Clara tidak menyangka kalau sosok laki-laki yang akan bertunangan dengan dirinya adalah laki-laki yang pernah bertemu dengan dirinya lebih dari satu kali dan kali ini sosok itu ada di depannya untuk menjadi tunangannya. Laki-laki itu sendiri tidak lagi terkejut, karena ayahnya sendiri yang memintanya untuk ke tempat tersebut.
"Ini adalah putraku, Duke baru keluarga Freiheit selanjutnya dan aku yakin kalian berdua saling mengenal, karena aku telah mendengar rumor kalau kalian berdua berdansa di pesta besar itu,"
"Namanya Dain Freiheit," ucap sang laki-laki yang merupakan kepala keluarga Freiheit sebelumnya ternyata adalah ayah dari Duke yang memimpin wilayah Freiheit
Clara hanya bisa tersenyum kaku menatap sosok laki-laki yang terus memandangi dirinya pada saat di kenalkan oleh sang Duke Freiheit sebelumnya. Setelah perkenalan itu dan perbicangan singkat, Clara dan Dain di minta untuk keluar dari ruang tamu, karena ada hal lain yang ingin di bicarakan antar orang tua.
'Pantas saja saat aku melihat wajah itu aku merasa tidak asing ternyata ayah dan anak,' ucap Clara di dalam hatinya dengan helaan nafas panjang
Suasana keduanya sangat hening, Dain hanya mengikuti Clara berjalan kemanapun tujuannya dia akan terus mengikuti sampai pada akhirnya Clara berjalan ke ruangan tamu kedua yang ada di dalam mansion. Pelayan dengan cepat menyajikan teh tanpa harus diberikan isyarat kalau Clara akan berbincang-bincang dengan sang Duke.
"Tuan du-"
"Aku ingat kalau aku meminta dirimu untuk memanggilku dengan Freiheit atau Dain,"
"Tapi lebih baik kamu memanggilku Dain karena kita akan menjadi sepasang tunangan," ucap sang Duke langsung menyela ucapan dari Clara hanya bisa membuat Clara mengangguk mengerti kemudian terkejut dengan kalimat terakhir yang di ucapkan oleh laki-laki yang berada di depannya.
Tiba-tiba pelayan kemudian datang membawa teh kemudian pergi dari ruangan itu dengan secepat mungkin. Setelah pelayan itu keluar, Clara menghela nafas dan meminum teh yang berada di cangkir.
"Clara, apakah kamu baik-baik saja? Karena kamu telah menghela nafas dua kali semenjak kita bertemu," ucap Dain dengan senyuman yang lembut
Clara yang mendengarkan namanya di panggil langsung oleh sosok laki-laki di depannya langsung menyemburkan teh ke arah sosok laki-laki yang di depannya. Sosok laki-laki itu hanya bisa tersenyum dan mengelap teh yang di semburkan oleh Clara, karena terkejut di panggil dengan nama langsung sedangkan Clara dengan cepat memberikan sebuah sapu tangan kepada Dain yang telah basah wajahnya saat setelah memanggil nama Clara langsung tanpa aba-aba.
"Maafkan aku, itu karena aku terkejut ada orang yang tiba-tiba memanggil namaku langsung,"
"Jadi tanpa sengaja aku menyemburkan tehnya," ucap Clara dengan tatapan dan perasaan bersalah kepada sosok laki-laki yang akan bertunangan kepadanya
Kalau biasanya sosok Duke Freiheit di perbincangkan di kalangan masyarakat sebagai seorang tiran, penjahat dan orang yang haus darah, tetapi di hadapan Clara sosok laki-laki yang di perbincangkan itu sangat jauh berbeda karena dengan bukti Clara menyemburkan teh secara tidak sengaja saja dia sama sekali tidak marah malah sebaliknya dia tersenyum membuat Clara merasa sepertinya dia tidak masalah dengan teh yang dia semburkan.
"Apakah Tuan du-"
"Dain, panggil aku Dain," ucap Dain yang memotong pembicaraannya Clara dengan penuh penekanan terhadap namanya supaya dia mengucapkan namanya pada saat memanggil ataupun berbicara dengannya karena dia bertunangan dengan Clara
"Baiklah, Dain apakah kamu benar-benar menyetujui pertunangan ini? Apakah kamu benar-benar tidak keberatan dengan pertunangan ini?" tanya Clara dengan tatapan keraguan dan sedikit keraguan mengingat kalau Dain di dalam novel sangat terobsesi dengan Gadis Suci sang pemeran utama bahkan rela melakukan hal yang begitu gila hanya untuk mendapatkan cinta dari sang gadis
Clara sedikit takut dengan jawaban yang mungkin akan di lontarkan Dain kepada dirinya mengenai fakta dia mungkin hanya akan menyenangkan perasaan orang tuanya. Clara hanya berharap jawaban yang sejujurnya dari hati Dain mengenai pertunangan dari kedua pihak orang tua langsung.
"Aku tidak keberatan sama sekali, karena bagaimanapun juga ini adalah keputusan ikut yang aku putuskan sendiri,"
"Ditambah lagi aku yakin kita adalah pasangan yang cocok nanti," ucap Dain membuat Clara menggenggam tangannya dengan erat karena dia merasa ucapan yang diucapkan hanya sekedar jawaban yang formalitas
"Baiklah aku mengerti, bagaimana kalau kita membuat pertunangan kontrak? Karena jika sesuatu terjadi kita bisa memutus pertunangan ini" ucap Clara yang mengeluarkan pena dan kertas dari laci meja tempat teh itu di letakkan
Dain yang mendengarkan ucapan dari Clara hanya bisa mengikuti yang dia inginkan saja, karena jika tidak Clara tidak mungkin langsung setuju dengan percuma. Baik Clara maupun Dain mencantumkan hal yang mereka sepakati keduanya. Jika salah satu dari keduanya melakukan pelanggaran maka pembatalan pertunangan yang akan terjadi jika salah satu dari mereka melanggarnya.
Setelah selesai berdiskusi, keduanya beranjak ke ruangan tamu pertama karena keduanya di panggil. kedua orang tua mereka telah setuju untuk melakukan pertunangan ini dan pesta pertunangan keduanya akan di adakan bulan depan, Clara dan Dain hanya bisa mengikuti keinginan kedua orang tua yang telah saling setuju dengan masalah itu.
Keesokan harinya sampai sebuah surat dari kediaman Duke Freiheit, surat itu berisi ajakan Dain yang akan mengajak Clara untuk berkeliling di kota timur di salah satu wilayah barat, Clara sangat menantikan perjalanan yang belum pernah dia lakukan contohnya adalah perjalanan yang membuat mereka berangkat Minggu depan sesuai dengan yang tertulis di dalam surat.
Waktu berlalu dengan sangat cepat hingga minggu depan telah tiba dan Clara telah siap untuk berpergian selama dua Minggu nantinya, tapi betapa terkejutnya dirinya dengan isi di dalam kereta yang menjemput dirinya. Sesosok Duke dan seorang gadis yang berada di dalam kereta yang kemungkinan akan ikut dalam perjalanan yang akan mereka lalui bersama-sama nantinya.
Clara terkejut tapi dia juga tidak bisa berkomentar mengenai sosok laki-laki yang tidak menceritakan apapun selain ajakan pergi ke salah satu wilayah yang dimana tempat itu adalah satu tempat para orang-orang timur tinggal. Clara mengingat isi kontrak perjanjian yang tertulis di dalam kontrak kalau semua pembicaraan ataupun masalah yang berhubungan antara kedua belah pihak harus dibicarakan dengan baik bersama, tetapi kali ini Clara merasa kalau Dain tidak membicarakan kalau akan ada perempuan itu merasa sedikit kecewa yang hanya bisa dia simpan di dalam hatinya sendiri.
"Clara, kamu melamun apa? Kenapa belum naik?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Frando Kanan
keputusan ikut?
2023-07-01
1
Frando Kanan
FIX! ini pasti dain
2023-07-01
1