Bab 9 Alun-Alun Kota

Clara terdiam mendengarkan ucapan yang tiba-tiba dari sang Duke, dia berusaha memproses ucapan yang di ucapkan oleh Duke supaya dia tidak salah paham mengenai maksud yang Duke ucapkan. Tapi karena Clara merasa ucapan dari sang Duke tidak jelas, dia memutuskan untuk bertanya.

"Duke, ucapan yang anda katakan barusan itu bisakah anda mengulang sekali lagi?"

"Aku merasa aku kalau aku sepertinya barusan salah mendengarkan ucapan itu," ucap Clara dengan senyuman kaku kemudian di jawab dengan gelengan kepala pelan oleh sang Duke

"Kamu tidak salah mendengarnya karena aku memang bertanya itu,"

"Jadi, apa jawabanmu? Aku juga tidak akan memaksamu untuk menjawab," ucap sang Duke dengan tatapan serius ke arah Clara hingga Clara tidak dapat bertanya lagi apakah sang duke sedang bercanda atau serius dengan dirinya dalam berbicara barusan

Clara kemudian terdiam dan berpikir kembali tentang apa yang terjadi seperti apa hal yang harus dia lakukan selanjutnya tentang pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh Duke kepadanya.

"Apakah boleh saya tau ada urusan apa hingga anda bertanya apakah saya memiliki waktu atau tidak?" tanya Clara dengan tatapan serius berusaha memahami yang ingin di lakukan oleh Duke hingga mengajaknya

Sang Duke kemudian terdiam karena dia belum membuat alasan kenapa bertanya apakah gadis itu memiliki waktu atau tidak di hari itu.

"Aku hanya berpikir untuk mengajakmu berjalan-jalan karena aku merasa masih berhutang budi kepadamu," ucap sang Duke dengan tatapan serius

Clara yang mendengarkan ini kemudian berpikir sebentar dan mengangguk setuju karena dia merasa Duke memang orang yang seperti itu di dalam novel ataupun bukan. Tidak lama kemudian kereta kuda itu sampai di mansion keluarga Fragrante.

"Tuan Duke Freiheit, anda bilang ada hal yang ingin anda diskusikan dengan ayah, tapi kenapa anda tidak turun dari kereta?" tanya Clara dengan tatapan kebingungan dan tidak mengerti dengan duke

Sang Duke kemudian tersenyum dengan ramah ke arah Clara yang tidak tau dari tujuan sebenarnya dari sang Duke.

"Sebentar lagi akan malam tiba, aku tidak ingin mengganggu tuan Earl Fragrante beristirahat,"

"Dan untuk jalan-jalan yang aku bicarakan, aku akan mengirim detailnya melalui surat," ucap sang Duke yang kemudian pergi meninggalkan mansion Fragrante

Setelah kereta telah keluar dari gerbang rumahnya maka Clara masuk ke dalam rumah dengan perasaan senang, karena merasa beruntung bisa diantar pulang oleh karakter favoritnya.

Keesokan harinya, banyak surat yang datang ke rumahnya terutama tertuju kepadanya yang isinya undangan pesta teh. Clara tidak menyangka kejadian terakhir kali di pesta yang di adakan oleh duchess Aelfraed akan membuatnya banyak di undang oleh bangsawan yang pernah menghadiri pesta teh yang di adakan, akan tetapi dari semua surat undangan yang datang hanya satu buah surat yang membuatnya tertarik dengan cap lambang keluarga Freiheit.

Dibukanya surat itu oleh Clara yang penasaran dengan isi dari surat yang dikirimkan oleh Duke kepadanya dan ketika membacanya dia terkejut karena surat itu lebih mirip surat proposal pengajuan kegiatan dibandingkan surat ajakan berjalan-jalan.

