Clara yang menanyakan pertanyaan kepada sang Duke hanya di jawab dengan diam yang lama oleh sang Duke hingga akhirnya duke menganggukkan kepalanya tanpa pikir panjang seketika itu membuat Clara cukup malu hingga merasa ingin memesan peti dan menguburkan dirinya sendiri, karena dia berjanji kepada dirinya ingin melindungi karakter antagonis yang dia sukai tanpa harus diketahui oleh siapapun kalau dia membelanya.
"Terima kasih telah membelaku, tetapi apakah kamu baik-baik saja? Wajahmu cukup merah,"
"Kamu tidak sakit kan?" tanya sang duke yang masih dengan nada yang dingin
Dengan wajah memerah dan cukup malu dia memberikan hormat tanpa sepatah kata dan kemudian pergi meninggalkan sang duke sendirian di taman itu. Sang Duke merasa kalau gadis yang baru dia temui adalah gadis yang sangat aneh karena dia melarikan diri hanya dengan pertanyaan yang mengkhawatirkan keadaannya.
"Gadis yang cukup aneh dan misterius,"
"Aku harap nanti kita bertemu lagi lady," gumam sang Duke yang melihat sang gadis melarikan diri seperti tupai kecil
"Kamu mau sampai kapan di sana? Pesta dansa sebentar lagi dimulai? Dan bisakah kamu tidak tersenyum Dain? Rasanya agak menyeramkan sejak terakhir kali kamu menangis karena patah hati kepada nona Grace yang menikah dengan Tuan Ian,"
"Setelah itu kamu pergi ke peperangan dengan gila bersama dengan pangeran kalian membabi buta menghabisi musuh karena sakit hati tidak bisa mendapatkan gadis impian," ucap laki-laki itu dengan seringai sambil membenarkan kacamatanya
"Kamu adalah bawahan yang cukup berani dan aku tidak pergi perang karena patah hati, tetapi itu semua karena hanya aku satu-satunya yang belum menikah di antara kami berlima dan mereka saling khawatir untuk ikut pergi ke peperangan oleh karena itu aku mengambil peran itu,"
"Dan aku tidak menyangka kalau orang-orang akan berbicara buruk tentangku di belakang kecuali keempat temanku tetapi ternyata ada juga seorang gadis itu membelaku dan gadis itu jadi cukup menarik perhatianku," ucap sang Duke dengan senyuman tipis kemudian berjalan ke ruangan pesta di adakan sedangkan laki-laki yang berkacamata di sampingnya hanya bisa kebingungan dan merinding dengan tuannya yang tiba-tiba bersikap seperti itu.
Di pesta dansa Clara akhirnya sampai di tempat aula pesta yang diadakan dengan nafas yang tersengal-sengal karena kelelahan harus berlari dari taman ke tempat itu dengan gaun yang lumayan berat dan tebal.
"Akhirnya aku bisa sampai ke tempat pesta ini," Gumam Clara dengan senyuman terpaksa karena semua orang yang terlihat akan memperhatikan dirinya
Sang raja tidak lama masuk ke dalam ruangan aula pesta dansa di ikuti oleh putra mahkota, gadis suci dan lima Duke yang memasuki ruangan. Sesampainya sang raja duduk di kursi perjamuan, diikuti oleh keempat Duke yang langsung pergi ke sudut ruangan karena tidak suka menjadi pusat perhatian karena sudah ada tokoh utama yang hadir sebab memenangkan perang.
Clara yang bisa melihat karakter favoritnya berada di atas panggung merasa sedikit senang dan bersyukur karena dia bisa melihat dengan jelas sosok laki-laki itu di atas panggung yang berdiri di sana. Clara tau kalau laki-laki itu pasti akan bergabung dengan Duke lainnya berada di sudut ruangan karena mereka tidak suka dengan perhatian berlebihan. Clara tentu mengetahui sangat jelas informasi itu karena dia telah membaca semua isi novel yang di tulis sahabat lamanya ini.
Tidak lama kemudian pesta dimulai setelah ucapan pembukaan dari sang raja selesai, semua orang mencari pasangan dansa mereka untuk berdansa, ketika sang putra mahkota telah berjalan ke arah tengah pesta dengan gadis suci maka semuanya langsung bisa berdansa. Clara memperhatikan dengan jelas dansa dan pasangan yang begitu serasi di tengah-tengah ruang dansa itu, memang itu mungkin adalah aura dari pemeran utama yang dia baca.
"Apakah lady yang cantik dan manis ini ingin berdansa denganku?"
"Aku pikir anda tidak memiliki pasangan jadi seharusnya tidak masalah bukan jika saya berdansa dengan anda," ucap sosok laki-laki yang berjalan ke arah Clara dengan uluran tangan menunggu jawaban dari Clara
Clara terdiam sejenak dan berusaha memproses siapa sosok laki-laki di depannya, karena tidak percaya dengan laki-laki yang mengajaknya berdansa secara tiba-tiba seperti ini.
"Ummm... yang mulia Duke apakah anda tidak salah orang?" tanya Clara dengan suara yang pelan dan kepala tertunduk kepada sosok laki-laki yang berada di depannya saat ini
Sang duke hanya bisa tersenyum melihat Clara yang terlihat seperti tupai kecil yang pemalu tanpa peduli kalau semua orang melihat dengan tatapan ketakutan, karena senyuman yang ditunjukkan terlihat menyeramkan dari sudut pandang para tamu yang memperhatikan, sedangkan dari sudut pandang Clara kalau Duke saat ini mungkin salah orang untuk di ajak berdansa, tapi dia saat ini hanya diam dan tidak berbicara.
"Nona tidak mungkin anda menolak saya di depan umum bukan?"
"Nona tau ini mungkin saja adalah kesempatan yang bagus untuk anda terima sebagai penghargaan dari orang yang anda bela di taman," Bisik sang Duke ke telinga Clara membuat wajahnya memerah, ketika dia sadar kalau wajahnya panas seketika Clara menenangkan diri dengan menarik nafas panjang karena saat ini dia menjadi pusat perhatian tatapan para bangsawan yang penasaran ada hubungan apa seorang Duke dengan seorang bangsawan kecil yang hampir tidak pernah terlihat wajahnya
Setelah cukup tenang, Clara menerima tawaran berdansa dari sang Duke. Semua orang bangsawan langsung menjadikan gadis itu topik perbincangan dari seorang gadis yang dipaksa seorang tiran untuk berdansa sampai seorang Duke yang akan merencanakan hal jahat untuk gadis yang di ajak berdansa, walaupun semuanya hanya berbisik tapi suara mereka tidak bisa dikatakan sebagai berbisik karena terdengar hingga telinga Clara.
"Nona yang cantik, apakah anda tidak menikmati dansa bersama saya?" ucap sang Duke dengan senyuman yang terlihat sedikit lembut
"Yang mulia Duke, bukan seperti itu hanya saja saya tidak mengira kalau anda akan berdansa dengan saya,"
"Saya pikir anda akan berdansa dengan gadis suci yang telah membantu negeri ini," ucap Clara yang masih dengan kepala tertunduk dan gelengan pelan
"Kamu harus tau tidak semua penyihir di izinkan untuk mendekati seorang gadis suci itu termasuk denganku karena kekuatan suci dan sihir milikku memiliki sedikit perbedaan,"
"Tapi kamu tenang bukan karena itu aku menjadikan nona cantik ini sebagai sebuah pengganti," ucap sang Duke hanya di jawab anggukan paham oleh Clara
Tidak lama kemudian lagi pertama selesai, Clara dan Duke saling memberikan hormat kemudian berpisah. Beberapa gadis bangsawan kemudian langsung mendatanginya karena penasaran apa yang dilakukan oleh Duke kepada gadis itu.
"Apakah kalian tidak memiliki tata krama sebagai seorang bangsawan? Datang berbondong-bondong ke seorang gadis yang baru saja ingin beristirahat,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
jgn² dukenya jatuh cinta/Determined/
2025-01-25
1