Bab 11 Pesta Teh Ratu

Clara yang tenggelam ke dalam pikirannya tanpa sengaja dia menggumamkan ucapan yang membuat sosok laki-laki yang berjalan berdampingan dengannya menghentikan langkah dan menatap ke arah Clara yang berada di sebelahnya.

"Nona, siapa yang anda maksud suka?" tanya sang duke dengan tatapan penasaran setelah mendengarkan gumaman yang ternyata terdengar ke telinga sang duke

Clara yang mendengarkan pertanyaan dari sang duke langsung terdiam dan menggelengkan kepala pelan sambil berusaha menenangkan dirinya supaya ekspresinya tidak gugup dan malu karena gumamnya terdengar sampai ke telinga sang Duke.

"Suka apa? Mungkin anda salah dengar tuan Duke,"

"Karena bagaimanapun kita sekarang berada di tempat yang ramai jadi wajar saja kalau anda salah mendengarkan," ucap Clara dengan senyuman kaku dan gagap ke arah sang Duke yang menatap dan menghentikan langkahnya tapi karena memang Clara tidak terlihat ada yang mencurigakan maka sang Duke kemudian melanjutkan jalannya tanpa memandang ke arah Clara

Clara bernafas lega di dalam hati, karena dia bisa mengelak dari situasi yang sangat buruk itu. Dari kejauhan kedua pasangan itu hanya bisa pasrah melihat hubungan yang di bangun hanya dengan beberapa kali bertemu.

"Tuan Duke, memangnya kita akan pergi kemana setelah ini? Langitnya telah gelap bukankah ada baiknya kalau kita langsung pulang sekarang?" tanya Clara dengan tatapan kebingungan menatap punggung sosok laki-laki yang memimpin jalan saat ini karena suasana alun-alun kota memang akan ramai di saat-saat mendekati malam hari yang akan tiba

Sang Duke sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Clara hanya terus membawanya berjalan sampai keluar gerbang kota menuju ke sebuah jalan perbukitan.

Clara awalnya enggan untuk ikut keluar sampai kota, tapi sang Duke memperlakukan dirinya dengan baik sampai saat sekarang membuatnya percaya dan ikut dengannya sampai akhirnya mereka sampai ke puncak tertinggi bukit itu.

Clara tercengang melihat pemandangan yang tidak pernah dia lihat atau dia temukan saat berada di dalam mansion. Kota-kota yang terlihat semut dengan lampu-lampu yang menyala begitu indah dari tempat yang tinggi, ini pertama kalinya bagi Clara melihat pemandangan yang begitu indah dari tempat ini. Pemandangan yang cukup indah walaupun hanya berada di malam hari, itu lah pikir Clara yang ada di sebelahnya.

"Nona, apakah kamu menyukai pemandangan di sini?" tanya sang Duke dengan tatapan penasaran karena Clara sejak tadi sangat kagum dengan pemandangan yang ada di depan matanya, akan tetapi Clara menjawab hanya dengan anggukan pelan tanpa memandang laki-laki yang berada di sebelahnya

Tiba-tiba terlintas dipikiran Clara mengenai panggilannya yang di panggil dengan kata nona padahal seorang Duke seharusnya tidak perlu begitu sopan kepada dirinya yang hanya merupakan bangsawan yang hanya berada di bawahnya.

"Tuan Duke, saya rasa anda tidak perlu memanggil saya dengan sebutan nona,"

"Anda seorang bangsawan tingkat tinggi memanggil saya cukup dengan nama keluarga saja," ucap Clara sontak membuat Duke tersenyum tipis memandang ke arah Clara yang berbicara mengenai panggilan

"Kalau begitu kamu juga harus memanggilku bukan dengan sebutan tuan Duke,"

"Panggil aku dengan Freiheit atau Dain," ucap sang Duke membuat Clara terkejut karena Dain adalah nama sang Duke langsung artinya dia di izinkan untuk memanggil namanya langsung

Clara tidak banyak berkomentar hanya mengangguk paham, setelah itu keheningan dan kecanggungan di antara keduanya mendadak muncul, namun Clara langsung fokus ke arah pemandangan yang ada di depannya hingga sang Duke sudah merasa cukup larut dan cuaca sudah mulai dingin.

"Nona Fragrante, bagaimana kalau kita pulang sekarang? Dan aku akan mengantarmu pulang ke mansion keluargamu,"

"Udaranya sudah mulai dingin jadi pakai ini," ucap Sang Duke yang langsung memakaikan jas miliknya kepada Clara supaya Clara tidak merasakan kedinginan sama sekali

Clara tentu hanta menjawab dengan anggukan setuju dan mengikuti langkah Duke dari belakang seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Karena jarak antara keduanya sedikit jauh, Clara menggumamkan karena tidak berani berbicara langsung.

"Terima kasih tuan Freiheit ."

Setelah keduanya turun dari bukit, siapa yang akan menyangka kalau kereta kuda milik sang Duke telah menunggu di sana seolah-olah dia telah mempersiapkan semuanya dengan matang. Clara di antar pulang dengan selamat sampai ke rumah tanpa ada banyak pembicaraan antara keduanya.

Beberapa hari setelah itu tidak pernah datang lagi surat dari Duke Freiheit, Walaupun dia merasa ada yang kurang bukan berarti dia menunggu surat itu, karena memang sejak awal dirinya hanya seorang karakter sampingan yang tidak penting di novel ini cepat atau lambat pasti akan terlupakan.

"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu yang terdengar begitu jelas dari depan kamarnya membuatnya yang sebenarnya malas berjalan ke arah pintu mau tidak mau harus berjalan ke sana

Dibukanya pintu besar kamarnya, dan hanya menampakkan tubuhnya saja menunggu kepentingan apa yang ingin di sampaikan, tapi di sana hanya terlihat sesosok kepala pelayan dengan surat di atas nampan, surat itu adalah surat undangan yang sudah jelas terlihat dari capnya berasal dari keluarga kerajaan, kemudian tanpa lama Clara mengambil surat itu dan menutup lagi pintu kamarnya, tertulis di surat itu pesta teh kerajaan yang diadakan langsung oleh ratu Kerajaan dan turut mengundang dirinya.

Clara yang membaca surat itu kemudian menghela nafas panjang, karena pasti akan banyak perempuan yang mencari-cari kesalahan dirinya untuk di jadikan bahan perbincangan sesama bangsawan nantinya. Selesai membaca surat, Clara berbaring di atas kasurnya dan menatap langit-langit kamar dengan tatapan lelah.

Kali ini Clara memutuskan untuk tidak pergi ke butik memesan gaun, karena gaun yang dibelikan oleh Duke untuk dirinya masih banyak yang belum terpakai, jadi dia memutuskan untuk menggunakan yang telah diberikan saja tanpa ribet. Baginya akan sangat merepotkan jika dia harus bertemu dengan para gadis bangsawan lain di butik ataupun harus panas-panas keluar rumah hanya untuk memesan sebuah gaun.

Beberapa hari kemudian, akhirnya pesta teh yang di adakan oleh ratu kerajaan tiba dan Clara datang menghadirinya dengan gaun yang diberikan langsung oleh Duke Freiheit. Clara berjalan-jalan di lorong kerajaan menuju taman kaca, tapi sebelum dia sampai di taman kaca tempat di adakan pesta teh, Clara tersesat di tengah taman yang menuju ke taman kaca.

Di tengah dia tersesat dia tidak sengaja bertemu dengan sesosok laki-laki berkulit eksotis sedang tertidur di gazebo tersebut dengan santai. Clara mengabaikan sosok laki-laki yang tertidur itu, tetapi beberapa langkah pada saat dia berbalik laki-laki itu terbangun.

"Kenapa seorang gadis berada di taman ini? Apakah kamu datang untuk melakukan hal yang sama seperti gadis lainnnya?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

dain? klo tmbh huruf r mka jd drain 😅

2023-07-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!