Clara yang maju ke depan dan menampar dua kali dengan keras ke arah gadis bangsawan itu membuat semua orang terkejut terutama Seyyal yang berada di belakangnya tadi membantunya. Terlihat Clara saat ini seperti sangat kecewa, kesal dan marah kepada gadis bangsawan di depannya, Karena terlihat sangat semena-mena dan tidak memiliki sopan santun sama sekali.
Semua orang hanya bisa diam dan tidak ikut campur dengan masalah yang telah terjadi di tempat itu. Terdengar bisik-bisik ringan dari para bangsawan lain yang duduk di kursi mereka mulai bergosip. Asha dan Grace memutuskan untuk tetap memperhatikan dulu apa yang terjadi sebelum dia ikut campur ke dalam permasalahan.
"Kamu berani sekali menampar dirimu, kamu hanya seorang bangsawan kecil yang beruntung bisa berdansa dengan Duke Freiheit ,"
"Membuatmu bisa dengan sombong menampar diriku,"
"Aku ini putri dari keluarga Marques Houston kamu akan tau akibatnya jika berbuat sembarangan kepadaku,"
"Keluargaku pasti akan membuat dirimu mendapatkan hukuman yang sangat berat," ucap sang gadis bangsawan itu sambil memegang pipinya yang habis di tampar oleh Clara dengan keras dengan suara lantang dan tatapan merendahkan serta benci ke arah Clara
Untuk orang seperti Clara di tatap seperti itu dan di marahi seperti itu tidak akan membuatnya marah ataupun merasa terintimidasi, karena gadis bangsawan di depannya membuatnya muak menggunakan kekuasaan keluarga untuk menekan seseorang.
"Kalau begitu putri keluarga kerajaan timur tengah juga berhak untuk memberikan hukuman kepada dirimu karena kamu telah menghina dirinya dengan ucapan bodoh,"
"Dan yang mungkin terjadi bisa saja perang dengan negeri timur tengah wilayah keluargamu,"
"Karena kamu telah menyinggung sang putri, apakah aku benar Seyyal?" ucap Clara yang kemudian tersenyum kepada Seyyal yang berada di belakangnya membuat Seyyal tersenyum karena memahami ucapan dari Clara yang membelanya
"Itu memang benar, tapi berbeda jika kamu ingin meminta maaf kepada pelayan itu atau meminta maaf kepadaku juga,"
"Mungkin aku akan memaafkan dirimu dan melupakan masalah tentang berperang," ucap Seyyal yang tersenyum dan melipat kedua tangannya
Sang gadis bangsawan menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya, karena meminta maaf kepada seorang pelayan adalah hal yang merendahkan dan tidak pantas untuk bangsawan kelas atas seperti dirinya memberikannya ucapan maaf kepada pelayan itu, tetapi kemudian dia menundukkan kepalanya dan meminta maaf hanya kepada Seyyal.
"Apakah kamu tidak meminta maaf juga kepada pelayan yang kamu tampar itu? Aku masih menunggu dirimu untuk meminta maaf kepada pelayan itu," ucap Seyyal dengan tatapan dingin ke arah gadis bangsawan itu
"Kenapa aku harus meminta maaf itu kesalahannya dan gadis itu dia juga tidak meminta maaf kepadaku karena telah menamparku," ucap sang gadis bangsawan itu dengan tatapan kesal sambil menunjuk ke arah Clara
Clara tentu juga merasa memang dia memiliki kesalahan, karena dia baru saja menampar orang dan setelah berpikir dia menghela nafas dan menundukkan kepalanya untuk meminta maaf dengan tatapan tulus kepada gadis bangsawan yang dia tampar.
"Aku telah meminta maaf kepadamu sekarang jangan banyak alasan sekarang, setiap perbuatan salah yang kamu perbuat kamu harus meminta maaf," ucap Clara dengan tatapan serius ke arah gadis bangsawan itu tidak peduli dengan siapa orang tuanya dan apa gelar yang dimiliki orang tuanya kesalahan menurutnya adalah kesalahan tidak ada hubungannya dengan gelar atau orang tua
Gadis bangsawan itu kembali menggigit bibirnya dan terlihat hampir menangis, karena menurutnya itu adalah tindakan yang sangat rendahan untuk dirinya meminta maaf kepada seorang pelayan rendahan. Dengan suara yang pelan dan terpaksa dia akhirnya berhasil melontarkan ucapan itu.
"Maaf."
Setelah mengucapkan kata maaf, sang gadis itu langsung keluar dari ruangan pesta teh yang diadakan oleh sang duchess Aelfraed tapi sepertinya dia terlihat tidak keberatan jika sang gadis bangsawan itu langsung kabur. Mengingat pasti sangat malu untuk dirinya yang memiliki harga diri yang tinggi harus meminta maaf kepada seorang pelayan yang terlihat rendahan, tapi pada dasarnya mereka adalah manusia yang sama.
Tidak lama setelah keributan itu, pesta teh dilanjutkan dan kemudian semuanya berjalan dengan lancar hingga selesai. Setelah penutupan ucapan dari sang pengada acara, Clara memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.
Pada saat Clara melangkah ke arah tangga-tangga di luar mansion menuju ke kereta kuda kakinya tidak menginjak tangga itu dengan tepat hingga dia terpeleset, tetapi terlihat di belakangnya ada sosok laki-laki yang langsung memeluk dirinya supaya dia tidak terjatuh.
Sosok laki-laki yang tidak di duga oleh Clara. Kalau sosok itu adalah seorang Duke Freiheit, laki-laki yang sangat dia kagumi.
"Nona, apakah anda baik-baik saja?" tanya sang Duke Freiheit dengan tatapan perhatian dan khawatir ke arah Clara yang saat ini telah berada di pelukannya
"Terima kasih Duke Freiheit telah membantuku,"
"Aku kurang fokus saat berjalan sepertinya dan maaf apakah anda bisa berhenti memeluk saya sekarang?" ucap Clara dengan tersenyum kaku ke arah sang Duke
Dengan cepat laki-laki itu melepaskan pelukannya, karena dia merasa mungkin Clara tidak nyaman dengan hal semacam itu sebab mereka tidak memiliki hubungan apapun.
"Ah iya maafkan aku,"
"Apakah nona ingin saya antar pulang? kebetulan aku ingin berbicara dengan orang tua anda mengenai masalah perdagangan," ucap sang Duke sambil tersenyum menatap perhiasan yang digunakan oleh Clara
Clara berpikir sejenak kemudian mengangguk setuju untuk mengizinkan sang duke mengantarkan dirinya pulang ke rumah, karena mungkin saja memang ada hal yang darurat ingin di bahas dengan keluarganya. Clara kemudian meminta kusir dari kereta kudanya untuk pulang dulu karena dia akan pulang ikut dengan sang Duke Freiheit pulang, sang kusir setuju dan langsung menjalankan kereta kuda itu.
Clara kemudian naik ke kereta kuda milik sang Duke Freiheit yang ternyata lebih mewah dibandingkan dengan kereta kuda milik keluarganya. Di tengah perjalanan keduanya sama sekali tidak berbicara sama sekali, karena Clara merasa sangat canggung, dia memutuskan untuk memulai percakapan dengan sang Duke.
"Tuan Duke Freiheit, saya ingin berterima kasih langsung kepada anda tentang bunga yang anda berikan beberapa waktu lalu pada saat saya sakit," ucap Clara sambil tersenyum ke arah sang Duke yang menatap ke arah jendela sejak awal masuk ke dalam kereta kuda
Sang Duke kemudian tersenyum melihat sang gadis sepertinya sangat senang menerima bunga yang diberikan.
"Sama-sama, aku pikir sama sekali tidak sopan jika aku tidak perhatian kepadamu karena kamu membelaku pada saat di taman pada saat sebelum pesta itu,"
"Nona, apakah anda ada senggang pekan ini?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments