Clara yang baru keluar dari istana merasa kalau dirinya sepertinya tidak diizinkan untuk beristirahat sebentar, karena terlihat dengan jelas sosok laki-laki di depannya adalah seorang laki-laki yang narsis hingga bisa membuatnya sendiri kerepotan untuk menangani ini mengingat tenaganya telah terkuras pada saat berada di dalam ruangan pesta teh yang baru selesai.
"HEI!!" teriak laki-laki itu ke arah Clara yang telah berada di dalam kereta tetapi Clara sama sekali tidak peduli dengan sosok laki-laki yang sedang bicara dengannya
Karena merasa kalau Clara sengaja mengabaikan dirinya, dengan cepat laki-laki itu berlari ke arah depan kuda yang akan lewat, dan mau tidak mau kereta ikut mendadak berhenti membuat Clara yang berada di dalam hampir terbentur dengan kursi yang ada di depan kursinya. Karena manusia itu memiliki batas kesabaran tidak seperti dengan malaikat atau Gadis Suci yang ada di kuil, Clara keluar dari kereta kudanya setelah mendengarkan keluhan dari kusirnya yang memberi tau masalahnya dengan emosi yang meluap, tapi dengan senyuman yang menyeramkan. Setelah keluar dari kereta Clara berusaha dengan baik untuk tetap tenang saat berbicara.
"Tuan, bisakah anda bersikap sopan kepada seorang lady yang ingin pulang? Jika anda memiliki kepentingan tinggal berbicara dengan baik-baik bukan?"
"Saya yakin-"
"Ternyata kamu berada di sini,"
"Aku telah mencarimu ke mana-mana, tapi kamu malah telah berada di luar istana," ucap seorang gadis dengan suara yang tidak asing berjalan ke arah Clara dan sosok laki-laki membuat Clara menoleh karena penasaran sosok yang memotong pembicaraannya saat berbicara
Sosok gadis yang memotong pembicaraannya ternyata adalah Seyyal, setelah sampai di depan sosok laki-laki itu dia baru menyadari kalau Clara ternyata ada di depannya.
"Clara, apakah adikku membuat ulah kepada dirimu? Kamu terlihat ingin membunuh orang tadi," ucap Seyyal dengan senyuman lembut ke arah Clara tapi dengan tatapan mematikan ke arah laki-laki yang berada di sampingnya
Clara terdiam ketika mendengarkan kata adik yang di ucapkan oleh Seyyal pada saat berbicara, Clara berusaha mencerna apa yang dia dengarkan barusan sambil menatap keduanya dengan tatapan menyidik untuk memastikan yang dia dengar tidak salah. Dan ketika Clara baru menyadari ciri khas keduanya yang sama-sama menggunakan pakaian yang berbeda dan warna kulit eksotis, dia baru sadar keduanya adalah saudara yang berarti sosok laki-laki itu adalah seorang pangeran negeri timur tengah.
"Clara, jadi dia benar-benar membuat masalah denganmu,"
"Kamu tenang saja nanti akan aku berikan hukuman kepadanya," ucap Seyyal dengan tatapan tajam dan dingin ke arah sang adik yang berada di sampingnya kemudian di jawab dengan anggukan oleh Clara dan senyuman mengejek ke arah sosok laki-laki itu, karena Clara mendapatkan perlindungan dari Seyyal
Clara menatap dengan tatapan kemenangan sementara anak laki-laki itu menjadi kesal kepada Clara karena dia telah mengadu kepada sosok yang menurutnya adalah sosok yang sangat menyeramkan untuknya hadapi apalagi dalam segi kemampuan menggunakan senjata kakaknya lebih unggul dibandingkan olehnya.
"Clara, kamu mungkin sudah tau namanya, tetapi lebih baik bukankah kamu memperkenalkan diri ulang Rumman," ucap Seyyal dengan senyuman yang menyeramkan ke arah laki-laki yang berada di sebelahnya
Karena merasa senyuman dari seorang kakak begitu menyeramkan ke arahnya, laki-laki itu menghela nafasnya dan kemudian memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku Afsanur Rumman pangeran kerajaan timur tengah dan aku adalah adik Seyyal,"
"Karena kamu begitu dekat kakakku maka kamu akan aku izinkan untuk memanggil namaku langsung yaitu Rumman."
Perkenalan singkat yang begitu dugaan karena laki-laki itu memperkenalkan dirinya sambil mencium punggung tangan Clara membuat kesan Clara sedikit berubah kepada sosok laki-laki narsis itu, tetapi bukan ke arah yang baik pandangannya malah semakin negatif. Karena Rumman memperkenalkan dirinya maka Clara juga ikut memperkenalkan dirinya, setelah perkenalan diri ketiganya berbincang singkat.
Perbincangan singkat itu langsung membuat Clara lupa waktu kalau dia harus pulang, akibatnya dia pulang hampir ke larut malam dengan sosok ayah yang menceramahi dirinya yang membuat orang tua khawatir. Clara kemudian masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya untuk beristirahat. Keesokan harinya surat-surat dari berbagai kalangan bangsawan tiba untuk mengundang dirinya datang ke pesta teh yang mereka adakan, tetapi kali ini Clara tidak berniat datang sama sekali karena pesta teh yang diadakan semuanya full selama seminggu ke depannya.
Tiba-tiba di seorang pelayan datang ke kamarnya seorang pelayan dan memberi tau kepada sang nona kalau ada tamu penting datang yang sebentar lagi datang ke mansion dan tuan Earl memintanya untuk turun ikut menyambut tamu penting yang akan datang ke mansion keluarganya. Bagi Clara sangat jarang ada tamu penting yang akan datang ke rumahnya sampai harus ke rumahnya, tapi karena penasaran dengan yang akan datang ke rumahnya dia kemudian bersiap-siap dan pergi keluar dari kamarnya untuk menyambut tamu yang katanya adalah tamu penting.
Ketika Clara sampai di depan pintu betapa terkejutnya dia melihat sesosok laki-laki yang mirip dengan usia sang ayah, tetapi terlihat tidak asing untuknya sosok wajah dari tamu penting itu. Melihat ayahnya yang memberikan hormat kepada sosok tersebut, Clara ikut memberikan penghormatan selamat datang.
Clara di minta ayahnya untuk ikut dalam perbincangannya dengan sang tamu karena ini menyangkut dengan hubungan usianya yang sudah masuk ke dalam masa pertunangan bahkan pernikahan.
Clara mematung ketika mendengarkan ucapan dari sang ayah yang begitu tiba-tiba untuk dirinya terima, walaupun telah memasuki umur dimana para gadis bangsawan bertunangan, tetapi dia belum berniat untuk menikah sama sekali. Pada saat Clara mematung setelah ucapan itu, Clara di seret oleh ayahnya untuk ikut ke dalam ruang tamu.
"Clara, dia adalah teman lama ayah,"
"Karena dia seorang bangsawan yang memiliki pengaruh dan kekuasaan,"
"Dan saat ini dia baru bisa berkunjung ke sini karena putranya telah mengambil ahli urusan semua masalah wilayah dan keluarga,"
"Putranya juga tidak memiliki kekasih dan putranya tertolak oleh seorang gadis oleh karena itu, kami ingin putranya dan kamu menikah," Jelas sang ayah masih membuat Clara memeperoses semua ucapan yang tidak dia pahami
Setelah perkenalan itu, Clara di izinkan oleh sang ayah untuk menunggu di sudut meja ruangan, tetapi tidak boleh keluar dari ruangan karena anak laki-laki yang akan bertunangan dengan dirinya sebentar lagi akan tiba setelah selesai mengurus urusan yang berada di istana. Beberapa jam kemudian tiba sosok laki-laki yang masuk ke dalam ruangan tamu membuat Clara membelalakkan matanya.
"Ini tidak bercanda bukan?"
"Dari banyak laki-laki kenapa dia adalah putra teman ayah?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments