Clara dan Violet kemudian masuk ke dalam mansion yang besarnya dua kali lipat dari besar mansion milik keluarganya, keduanya masuk di bimbing oleh seorang pelayan yang menjadi pemandu mereka menuju ke sebuah ruangan yang besar dan mewah dengan meja panjang yang di atasnya telah ada peralatan minum teh dan kue atau cemilan.
Clara sedikit kagum dengan pesta teh yang diadakan ini karena baru pertama kali baginya melihat perjamuan yang begitu mewah. Violet cukup mengerti dengan Clara yang baru pertama kali menghadiri pesta minum teh, kemudian memegang tangannya untuk memintanya terlihat tenang, karena di tempat ini juga tidak semua orang yang di undang adalah orang yang murni memiliki tujuan berteman.
"Clara dan Violet selamat datang di pesta teh yang aku adakan,"
"Aku tidak menyangka kalau Violet yang terlihat emosian bisa ingin berteman dengan seekor tupai kecil,"
"Kamu tidak mengancamnya bukan?" ucap sang duchess yang mengadakan pesta teh itu dengan tawa kecil melihat Violet yang tidak pernah datang dengan seorang teman ke suatu pesta ataupun acara
"Asha, kamu pikir aku ini seorang tirani seperti dia? Walaupun kami masih ada hubungan keluarga tapi aku bukan seperti dia," ucap Violet dengan mengerutkan keningnya sedikit kemudian menghela nafas karena dia tau kalau dia sedang di goda, sedangkan Clara hanya bisa diam dan menikmati pembicaraan antara kedua orang yang tidak dia pahami sama sekali kenapa keduanya bisa akur dan begitu santai seperti dia berada di dunia lain saat mendengarkan pembicaraan keduanya
Clara banyak tidak menyangka kalau karakter dari novel pertama bisa dia temui saat ini dan bahkan dia bisa bertemu dengan antagonis yang seharusnya berada di dalam novel. Tidak lama seorang gadis dengan pakaian timur tengah datang ke pesta teh itu secara tiba-tiba.
"Sepertinya kalian sangat menikmati waktu,"
"Bukankah ini adalah gadis yang berdansa dengan Duke Freiheit yang gila perang itu karena patah hati?"
"Kamu tidak memaksanya datang bukan Asha?" tanya gadis dengan pakaian timur tengah yang mencolok dan berbeda dari semua tamu lain
Asha tentu menggeleng cepat setelah mendengar gadis timur tengah itu berbicara, Clara ingin membantah kalau Duke Freiheit tidaklah seorang gila perang, tetapi dia mengurungkan niat untuk membantah ucapan itu mengingat orang-orang yang ada di depannya terlihat sangat mengenal sang Duke Freiheit. Apabila Clara membela mungkin mereka akan mengira kalau Clara mungkin saja memiliki perasaan kepada Duke Freiheit.
"Clara, kenapa kamu melamun seperti itu? Apakah ada masalah yang terjadi?" tanya Asha yang melambai-lambaikan tangannya di wajah Clara yang kemudian tiba-tiba dia tersadar dari lamunannya
"Maafkan aku,"
"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sepertinya tanpa sadar tenggelam ke dalam pemikiran sendiri," ucap Clara dengan senyuman yang kaku
Clara kemudian menatap perempuan dengan pakaian timur tengah yang sangat seksi dan eksotis yang sejak tadi tiba-tiba bergabung ke dalam percakapan Violet dan Asha. Terlihat gadis itu juga seperti sangat tertarik dengan Clara.
"Sey, kamu belum memperkenalkan dirimu kepada Clara,"
"Bukankah itu telah menjadi tata Krama yang tidak tertulis di negeri manapun untuk memperkenalkan diri?" ucap Violet dengan tatapan sedikit kesal ke arah perempuan dengan pakaian timur tengah itu
"Kamu selalu saja orang yang gila tradisi dan tata krama,"
"Tapi memang benar aku belum memperkenalkan diri kepada gadis yang lucu ini,"
"Perkenalkan namaku adalah Afsanur Seyyal putri keluarga kerajaan timur tengah, nona kecil senang bertemu denganmu jika kamu belum memiliki pasangan adik laki-lakiku mungkin akan menjadi calon yang bagus untukmu,"
"Kamu boleh memanggilku Seyyal atau Sey seperti yang di panggil violet tapi di larang memanggil dengan kata nona Sey atau nona Seyyal," ucap gadis dengan pakaian timur tengah itu sambil berjalan ke arah Clara dan mencubit pipinya
Seyyal merasa kalau Clara adalah gadis yang menggemaskan hingga membuatnya tidak tahan untuk mencubit pipi gadis kecil itu. Tidak lama kemudian pesta teh dimulai Clara duduk di tengah-tengah Seyyal dan Violet karena keduanya sangat ingin dekat dengan Clara, sedangkan Asha duduk di kursi depan dari meja panjang sebab Asha adalah orang yang mengadakan pesta teh dan di samping depan terdapat Grace.
Pesta teh kemudian di mulai dengan para pelayan yang menuangkan teh ke dalam cangkir milik para bangsawan, akan tetapi tiba-tiba ada seorang pelayan yang membuat kegaduhan, karena tidak sengaja menumpahkan teh ke gaun milik sang gadis yang duduk di sana.
"PLAK..." suara tamparan yang terdengar begitu keras ke pada pelayan itu hingga wajah seorang pelayan itu merah, dan merasakan kesakitan
Suara tamparan yang keras itu membuat semua bangsawan langsung menoleh ke asal suara. Betapa terkejutnya semua orang di sana melihat tamparan yang di layangkan oleh gadis bangsawan itu ke arah pelayan yang terlihat melakukan kesalahan. Pelayan itu diam tidak menatap sang gadis bangsawan yang menamparnya dengan tatapan kesal dan marah
"Apakah gini cara cara seorang pelayan melayani?"
"Sekarang gaun kesayanganku rusak, apakah kamu tau kalau gaun ini harganya sangat mahal? Seorang pelayan seperti dirimu tidak akan mampu membeli gaun seperti ini walaupun itu di beli dengan gajimu satu tahun," ucap sang gadis dengan tatapan merendahkan dan angkuh ke arah sang pelayan yang gemetaran dan ketakutan karena habis melakukan kesalahan besar kepada seorang bangsawan
Clara tanpa sadar langsung berdiri dan berjalan menghampiri pelayan yang ditampar dengan perasaan khawatir.
"Apakah kamu baik-baik saja? Pipimu sepertinya terluka sangat parah," ucap Clara tanpa memperdulikan gadis bangsawan yang sedang marah kepada pelayan itu
Merasa di abaikan tangan gadis bangsawan itu bergerak lagi dan hampir menampar Clara, tapi tangannya di genggam erat oleh Seyyal.
"Kamu mengatakan dirimu seorang bangsawan di negeri barat? Negeri timur tengah kami aku rasa lebih baik dibandingkan dengan kalian yang terlihat sama sekali tidak memiliki sopan santun saat marah,"
"Hanya sebuah teh yang menodai gaunmu, dan gaun itu tebal tidak akan membuat tubuhmu luka hanya kotor dan perlu di cuci,"
"Apakah perlu begitu marah kepada seorang pelayan yang terlihat baru menjalani pekerjaannya," ucap Seyyal dengan tatapan dingin dan tajam ke arah gadis bangsawan yang menatap dengan emosi dan marah
"Kamu hanya orang luar dari barat memangnya kamu tau apa? Orang timur tengah seperti kalian sepertinya terlalu lama di padang pasir hingga menjadi bodoh," ucap gadis bangsawan itu dengan tatapan merendahkan ke arah Seyyal karena merasa kalau orang di sana adalah orang yang rendahan karena berpakaian terlihat tidak pantas
"PLAK... PLAK..."
"Jangan suka mengatakan tentang orang lain pantas atau tidak? Jika bangsawan timur tengah tidak bisa berkomentar tentang dirimu maka aku yang akan melakukannya karena aku bangsawan dari negeri barat,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Naraa 🌻
agak ga suka sama karakter Clara, ga konsisten bgt, di awal katanya gak mau ikut campur, tapi nyatanya dia selalu ikut campur urusan org, MC nya beneran kayak tupai berani ngomong tapi ga punya power sendiri pas di gertak balik sama musuh
2024-03-12
0