"Tolong ambilkan aku kertas dan pena," ucap Clara kepada salah seorang pelayan yang berada di dalam ruangan itu, secepat kilat pelayan itu langsung mengambil kertas dan sebuah pena bulu yang sangat cantik

Clara kemudian membalas surat yang di kirimkan oleh Duke dan meminta pelayan untuk langsung mengirimkan surat itu ke kediaman Duke Freiheit. Beberapa hari kemudian akhir pekan tiba dan tibalah juga dia akan pergi dengan sang duke untuk berjalan-jalan, sesuai dengan janji yang tertulis kalau mereka akan bertemu di air mancur alun-alun kota maka Clara memutuskan untuk datang beberapa menit lebih awal dibandingkan dengan waktu yang di janjikan.

Bermenit-menit hingga berjam-jam berlalu tapi sang duke tidak kunjung datang, Clara mengira mungkin sang duke hanya mempermainkan dirinya karena sang duke tidak terlihat datang sama sekali. Memang mengecewakan untuk Clara, akan tetapi Clara memutuskan untuk tetap menunggu karena mungkin saja sang duke sibuk dan urusan tentang rakyat lebih penting dibandingkan dengan urusan pribadi.

"Gadis kecil, kamu sedang menunggu apa di tempat ini?"

"Apakah kamu sendirian? Kalau begitu bagaimana pergi dengan kami?" tanya beberapa orang laki-laki yang menurut Clara kalau laki-laki di depannya adalah laki-laki hanya mungkin ingin melecehkan seorang perempuan

Walaupun dengan jelas laki-laki itu melontarkan pertanyaan kepada Clara, tetapi Clara sama sekali tidak menjawab dan berpura-pura tidak tau. Karena merasa di abaikan salah seorang laki-laki dari beberapa laki-laki itu ingin menampar Clara, namun sebelum tangan itu dilayangkan di pipi Clara terlihat sesosok laki-laki itu menggenggam tangan laki-laki yang akan menampar Clara dengan erat dan tatapan yang menyeramkan, memberikan isyarat untuk tidak melakukan hal macam-macam kepada gadis yang ada di depannya, seketika beberapa laki-laki yang melihat tatapan itu langsung berlari terbirit-birit.

"Apakah nona baik-baik saja?"

"Maafkan aku terlambat tadi aku harus mengunjungi kuil gadis suci karena para pendeta di sana mengatakan kalau sang gadis suci tidak ingin makan sama sekali,"

"Jadi aku terpaksa harus ke kuil untuk menghiburnya," ucap sang laki-laki dengan tatapan bersalah dan khawatir ke arah Clara yang duduk di kursi untuk menunggu sosok laki-laki itu sejak tadi

Clara menggelengkan kepala pelan, tidak marah sama sekali walaupun dia harus menunggu sang duke dalam waktu yang lama, karena dia mewajarkan masalah tersebut seperti yang tertulis di dalam novel alur tersebut pernah terjadi.

"Tidak apa-apa tuan duke, aku tau sang gadis suci lebih penting karena dia menyelamatkan negeri ini,"

"Dan dia adalah harta berharga para dewa," ucap Clara sambil tersenyum lembut ke arah sang Duke yang sepertinya masih merasa bersalah kepada Clara yang menunggu hingga makan siang tiba

Karena merasa berat hati sang Duke Freiheit mengajak Clara untuk makan siang di sebuah restoran yang sangat mewah dan harga makanan yang setara bisa membeli sebuah rumah kecil. Clara tercengang melihat restoran mewah yang terkenal mahal harganya saat ini malah dia injakan kakinya di restoran itu untuk makan siang.

Saat di dalam restoran itu betapa terkejutnya Clara di dalam hatinya karena interior yang begitu mewah dibandingkan ruangan makan dirumahnya, di dalam hatinya kemiskinan begitu menjerit-jerit. Clara yang awalnya masih terkagum-kagum dengan interior mewah dan makanan harganya mahal, tiba-tiba mendengarkan ucapan dari sang Duke langsung membuatnya fokus ke pembicaraan.

"Nona, walaupun aku mengajak anda jalan-jalan tapi aku terlambat untuk menepati waktu yang aku bicarakan,"

"Apakah ada yang anda inginkan sebagai permintaan maafnya?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!