Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas

Setelah Gadis Suci pulang kedua gadis itu tetap tidak ingin berbicara dengan Edel dan Dain seolah-olah keduanya benar-benar angin yang lewat bagi kedua gadis itu. Keduanya memutuskan untuk berpisah dan melakukan kegiatan masing-masing, Clara memutuskan untuk kembali ke kamar di penginapan itu sedangkan Violet mengatakan ingin berkeliling lagi jadi Violet dan Clara berpisah di depan penginapan.

Violet tidak peduli dengan tatapan orang-orang kepadanya pada saat Edel mengikutinya hingga ke tempat yang ramai, Clara sedikit kagum dengan sosok Violet karena bisa membuat seorang putra makhota yang ingin berbicara dengan sosok gadis itu hingga memohon, sedangkan Clara yang tidak tahan akhirnya menyeret sosok Dain ke kamarnya di penginapan untuk berbicara empat mata.

'Jadi, Clara ingin menyelesaikan kesalahpahaman kita?" tanya Dain dengan kepala tertunduk dan tatapan bersalah tetapi wajahnya tidak menunjukkan ekspresi dengan jelas

Clara menghela nafasnya dan menyeduh teh di dalam ruangan itu, sedangkan Dain masih berdiri menunggu arahan ataupun ucapan dari Clara. Dia tau dia salah karena bersikap seperti itu hingga Clara berhak untuk marah kepadanya, tetapi di sisi lain Dain merasa takut kehilangan Clara setelah melihat dirinya yang sangat akur dengan laki-laki lain selain dirinya pada saat dia melihatnya.

"Duduklah, kita bicara baik-baik sekarang,"

"Tenang saja aku akan berusaha baik untuk tidak mengeluarkan kemarahanku di saat kita bicara," ucap Clara yang duduk dulu dan mengangkat cangkir teh dari teh yang dia seduh barusan

Ucapan yang keluar dari Clara membuat Dain tentunya merasa semakin bersalah, tapi dia sendiri tidak yakin kalau dia harus meminta maaf terlebih dahulu karena memiliki harga diri setinggi gunung dan gelar keluarga Duke membuat dirinya merasa tidak rela untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Karena Clara sejak tadi diam tanpa berbicara saat ini, dan suasana sangat canggung. Dain mulai menghela nafasnya dan tersenyum kaku kepada Clara.

"Clara, maafkan aku karena aku melakukan kesalahan,"

"Aku tau sangat sulit untuk dimaafkan, tetapi aku benar-benar menjamin kalau aku tidak bermaksud untuk berteriak kepadamu ataupun memarahi dirimu,"

"Tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulutku,"

"Dan aku juga meminta maaf tentang masalah mengajak Gadis Suci tanpa sepengetahuan dirimu padahal kita bertunangan," ucap Dain dengan kepala tertunduk tidak berani menatap ke arah Clara yang saat ini sedang minum teh

Setelah merasa Dain tidak lagi berbicara, maka Clara meletakkan cangkir tehnya di atas meja, kemudian melipat kedua tangannya.

"Aku juga meminta maaf, karena aku belum paham dengan pekerjaan yang kamu lakukan,"

"Padahal hubungan kita hanya sebagai tunangan kontrak jadi aku paham dengan posisiku," ucap Clara yang mampu membuat hatinya sendiri merasa sakit dan tertusuk tanpa adanya senjata yang menusuk hingga dia berdarah, tetapi sakitnya begitu terasa

Dain sendiri diam-diam sakit mendengarkan ucapan itu juga, tapi apa boleh buat keduanya saling tidak mengerti apa yang mereka rasakan dan menolak fakta percaya bahwa itu adalah perasaan yang mendebarkan dan hangat. Hubungan yang hanya di pertahankan dengan selembar kertas tidak ada yang pasti nantinya seperti apa, akan tetapi Clara saat ini merasa hubungannya akan merenggang atas kejadian Gadis Suci ini.

"Clara, maukah kamu memperbaiki hari-hari kemarin yang seharusnya kita menghabiskan waktu bersama berdua?" tanya Dain dengan tatapan serius dan tangan dingin karena takut di tolak kedua kalinya seperti di masa lalu dia pernah di tolak

Clara terdiam dan berpikir tentang apa yang harus dia lakukan di situasi seperti ini karena dia tau saat ini hubungannya bukan lagi sebagai pengangum, tetapi tunangan yang akan menjadi pasangan hidupnya segera tidak baik jika dia terus bertengkar seperti itu. Dia juga yakin para bangsawan akan menjadikan hubungan mereka berdua sebagai topik pembicaraan.

"Baiklah, aku rasa memang kita harus memperbaikinya,"

"Jadi, mari kita lupakan apa yang telah terjadi," ucap Clara dengan senyuman lembutnya

Dain yang mendengar ini awalnya cemas di tolak tapi ternyata dia terkejut dengan ucapan Clara yang seperti masih memberikan harapan untuk dirinya benar-benar menebus kesalahannya. Dain kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Clara.

"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang, dan pegang tanganku supaya nanti kita tidak terpisah ataupun tersesat,"

"Walaupun kota ini kecil tetapi kota ini ramai," ucap Dain kemudian di jawab dengan anggukan setuju oleh Clara sambil meraih uluran tangan Dain

Kemudian Dain dan Clara berjalan-jalan di alun-alun kota cermin negeri timur itu walaupun mereka berada di barat. Clara banyak dimanjakan dengan pemandangan yang benar-benar indah, Clara benar-benar merasa sedikit perasaan hangat dari perbuatan yang ditunjukkan oleh Dain, karena sosok laki-laki itu benar-benar menebus kesalahannya dengan baik kepadanya.

Clara jadi berpikir mungkin jika Dain tidak menjadi seorang antagonis yang terobsesi kepada pemeran utama pasti dia akan bahagia, karena dia adalah prang yang bisa menyayangi pasangannya walaupun berbuat salah dia berusaha sebaik mungkin menebus kesalahannya. Tapi saat ini dia harus kembali ke kenyataan karena terlihat dia tidak memperhatikan orang yang berbicara di depannya.

"Clara, kenapa kamu mendadak diam? Apakah ada yang salah? apakah kamu baik-baik saja?" tanya Dain dengan tatapan khawatir ke arah Clara yang mendadak diam

"Tidak apa-apa, aku hanya berpikir sebentar tentang Violet dan Edel,"

"Apakah keduanya benar-benar bisa berbaikan?" ucap Clara dengan menggelengkan kepala pelan dan senyuman kaku

"Kamu mengkhawatirkan hal yang sia-sia, keduanya akan berbaikan,"

"Aku sangat paham dengan karakter Violet karena kami adalah sepupu, dan karena dia menyukai putra mahkota itu akan semakin mudah," ucap Dain membuat Clara terkejut karena terlihat Dain peka terhadap orang di sekitarnya

Satu minggu mereka berada di kota kecil itu telah berlalu, Clara dan Dain memutuskan untuk pulang karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan sedangkan Edel dan Violet masih memutuskan untuk tetap berada di sana karena dia masih belum puas berjalan-jalan. Di saat Clara akan segera masuk ke dalam kereta tiba-tiba terlihat sosok laki-laki yang sangat dia kenal berjalan ke arahnya.

"Untunglah masih sempat,"

"Clara, ini kenang-kenangan untukmu," ucap laki-laki itu sambil memberikan sebuah kotak yang cantik dengan hiasan yang sangat oriental

Clara mengambil kotak yang cantik dengan hiasan oriental itu dan tersenyum ketika melihat isi dari dalam kotak.

"Terima kasih Xiang ini benda yang sangat indah aku akan menyimpannya dengan baik,"

"Dan aku akan berkunjung ke kota ini lagi kalau ada waktu nanti,"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

prang?

2023-07-01

1

Frando Kanan

Frando Kanan

gw penasaran....spa gadis dlo yg gadis itu tolak dgn si idiot 1 ini 🤔

2023-07-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!