Bab 17 Sekarang Minta Maaf

Ucapan Clara yang cukup lantang dan serius terdengar hingga membuat orang di sekitar mefokuskan pandangan ke arah pertengkaran mereka. Kedua laki-laki itu terdiam dan juga itu ternyata mampu menyulut emosi keduanya sedangkan Gadis Suci itu terdiam mendengarkan ucapan lantang Clara, tetapi terlihat tatapannya seperti tidak senang dengan ucapan Clara.

"Clara, kamu tidak harus bersikap sopan kepada Gadis Suci, karena dia adalah utusan dari seorang dewa,"

"Kalau bukan bantuannya negeri kita tidak akan damai seperti sekarang ini,"

"Sekarang minta maaf kepada Gadis Suci," ucap Dain dengan lantang ke arah Clara yang mulai ikut campur ke dalam pembicaraan

Clara terkejut dengan jawaban yang di lontarkan, dia tidak percaya laki-laki yang akan bertunangan dengannya malah membela orang lain, tapi memang tidak dapat dia pungkiri kalau dia hanyalah seorang pemeran figuran dalam cerita dan tidak layak untuk bisa berdebat dengan Dain saat ini.

"Hah... Baiklah kalau begitu aku paham," ucap Clara yang setelah menghela nafasnya kemudian menarik tangan Violet untuk pergi dari penginapan itu dan pergi menjauh dari orang-orang di anggapnya orang tidak berotak dengan tatapan dingin dan kecewa

"Aku tidak akan melakukannya karena aku tidak menganggap perbuatanku salah sama sekali, dan tidak perlu peduli kepada kami karena aku yakin kalian bahkan tidak akan peduli kepada hidup mati kami berdua," ucap Clara yang menghentikan langkahnya sebentar kemudian pergi setelah mengucapkan apa yang ingin dia ucapkan

Kedua laki-laki itu sama sekali tidak mengejar Clara dan Violet, karena keduanya merasa mereka membutuhkan bersantai keduanya memutuskan untuk berjalan-jalan dan berbelanja di alun-alun kota tersebut.

"Clara, aku merasa beruntung memiliki teman seperti dirimu,"

"Kamu sampai membelaku, tapi apakah kamu benar-benar tidak masalah ikut bertengkar dengan Dain? Kamu terlihat seperti orang yang kehilangan harapan kalau sosok laki-laki tersebut akan meninggalkan dirimu," ucap Violet yang duduk di depan Clara menikmati makanan khas timur

"Aku tidak masalah, aku yakin dia tidak menyukaiku dengan serius, dan pertunangan ini hanya di atur oleh kedua orang tua kami jadinya mana mungkin dia menyukaiku dengan serius,"

"Lagipula aku hanya akan menganggumi dirinya sama seperti dirimu bukan Violet?" ucap Clara dengan senyuman yang terlihat sangat dipaksakan tetapi dijawab oleh Violet dengan anggukan setuju

Karena hari sudah malam Clara dan Violet memutuskan untuk memesan kamar di penginapan lain, karena tidak ingin bertemu ataupun melihat wajah kedua sosok laki-laki dan Gadis Suci itu. Di tengah perjalanan menuju penginapan Clara tidak sengaja menabrak seorang laki-laki hingga dirinya terjatuh sosok yang dia tabrak adalah sosok laki-laki yang tinggi dengan pakaian negeri timur yang elegan.

"Maafkan aku nona,"

"Nona, apakah nona tidak apa-apa?" ucap laki-laki itu dengan lembut sambil mengulurkan tangannya ke arah Clara yang terjatuh karena menabrak di gapainya uluran tangan yang diberikan oleh laki-laki itu

"Aku tidak apa-apa terima kasih dan maafkan aku juga karena aku mungkin saja menabrak dirimu," ucap Clara yang membersihkan pakaiannya dari debu dan tanah yang melekat sehabis terjatuh

Sosok laki-laki yang dia lihat adalah sosok yang tidak pernah ada berada di dalam novel, tapi itu cukup membuat Clara terkejut karena ada laki-laki tampan di tempat seperti ini.

"Sepertinya kalian baru datang ke kota ini ya?"

"Apakah boleh aku pandu ke penginapan?" tanya sosok laki-laki itu dengan senyuman yang lembut ke arah keduanya dijawab dengan anggukan dengan kompak

Clara dan Violet di antar ke sebuah penginapan mewah, mahal dan paling sulit di pesan tempat penginapannya. Tetapi keduanya malah dengan mudah memesan tempat dan dibayarkan juga tempat menginapnya dan makannya selama seminggu oleh laki-laki tersebut, sebagai bayaran karena telah menabrak seorang gadis katanya.

"Ah iya, saya belum memperkenalkan diri sepertinya,"

"Perkenalkan nama saya Fu Xiang, dan apakah saya di perbolehkan untuk mengetahui nama nona?" ucap laki-laki itu dengan senyuman ramah dan lembut ke arah keduanya

Clara dan Violet saling menatap untuk berpikir siapa dari mereka berdua yang akan melakukan perkenalan diri pertama, tetapi kemudian Violet duluan yang memutuskan untuk memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan namaku adalah Violet dan yang berada di sampingku adalah Clara,"

"Kami berasal dari keluarga pedagang jadi tidak memiliki nama keluarga yang diwariskan," ucap Violet dengan tatapan lembut

Ucapan dari Violet membuat Clara paham kalau Violet tidak ingin mengumbar nama keluarganya atau nama keluarga Clara yang mungkin membuat mereka berada di dalam bahaya jadi Clara hanya langsung menganggukkan kepala.

"Kalau begitu panggil namaku secara langsung saja juga Xiang supaya impas," ucap Xiang dengan senyuman lembut

Di hari itu Clara dan Violet betapa beruntungnya bisa bertemu dengan orang yang berhati baik membantu mereka berdua hingga mereka bisa menghemat uang. Di sisi lain kedua laki-laki setelah mengalami pertengkaran dengan seorang perempuan seperti anak-anak merasa kebingungan dan bersalah, karena terlalu menekan dan jahat kepada keduanya.

Dikarenakan sang Gadis Suci telah tidur lebih dulu keduanya jadi duduk bersama dan merenungi kesalahan yang keduanya perbuat saat ini dan khawatir karena kedua gadis itu belum kunjung kembali ke penginapan. Terlihat keduanya sangat menyesali perbuatannya karena telah bersikap kasar kepada seorang gadis, akan tetapi apa boleh buat gadis itu tidak pulang ke penginapan.

"Aku rasa memang kita terlalu bersikap berlebihan, padahal tujuannya baik hanya cara menyampaikan saja yang berlebihan," ucap Edel dengan helaan nafas panjang dengan dagu di atas kedua tangan yang terlipat di atas meja

"Kemudian mau mencari mereka di mana sekarang kita berada di salah satu wilayah yang bukan alun-alun ibukota,"

"Mengingat juga keras kepalanya Violet yang sudah ada sejak kecil, aku rasa dia tidak akan pulang sebelum kita ajak pulang,"

"Dan Clara sendiri kalau aku lihat dia orang yang teguh terhadap pendapatnya mungkin dia tidak akan kembali dengan Violet," ucap Dain dengan helaan nafas panjang karena baru menyesali perbuatannya

Untuk keduanya sangat aneh, karena bagaimana bisa keduanya emosi ketika menghadapi kedua gadis itu yang berbicara dengan Gadis Suci, walaupun mereka berdua tidak ada niat seperti itu sama sekali kepada kedua gadis itu, akan tetapi seolah-olah semuanya tersulut begitu saja ketika air mata dari Gadis Suci mengalir di depan keduanya dan membuat keduanya menjadi ikut emosi.

"Aku sangat mengkhawatirkan Violet aku rasa aku akan pergi mencarinya lebih dulu,"

"Selain aku khawatir kepada keadaannya, dia adalah seorang putri keluarga kerajaan kerajaan kita bisa hancur karena dia menghilang,"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

nah...gw curiga ada sesuatu yg gw gk ketahui

2023-07-01

1

Frando Kanan

Frando Kanan

sampah bgt....oee Clara jiwa asing....skrg tokoh kesukaan lo tuh udh jd rusak...jd gmna ya skrg? heh 😏

2023-07-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!