Bab 14 Pertunangan?

Clara yang baru keluar dari istana merasa kalau dirinya sepertinya tidak diizinkan untuk beristirahat sebentar, karena terlihat dengan jelas sosok laki-laki di depannya adalah seorang laki-laki yang narsis hingga bisa membuatnya sendiri kerepotan untuk menangani ini mengingat tenaganya telah terkuras pada saat berada di dalam ruangan pesta teh yang baru selesai.

"HEI!!" teriak laki-laki itu ke arah Clara yang telah berada di dalam kereta tetapi Clara sama sekali tidak peduli dengan sosok laki-laki yang sedang bicara dengannya

Karena merasa kalau Clara sengaja mengabaikan dirinya, dengan cepat laki-laki itu berlari ke arah depan kuda yang akan lewat, dan mau tidak mau kereta ikut mendadak berhenti membuat Clara yang berada di dalam hampir terbentur dengan kursi yang ada di depan kursinya. Karena manusia itu memiliki batas kesabaran tidak seperti dengan malaikat atau Gadis Suci yang ada di kuil, Clara keluar dari kereta kudanya setelah mendengarkan keluhan dari kusirnya yang memberi tau masalahnya dengan emosi yang meluap, tapi dengan senyuman yang menyeramkan. Setelah keluar dari kereta Clara berusaha dengan baik untuk tetap tenang saat berbicara.

"Tuan, bisakah anda bersikap sopan kepada seorang lady yang ingin pulang? Jika anda memiliki kepentingan tinggal berbicara dengan baik-baik bukan?"

"Saya yakin-"

"Ternyata kamu berada di sini,"

"Aku telah mencarimu ke mana-mana, tapi kamu malah telah berada di luar istana," ucap seorang gadis dengan suara yang tidak asing berjalan ke arah Clara dan sosok laki-laki membuat Clara menoleh karena penasaran sosok yang memotong pembicaraannya saat berbicara

Sosok gadis yang memotong pembicaraannya ternyata adalah Seyyal, setelah sampai di depan sosok laki-laki itu dia baru menyadari kalau Clara ternyata ada di depannya.

"Clara, apakah adikku membuat ulah kepada dirimu? Kamu terlihat ingin membunuh orang tadi," ucap Seyyal dengan senyuman lembut ke arah Clara tapi dengan tatapan mematikan ke arah laki-laki yang berada di sampingnya

Clara terdiam ketika mendengarkan kata adik yang di ucapkan oleh Seyyal pada saat berbicara, Clara berusaha mencerna apa yang dia dengarkan barusan sambil menatap keduanya dengan tatapan menyidik untuk memastikan yang dia dengar tidak salah. Dan ketika Clara baru menyadari ciri khas keduanya yang sama-sama menggunakan pakaian yang berbeda dan warna kulit eksotis, dia baru sadar keduanya adalah saudara yang berarti sosok laki-laki itu adalah seorang pangeran negeri timur tengah.

"Clara, jadi dia benar-benar membuat masalah denganmu,"

"Kamu tenang saja nanti akan aku berikan hukuman kepadanya," ucap Seyyal dengan tatapan tajam dan dingin ke arah sang adik yang berada di sampingnya kemudian di jawab dengan anggukan oleh Clara dan senyuman mengejek ke arah sosok laki-laki itu, karena Clara mendapatkan perlindungan dari Seyyal

Clara menatap dengan tatapan kemenangan sementara anak laki-laki itu menjadi kesal kepada Clara karena dia telah mengadu kepada sosok yang menurutnya adalah sosok yang sangat menyeramkan untuknya hadapi apalagi dalam segi kemampuan menggunakan senjata kakaknya lebih unggul dibandingkan olehnya.

"Clara, kamu mungkin sudah tau namanya, tetapi lebih baik bukankah kamu memperkenalkan diri ulang Rumman," ucap Seyyal dengan senyuman yang menyeramkan ke arah laki-laki yang berada di sebelahnya

Karena merasa senyuman dari seorang kakak begitu menyeramkan ke arahnya, laki-laki itu menghela nafasnya dan kemudian memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan namaku Afsanur Rumman pangeran kerajaan timur tengah dan aku adalah adik Seyyal,"

"Karena kamu begitu dekat kakakku maka kamu akan aku izinkan untuk memanggil namaku langsung yaitu Rumman."

Perkenalan singkat yang begitu dugaan karena laki-laki itu memperkenalkan dirinya sambil mencium punggung tangan Clara membuat kesan Clara sedikit berubah kepada sosok laki-laki narsis itu, tetapi bukan ke arah yang baik pandangannya malah semakin negatif. Karena Rumman memperkenalkan dirinya maka Clara juga ikut memperkenalkan dirinya, setelah perkenalan diri ketiganya berbincang singkat.

Perbincangan singkat itu langsung membuat Clara lupa waktu kalau dia harus pulang, akibatnya dia pulang hampir ke larut malam dengan sosok ayah yang menceramahi dirinya yang membuat orang tua khawatir. Clara kemudian masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya untuk beristirahat. Keesokan harinya surat-surat dari berbagai kalangan bangsawan tiba untuk mengundang dirinya datang ke pesta teh yang mereka adakan, tetapi kali ini Clara tidak berniat datang sama sekali karena pesta teh yang diadakan semuanya full selama seminggu ke depannya.

Tiba-tiba di seorang pelayan datang ke kamarnya seorang pelayan dan memberi tau kepada sang nona kalau ada tamu penting datang yang sebentar lagi datang ke mansion dan tuan Earl memintanya untuk turun ikut menyambut tamu penting yang akan datang ke mansion keluarganya. Bagi Clara sangat jarang ada tamu penting yang akan datang ke rumahnya sampai harus ke rumahnya, tapi karena penasaran dengan yang akan datang ke rumahnya dia kemudian bersiap-siap dan pergi keluar dari kamarnya untuk menyambut tamu yang katanya adalah tamu penting.

Ketika Clara sampai di depan pintu betapa terkejutnya dia melihat sesosok laki-laki yang mirip dengan usia sang ayah, tetapi terlihat tidak asing untuknya sosok wajah dari tamu penting itu. Melihat ayahnya yang memberikan hormat kepada sosok tersebut, Clara ikut memberikan penghormatan selamat datang.

Clara di minta ayahnya untuk ikut dalam perbincangannya dengan sang tamu karena ini menyangkut dengan hubungan usianya yang sudah masuk ke dalam masa pertunangan bahkan pernikahan.

Clara mematung ketika mendengarkan ucapan dari sang ayah yang begitu tiba-tiba untuk dirinya terima, walaupun telah memasuki umur dimana para gadis bangsawan bertunangan, tetapi dia belum berniat untuk menikah sama sekali. Pada saat Clara mematung setelah ucapan itu, Clara di seret oleh ayahnya untuk ikut ke dalam ruang tamu.

"Clara, dia adalah teman lama ayah,"

"Karena dia seorang bangsawan yang memiliki pengaruh dan kekuasaan,"

"Dan saat ini dia baru bisa berkunjung ke sini karena putranya telah mengambil ahli urusan semua masalah wilayah dan keluarga,"

"Putranya juga tidak memiliki kekasih dan putranya tertolak oleh seorang gadis oleh karena itu, kami ingin putranya dan kamu menikah," Jelas sang ayah masih membuat Clara memeperoses semua ucapan yang tidak dia pahami

Setelah perkenalan itu, Clara di izinkan oleh sang ayah untuk menunggu di sudut meja ruangan, tetapi tidak boleh keluar dari ruangan karena anak laki-laki yang akan bertunangan dengan dirinya sebentar lagi akan tiba setelah selesai mengurus urusan yang berada di istana. Beberapa jam kemudian tiba sosok laki-laki yang masuk ke dalam ruangan tamu membuat Clara membelalakkan matanya.

"Ini tidak bercanda bukan?"

"Dari banyak laki-laki kenapa dia adalah putra teman ayah?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!