Ucapan perkenalan dari Clara yang cukup tegas namun ramah membuat gadis-gadis bangsawan yang berada di sana terutama nona Cuore merasa dia bukan gadis yang bisa di perlakukan seenaknya atau bahkan diremehkan. Kemampuan Clara membuat seorang gadis terlihat sangat tertarik dengannya dan mulai maju beberapa langkah untuk memperhatikan lebih dekat apa yang akan dilakukan oleh Clara.
Nona Cuore merasa dirinya diremehkan oleh seorang gadis bangsawan kampung yang terlihat tidak tau tempat sama sekali mengeluarkan kipas tangannya dan menatap dengan merendahkan di balik kipas tangan yang dibuka untuk menutupi setengah wajahnya.
"Nona Fragrante, walaupun anda seorang bangsawan yang memiliki identitas tinggi tetapi berbicara begitu lantang kepada seorang gadis yang memiliki gelar bangsawan lebih rendah dibandingkan anda bukankah itu sama saja menindas?"
"Ataukah memang benar kalau Duke yang tirani itu mengancam anda untuk menutup mulut alasan berdansa dengan anda hingga anda mengatakan identitas anda dengan lantang untuk membuat pengalihan topik pembicaraan?" ucap nona Cuore dengan tatapan yang merendahkan ke arah Clara
Clara tidak heran lagi jika para bangsawan ini sangat angkuh hanya karena suatu keluarga tidak terkenal walaupun memiliki pangkat yang tinggi. Tapi Clara merasa ini sedikit keterlaluan karena dia berani menyebut sang duke tirani, karena merasa geram Clara mengepalkan tangannya dengan erat dan ingin menonjok ke arah gadis yang sangat angkuh di depannya, akan tetapi sebelum dia melakukan itu gadis yang tertarik dengannya berjalan ke arahnya.
"Sang Duke memang seorang tiran, tetapi menurut pengetahuanku sang Duke tidak pernah sama sekali mengancam seorang lady bahkan jika lady seperti nona yang tidak tau diri datang-datang membahas seseorang tanpa memperkenalkan diri," ucap gadis yang tertarik dengan Clara ke arah nona Cuore dengan tatapan yang merendahkan dan seringai dingin ke arah nona itu tanpa menggunakan kipas untuk menutupi ekspresinya yang merendahkan orang lain
Clara seketika terkejut dengan sosok yang berbicara di depannya untuk membela dirinya, karena sosok yang membelanya adalah gadis tokoh antagonis yang sangat kejam dan tidak punya hati menurut Clara. Gadis yang di depannya saat ini membuat nona Cuore menjadi terlihat tidak berdaya dan geram dengan sang gadis, tapi dia tidak akan bisa melawan karena sang gadis antagonis ini merupakan putri keluarga kerajaan yang sangat di sayangi.
"Kenapa kamu diam saja? Dan tidak meminta maaf sama sekali," ucap sang gadis dengan tatapan yang terlihat kejam dan aura yang menakutkan hingga membuat nona Cuore terduduk lemas Clara hanya bisa diam dan menatap gadis yang telah terduduk lemas di depan sang gadis antagonis sedangkan semua orang di butik itu hanya bisa menatap dengan tatapan dingin dan mengejek menyedihkan ke arah nona Cuore itu
Karena merasa tidak tahan dengan situasi itu nona Cuore langsung keluar dari butik itu dan menjadi topik perbincangan para gadis bangsawan yang masih berada di dalam butik untuk menunggu giliran.
"Terima kasih nona telah membantuku,"
"Aku akan membalasnya dengan traktiran sebuah kue setelah memesan sebuah gaun apakah anda memiliki waktu?" ucap Clara yang menundukkan kepala hormat kepada gadis antagonis yang telah menolongnya keluar dari situasi itu
Gadis antagonis itu terkejut dengan yang di ucapkan oleh Clara, kemudian dia berpikir sejenak tentang tawaran yang dikatakan oleh Clara dan mengangguk setuju.
