Clara langsung menoleh terkejut ke arah belakangnya ketika mendengarkan ucapan dari laki-laki berkulit eksotis yang baru bangun dari tidurnya di gazebo itu. Terlihat dengan jelas menurut Clara laki-laki itu menyebalkan karena sangat narsis, karena Clara tidak tau mengenai siapa laki-laki di depannya setelah menoleh dia kemudian pergi meninggalkan laki-laki itu dengan tatapan tidak tertarik.
"Hei!" ucap laki-laki itu dengan lantang sambil menarik lengan Clara dengan nada yang kesal karena tidak di hiraukan oleh Clara
Clara menoleh ke arah sosok yang menggenggam pergelangan tangannya dan memanggilnya, terlihat Clara seperti tidak begitu peduli dengan sosok laki-laki yang ada di belakangnya.
"Aku berbicara dengan dirimu,"
"Apakah kamu tidak punya telinga untuk mendengarkan aku dan mulut untuk berbicara menjawab pertanyaanku sebelumnya?" tanya anak laki-laki eksotis itu dengan tatapan kesal dan menggenggam pergelangan tangan Clara
Clara tidak langsung mengatai laki-laki itu dengan kata-kata kasar ataupun memarahi dirinya, karena dia sendiri takut kalau orang di depannya mungkin adalah orang yang memiliki gelar keluarga yang lebih tinggi dibandingkan dirinya oleh karena itu dia memutuskan untuk tetap diam, walaupun di ajak bicara seperti itu.
Tiba-tiba ada sesosok perempuan lewat di depan ya tanpa peduli dengan apa yang sedang terjadi antara Clara dan laki-laki itu. Kerena hal itu Clara cepat-cepat berusaha melepaskan genggaman tangan dari laki-laki eksotis itu, kemudian memberikan hormat untuk pamit kepada sosok itu setelah itu berlari keluar mengikuti perempuan yang berjalan itu yang memiliki tujuan yang sama ke ruangan taman kaca milik sang ratu.
Ketika Clara sampai di taman kaca sang ratu, dia sangat terkejut betapa besarnya taman yang dimiliki oleh sang ratu dan betapa panjangnya meja perjamuan pesta teh yang di adakan. Clara juga terkejut karena sang tokoh utama novel gadis suci juga hadir dalam pesta teh yang di adakan ini. Terlihat semua gadis sangat menyukai dirinya dan bertanya-tanya mengenai kehidupannya yang bisa bertahan hingga saat ini, walaupun semua gadis berbondong-bondong untuk dekat dengan gadis suci, Clara malah bersikap sebaliknya dia memutuskan untuk menjauh, karena tidak ingin merusak alur cerita lebih jauh lagi.
"Clara, kamu akhirnya sampai,"
"Kami bertiga sangat lama menunggu dirimu,"
"Kamu sangat manis ya dengan pakaian itu," ucap seorang gadis yang datang-datang mencubit pipi Clara yang sangat menggemaskan bagi gadis itu
"Seyyal, bisakah kamu tidak langsung mencubit pipi tupai kecil ini,"
"Lihat pipinya yang mulus sekarang sudah merah karena cubitan dari tanganmu yang kasar," ucap seorang gadis yang mendorong Seyyal yang mencubit pipi Clara menggunakan kipas tangan miliknya
"Tapi Violet, bukankah kamu bisa melihat pipinya yang tembem itu sangat menggemaskan sampai aku sendiri saja tidak bisa berhenti untuk tidak mencubitnya," ucap Seyyal ke arah perempuan yang masih mendorongnya dengan kipas tangan tidak ingin bergerak dari posisi itu
Mendengarkan keributan yang di timbulkan oleh Seyyal dan Violet kepada Clara membuat semua orang mengalihkan perhatian dari gadis suci ke arah Clara yang di perebutkan. Sang gadis suci yang penasaran ke arah kerumunan tentang apa yang membuat itu heboh.
"Sepertinya ada keramaian, bukankah lebih baik kita semua berdamai dan membicarakan dengan baik?" tanya sang gadis suci yang sambil berjalan ke arah Violet dan Seyyal yang memperebutkan Clara dengan tatapan yang baik dan polos
Clara yang menatap dekat tokoh utama novel merasakan sedikit ada yang aneh dengan tokoh utama, tetapi mungkin karena dia adalah pemeran utama jadinya aura pemeran utama sedikit berbeda dari yang lain. Perasaan yang begitu gelap dan mengerikan dari sosok itu mungkin saja hanya perasaannya.
"Gadis Suci, anda tidak mengerti apa yang kami bicarakan dan anda tau kalau ini bukan pertengkaran, karena kami sejak awal hanya bermain-main dengan tupai kecil kami yang menggemaskan,"
"Jadi tolong jangan ikut campur dan urus saja urusanmu sendiri,"
"Hanya karena kamu seorang gadis suci jangan pernah merasa kalau semuanya adalah masalah, gunakan pikiranmu dengan baik dan sikap yang baik," ucap Violet yang melebarkan kipas tangannya untuk menutup setengah wajahnya yang menandakan kalau dia saat ini tidak senang di ganggu oleh siapapun yang mendadak datang
Tiba-tiba ketika sang Gadis Suci ingin menjawab ucapan dari Violet, sang ratu yang merupakan penyelenggaraan pesta teh tiba maka pesta teh akan segera di mulai. Clara di seret oleh Violet dan Seyyal untuk duduk di tengah-tengah mereka berdua karena keduanya sama sekali tidak ingin jauh dari Clara, sang ratu hanya bisa memaklumi hal itu, karena keduanya adalah putri dari keluarga kerajaan yang menjalin hubungan dengan kerajaannya.
Ketika pesta teh di mulai sang ratu membukanya dengan kata-kata sambutan dan ucapan terimakasih atas kehadiran ke pesta. Bagi keluarga bangsawan pesta teh adalah tempat mereka mengumpulkan relasi atau informasi penting oleh karena itu para gadis bangsawan setiap keluarga selalu hadir hanya untuk informasi berharga itu.
"Aku sangat berterimakasih kepada putri kerajaan yang ingin hadir ke pesta teh yang aku adakan padahal kalian seharusnya hari ini bersiap-siap untuk pulang ke negeri kalian masing-masing,"
"Dan untuk gadis suci terima kasih telah ingin menjaga negeri ini dari bahaya yang sangat mengancam," ucap sang ratu yang telah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada ketiga orang itu sebanyak dua kali di depan semua orang yang hadir
"Tidak apa-apa yang mulia ratu, saya merasa ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang Gadis Suci yang di utus dewa untuk menyelamatkan negeri ini," ucap sang gadis suci dengan gelengan kepala pelan dan senyuman yang baik seperti seorang malaikat
Sang ratu yang melihat sang Gadis Suci begitu baik seperti malaikat menjawab dengan senyuman, kemudian melirik ke arah para putri yang duduk di sebelah kanannya.
"Tidak masalah untuk kami berdua, karena bagaimanapun juga negeri ini membuat kami sangat menikmati waktu," ucap Violet dengan senyuman ramah ke arah ratu mewakili Seyyal dan putri lain yang di undang ke dalam pesta teh itu
Sang ratu mengangguk dan tersenyum puas dengan jawaban dari Violet, kemudian dia melirik ke arah Clara yang bisa-bisanya duduk di tengah-tengah kedua putri keluarga kerajaan yang padahal susunannya telah di beri tau di dalam surat pesta teh.
"Nona, yang duduk berada di tengah-tengah kedua putri,"
"Bolehkan aku tau nona berasal dari keluarga mana? Hingga duduk berada di tengah-tengah kedua putri?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Andry Lenny
gadis suci nya punya sihir hitam nih kyknya
2024-08-06
0
Frando Kanan
wah...mungkin jiwa gadis suci itu bkn gadis suci asli tpi melainkn jiwa asing..nth spa ity
2023-07-01
2