Setelah Gadis Suci pulang kedua gadis itu tetap tidak ingin berbicara dengan Edel dan Dain seolah-olah keduanya benar-benar angin yang lewat bagi kedua gadis itu. Keduanya memutuskan untuk berpisah dan melakukan kegiatan masing-masing, Clara memutuskan untuk kembali ke kamar di penginapan itu sedangkan Violet mengatakan ingin berkeliling lagi jadi Violet dan Clara berpisah di depan penginapan.
Violet tidak peduli dengan tatapan orang-orang kepadanya pada saat Edel mengikutinya hingga ke tempat yang ramai, Clara sedikit kagum dengan sosok Violet karena bisa membuat seorang putra makhota yang ingin berbicara dengan sosok gadis itu hingga memohon, sedangkan Clara yang tidak tahan akhirnya menyeret sosok Dain ke kamarnya di penginapan untuk berbicara empat mata.
'Jadi, Clara ingin menyelesaikan kesalahpahaman kita?" tanya Dain dengan kepala tertunduk dan tatapan bersalah tetapi wajahnya tidak menunjukkan ekspresi dengan jelas
Clara menghela nafasnya dan menyeduh teh di dalam ruangan itu, sedangkan Dain masih berdiri menunggu arahan ataupun ucapan dari Clara. Dia tau dia salah karena bersikap seperti itu hingga Clara berhak untuk marah kepadanya, tetapi di sisi lain Dain merasa takut kehilangan Clara setelah melihat dirinya yang sangat akur dengan laki-laki lain selain dirinya pada saat dia melihatnya.
"Duduklah, kita bicara baik-baik sekarang,"
"Tenang saja aku akan berusaha baik untuk tidak mengeluarkan kemarahanku di saat kita bicara," ucap Clara yang duduk dulu dan mengangkat cangkir teh dari teh yang dia seduh barusan
Ucapan yang keluar dari Clara membuat Dain tentunya merasa semakin bersalah, tapi dia sendiri tidak yakin kalau dia harus meminta maaf terlebih dahulu karena memiliki harga diri setinggi gunung dan gelar keluarga Duke membuat dirinya merasa tidak rela untuk meminta maaf terlebih dahulu.
Karena Clara sejak tadi diam tanpa berbicara saat ini, dan suasana sangat canggung. Dain mulai menghela nafasnya dan tersenyum kaku kepada Clara.
"Clara, maafkan aku karena aku melakukan kesalahan,"
"Aku tau sangat sulit untuk dimaafkan, tetapi aku benar-benar menjamin kalau aku tidak bermaksud untuk berteriak kepadamu ataupun memarahi dirimu,"
"Tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulutku,"
"Dan aku juga meminta maaf tentang masalah mengajak Gadis Suci tanpa sepengetahuan dirimu padahal kita bertunangan," ucap Dain dengan kepala tertunduk tidak berani menatap ke arah Clara yang saat ini sedang minum teh
Setelah merasa Dain tidak lagi berbicara, maka Clara meletakkan cangkir tehnya di atas meja, kemudian melipat kedua tangannya.
"Aku juga meminta maaf, karena aku belum paham dengan pekerjaan yang kamu lakukan,"
"Padahal hubungan kita hanya sebagai tunangan kontrak jadi aku paham dengan posisiku," ucap Clara yang mampu membuat hatinya sendiri merasa sakit dan tertusuk tanpa adanya senjata yang menusuk hingga dia berdarah, tetapi sakitnya begitu terasa
Dain sendiri diam-diam sakit mendengarkan ucapan itu juga, tapi apa boleh buat keduanya saling tidak mengerti apa yang mereka rasakan dan menolak fakta percaya bahwa itu adalah perasaan yang mendebarkan dan hangat. Hubungan yang hanya di pertahankan dengan selembar kertas tidak ada yang pasti nantinya seperti apa, akan tetapi Clara saat ini merasa hubungannya akan merenggang atas kejadian Gadis Suci ini.
