Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?

Clara yang maju ke depan dan menampar dua kali dengan keras ke arah gadis bangsawan itu membuat semua orang terkejut terutama Seyyal yang berada di belakangnya tadi membantunya. Terlihat Clara saat ini seperti sangat kecewa, kesal dan marah kepada gadis bangsawan di depannya, Karena terlihat sangat semena-mena dan tidak memiliki sopan santun sama sekali.

Semua orang hanya bisa diam dan tidak ikut campur dengan masalah yang telah terjadi di tempat itu. Terdengar bisik-bisik ringan dari para bangsawan lain yang duduk di kursi mereka mulai bergosip. Asha dan Grace memutuskan untuk tetap memperhatikan dulu apa yang terjadi sebelum dia ikut campur ke dalam permasalahan.

"Kamu berani sekali menampar dirimu, kamu hanya seorang bangsawan kecil yang beruntung bisa berdansa dengan Duke Freiheit ,"

"Membuatmu bisa dengan sombong menampar diriku,"

"Aku ini putri dari keluarga Marques Houston kamu akan tau akibatnya jika berbuat sembarangan kepadaku,"

"Keluargaku pasti akan membuat dirimu mendapatkan hukuman yang sangat berat," ucap sang gadis bangsawan itu sambil memegang pipinya yang habis di tampar oleh Clara dengan keras dengan suara lantang dan tatapan merendahkan serta benci ke arah Clara

Untuk orang seperti Clara di tatap seperti itu dan di marahi seperti itu tidak akan membuatnya marah ataupun merasa terintimidasi, karena gadis bangsawan di depannya membuatnya muak menggunakan kekuasaan keluarga untuk menekan seseorang.

"Kalau begitu putri keluarga kerajaan timur tengah juga berhak untuk memberikan hukuman kepada dirimu karena kamu telah menghina dirinya dengan ucapan bodoh,"

"Dan yang mungkin terjadi bisa saja perang dengan negeri timur tengah wilayah keluargamu,"

"Karena kamu telah menyinggung sang putri, apakah aku benar Seyyal?" ucap Clara yang kemudian tersenyum kepada Seyyal yang berada di belakangnya membuat Seyyal tersenyum karena memahami ucapan dari Clara yang membelanya

"Itu memang benar, tapi berbeda jika kamu ingin meminta maaf kepada pelayan itu atau meminta maaf kepadaku juga,"

"Mungkin aku akan memaafkan dirimu dan melupakan masalah tentang berperang," ucap Seyyal yang tersenyum dan melipat kedua tangannya

Sang gadis bangsawan menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya, karena meminta maaf kepada seorang pelayan adalah hal yang merendahkan dan tidak pantas untuk bangsawan kelas atas seperti dirinya memberikannya ucapan maaf kepada pelayan itu, tetapi kemudian dia menundukkan kepalanya dan meminta maaf hanya kepada Seyyal.

"Apakah kamu tidak meminta maaf juga kepada pelayan yang kamu tampar itu? Aku masih menunggu dirimu untuk meminta maaf kepada pelayan itu," ucap Seyyal dengan tatapan dingin ke arah gadis bangsawan itu

"Kenapa aku harus meminta maaf itu kesalahannya dan gadis itu dia juga tidak meminta maaf kepadaku karena telah menamparku," ucap sang gadis bangsawan itu dengan tatapan kesal sambil menunjuk ke arah Clara

Clara tentu juga merasa memang dia memiliki kesalahan, karena dia baru saja menampar orang dan setelah berpikir dia menghela nafas dan menundukkan kepalanya untuk meminta maaf dengan tatapan tulus kepada gadis bangsawan yang dia tampar.

"Aku telah meminta maaf kepadamu sekarang jangan banyak alasan sekarang, setiap perbuatan salah yang kamu perbuat kamu harus meminta maaf," ucap Clara dengan tatapan serius ke arah gadis bangsawan itu tidak peduli dengan siapa orang tuanya dan apa gelar yang dimiliki orang tuanya kesalahan menurutnya adalah kesalahan tidak ada hubungannya dengan gelar atau orang tua

Gadis bangsawan itu kembali menggigit bibirnya dan terlihat hampir menangis, karena menurutnya itu adalah tindakan yang sangat rendahan untuk dirinya meminta maaf kepada seorang pelayan rendahan. Dengan suara yang pelan dan terpaksa dia akhirnya berhasil melontarkan ucapan itu.

"Maaf."

Setelah mengucapkan kata maaf, sang gadis itu langsung keluar dari ruangan pesta teh yang diadakan oleh sang duchess Aelfraed tapi sepertinya dia terlihat tidak keberatan jika sang gadis bangsawan itu langsung kabur. Mengingat pasti sangat malu untuk dirinya yang memiliki harga diri yang tinggi harus meminta maaf kepada seorang pelayan yang terlihat rendahan, tapi pada dasarnya mereka adalah manusia yang sama.

Tidak lama setelah keributan itu, pesta teh dilanjutkan dan kemudian semuanya berjalan dengan lancar hingga selesai. Setelah penutupan ucapan dari sang pengada acara, Clara memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.

Pada saat Clara melangkah ke arah tangga-tangga di luar mansion menuju ke kereta kuda kakinya tidak menginjak tangga itu dengan tepat hingga dia terpeleset, tetapi terlihat di belakangnya ada sosok laki-laki yang langsung memeluk dirinya supaya dia tidak terjatuh.

Sosok laki-laki yang tidak di duga oleh Clara. Kalau sosok itu adalah seorang Duke Freiheit, laki-laki yang sangat dia kagumi.

"Nona, apakah anda baik-baik saja?" tanya sang Duke Freiheit dengan tatapan perhatian dan khawatir ke arah Clara yang saat ini telah berada di pelukannya

"Terima kasih Duke Freiheit telah membantuku,"

"Aku kurang fokus saat berjalan sepertinya dan maaf apakah anda bisa berhenti memeluk saya sekarang?" ucap Clara dengan tersenyum kaku ke arah sang Duke

Dengan cepat laki-laki itu melepaskan pelukannya, karena dia merasa mungkin Clara tidak nyaman dengan hal semacam itu sebab mereka tidak memiliki hubungan apapun.

"Ah iya maafkan aku,"

"Apakah nona ingin saya antar pulang? kebetulan aku ingin berbicara dengan orang tua anda mengenai masalah perdagangan," ucap sang Duke sambil tersenyum menatap perhiasan yang digunakan oleh Clara

Clara berpikir sejenak kemudian mengangguk setuju untuk mengizinkan sang duke mengantarkan dirinya pulang ke rumah, karena mungkin saja memang ada hal yang darurat ingin di bahas dengan keluarganya. Clara kemudian meminta kusir dari kereta kudanya untuk pulang dulu karena dia akan pulang ikut dengan sang Duke Freiheit pulang, sang kusir setuju dan langsung menjalankan kereta kuda itu.

Clara kemudian naik ke kereta kuda milik sang Duke Freiheit yang ternyata lebih mewah dibandingkan dengan kereta kuda milik keluarganya. Di tengah perjalanan keduanya sama sekali tidak berbicara sama sekali, karena Clara merasa sangat canggung, dia memutuskan untuk memulai percakapan dengan sang Duke.

"Tuan Duke Freiheit, saya ingin berterima kasih langsung kepada anda tentang bunga yang anda berikan beberapa waktu lalu pada saat saya sakit," ucap Clara sambil tersenyum ke arah sang Duke yang menatap ke arah jendela sejak awal masuk ke dalam kereta kuda

Sang Duke kemudian tersenyum melihat sang gadis sepertinya sangat senang menerima bunga yang diberikan.

"Sama-sama, aku pikir sama sekali tidak sopan jika aku tidak perhatian kepadamu karena kamu membelaku pada saat di taman pada saat sebelum pesta itu,"

"Nona, apakah anda ada senggang pekan ini?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!