Clara yang tenggelam ke dalam pikirannya tanpa sengaja dia menggumamkan ucapan yang membuat sosok laki-laki yang berjalan berdampingan dengannya menghentikan langkah dan menatap ke arah Clara yang berada di sebelahnya.
"Nona, siapa yang anda maksud suka?" tanya sang duke dengan tatapan penasaran setelah mendengarkan gumaman yang ternyata terdengar ke telinga sang duke
Clara yang mendengarkan pertanyaan dari sang duke langsung terdiam dan menggelengkan kepala pelan sambil berusaha menenangkan dirinya supaya ekspresinya tidak gugup dan malu karena gumamnya terdengar sampai ke telinga sang Duke.
"Suka apa? Mungkin anda salah dengar tuan Duke,"
"Karena bagaimanapun kita sekarang berada di tempat yang ramai jadi wajar saja kalau anda salah mendengarkan," ucap Clara dengan senyuman kaku dan gagap ke arah sang Duke yang menatap dan menghentikan langkahnya tapi karena memang Clara tidak terlihat ada yang mencurigakan maka sang Duke kemudian melanjutkan jalannya tanpa memandang ke arah Clara
Clara bernafas lega di dalam hati, karena dia bisa mengelak dari situasi yang sangat buruk itu. Dari kejauhan kedua pasangan itu hanya bisa pasrah melihat hubungan yang di bangun hanya dengan beberapa kali bertemu.
"Tuan Duke, memangnya kita akan pergi kemana setelah ini? Langitnya telah gelap bukankah ada baiknya kalau kita langsung pulang sekarang?" tanya Clara dengan tatapan kebingungan menatap punggung sosok laki-laki yang memimpin jalan saat ini karena suasana alun-alun kota memang akan ramai di saat-saat mendekati malam hari yang akan tiba
Sang Duke sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Clara hanya terus membawanya berjalan sampai keluar gerbang kota menuju ke sebuah jalan perbukitan.
Clara awalnya enggan untuk ikut keluar sampai kota, tapi sang Duke memperlakukan dirinya dengan baik sampai saat sekarang membuatnya percaya dan ikut dengannya sampai akhirnya mereka sampai ke puncak tertinggi bukit itu.
Clara tercengang melihat pemandangan yang tidak pernah dia lihat atau dia temukan saat berada di dalam mansion. Kota-kota yang terlihat semut dengan lampu-lampu yang menyala begitu indah dari tempat yang tinggi, ini pertama kalinya bagi Clara melihat pemandangan yang begitu indah dari tempat ini. Pemandangan yang cukup indah walaupun hanya berada di malam hari, itu lah pikir Clara yang ada di sebelahnya.
"Nona, apakah kamu menyukai pemandangan di sini?" tanya sang Duke dengan tatapan penasaran karena Clara sejak tadi sangat kagum dengan pemandangan yang ada di depan matanya, akan tetapi Clara menjawab hanya dengan anggukan pelan tanpa memandang laki-laki yang berada di sebelahnya
Tiba-tiba terlintas dipikiran Clara mengenai panggilannya yang di panggil dengan kata nona padahal seorang Duke seharusnya tidak perlu begitu sopan kepada dirinya yang hanya merupakan bangsawan yang hanya berada di bawahnya.
"Tuan Duke, saya rasa anda tidak perlu memanggil saya dengan sebutan nona,"
"Anda seorang bangsawan tingkat tinggi memanggil saya cukup dengan nama keluarga saja," ucap Clara sontak membuat Duke tersenyum tipis memandang ke arah Clara yang berbicara mengenai panggilan
"Kalau begitu kamu juga harus memanggilku bukan dengan sebutan tuan Duke,"
"Panggil aku dengan Freiheit atau Dain," ucap sang Duke membuat Clara terkejut karena Dain adalah nama sang Duke langsung artinya dia di izinkan untuk memanggil namanya langsung
Clara tidak banyak berkomentar hanya mengangguk paham, setelah itu keheningan dan kecanggungan di antara keduanya mendadak muncul, namun Clara langsung fokus ke arah pemandangan yang ada di depannya hingga sang Duke sudah merasa cukup larut dan cuaca sudah mulai dingin.
"Nona Fragrante, bagaimana kalau kita pulang sekarang? Dan aku akan mengantarmu pulang ke mansion keluargamu,"
"Udaranya sudah mulai dingin jadi pakai ini," ucap Sang Duke yang langsung memakaikan jas miliknya kepada Clara supaya Clara tidak merasakan kedinginan sama sekali
Clara tentu hanta menjawab dengan anggukan setuju dan mengikuti langkah Duke dari belakang seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Karena jarak antara keduanya sedikit jauh, Clara menggumamkan karena tidak berani berbicara langsung.
"Terima kasih tuan Freiheit ."
Setelah keduanya turun dari bukit, siapa yang akan menyangka kalau kereta kuda milik sang Duke telah menunggu di sana seolah-olah dia telah mempersiapkan semuanya dengan matang. Clara di antar pulang dengan selamat sampai ke rumah tanpa ada banyak pembicaraan antara keduanya.
Beberapa hari setelah itu tidak pernah datang lagi surat dari Duke Freiheit, Walaupun dia merasa ada yang kurang bukan berarti dia menunggu surat itu, karena memang sejak awal dirinya hanya seorang karakter sampingan yang tidak penting di novel ini cepat atau lambat pasti akan terlupakan.
"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu yang terdengar begitu jelas dari depan kamarnya membuatnya yang sebenarnya malas berjalan ke arah pintu mau tidak mau harus berjalan ke sana
Dibukanya pintu besar kamarnya, dan hanya menampakkan tubuhnya saja menunggu kepentingan apa yang ingin di sampaikan, tapi di sana hanya terlihat sesosok kepala pelayan dengan surat di atas nampan, surat itu adalah surat undangan yang sudah jelas terlihat dari capnya berasal dari keluarga kerajaan, kemudian tanpa lama Clara mengambil surat itu dan menutup lagi pintu kamarnya, tertulis di surat itu pesta teh kerajaan yang diadakan langsung oleh ratu Kerajaan dan turut mengundang dirinya.
Clara yang membaca surat itu kemudian menghela nafas panjang, karena pasti akan banyak perempuan yang mencari-cari kesalahan dirinya untuk di jadikan bahan perbincangan sesama bangsawan nantinya. Selesai membaca surat, Clara berbaring di atas kasurnya dan menatap langit-langit kamar dengan tatapan lelah.
Kali ini Clara memutuskan untuk tidak pergi ke butik memesan gaun, karena gaun yang dibelikan oleh Duke untuk dirinya masih banyak yang belum terpakai, jadi dia memutuskan untuk menggunakan yang telah diberikan saja tanpa ribet. Baginya akan sangat merepotkan jika dia harus bertemu dengan para gadis bangsawan lain di butik ataupun harus panas-panas keluar rumah hanya untuk memesan sebuah gaun.
Beberapa hari kemudian, akhirnya pesta teh yang di adakan oleh ratu kerajaan tiba dan Clara datang menghadirinya dengan gaun yang diberikan langsung oleh Duke Freiheit. Clara berjalan-jalan di lorong kerajaan menuju taman kaca, tapi sebelum dia sampai di taman kaca tempat di adakan pesta teh, Clara tersesat di tengah taman yang menuju ke taman kaca.
Di tengah dia tersesat dia tidak sengaja bertemu dengan sesosok laki-laki berkulit eksotis sedang tertidur di gazebo tersebut dengan santai. Clara mengabaikan sosok laki-laki yang tertidur itu, tetapi beberapa langkah pada saat dia berbalik laki-laki itu terbangun.
"Kenapa seorang gadis berada di taman ini? Apakah kamu datang untuk melakukan hal yang sama seperti gadis lainnnya?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Frando Kanan
dain? klo tmbh huruf r mka jd drain 😅
2023-07-01
1