Clara tercengang dengan ucapan sang Duke Freiheit, karena bagaimana bisa seorang Duke telat tapi meminta maaf dengan mengabulkan permintaan orang lain. Menurut Clara orang normal saja meminta maaf dengan ucapan sudah cukup, tetapi sang Duke malah meminta untuk membuat permintaan seperti jin pengabul keinginan karena merasa tidak enak hati sebab terlambat dari waktu yang di janjikan.
"Tidak perlu, ucapan permintaan maaf saja sudah cukup,"
"Dan anda yang membayar makan siang saya di restoran mewah ini sudah cukup untuk saya," ucap Clara sambil menggelengkan kepalanya dengan senyuman kaku keberatan dengan yang di ucapkan oleh sang Duke
Sang Duke merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Clara, dia malah merasa kalau Clara sepertinya marah kepadanya karena terlambat hingga waktu makan siang tiba, karena terakhir kali dia pergi berbelanja dengan sepupunya dan dia terlambat perempuan itu mengamuk di depan publik dengan memukul dirinya.
Clara terlalu tenang ini membuatnya merasa kalau ini adalah cara terbaru perempuan marah kalau terlambat datang dan dia harus berpikir bagaimana cara menebus yang benar dari kesalahannya. Tidak jauh dari meja sang Duke dan Clara terlihat ada dua pasangan yang diminta bekerja di akhir pekan dengan bayaran makanan mewah dan menjadi pelanggan prioritas pemesanan gaun di butik terkenal.
"Aku tidak menyangka dia datang kepada kita datang ke restoran hanya untuk membantunya menjalin hubungan baik dengan gadis tupai kecil," ucap seorang perempuan dengan tatapan datar menatap ke arah duke yang duduk di depan Clara yang jauhnya beberapa meter dari kedua pasangan itu
"Tentu saja wajar Asha, karena temannya hanya kita berempat dan dia telah di tolak oleh Grace karena dia mencintai aku jadi wajar saja dia tidak memiliki pengalaman cinta sama sekali jadinya," ucap laki-laki di sampingnya dengan tatapan bangga sambil menggenggam erat tangan gadis yang di cintainya
Clara sebenarnya merasakan ada yang tidak beres dengan meja yang tidak jauh darinya, karena dia merasa di tatap dengan tatapan tajam dari arah meja itu. Tetapi sang duke di depannya sama sekali terlihat tidak mempermasalahkan hal itu jadi Clara hanya bisa melanjutkan makannya. Setelah mereka selesai makan sang duke mengajak Clara ke sebuah butik terkenal yang biasanya harus melakukan reservasi terlebih dahulu untuk memesan sebuah gaun, tetapi karena Duke Freiheit adalah pemilik butik tersebut maka itu tidak perlu dilakukan.
Clara yang baru pertama kali masuk ke dalam ruangan itu betapa terkejutnya dia karena banyak sekali gaun-gaun yang mewah dan bergaya mirip seperti gaun-gaun modern yang terkenal di kehidupan sebelumnya, tidak heran jika tempat ini adalah tempat kelas atas dan tidak bisa sembarangan. Sang duke meminta pelayannya untuk melayani Clara dengan baik karena dia ingin melihat pengelolaan butiknya, Clara kemudian hanya mengangguk paham dan dilayani oleh para pelayan butik sangat ramah hingga tidak ada baginya untuk beristirahat sedikit pun untuk duduk.
Di sisi lain sang duke naik ke lantai atas toko butik itu bukan untuk mengecek pengelolaan butiknya tapi untuk menanyakan pendapat kepada dua pasangan yang telah menikah itu tentang apa yang harus dia lakukan untuk Clara supaya Clara tidak marah sama sekali, tapi walaupun dia ingin menghibur Clara bukan berarti dia sadar dengan perasaan yang dia miliki saat ini.
"Menurut kalian bagaimana menebus kesalahan kepada seorang perempuan karena tidak menepati janji yang telah di janjikan?" tanya sang duke dengan tatapan tanpa ekspresi ke arah kedua pasangan itu
"Kamu menyuruh kami untuk membantumu dan kamu jelas tau kami juga menunggu selama berjam-jam melihat Clara datang menunggu di alun-alun kota,"
"Kalau aku menjadi dia, aku akan pulang ke mansion karena janji yang bohong itu,"
"Serta tentu aku tidak akan membuatmu dengan mudah menebus kesalahan itu," ucap Grace dengan emosi yang meledak-ledak karena dia bukan tipe orang yang sabar kemudian di tenangkan oleh sang suami di sebelahnya
"Apakah Clara ada memarahi dirimu karena terlambat dari waktu yang di janjikan? Dan apakah dia meminta sesuatu supaya kamu menebus kesalahanmu?" tanya Asha yang sedang memegang cangkir teh
Ucapan dari Grace tidak membantu dalam penyelesaian masalah, tapi sang duke memang merasakan kalau memang keterlaluan sebagai seorang laki-laki karena datang ke kuil hanya untuk mengurus gadis suci yang tidak ingin makan dan ucapan dari Asha membuatnya mengingat ekspresi dari Clara ketika dia mengatakan dirinya telat sama sekali tidak terlihat kalau Clara marah kepadanya.
"Tapi Dain, jika kamu merasa ingin masih menebus kesalahanmu kepada putri keluarga Fragrante kamu berikan saja dia hadiah berupa bunga ataupun yang lain," ucap laki-laki yang merupakan suami dari Asha
Ucapan dari teman-temannya yang mendukung dirinya membuatnya terpikir untuk membeli bunga karena tidak akan berkesan rasanya jika dia memberikan gaun yang ada di butiknya untuk meminta maaf. Sedangkan saat ini Clara telah kelelahan karena dilayani penuh oleh para pelayan yang terlihat sangat bersemangat, sampai satu jam berlalu sang duke kembali ke hadapan Clara yang telah terlihat kelelahan.
"Kirimkan semua gaun yang di coba nona ini ke mansion keluarga Earl Fragrante," ucap sang duke kepada bawahannya yang berada di butik itu dengan kecepatan kilat mereka mengerjakan perintah dari sang duke,
Clara terdiam dengan membelalakkan mata setelah mendengarkan ucapan yang dia dengar dari sang duke bahkan sampai keluar dari butik itu dia masih Clara masih dengan diam dan membelalakkan mata tidak bisa berkata-kata, sebab bagaimana bisa seorang duke bisa memberikan gaun yang harganya sangat mahal itu kepadanya dengan percuma kepada dirinya dan Clara berpikir apakah laki-laki ini tidak takut usahanya bangkrut karena bukan hanya sehelai gaun yang dicoba oleh Clara, tapi sang duke memberikan semua gaun yang dicoba itu.
"Tuan duke, kenapa anda memberikan saya begitu banyak gaun? Saya bukannya tidak berterima kasih tetapi saya merasa terlalu berlebihan jika saya menerima gaun yang mewah lebih dari satu yang saya coba," ucap Clara dengan senyuman kaku ke arah sosok laki-laki yang ada di depannya
"Tentu saja tidak berlebihan karena aku yang membuat keputusan," ucap sang duke membuat Clara memang merasa tidak bisa membantah ucapan itu
Memang banyak hal yang Clara alami hingga saat ini ketika bertemu dengan duke, dia merasa sangat aneh karena banyaknya perhatian yang diberikan oleh duke kepadanya sampai dia terpikirkan sesuatu.
"Apakah dia memiliki perasaan kepadaku ya? Tapi apa itu mungkin?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments