Setelah menyerahkan surat dan berjalan setengah jalan menuju pintu kamar untuk keluar, pelayan yang mendengarkan ucapan curiga Clara langsung menghentikan langkahnya karena tidak pernah ada pelayan yang curiga kepada dirinya selama dia menjadi pelayan di mansion kediaman Fragrante. Dan pertama kali ini dia ketahuan, sang pelayan membalikkan badannya dan menatap sang nona yang terlihat sangat dingin tatapannya ke arahnya.
"Dari diamnya dirimu dan caramu yang bisa menyampaikan surat ini padahal bukan seorang kepala pelayan ataupun pelayan pribadiku,"
"Aku bisa menyimpulkan kalau kamu adalah mata-mata yang di utus oleh Duke Freiheit dan tentu aku tau dia tidak berniat buruk kepadaku karena pada saat kamu memberikan surat tanganmu seperti sangat berbeda dari kasarnya tangan para pelayan biasa," ucap Clara dengan tatapan dingin dan tajam ke arah pelayan yang telah berbalik menatapnya
Sang pelayan kemudian menghela nafasnya dan berlutut di hadapan Clara. Dia berlutut bukan karena takut kepada Clara tapi takut jika tuannya kecewa karena dia gagal dalam menjalankan tugas dengan baik.
"Nona Fragrante, saya mohon kepada anda untuk tidak melaporkan kepada tuan,"
"Jika tidak tuan saya akan membuang saya dan memang benar tuan tidak memiliki niat buruk karena tuan meminta saya untuk melindungi anda," ucap sang pelayan dengan kepala tertunduk memohon pengampunan kepada Clara yang duduk di atas kasur
Clara, tentu paham kalau Duke Freiheit adalah orang yang mudah curiga dengan orang lain karena tidak mungkin ada orang yang ingin membantu tanpa meminta imbalan apapun. Clara menatap dengan teliti setiap gerak gerik yang ditunjukkan oleh pelayan itu di depannya untuk memastikan tidak ada kebohongan ataupun trik yang digunakkan kepada dirinya.
"Baiklah, aku akan merahasiakan ini,"
"Tapi aku harap kamu juga setia denganku kalau tidak kamu akan tau akibatnya," ucap Clara dengan tatapan dingin ke arah pelayan yang berlutut dan kepala tertunduk kemudian berdiri dan pergi berlari keluar dari ruangan itu seperti anak kecil yang baru saja diberikan kesempatan untuk tidak mengulangi
Walaupun masalah itu telah terselesaikan, Clara merasa kalau Duke sepertinya menginginkan Kematiannya karena bunga yang dikirim memenuhi kamarnya. Clara kemudian memutuskan untuk membuka isi dari surat yang dikirim dari sang duke kepadanya karena dikirim bersamaan dengan bunga itu.
Setelah membaca isi dari suratnya Clara merasa kalau Duke ini hanya ingin membalaskan budinya karena telah menolongnya saja, walaupun begitu dia sedikit senang karena karakter yang dia sukai di novel bisa dia ajak bicara dan memberikan perhatian kepadanya yang hanya merupakan seorang penggemar. Tidak lebih harapan darinya untuk menganggumi sang Duke di dalam novel.
"Setidaknya dia tulus mengirimkan surat ini walaupun bunga yang dia kirim seperti menginginkan kematian," ucap Clara yang menatap dengan senyuman tipis terhadap surat yang diterima
Keesokan harinya Clara merasa lega karena bisa menggerakkan pinggangnya kembali setelah mendapatkan obat dan istirahat penuh. Walaupun merasa lega bisa kembali menjalankan kegiatan seperti biasanya, tetapi tiba-tiba malah kesialan datang kepadanya. Sebuah surat dari keluarga Duke Aelfraed yang mengundang dia ke sebuah pesta teh yang diadakan, Clara yang mendapatkan surat ini tentu tidak akan bisa menolaknya karena para Duke yang mengirimkan surat ini orang yang telah mengetahui wajahnya dan bisa jadi jika dia tidak hadir dia mungkin akan mendapatkan perlakuan tidak baik, oleh karena itu dia langsung meminta izin keluar rumah untuk membeli pakaian di alun-alun kota bersama dengan pelayan yang dikirimkan Duke Freiheit karena dia bukan pelayan biasa.
Di alun-alun kota terlihat banyak sekali orang-orang yang berbincang-bincang dan para pedagang yang mendagangkan barang yang mereka jual. Dapat dihitung dengan jari Clara datang ke alun-alun kota untuk berbelanja ataupun keperluan pribadi.
"Ariana, jangan panggil aku nona ketika sedang berada di alun-alun kota karena itu sangat berbahaya," ucap Clara sambil berjalan tanpa menoleh ke arah belakangnya untuk melihat Ariana yang mengikutinya
Di dalam novel Ariana seharusnya menjadi pelayan dan untuk melindungi gadis suci karena sang Duke sangat menyayangi gadis suci dan khawatir keadaan mata-mata ini yang melindungi nyawa sang gadis demi memenuhi tugas yang diberikan oleh seorang Duke. Clara merasa ini sedikit menyimpang dari alur cerita, dan mungkin telah sangat berantakan jadi saat ini dia tidak akan bisa hanya mengandalkan novel untuk bertahan hidup karena dia benar-benar hidup di tempat ini.
"Kling....Kling..." suara bel pintu yang terbuka
Setelah pintu di buka dan Clara masuk ke dalam ruangan terlihat banyak bangsawan yang seperti dirinya sedang memilih pakaian atau membuat pakaian dan di sana dia sangat tidak menyangka kalau dia bisa bertemu dengan antagonis di novel ini di butik pakaian.
'Kesialan macam apa ini jika terus terjadi?'
'Tidak mungkin aku di permainkan oleh nasib,' ucap Clara di dalam hatinya dengan senyuman yang terpaksa tapi ceria
Melihat wajah Clara yang dua hari lalu bisa berdansa dengan seorang Duke membuat salah seorang gadis bangsawan yang mengenalnya langsung berjalan ke arahnya.
"Anda nona yang berdansa dengan Duke Freiheit pada saat pesta dansa penyambutan keberhasilan Duke pulang dari medan perang bukan?" ucap seorang gadis yang menghampirinya dengan lantang dan tatapan berbinar-binar ke arah Clara membuat semua orang yang berada di butik pakaian itu menoleh ke arahnya dan mulai berbisik-bisik tentang dirinya
"Itu benar, tetapi bukankah lebih baik kamu memperkenalkan diri dulu sebelum mengajak berbicara seseorang? Karena kita sama sekali tidak mengenal," ucap Clara dengan senyuman yang profesional ke arah gadis yang berada di depannya
"Ah iya, maafkan saya karena lupa memperkenalkan diri saya,"
"Nama saya Fiore Cuore, saya putri keluarga Count,"
"Dan apakah boleh saya tau siapa nama nona? Karena anda begitu jarang terlihat dan tiba-tiba saja bisa berdansa dengan seorang Duke yang sangat kejam,"
"Anda tidak di paksa oleh Duke? Atau diancam olehnya bukan?" ucap nona Cuore dengan suara lantang, tatapan penasaran dan curiga dengan apa yang terjadi pada saat pesta itu terjadi
Semua orang di dalam ruangan butik menunggu itu ikut menatap penasaran, tapi tidak berani menatap secara terang-terangan ke arah Clara jadi mereka semua diam-diam memperhatikan pembicaraan yang terjadi di saat itu tidak terkecuali tokoh antagonis novel ini yang ikut melihat. Clara merasa gadis ini mungkin sengaja berbicara dengan lantang supaya bisa menjadikan dirinya pusat perhatian.
"Namaku memang bukan hal yang bisa di ingat oleh bangsawan karena kami hanya keluarga bangsawan yang fokus dalam perdagangan,"
"Tapi aku akan memperkenalkan diriku,"
"Namaku adalah Clara Fragrante putri keluarga Earl Fragrante,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments