Bab 15 Perjanjian

Clara tidak menyangka kalau sosok laki-laki yang akan bertunangan dengan dirinya adalah laki-laki yang pernah bertemu dengan dirinya lebih dari satu kali dan kali ini sosok itu ada di depannya untuk menjadi tunangannya. Laki-laki itu sendiri tidak lagi terkejut, karena ayahnya sendiri yang memintanya untuk ke tempat tersebut.

"Ini adalah putraku, Duke baru keluarga Freiheit selanjutnya dan aku yakin kalian berdua saling mengenal, karena aku telah mendengar rumor kalau kalian berdua berdansa di pesta besar itu,"

"Namanya Dain Freiheit," ucap sang laki-laki yang merupakan kepala keluarga Freiheit sebelumnya ternyata adalah ayah dari Duke yang memimpin wilayah Freiheit

Clara hanya bisa tersenyum kaku menatap sosok laki-laki yang terus memandangi dirinya pada saat di kenalkan oleh sang Duke Freiheit sebelumnya. Setelah perkenalan itu dan perbicangan singkat, Clara dan Dain di minta untuk keluar dari ruang tamu, karena ada hal lain yang ingin di bicarakan antar orang tua.

'Pantas saja saat aku melihat wajah itu aku merasa tidak asing ternyata ayah dan anak,' ucap Clara di dalam hatinya dengan helaan nafas panjang

Suasana keduanya sangat hening, Dain hanya mengikuti Clara berjalan kemanapun tujuannya dia akan terus mengikuti sampai pada akhirnya Clara berjalan ke ruangan tamu kedua yang ada di dalam mansion. Pelayan dengan cepat menyajikan teh tanpa harus diberikan isyarat kalau Clara akan berbincang-bincang dengan sang Duke.

"Tuan du-"

"Aku ingat kalau aku meminta dirimu untuk memanggilku dengan Freiheit atau Dain,"

"Tapi lebih baik kamu memanggilku Dain karena kita akan menjadi sepasang tunangan," ucap sang Duke langsung menyela ucapan dari Clara hanya bisa membuat Clara mengangguk mengerti kemudian terkejut dengan kalimat terakhir yang di ucapkan oleh laki-laki yang berada di depannya.

Tiba-tiba pelayan kemudian datang membawa teh kemudian pergi dari ruangan itu dengan secepat mungkin. Setelah pelayan itu keluar, Clara menghela nafas dan meminum teh yang berada di cangkir.

"Clara, apakah kamu baik-baik saja? Karena kamu telah menghela nafas dua kali semenjak kita bertemu," ucap Dain dengan senyuman yang lembut

Clara yang mendengarkan namanya di panggil langsung oleh sosok laki-laki di depannya langsung menyemburkan teh ke arah sosok laki-laki yang di depannya. Sosok laki-laki itu hanya bisa tersenyum dan mengelap teh yang di semburkan oleh Clara, karena terkejut di panggil dengan nama langsung sedangkan Clara dengan cepat memberikan sebuah sapu tangan kepada Dain yang telah basah wajahnya saat setelah memanggil nama Clara langsung tanpa aba-aba.

"Maafkan aku, itu karena aku terkejut ada orang yang tiba-tiba memanggil namaku langsung,"

"Jadi tanpa sengaja aku menyemburkan tehnya," ucap Clara dengan tatapan dan perasaan bersalah kepada sosok laki-laki yang akan bertunangan kepadanya

Kalau biasanya sosok Duke Freiheit di perbincangkan di kalangan masyarakat sebagai seorang tiran, penjahat dan orang yang haus darah, tetapi di hadapan Clara sosok laki-laki yang di perbincangkan itu sangat jauh berbeda karena dengan bukti Clara menyemburkan teh secara tidak sengaja saja dia sama sekali tidak marah malah sebaliknya dia tersenyum membuat Clara merasa sepertinya dia tidak masalah dengan teh yang dia semburkan.

"Apakah Tuan du-"

"Dain, panggil aku Dain," ucap Dain yang memotong pembicaraannya Clara dengan penuh penekanan terhadap namanya supaya dia mengucapkan namanya pada saat memanggil ataupun berbicara dengannya karena dia bertunangan dengan Clara

"Baiklah, Dain apakah kamu benar-benar menyetujui pertunangan ini? Apakah kamu benar-benar tidak keberatan dengan pertunangan ini?" tanya Clara dengan tatapan keraguan dan sedikit keraguan mengingat kalau Dain di dalam novel sangat terobsesi dengan Gadis Suci sang pemeran utama bahkan rela melakukan hal yang begitu gila hanya untuk mendapatkan cinta dari sang gadis

Clara sedikit takut dengan jawaban yang mungkin akan di lontarkan Dain kepada dirinya mengenai fakta dia mungkin hanya akan menyenangkan perasaan orang tuanya. Clara hanya berharap jawaban yang sejujurnya dari hati Dain mengenai pertunangan dari kedua pihak orang tua langsung.

"Aku tidak keberatan sama sekali, karena bagaimanapun juga ini adalah keputusan ikut yang aku putuskan sendiri,"

"Ditambah lagi aku yakin kita adalah pasangan yang cocok nanti," ucap Dain membuat Clara menggenggam tangannya dengan erat karena dia merasa ucapan yang diucapkan hanya sekedar jawaban yang formalitas

"Baiklah aku mengerti, bagaimana kalau kita membuat pertunangan kontrak? Karena jika sesuatu terjadi kita bisa memutus pertunangan ini" ucap Clara yang mengeluarkan pena dan kertas dari laci meja tempat teh itu di letakkan

Dain yang mendengarkan ucapan dari Clara hanya bisa mengikuti yang dia inginkan saja, karena jika tidak Clara tidak mungkin langsung setuju dengan percuma. Baik Clara maupun Dain mencantumkan hal yang mereka sepakati keduanya. Jika salah satu dari keduanya melakukan pelanggaran maka pembatalan pertunangan yang akan terjadi jika salah satu dari mereka melanggarnya.

Setelah selesai berdiskusi, keduanya beranjak ke ruangan tamu pertama karena keduanya di panggil. kedua orang tua mereka telah setuju untuk melakukan pertunangan ini dan pesta pertunangan keduanya akan di adakan bulan depan, Clara dan Dain hanya bisa mengikuti keinginan kedua orang tua yang telah saling setuju dengan masalah itu.

Keesokan harinya sampai sebuah surat dari kediaman Duke Freiheit, surat itu berisi ajakan Dain yang akan mengajak Clara untuk berkeliling di kota timur di salah satu wilayah barat, Clara sangat menantikan perjalanan yang belum pernah dia lakukan contohnya adalah perjalanan yang membuat mereka berangkat Minggu depan sesuai dengan yang tertulis di dalam surat.

Waktu berlalu dengan sangat cepat hingga minggu depan telah tiba dan Clara telah siap untuk berpergian selama dua Minggu nantinya, tapi betapa terkejutnya dirinya dengan isi di dalam kereta yang menjemput dirinya. Sesosok Duke dan seorang gadis yang berada di dalam kereta yang kemungkinan akan ikut dalam perjalanan yang akan mereka lalui bersama-sama nantinya.

Clara terkejut tapi dia juga tidak bisa berkomentar mengenai sosok laki-laki yang tidak menceritakan apapun selain ajakan pergi ke salah satu wilayah yang dimana tempat itu adalah satu tempat para orang-orang timur tinggal. Clara mengingat isi kontrak perjanjian yang tertulis di dalam kontrak kalau semua pembicaraan ataupun masalah yang berhubungan antara kedua belah pihak harus dibicarakan dengan baik bersama, tetapi kali ini Clara merasa kalau Dain tidak membicarakan kalau akan ada perempuan itu merasa sedikit kecewa yang hanya bisa dia simpan di dalam hatinya sendiri.

"Clara, kamu melamun apa? Kenapa belum naik?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

keputusan ikut?

2023-07-01

1

Frando Kanan

Frando Kanan

FIX! ini pasti dain

2023-07-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!