"Clara, maukah kamu memperbaiki hari-hari kemarin yang seharusnya kita menghabiskan waktu bersama berdua?" tanya Dain dengan tatapan serius dan tangan dingin karena takut di tolak kedua kalinya seperti di masa lalu dia pernah di tolak
Clara terdiam dan berpikir tentang apa yang harus dia lakukan di situasi seperti ini karena dia tau saat ini hubungannya bukan lagi sebagai pengangum, tetapi tunangan yang akan menjadi pasangan hidupnya segera tidak baik jika dia terus bertengkar seperti itu. Dia juga yakin para bangsawan akan menjadikan hubungan mereka berdua sebagai topik pembicaraan.
"Baiklah, aku rasa memang kita harus memperbaikinya,"
"Jadi, mari kita lupakan apa yang telah terjadi," ucap Clara dengan senyuman lembutnya
Dain yang mendengar ini awalnya cemas di tolak tapi ternyata dia terkejut dengan ucapan Clara yang seperti masih memberikan harapan untuk dirinya benar-benar menebus kesalahannya. Dain kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Clara.
"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang, dan pegang tanganku supaya nanti kita tidak terpisah ataupun tersesat,"
"Walaupun kota ini kecil tetapi kota ini ramai," ucap Dain kemudian di jawab dengan anggukan setuju oleh Clara sambil meraih uluran tangan Dain
Kemudian Dain dan Clara berjalan-jalan di alun-alun kota cermin negeri timur itu walaupun mereka berada di barat. Clara banyak dimanjakan dengan pemandangan yang benar-benar indah, Clara benar-benar merasa sedikit perasaan hangat dari perbuatan yang ditunjukkan oleh Dain, karena sosok laki-laki itu benar-benar menebus kesalahannya dengan baik kepadanya.
Clara jadi berpikir mungkin jika Dain tidak menjadi seorang antagonis yang terobsesi kepada pemeran utama pasti dia akan bahagia, karena dia adalah prang yang bisa menyayangi pasangannya walaupun berbuat salah dia berusaha sebaik mungkin menebus kesalahannya. Tapi saat ini dia harus kembali ke kenyataan karena terlihat dia tidak memperhatikan orang yang berbicara di depannya.
"Clara, kenapa kamu mendadak diam? Apakah ada yang salah? apakah kamu baik-baik saja?" tanya Dain dengan tatapan khawatir ke arah Clara yang mendadak diam
"Tidak apa-apa, aku hanya berpikir sebentar tentang Violet dan Edel,"
"Apakah keduanya benar-benar bisa berbaikan?" ucap Clara dengan menggelengkan kepala pelan dan senyuman kaku
"Kamu mengkhawatirkan hal yang sia-sia, keduanya akan berbaikan,"
"Aku sangat paham dengan karakter Violet karena kami adalah sepupu, dan karena dia menyukai putra mahkota itu akan semakin mudah," ucap Dain membuat Clara terkejut karena terlihat Dain peka terhadap orang di sekitarnya
Satu minggu mereka berada di kota kecil itu telah berlalu, Clara dan Dain memutuskan untuk pulang karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan sedangkan Edel dan Violet masih memutuskan untuk tetap berada di sana karena dia masih belum puas berjalan-jalan. Di saat Clara akan segera masuk ke dalam kereta tiba-tiba terlihat sosok laki-laki yang sangat dia kenal berjalan ke arahnya.
"Untunglah masih sempat,"
"Clara, ini kenang-kenangan untukmu," ucap laki-laki itu sambil memberikan sebuah kotak yang cantik dengan hiasan yang sangat oriental
Clara mengambil kotak yang cantik dengan hiasan oriental itu dan tersenyum ketika melihat isi dari dalam kotak.
"Terima kasih Xiang ini benda yang sangat indah aku akan menyimpannya dengan baik,"
"Dan aku akan berkunjung ke kota ini lagi kalau ada waktu nanti,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Frando Kanan
prang?
2023-07-01
1
Frando Kanan
gw penasaran....spa gadis dlo yg gadis itu tolak dgn si idiot 1 ini 🤔
2023-07-01
1