Bab 7 Membuat Kegaduhan

Clara dan Violet kemudian masuk ke dalam mansion yang besarnya dua kali lipat dari besar mansion milik keluarganya, keduanya masuk di bimbing oleh seorang pelayan yang menjadi pemandu mereka menuju ke sebuah ruangan yang besar dan mewah dengan meja panjang yang di atasnya telah ada peralatan minum teh dan kue atau cemilan.

Clara sedikit kagum dengan pesta teh yang diadakan ini karena baru pertama kali baginya melihat perjamuan yang begitu mewah. Violet cukup mengerti dengan Clara yang baru pertama kali menghadiri pesta minum teh, kemudian memegang tangannya untuk memintanya terlihat tenang, karena di tempat ini juga tidak semua orang yang di undang adalah orang yang murni memiliki tujuan berteman.

"Clara dan Violet selamat datang di pesta teh yang aku adakan,"

"Aku tidak menyangka kalau Violet yang terlihat emosian bisa ingin berteman dengan seekor tupai kecil,"

"Kamu tidak mengancamnya bukan?" ucap sang duchess yang mengadakan pesta teh itu dengan tawa kecil melihat Violet yang tidak pernah datang dengan seorang teman ke suatu pesta ataupun acara

"Asha, kamu pikir aku ini seorang tirani seperti dia? Walaupun kami masih ada hubungan keluarga tapi aku bukan seperti dia," ucap Violet dengan mengerutkan keningnya sedikit kemudian menghela nafas karena dia tau kalau dia sedang di goda, sedangkan Clara hanya bisa diam dan menikmati pembicaraan antara kedua orang yang tidak dia pahami sama sekali kenapa keduanya bisa akur dan begitu santai seperti dia berada di dunia lain saat mendengarkan pembicaraan keduanya

Clara banyak tidak menyangka kalau karakter dari novel pertama bisa dia temui saat ini dan bahkan dia bisa bertemu dengan antagonis yang seharusnya berada di dalam novel. Tidak lama seorang gadis dengan pakaian timur tengah datang ke pesta teh itu secara tiba-tiba.

"Sepertinya kalian sangat menikmati waktu,"

"Bukankah ini adalah gadis yang berdansa dengan Duke Freiheit yang gila perang itu karena patah hati?"

"Kamu tidak memaksanya datang bukan Asha?" tanya gadis dengan pakaian timur tengah yang mencolok dan berbeda dari semua tamu lain

Asha tentu menggeleng cepat setelah mendengar gadis timur tengah itu berbicara, Clara ingin membantah kalau Duke Freiheit tidaklah seorang gila perang, tetapi dia mengurungkan niat untuk membantah ucapan itu mengingat orang-orang yang ada di depannya terlihat sangat mengenal sang Duke Freiheit. Apabila Clara membela mungkin mereka akan mengira kalau Clara mungkin saja memiliki perasaan kepada Duke Freiheit.

"Clara, kenapa kamu melamun seperti itu? Apakah ada masalah yang terjadi?" tanya Asha yang melambai-lambaikan tangannya di wajah Clara yang kemudian tiba-tiba dia tersadar dari lamunannya

"Maafkan aku,"

"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sepertinya tanpa sadar tenggelam ke dalam pemikiran sendiri," ucap Clara dengan senyuman yang kaku

Clara kemudian menatap perempuan dengan pakaian timur tengah yang sangat seksi dan eksotis yang sejak tadi tiba-tiba bergabung ke dalam percakapan Violet dan Asha. Terlihat gadis itu juga seperti sangat tertarik dengan Clara.

"Sey, kamu belum memperkenalkan dirimu kepada Clara,"

"Bukankah itu telah menjadi tata Krama yang tidak tertulis di negeri manapun untuk memperkenalkan diri?" ucap Violet dengan tatapan sedikit kesal ke arah perempuan dengan pakaian timur tengah itu

"Kamu selalu saja orang yang gila tradisi dan tata krama,"

"Tapi memang benar aku belum memperkenalkan diri kepada gadis yang lucu ini,"

"Perkenalkan namaku adalah Afsanur Seyyal putri keluarga kerajaan timur tengah, nona kecil senang bertemu denganmu jika kamu belum memiliki pasangan adik laki-lakiku mungkin akan menjadi calon yang bagus untukmu,"

"Kamu boleh memanggilku Seyyal atau Sey seperti yang di panggil violet tapi di larang memanggil dengan kata nona Sey atau nona Seyyal," ucap gadis dengan pakaian timur tengah itu sambil berjalan ke arah Clara dan mencubit pipinya

Seyyal merasa kalau Clara adalah gadis yang menggemaskan hingga membuatnya tidak tahan untuk mencubit pipi gadis kecil itu. Tidak lama kemudian pesta teh dimulai Clara duduk di tengah-tengah Seyyal dan Violet karena keduanya sangat ingin dekat dengan Clara, sedangkan Asha duduk di kursi depan dari meja panjang sebab Asha adalah orang yang mengadakan pesta teh dan di samping depan terdapat Grace.

Pesta teh kemudian di mulai dengan para pelayan yang menuangkan teh ke dalam cangkir milik para bangsawan, akan tetapi tiba-tiba ada seorang pelayan yang membuat kegaduhan, karena tidak sengaja menumpahkan teh ke gaun milik sang gadis yang duduk di sana.

"PLAK..." suara tamparan yang terdengar begitu keras ke pada pelayan itu hingga wajah seorang pelayan itu merah, dan merasakan kesakitan

Suara tamparan yang keras itu membuat semua bangsawan langsung menoleh ke asal suara. Betapa terkejutnya semua orang di sana melihat tamparan yang di layangkan oleh gadis bangsawan itu ke arah pelayan yang terlihat melakukan kesalahan. Pelayan itu diam tidak menatap sang gadis bangsawan yang menamparnya dengan tatapan kesal dan marah

"Apakah gini cara cara seorang pelayan melayani?"

"Sekarang gaun kesayanganku rusak, apakah kamu tau kalau gaun ini harganya sangat mahal? Seorang pelayan seperti dirimu tidak akan mampu membeli gaun seperti ini walaupun itu di beli dengan gajimu satu tahun," ucap sang gadis dengan tatapan merendahkan dan angkuh ke arah sang pelayan yang gemetaran dan ketakutan karena habis melakukan kesalahan besar kepada seorang bangsawan

Clara tanpa sadar langsung berdiri dan berjalan menghampiri pelayan yang ditampar dengan perasaan khawatir.

"Apakah kamu baik-baik saja? Pipimu sepertinya terluka sangat parah," ucap Clara tanpa memperdulikan gadis bangsawan yang sedang marah kepada pelayan itu

Merasa di abaikan tangan gadis bangsawan itu bergerak lagi dan hampir menampar Clara, tapi tangannya di genggam erat oleh Seyyal.

"Kamu mengatakan dirimu seorang bangsawan di negeri barat? Negeri timur tengah kami aku rasa lebih baik dibandingkan dengan kalian yang terlihat sama sekali tidak memiliki sopan santun saat marah,"

"Hanya sebuah teh yang menodai gaunmu, dan gaun itu tebal tidak akan membuat tubuhmu luka hanya kotor dan perlu di cuci,"

"Apakah perlu begitu marah kepada seorang pelayan yang terlihat baru menjalani pekerjaannya," ucap Seyyal dengan tatapan dingin dan tajam ke arah gadis bangsawan yang menatap dengan emosi dan marah

"Kamu hanya orang luar dari barat memangnya kamu tau apa? Orang timur tengah seperti kalian sepertinya terlalu lama di padang pasir hingga menjadi bodoh," ucap gadis bangsawan itu dengan tatapan merendahkan ke arah Seyyal karena merasa kalau orang di sana adalah orang yang rendahan karena berpakaian terlihat tidak pantas

"PLAK... PLAK..."

"Jangan suka mengatakan tentang orang lain pantas atau tidak? Jika bangsawan timur tengah tidak bisa berkomentar tentang dirimu maka aku yang akan melakukannya karena aku bangsawan dari negeri barat,"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Terpopuler

Comments

Naraa 🌻

Naraa 🌻

agak ga suka sama karakter Clara, ga konsisten bgt, di awal katanya gak mau ikut campur, tapi nyatanya dia selalu ikut campur urusan org, MC nya beneran kayak tupai berani ngomong tapi ga punya power sendiri pas di gertak balik sama musuh

2024-03-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!