Bab 6 Pesta Teh

Setelah perkenalan singkat itu, Clara dan Violet langsung menjadi teman dekat keduanya menceritakan kehidupan mereka masing-masing dari mulai hal yang disukai sampai ke hal yang mereka tidak sukai hingga keduanya tidak sadar kalau waktu telah sore.

"Clara, terima kasih atas traktiran kue yang enak, sekarang sudah sangat sore, jadi bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang dengan kereta milikku?"

"Apakah tidak merepotkan Violet?" tanya Clara dengan tatapan khawatir takut menyusahkan orang lain karena Clara baru pertama kali bertemu

"Kalau merepotkan aku tentu tidak akan menawarkan dirimu, ayo masuk ke dalam kereta,"

"Jangan lupa bawa pengawalmu itu," ucap Violet dengan senyuman lembut tapi ucapan yang terakhir membuat Clara terkejut karena Violet mengetahui kalau Ariana bukan pelayan tetapi pengawal

Clara mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Violet, dia memutuskan untuk masuk dulu baru berbicara. Setelah naik kereta mulai berjalan menuju ke kediaman mansion Fragrante.

"Violet, bagaimana kamu tau kalau Ariana adalah seorang pengawal bukan pelayan? Karena seharusnya itu sulit bukan untuk dikenali," ucap Clara dengan tatapan penasaran ke orang yang duduk di depannya

Violet terdiam dan berpikir sejenak sebelum memberikan penjelasan yang mudah di pahami kepada Clara tetapi dia malah tersenyum dengan jari yang menyentuh bibirnya mengisyaratkan kalau itu adalah rahasia. Clara menjadi penasaran bagaimana bisa Violet mengetahuinya hanya dalam melihat dan Ariana juga sejak awal tidak terlihat membawa senjata apapun saat menemaninya, Clara yang tenggelam dalam pemikiran tanpa sadar akhirnya sampai di mansion keluarganya.

"Violet, terima kasih telah mengantarkan aku pulang,"

"Apakah kamu tidak ingin mampir dulu minum teh?" tanya Clara yang memperhatikan Violet yang duduk di dalam kereta hanya di jawab dengan gelengan pelan

"Terima kasih telah menawarkan, tetapi aku harus pulang ke mansion tempat aku tinggal kalau tidak sepupuku akan khawatir denganku,"

"Aku akan mengunjungimu lain kali tapi kita pasti akan bertemu lagi pada saat pesta teh duchess Aelfraed," ucap Violet yang mengedipkan matanya ke arah Clara kemudian kereta kudanya dijalankan kembali

Clara melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan mereka dan terima kasih. Kemudian Clara masuk ke dalam rumah setelah dia melihat Violet telah keluar dari gerbang rumahnya.

Setelah beberapa langkah masuk ke dalam rumah terlihat ada sosok laki-laki paruh baya yang terlihat khawatir ke arahnya, Clara menatap laki-laki paruh baya itu dengan senyuman.

"Ayah aku pulang,"

"Apakah ada yang membuat ayah begitu khawatir?" tanya Clara dengan tatapan khawatir

Sang ayah menggelengkan kepala dengan tatapan lega dan memeluk Clara dengan tatapan yang bersyukur, karena dia mengira putrinya atau keluarganya menyinggung keluarga kerajaan setelah dia melihat kereta kuda keluarga kerajaan yang masuk lewat gerbang mansion dan putrinya yang belum pulang berbelanja membuatnya semakin khawatir akan ada masalah dengan keluarganya.

"Ayah pikir kamu membuat masalah dengan keluarga kerajaan yang berada di kerajaan sebelah karena ada kereta keluarga kerajaan dan ditambah lagi kamu belum ke rumah," ucap sang ayah yang langsung memeluk putri tunggalnya yang sangat berharga itu karena Clara adalah putri yang akan mewarisi keluarga suatu hari nanti jadi tentu saja orang tuanya sangat khawatir

Setelah pelukan dan air mata yang lega atas kepulangan seorang anak yang habis berbelanja dan tidak membuat masalah, Clara merebahkan dirinya di atas kasur kamarnya dan menatap langit-langit kamarnya.

"Ah... Lelahnya padahal aku berencana hanya keluar untuk membeli gaun supaya aku bisa menghadiri pesta teh yang diadakan, tapi malah ada orang yang suka mencari keburukan orang lain dengan lantang,"

"Padahal aku hanya seorang pemeran figuran di dalam novel ini tapi malah jadi pusat perhatian semua orang,"

"Andai saja aku tidak ikut campur saat mereka membicarakan keburukan duke pasti aku tidak akan terlibat, tetapi aku juga tidak akan tahan dengan orang yang menghujat karakter antagonis favoritku," gumam Clara yang sambil berguling-guling di atas kasur yang luas sambil berpikir

"Tapi aku rasa habis ini gosip kedekatanku dengan duke akan dengan cepat lewat karena dia melakukan itu hanya untuk balas budi saja," gumamnya lagi kemudian memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur

Beberapa hari kemudian gaun yang dipesan oleh Clara telah sampai di mansion diantar langsung oleh pemilik butik ke mansion. Gaya gaun yang di pilihkan oleh Violet yang awalnya ingin di jadikan sebagai gaun kedua sangatlah indah menurut Clara, dan tidak Clara duga di dalam kotak gaun itu ada kotak perhiasan dengan surat yang bertuliskan kalau itu untuk hadiah pertemanan. Clara tersenyum ketika membaca isi dari surat yang menurutnya sangat berkesan dan berharga di lipatnya surat itu dan di simpan oleh Clara ke dalam sebuah kotak sebagai kenang-kenangan.

"Mungkin terlalu berlebihan jika menyebutnya Violet di dalam novel sebagai karakter antagonis karena dia sangat baik kepadaku,"

"Dari mulai membelaku sampai memberikan hadiah pertemanan, mungkinkah yang tertulis di novel juga salah?"

"Tapi bagaimanapun juga novel itu di tulis dari sudut pandang gadis suci sebagai pemeran utama?"

"Sudahlah daripada berpikir lebih baik aku tidur karena besok masih ada pesta teh," gumam Clara yang kemudian tidur sampai keesokan harinya dia dibangunkan oleh seorang pelayan karena belum bangun sama sekali padahal ada pesta teh yang menunggunya

Clara yang sulit dibangunkan membuat para pelayan harus bekerja dua kali lebih keras untuk membuat sang nona siap. Clara hanya bisa diam dan membiarkan dirinya di dandani ataupun di persiapkan oleh para pelayan, Clara langsung di suruh berangkat tanpa sarapan sama sekali karena dia bisa terlambat sampai ke pesta teh yang di adakan duchess Aelfraed nantinya.

Ada sebuah tradisi atau etika yang tidak tertulis kalau setiap gadis bangsawan harus datang sebelum acara di mulai dan apabila mereka telat maka mereka dianggap tidak menghargai itulah yang membuat Clara tidak bisa sarapan. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam hingga, akhirnya dia sampai dan terlihat seorang pelayan seperti sedang menunggu untuk memandu para tamu yang telah tiba untuk menuju ke ruangan tempat diadakannya pesta teh, di saat bersamaan ketika dia sampai terlihat sang putri kerjaan Violet juga datang.

"Clara, sudah lama tidak bertemu,"

"Sudah aku duga kamu sangat manis dengan gaun itu," ucap Violet dengan senyuman yang bangga karena melihat ada seorang gadis yang menggunakan gaya yang dipilihkan untuknya

"Terima kasih, dan juga terima kasih atas pemberian perhiasan ini," ucap Clara membuat Violet terlihat sedikit kebingungan tapi kemudian dia mengangguk, Clara sedikit bingung dengan ekspresi kebingungan yang sekilas terlihat dari wajah Violet tapi Clara merasa mungkin hanya perasaannya saja

"Clara, kalau begitu bagaimana kalau kita masuk?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!