"Baiklah, tapi menunggu dirimu memesan sebuah gaun lama jadi..." ucap sang gadis antagonis itu dengan menjentikkan jarinya memanggil pemilik tokoh
"Tolong ukur tubuh gadis ini dulu dan buatkan pakaian dengan warna yang sesuai dengan warna matanya dan buatkan dengan model gaun yang aku serahkan tadi untuk gadis ini saja karena aku merasa dia akan lebih cocok dengan gaun itu," ucap sang gadis antagonis itu langsung di laksanakan secepat kilat oleh pemilik butik dan pelayanannya, karena mereka tidak berani macam-macam kepada seorang putri keluarga kerajaan yang memiliki kekuasaan yang besar
Clara yang di ukur untuk membuat sebuah gaun itu hanya bisa diam kebingungan seperti patung karena bagaimana bisa seorang gadis antagonis membantu dirinya sebanyak dua kali. Setelah selesai di ukur Clara langsung pergi bersama gadis karakter antagonis itu ke sebuah toko kue yang begitu terkenal.
Clara dan gadis karakter antagonis itu duduk di kursi dan mulai memesan kue yang mereka inginkan. Setelah selesai memesan, terjadilah kesunyian di antara keduanya.
"Nona, Umm..."
"Bolehkah aku tau nama anda?" tanya Clara dengan tatapan malu dan sedikit takut ke arah gadis yang duduk di depannya walaupun sebenarnya dia tau siapa gadis yang berada di depannya, akan tetapi dia memutuskan untuk tidak mengetahuinya karena dia baru bergabung ke dunia kalangan atas
Gadis yang merupakan karakter antagonis itu kemudian menghela nafasnya sebentar dan menundukkan sedikit kepala untuk memperkenalkan dirinya.
"Namaku Violet Wertvoller putri ketiga dari keluarga kerajaan sebelah, aku datang ke sini untuk menghadiri pesta dansa yang dua hari lalu diadakan dan untuk menghadiri pesta teh yang di adakan oleh duchess Aelfraed,"
"Aku di sini juga ingin memesan gaun karena butik di sini adalah butik terkenal jadi aku sekalian saja berbelanja di negeri ini," ucap sang gadis dengan senyuman yang ramah berbeda dengan yang tertulis di dalam novel yang dia baca sebelumnya membuat Clara tertegun melihat sosok gadis yang ada di depannya
"Kamu boleh memanggilku dengan Violet langsung tanpa harus menggunakan kata nona juga, karena aku tertarik dengan gadis yang mirip seperti tupai kecil yang berusaha membela diri," ucapnya lagi dengan senyuman yang terlihat kalau dia juga menikmati saat pertemuan saat ini
"Baiklah Violet terima kasih,"
"Kalau begitu artinya kita menjadi teman bukan?" tanya Clara dengan tatapan polos dan berbinar-binar karena ini pertama kalinya dia mendapatkan teman yang seumuran dan belum memiliki pasangan, ucapan itu hanya dijawab anggukan oleh Violet
Clara tau kalau Violet tidak memiliki pasangan karena di kehidupan sebelumnya dia telah membaca novel itu kalau Violet tidak akan bertunangan dengan siapapun kalau bukan laki-laki yang sepantaran dengannya. Akan tetapi putra makhota negeri ini membuatnya jatuh hati pada saat dia berkunjung negerinya sebagai pengelana, namun sang putra makhota hanya menganggapnya sebagai sahabat cerita saja.
Dia selalu mendengarkan semua kisah cinta pertama sang putra mahkota sampai sang putra makhota patah hati dia masih menunggu perasaan itu dibalas. Akan tetapi, kali ini sang putri tidak setuju dengan cinta putra mahkota dengan seorang gadis keluarga rendahan hingga dia menjadi gadis antagonis di dalam novel.
"Violet, terima kasih telah ingin menjadi temanku,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments