Setelah perkenalan singkat itu, Clara dan Violet langsung menjadi teman dekat keduanya menceritakan kehidupan mereka masing-masing dari mulai hal yang disukai sampai ke hal yang mereka tidak sukai hingga keduanya tidak sadar kalau waktu telah sore.
"Clara, terima kasih atas traktiran kue yang enak, sekarang sudah sangat sore, jadi bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang dengan kereta milikku?"
"Apakah tidak merepotkan Violet?" tanya Clara dengan tatapan khawatir takut menyusahkan orang lain karena Clara baru pertama kali bertemu
"Kalau merepotkan aku tentu tidak akan menawarkan dirimu, ayo masuk ke dalam kereta,"
"Jangan lupa bawa pengawalmu itu," ucap Violet dengan senyuman lembut tapi ucapan yang terakhir membuat Clara terkejut karena Violet mengetahui kalau Ariana bukan pelayan tetapi pengawal
Clara mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Violet, dia memutuskan untuk masuk dulu baru berbicara. Setelah naik kereta mulai berjalan menuju ke kediaman mansion Fragrante.
"Violet, bagaimana kamu tau kalau Ariana adalah seorang pengawal bukan pelayan? Karena seharusnya itu sulit bukan untuk dikenali," ucap Clara dengan tatapan penasaran ke orang yang duduk di depannya
Violet terdiam dan berpikir sejenak sebelum memberikan penjelasan yang mudah di pahami kepada Clara tetapi dia malah tersenyum dengan jari yang menyentuh bibirnya mengisyaratkan kalau itu adalah rahasia. Clara menjadi penasaran bagaimana bisa Violet mengetahuinya hanya dalam melihat dan Ariana juga sejak awal tidak terlihat membawa senjata apapun saat menemaninya, Clara yang tenggelam dalam pemikiran tanpa sadar akhirnya sampai di mansion keluarganya.
"Violet, terima kasih telah mengantarkan aku pulang,"
"Apakah kamu tidak ingin mampir dulu minum teh?" tanya Clara yang memperhatikan Violet yang duduk di dalam kereta hanya di jawab dengan gelengan pelan
"Terima kasih telah menawarkan, tetapi aku harus pulang ke mansion tempat aku tinggal kalau tidak sepupuku akan khawatir denganku,"
"Aku akan mengunjungimu lain kali tapi kita pasti akan bertemu lagi pada saat pesta teh duchess Aelfraed," ucap Violet yang mengedipkan matanya ke arah Clara kemudian kereta kudanya dijalankan kembali
Clara melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan mereka dan terima kasih. Kemudian Clara masuk ke dalam rumah setelah dia melihat Violet telah keluar dari gerbang rumahnya.
Setelah beberapa langkah masuk ke dalam rumah terlihat ada sosok laki-laki paruh baya yang terlihat khawatir ke arahnya, Clara menatap laki-laki paruh baya itu dengan senyuman.
"Ayah aku pulang,"
"Apakah ada yang membuat ayah begitu khawatir?" tanya Clara dengan tatapan khawatir
Sang ayah menggelengkan kepala dengan tatapan lega dan memeluk Clara dengan tatapan yang bersyukur, karena dia mengira putrinya atau keluarganya menyinggung keluarga kerajaan setelah dia melihat kereta kuda keluarga kerajaan yang masuk lewat gerbang mansion dan putrinya yang belum pulang berbelanja membuatnya semakin khawatir akan ada masalah dengan keluarganya.
"Ayah pikir kamu membuat masalah dengan keluarga kerajaan yang berada di kerajaan sebelah karena ada kereta keluarga kerajaan dan ditambah lagi kamu belum ke rumah," ucap sang ayah yang langsung memeluk putri tunggalnya yang sangat berharga itu karena Clara adalah putri yang akan mewarisi keluarga suatu hari nanti jadi tentu saja orang tuanya sangat khawatir
Setelah pelukan dan air mata yang lega atas kepulangan seorang anak yang habis berbelanja dan tidak membuat masalah, Clara merebahkan dirinya di atas kasur kamarnya dan menatap langit-langit kamarnya.
"Ah... Lelahnya padahal aku berencana hanya keluar untuk membeli gaun supaya aku bisa menghadiri pesta teh yang diadakan, tapi malah ada orang yang suka mencari keburukan orang lain dengan lantang,"
"Padahal aku hanya seorang pemeran figuran di dalam novel ini tapi malah jadi pusat perhatian semua orang,"
"Andai saja aku tidak ikut campur saat mereka membicarakan keburukan duke pasti aku tidak akan terlibat, tetapi aku juga tidak akan tahan dengan orang yang menghujat karakter antagonis favoritku," gumam Clara yang sambil berguling-guling di atas kasur yang luas sambil berpikir
"Tapi aku rasa habis ini gosip kedekatanku dengan duke akan dengan cepat lewat karena dia melakukan itu hanya untuk balas budi saja," gumamnya lagi kemudian memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur
Beberapa hari kemudian gaun yang dipesan oleh Clara telah sampai di mansion diantar langsung oleh pemilik butik ke mansion. Gaya gaun yang di pilihkan oleh Violet yang awalnya ingin di jadikan sebagai gaun kedua sangatlah indah menurut Clara, dan tidak Clara duga di dalam kotak gaun itu ada kotak perhiasan dengan surat yang bertuliskan kalau itu untuk hadiah pertemanan. Clara tersenyum ketika membaca isi dari surat yang menurutnya sangat berkesan dan berharga di lipatnya surat itu dan di simpan oleh Clara ke dalam sebuah kotak sebagai kenang-kenangan.
"Mungkin terlalu berlebihan jika menyebutnya Violet di dalam novel sebagai karakter antagonis karena dia sangat baik kepadaku,"
"Dari mulai membelaku sampai memberikan hadiah pertemanan, mungkinkah yang tertulis di novel juga salah?"
"Tapi bagaimanapun juga novel itu di tulis dari sudut pandang gadis suci sebagai pemeran utama?"
"Sudahlah daripada berpikir lebih baik aku tidur karena besok masih ada pesta teh," gumam Clara yang kemudian tidur sampai keesokan harinya dia dibangunkan oleh seorang pelayan karena belum bangun sama sekali padahal ada pesta teh yang menunggunya
Clara yang sulit dibangunkan membuat para pelayan harus bekerja dua kali lebih keras untuk membuat sang nona siap. Clara hanya bisa diam dan membiarkan dirinya di dandani ataupun di persiapkan oleh para pelayan, Clara langsung di suruh berangkat tanpa sarapan sama sekali karena dia bisa terlambat sampai ke pesta teh yang di adakan duchess Aelfraed nantinya.
Ada sebuah tradisi atau etika yang tidak tertulis kalau setiap gadis bangsawan harus datang sebelum acara di mulai dan apabila mereka telat maka mereka dianggap tidak menghargai itulah yang membuat Clara tidak bisa sarapan. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam hingga, akhirnya dia sampai dan terlihat seorang pelayan seperti sedang menunggu untuk memandu para tamu yang telah tiba untuk menuju ke ruangan tempat diadakannya pesta teh, di saat bersamaan ketika dia sampai terlihat sang putri kerjaan Violet juga datang.
"Clara, sudah lama tidak bertemu,"
"Sudah aku duga kamu sangat manis dengan gaun itu," ucap Violet dengan senyuman yang bangga karena melihat ada seorang gadis yang menggunakan gaya yang dipilihkan untuknya
"Terima kasih, dan juga terima kasih atas pemberian perhiasan ini," ucap Clara membuat Violet terlihat sedikit kebingungan tapi kemudian dia mengangguk, Clara sedikit bingung dengan ekspresi kebingungan yang sekilas terlihat dari wajah Violet tapi Clara merasa mungkin hanya perasaannya saja
"Clara, kalau begitu bagaimana kalau kita masuk?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments