Clara terdiam mendengarkan ucapan yang tiba-tiba dari sang Duke, dia berusaha memproses ucapan yang di ucapkan oleh Duke supaya dia tidak salah paham mengenai maksud yang Duke ucapkan. Tapi karena Clara merasa ucapan dari sang Duke tidak jelas, dia memutuskan untuk bertanya.
"Duke, ucapan yang anda katakan barusan itu bisakah anda mengulang sekali lagi?"
"Aku merasa aku kalau aku sepertinya barusan salah mendengarkan ucapan itu," ucap Clara dengan senyuman kaku kemudian di jawab dengan gelengan kepala pelan oleh sang Duke
"Kamu tidak salah mendengarnya karena aku memang bertanya itu,"
"Jadi, apa jawabanmu? Aku juga tidak akan memaksamu untuk menjawab," ucap sang Duke dengan tatapan serius ke arah Clara hingga Clara tidak dapat bertanya lagi apakah sang duke sedang bercanda atau serius dengan dirinya dalam berbicara barusan
Clara kemudian terdiam dan berpikir kembali tentang apa yang terjadi seperti apa hal yang harus dia lakukan selanjutnya tentang pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh Duke kepadanya.
"Apakah boleh saya tau ada urusan apa hingga anda bertanya apakah saya memiliki waktu atau tidak?" tanya Clara dengan tatapan serius berusaha memahami yang ingin di lakukan oleh Duke hingga mengajaknya
Sang Duke kemudian terdiam karena dia belum membuat alasan kenapa bertanya apakah gadis itu memiliki waktu atau tidak di hari itu.
"Aku hanya berpikir untuk mengajakmu berjalan-jalan karena aku merasa masih berhutang budi kepadamu," ucap sang Duke dengan tatapan serius
Clara yang mendengarkan ini kemudian berpikir sebentar dan mengangguk setuju karena dia merasa Duke memang orang yang seperti itu di dalam novel ataupun bukan. Tidak lama kemudian kereta kuda itu sampai di mansion keluarga Fragrante.
"Tuan Duke Freiheit, anda bilang ada hal yang ingin anda diskusikan dengan ayah, tapi kenapa anda tidak turun dari kereta?" tanya Clara dengan tatapan kebingungan dan tidak mengerti dengan duke
Sang Duke kemudian tersenyum dengan ramah ke arah Clara yang tidak tau dari tujuan sebenarnya dari sang Duke.
"Sebentar lagi akan malam tiba, aku tidak ingin mengganggu tuan Earl Fragrante beristirahat,"
"Dan untuk jalan-jalan yang aku bicarakan, aku akan mengirim detailnya melalui surat," ucap sang Duke yang kemudian pergi meninggalkan mansion Fragrante
Setelah kereta telah keluar dari gerbang rumahnya maka Clara masuk ke dalam rumah dengan perasaan senang, karena merasa beruntung bisa diantar pulang oleh karakter favoritnya.
Keesokan harinya, banyak surat yang datang ke rumahnya terutama tertuju kepadanya yang isinya undangan pesta teh. Clara tidak menyangka kejadian terakhir kali di pesta yang di adakan oleh duchess Aelfraed akan membuatnya banyak di undang oleh bangsawan yang pernah menghadiri pesta teh yang di adakan, akan tetapi dari semua surat undangan yang datang hanya satu buah surat yang membuatnya tertarik dengan cap lambang keluarga Freiheit.
Dibukanya surat itu oleh Clara yang penasaran dengan isi dari surat yang dikirimkan oleh Duke kepadanya dan ketika membacanya dia terkejut karena surat itu lebih mirip surat proposal pengajuan kegiatan dibandingkan surat ajakan berjalan-jalan.
"Tolong ambilkan aku kertas dan pena," ucap Clara kepada salah seorang pelayan yang berada di dalam ruangan itu, secepat kilat pelayan itu langsung mengambil kertas dan sebuah pena bulu yang sangat cantik
Clara kemudian membalas surat yang di kirimkan oleh Duke dan meminta pelayan untuk langsung mengirimkan surat itu ke kediaman Duke Freiheit. Beberapa hari kemudian akhir pekan tiba dan tibalah juga dia akan pergi dengan sang duke untuk berjalan-jalan, sesuai dengan janji yang tertulis kalau mereka akan bertemu di air mancur alun-alun kota maka Clara memutuskan untuk datang beberapa menit lebih awal dibandingkan dengan waktu yang di janjikan.
Bermenit-menit hingga berjam-jam berlalu tapi sang duke tidak kunjung datang, Clara mengira mungkin sang duke hanya mempermainkan dirinya karena sang duke tidak terlihat datang sama sekali. Memang mengecewakan untuk Clara, akan tetapi Clara memutuskan untuk tetap menunggu karena mungkin saja sang duke sibuk dan urusan tentang rakyat lebih penting dibandingkan dengan urusan pribadi.
"Gadis kecil, kamu sedang menunggu apa di tempat ini?"
"Apakah kamu sendirian? Kalau begitu bagaimana pergi dengan kami?" tanya beberapa orang laki-laki yang menurut Clara kalau laki-laki di depannya adalah laki-laki hanya mungkin ingin melecehkan seorang perempuan
Walaupun dengan jelas laki-laki itu melontarkan pertanyaan kepada Clara, tetapi Clara sama sekali tidak menjawab dan berpura-pura tidak tau. Karena merasa di abaikan salah seorang laki-laki dari beberapa laki-laki itu ingin menampar Clara, namun sebelum tangan itu dilayangkan di pipi Clara terlihat sesosok laki-laki itu menggenggam tangan laki-laki yang akan menampar Clara dengan erat dan tatapan yang menyeramkan, memberikan isyarat untuk tidak melakukan hal macam-macam kepada gadis yang ada di depannya, seketika beberapa laki-laki yang melihat tatapan itu langsung berlari terbirit-birit.
"Apakah nona baik-baik saja?"
"Maafkan aku terlambat tadi aku harus mengunjungi kuil gadis suci karena para pendeta di sana mengatakan kalau sang gadis suci tidak ingin makan sama sekali,"
"Jadi aku terpaksa harus ke kuil untuk menghiburnya," ucap sang laki-laki dengan tatapan bersalah dan khawatir ke arah Clara yang duduk di kursi untuk menunggu sosok laki-laki itu sejak tadi
Clara menggelengkan kepala pelan, tidak marah sama sekali walaupun dia harus menunggu sang duke dalam waktu yang lama, karena dia mewajarkan masalah tersebut seperti yang tertulis di dalam novel alur tersebut pernah terjadi.
"Tidak apa-apa tuan duke, aku tau sang gadis suci lebih penting karena dia menyelamatkan negeri ini,"
"Dan dia adalah harta berharga para dewa," ucap Clara sambil tersenyum lembut ke arah sang Duke yang sepertinya masih merasa bersalah kepada Clara yang menunggu hingga makan siang tiba
Karena merasa berat hati sang Duke Freiheit mengajak Clara untuk makan siang di sebuah restoran yang sangat mewah dan harga makanan yang setara bisa membeli sebuah rumah kecil. Clara tercengang melihat restoran mewah yang terkenal mahal harganya saat ini malah dia injakan kakinya di restoran itu untuk makan siang.
Saat di dalam restoran itu betapa terkejutnya Clara di dalam hatinya karena interior yang begitu mewah dibandingkan ruangan makan dirumahnya, di dalam hatinya kemiskinan begitu menjerit-jerit. Clara yang awalnya masih terkagum-kagum dengan interior mewah dan makanan harganya mahal, tiba-tiba mendengarkan ucapan dari sang Duke langsung membuatnya fokus ke pembicaraan.
"Nona, walaupun aku mengajak anda jalan-jalan tapi aku terlambat untuk menepati waktu yang aku bicarakan,"
"Apakah ada yang anda inginkan sebagai permintaan maafnya?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments