Bab 12 Gadis suci

Clara langsung menoleh terkejut ke arah belakangnya ketika mendengarkan ucapan dari laki-laki berkulit eksotis yang baru bangun dari tidurnya di gazebo itu. Terlihat dengan jelas menurut Clara laki-laki itu menyebalkan karena sangat narsis, karena Clara tidak tau mengenai siapa laki-laki di depannya setelah menoleh dia kemudian pergi meninggalkan laki-laki itu dengan tatapan tidak tertarik.

"Hei!" ucap laki-laki itu dengan lantang sambil menarik lengan Clara dengan nada yang kesal karena tidak di hiraukan oleh Clara

Clara menoleh ke arah sosok yang menggenggam pergelangan tangannya dan memanggilnya, terlihat Clara seperti tidak begitu peduli dengan sosok laki-laki yang ada di belakangnya.

"Aku berbicara dengan dirimu,"

"Apakah kamu tidak punya telinga untuk mendengarkan aku dan mulut untuk berbicara menjawab pertanyaanku sebelumnya?" tanya anak laki-laki eksotis itu dengan tatapan kesal dan menggenggam pergelangan tangan Clara

Clara tidak langsung mengatai laki-laki itu dengan kata-kata kasar ataupun memarahi dirinya, karena dia sendiri takut kalau orang di depannya mungkin adalah orang yang memiliki gelar keluarga yang lebih tinggi dibandingkan dirinya oleh karena itu dia memutuskan untuk tetap diam, walaupun di ajak bicara seperti itu.

Tiba-tiba ada sesosok perempuan lewat di depan ya tanpa peduli dengan apa yang sedang terjadi antara Clara dan laki-laki itu. Kerena hal itu Clara cepat-cepat berusaha melepaskan genggaman tangan dari laki-laki eksotis itu, kemudian memberikan hormat untuk pamit kepada sosok itu setelah itu berlari keluar mengikuti perempuan yang berjalan itu yang memiliki tujuan yang sama ke ruangan taman kaca milik sang ratu.

Ketika Clara sampai di taman kaca sang ratu, dia sangat terkejut betapa besarnya taman yang dimiliki oleh sang ratu dan betapa panjangnya meja perjamuan pesta teh yang di adakan. Clara juga terkejut karena sang tokoh utama novel gadis suci juga hadir dalam pesta teh yang di adakan ini. Terlihat semua gadis sangat menyukai dirinya dan bertanya-tanya mengenai kehidupannya yang bisa bertahan hingga saat ini, walaupun semua gadis berbondong-bondong untuk dekat dengan gadis suci, Clara malah bersikap sebaliknya dia memutuskan untuk menjauh, karena tidak ingin merusak alur cerita lebih jauh lagi.

"Clara, kamu akhirnya sampai,"

"Kami bertiga sangat lama menunggu dirimu,"

"Kamu sangat manis ya dengan pakaian itu," ucap seorang gadis yang datang-datang mencubit pipi Clara yang sangat menggemaskan bagi gadis itu

"Seyyal, bisakah kamu tidak langsung mencubit pipi tupai kecil ini,"

"Lihat pipinya yang mulus sekarang sudah merah karena cubitan dari tanganmu yang kasar," ucap seorang gadis yang mendorong Seyyal yang mencubit pipi Clara menggunakan kipas tangan miliknya

"Tapi Violet, bukankah kamu bisa melihat pipinya yang tembem itu sangat menggemaskan sampai aku sendiri saja tidak bisa berhenti untuk tidak mencubitnya," ucap Seyyal ke arah perempuan yang masih mendorongnya dengan kipas tangan tidak ingin bergerak dari posisi itu

Mendengarkan keributan yang di timbulkan oleh Seyyal dan Violet kepada Clara membuat semua orang mengalihkan perhatian dari gadis suci ke arah Clara yang di perebutkan. Sang gadis suci yang penasaran ke arah kerumunan tentang apa yang membuat itu heboh.

"Sepertinya ada keramaian, bukankah lebih baik kita semua berdamai dan membicarakan dengan baik?" tanya sang gadis suci yang sambil berjalan ke arah Violet dan Seyyal yang memperebutkan Clara dengan tatapan yang baik dan polos

Clara yang menatap dekat tokoh utama novel merasakan sedikit ada yang aneh dengan tokoh utama, tetapi mungkin karena dia adalah pemeran utama jadinya aura pemeran utama sedikit berbeda dari yang lain. Perasaan yang begitu gelap dan mengerikan dari sosok itu mungkin saja hanya perasaannya.

"Gadis Suci, anda tidak mengerti apa yang kami bicarakan dan anda tau kalau ini bukan pertengkaran, karena kami sejak awal hanya bermain-main dengan tupai kecil kami yang menggemaskan,"

"Jadi tolong jangan ikut campur dan urus saja urusanmu sendiri,"

"Hanya karena kamu seorang gadis suci jangan pernah merasa kalau semuanya adalah masalah, gunakan pikiranmu dengan baik dan sikap yang baik," ucap Violet yang melebarkan kipas tangannya untuk menutup setengah wajahnya yang menandakan kalau dia saat ini tidak senang di ganggu oleh siapapun yang mendadak datang

Tiba-tiba ketika sang Gadis Suci ingin menjawab ucapan dari Violet, sang ratu yang merupakan penyelenggaraan pesta teh tiba maka pesta teh akan segera di mulai. Clara di seret oleh Violet dan Seyyal untuk duduk di tengah-tengah mereka berdua karena keduanya sama sekali tidak ingin jauh dari Clara, sang ratu hanya bisa memaklumi hal itu, karena keduanya adalah putri dari keluarga kerajaan yang menjalin hubungan dengan kerajaannya.

Ketika pesta teh di mulai sang ratu membukanya dengan kata-kata sambutan dan ucapan terimakasih atas kehadiran ke pesta. Bagi keluarga bangsawan pesta teh adalah tempat mereka mengumpulkan relasi atau informasi penting oleh karena itu para gadis bangsawan setiap keluarga selalu hadir hanya untuk informasi berharga itu.

"Aku sangat berterimakasih kepada putri kerajaan yang ingin hadir ke pesta teh yang aku adakan padahal kalian seharusnya hari ini bersiap-siap untuk pulang ke negeri kalian masing-masing,"

"Dan untuk gadis suci terima kasih telah ingin menjaga negeri ini dari bahaya yang sangat mengancam," ucap sang ratu yang telah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada ketiga orang itu sebanyak dua kali di depan semua orang yang hadir

"Tidak apa-apa yang mulia ratu, saya merasa ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang Gadis Suci yang di utus dewa untuk menyelamatkan negeri ini," ucap sang gadis suci dengan gelengan kepala pelan dan senyuman yang baik seperti seorang malaikat

Sang ratu yang melihat sang Gadis Suci begitu baik seperti malaikat menjawab dengan senyuman, kemudian melirik ke arah para putri yang duduk di sebelah kanannya.

"Tidak masalah untuk kami berdua, karena bagaimanapun juga negeri ini membuat kami sangat menikmati waktu," ucap Violet dengan senyuman ramah ke arah ratu mewakili Seyyal dan putri lain yang di undang ke dalam pesta teh itu

Sang ratu mengangguk dan tersenyum puas dengan jawaban dari Violet, kemudian dia melirik ke arah Clara yang bisa-bisanya duduk di tengah-tengah kedua putri keluarga kerajaan yang padahal susunannya telah di beri tau di dalam surat pesta teh.

"Nona, yang duduk berada di tengah-tengah kedua putri,"

"Bolehkan aku tau nona berasal dari keluarga mana? Hingga duduk berada di tengah-tengah kedua putri?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Terpopuler

Comments

Andry Lenny

Andry Lenny

gadis suci nya punya sihir hitam nih kyknya

2024-08-06

0

Frando Kanan

Frando Kanan

wah...mungkin jiwa gadis suci itu bkn gadis suci asli tpi melainkn jiwa asing..nth spa ity

2023-07-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!