusan ada hadiah yang sampai untuk nona,"
"Dari cap yang ada di surat itu dari tuan Duke Freiheit," ucap seorang pelayan yang mengantarkan kotak-kotak hadiah yang di kirimkan ke mansion keluarganya
Tumpukan kotak hadiah yang ada sekitar puluhan tertata di depan tempat tidurnya. Clara hanya bisa diam memandangi kotak-kotak hadiah itu dengan tatapan datar, karena tidak ada angin atau hujan tunangannya yang diam sampai dia di antar pulang tiba-tiba mengirimkan hadiah untuknya.
"Apakah dia sakit atau gila? Mendadak mengirimkan banyak hadiah dan sebuah surat,"
"Walaupun menghamburkan uang itu mudah untuknya, tetapi ini terlalu berlebihan,"
"Aku yakin habis ini akan ada rumor tentang seorang duke yang menghamburkan uang seperti air di sungai yang mengalir begitu mudah," Gumam Clara dengan tatapan datar ke arah kotak-kotak itu
Clara kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil surat yang di berikan oleh pelayan untuk melihat apa maksud dari hadiah yang di kirimkan oleh Duke tiba-tiba, setelah Clara membuka suratnya dan membacanya berapa terkejutnya dia surat itu hanya di tulis satu kalimat.
'Jangan kembalikan semua hadiah yang aku kirimkan,'
Clara yang membacanya hanya bisa menatap dengan kebingungan, tentang apa yang sebenarnya di inginkan oleh laki-laki ini dari surat yang di kirimkan. Tetapi kemudian Clara berjalan menuju ke kotak-kotak hadiah dan mulai membukanya satu persatu, betapa terkejutnya dirinya isi dari kotak itu.
"Apakah dia kekanak-kanakan? Mengirimkan pakaian bergaya timur sampai membeli perhiasan yang dibuat dari batu giok harganya bisa puluhan juta jika di kehidupanku sebelumnya,"
"Mana semua isi dari kotak hampir sama semua, buat apa membuang uang hanya untuk hal semacam ini," Gumam Clara dengan tatapan suram yang sambil membuka beberapa kotak hadiah yang telah di terima
Setelah selesai membuka semua kotak hadiah yang diberikan, Clara meminta para pelayan untuk menyimpan semuanya ke ruangan penyimpanan kecuali sebuah gelang giok yang menarik perhatiannya, karena dia ingin menggunakan itu.
Clara kemudian meminta para pelayan untuk menyiapkan kereta kuda, karena masih kebingungan dengan maksud dari sosok laki-laki itu. Tanpa banyak berdandan tentunya dia langsung pergi ke mansion milik Duke Freiheit, sesampainya Clara di mansion itu, secepat kilat para pelayan langsung menyambutnya dan membawa Clara ke sebuah ruangan yang membuat Clara cukup kagum dengan isinya.
Ruangan itu berisikan lukisan-lukisan Dain bersama keluarganya, Dain dan teman-temannya yang merupakan pemimpin wilayah Duke, ada juga lukisan tentang Violet dan keluarganya Dain. Lukisan-lukisan itu membuat Clara melihat bagaimana berharganya orang-orang itu hingga Dain memajang lukisan itu di ruangan tersebut.
Tiba-tiba sesosok laki-laki masuk ke dalam ruangan itu dan menatap Clara yang sangat fokus memperhatikan lukisan-lukisan yang di pajang di dinding. Karena Clara merasakan ada yang menatapnya, dengan cepat dia menoleh dan melihat sosok laki-laki yang duduk di depannya dengan senyuman ke arahnya.
Clara merasa kalau sepertinya suasana hati laki-laki itu setelah beberapa hari berlalu sudah kembali membaik.
"Dain, kenapa kamu tiba-tiba mengirimkan hadiah kepadaku? Bukankah itu terlalu berlebihan dan membuang-buang uang?" tanya Clara dengan tatapan yang serius ke arah sosok laki-laki di depannya duduk diam dan memperhatikan
"Karena aku ingin melakukannya, dan aku tidak ingin kamu menerima hadiah dari laki-laki lain lebih banyak dibandingkan pemberianku,"
"Sebab kita telah bertunangan, itu juga tidak seberapa kalau bukan asistenku menghentikan aku untuk mengirimkan lebih,"
"Setelah kita bertunangan kamu akan tinggal di sini Clara, karena itu adalah tradisi milik keluarga Duke Freiheit untuk menjalin lebih dekat dengan pasangan yang akan di nikahinya," ucap Dain sambil tersenyum ke arah Clara membuat wajah Clara sedikit memerah mendengarkan ucapan dari sosok itu
Clara kebingungan dengan sikap yang dimiliki oleh Duke di depannya dia tidak mengerti sebenarnya laki-laki itu cemburu, karena cinta atau memang hanya untuk sekedar tidak menjadi pembicaraan orang-orang mengenai pemberian hadiah yang tidak seberapa dibandingkan orang lain yang memberikan itu. Cinta atau tidak Clara tidak paham juga dengan perasaan itu karena tidak pernah dia rasakan dalam hidupnya selama ini.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar ruangan, suara seorang gadis yang tidak asing untuk Clara dan Dain, tidak lama kemudian pintu itu dibanting dengan keras hingga membuat Clara dan Dain di dalam ruangan itu terkejut dan pintu yang tidak bersalah itu sedikit rusak.
"Violet, kenapa kamu datang-datang ke mansion keluargaku dengan membanting pintu?"
"Kamu tau bukan itu pintu tidak memiliki kesalahan sama sekali dan dimana etika dan karaktermu sebagai putri keluarga kerajaan Wertvoller?"
"Kalau seperti itu kamu akan dianggap tidak dewasa dan laki-laki yang kamu suka tidak akan mendekat ke arahmu," ucap Dain dengan tatapan serius ke arah Violet yang terlihat sangat emosi
Clara yang melihat Violet yang emosi merasa kalau sepertinya terjadi masalah dengannya, Clara bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Violet untuk menenangkan dirinya. Perlahan-lahan Clara membawa Violet menuju ke kursi untuk membuatnya tenang, Dain memberikan isyarat kepada pelayan untuk menyajikan teh kepada Violet secepat mungkin pelayan itu meninggalkan ruangan untuk menyiapkan teh.
"Violet, kalau kamu ingin mengeluarkan semua masalahmu dari dalam hati,"
"Aku dan Dain siap untuk mendengarkan itu," ucap Clara yang menatap dengan tatapan khawatir ke arah sosok gadis yang duduk diam saat ini lebih baik dibandingkan sebelum sosok gadis itu mengamuk membanting pintu tidak bersalah dan berteriak-teriak
"Gadis itu seorang penggoda,"
"Gadis yang dikatakan sebagai Gadis Suci itu penggoda, dia seenaknya menggunakan gelarnya untuk mengikuti Edel setiap hari dan sangat lancang memanggil namaku langsung tanpa izin,"
"Hari ini dia menangis lagi dan merasa dirinya teraniaya karena aku memarahi dirinya dan berjalan tidak sengaja menyenggol bahunya," ucap Violet dengan emosi yang memuncak dan tatapan yang sangat benci ketika dia mengingat wajah dari sosok Gadis Suci itu
Clara hanya bisa diam tidak berkomentar mengenai ucapan Violet, karena dia juga tidak ingin terlihat dalam masalah hanya memenangkan Violet tujuannya saat ini.
"Violet, ceritakan dengan tenang,"
"Kamu emosi seperti ini tidak baik untuk kesehatanmu,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments