Bab 13 Niat Untuk Membunuhku

Pertanyaan yang di berikan ke arah Clara dengan nada yang tegas dan dingin membuat Clara merasakan kalau dia sedikit merinding untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh sang ratu, tetapi ketika dia ingin mulai menjawab pertanyaan itu Violet dengan cepat langsung mulai berbicara.

"Yang mulia ratu, anda terlihat tidak senang dengan gadis yang mendadak duduk di kursi di bagian sebelah kanan yang khusus untuk tamu penting seperti kami bukan?"

"Tapi tenang saja karena ini bukan berarti gadis ini sengaja melanggar susunan kursi yang telah ditentukan dengan melalui surat,"

"Karena keinginan Seyyal dan saya sendiri yang menginginkan dia duduk berada di tengah-tengah kamu berdua,"

"Yang mulia ratu coba perhatikan betapa menggemaskan gadis yang mirip tupai kecil ini," ucap Violet yang dengan bangga menunjukkan Clara seperti anak kecil yang baru saja berhasil berjalan atau duduk menghadiri pesta teh

Sang ratu kemudian tertawa kecil ketika mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Violet, karena menurutnya tidak biasa seorang putri keluarga kerajaan malah berbicara dengan begitu bangga dan senang. Sang ratu kemudian mengangguk setuju ketika melihat Clara yang terlihat diam seperti tupai kecil.

"Nona, sepertinya kamu sangat dekat dengan kedua putri keluarga kerajaan ini ya? Karena putri kerajaan yang biasanya sangat serius, hari ini terlihat sangat senang dan bangga menjelaskan tentang anda,"

"Katakan saja asalmu, aku tidak akan memakan dirimu," ucap sang ratu dengan senyuman dan nada bicara yang kali ini lebih ramah dibandingkan dengan yang sebelumnya membuat Clara sedikit terkejut tanpa mengubah ekspresi wajahnya

"Terima kasih atas izinnya yang mulia ratu,"

"Maafkan saya karena tidak duduk di posisi yang telah di tetapkan,"

"Nama saya Clara Fragrante saya berasal dari keluarga Earl," ucap Clara dengan tatapan tegas dan percaya diri tanpa ketakutan sedikitpun supaya dirinya tidak di remehkan oleh para gadis bangsawan yang saat ini memusatkan perhatian mereka kepada dirinya

Ucapan dari Clara cukup membuat raut wajah sang ratu semakin cerah ketika mendengarkan identitas dirinya yang di perkenalkan di hadapan semua gadis bangsawan di sana.

"Kamu adalah gadis yang berdansa dengan Duke bukan?"

"Bagaimana Duke bisa tertarik berdansa dengan dirimu? Dan apakah kamu ingin bertunangan dengan Duke? Jika kamu menginginkan itu aku akan membantu dirimu," ucap sang ratu dengan perasaan senang ke arah Clara yang duduk di tengah-tengah Seyyal dan Violet

Clara merasa sedikit kebingungan dengan ucapan dan senyuman sang ratu, karena ketika mendengarkan namanya sang ratu malah menawarkan pertunangan kepada Clara dengan nada yang ramah. Tapi, Clara merasa dia hanya sekedar mengagumi sang Duke tanpa ada perasaan apapun jadi tanpa pikir panjang Clara langsung menggelengkan kepalanya ke arah sang ratu.

"Yang mulia, saya berterima kasih atas tawarannya,"

"Tetapi saya tidak ingin memaksa kehendak orang lain untuk bersamaku seumur hidupnya dan saya yakin Tuan Duke pasti sudah memiliki gadis yang dia cintai di hatinya, karena dia adalah laki-laki yang baik,"

"Ditambah lagi cinta akan sesama akan membuat suatu cinta begitu abadi dan tidak terpisahkan,"

"Dan mengenai dansa itu saya sendiri tidak tau juga alasan kenapa Duke tiba-tiba mengajak saya berdansa," ucap Clara yang begitu terlihat dewasa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh sang ratu membuat sang ratu sedikit tersenyum puas karena gadis yang di depannya bukan orang yang terlihat gila atau rakus kepada kekuasaan ataupun popularitas

"Nona Fragrante, lain kali jika berkunjung ke istana jangan lupa menemui aku ya,"

"Karena sepertinya menyenangkan berbicara dengan anda," ucap sang ratu membuat seluruh gadis bangsawan di dalam ruangan itu sangat terkejut karena ucapan dari seorang ratu yang begitu tiba-tiba saja kepada seorang gadis bangsawan yang tidak memiliki gelar keluarga yang tinggi

Ucapan dari sang ratu hanya di jawab dengan anggukan mengerti oleh Clara. Para gadis langsung saling menatap dan mulai bergosip secara berbisik-bisik, walaupun sebenarnya Clara tentu mendengarkan bisikan yang mereka lakukan masing-masing. Ada yang berbisik hal baik dan ada yang berbisik hal buruk, tetapi Clara memutuskan untuk tetap diam tidak banyak berkomentar mengenai itu hal yang mereka perbincangkan.

Meskipun Clara bisa mendengarkan semua bisikan pada bangsawan itu, Clara tidak merasa bermasalah tetapi tatapan yang tajam, dingin dan aura kebencian yang pekat begitu terasakan oleh dirinya entah dari sisi mana itu berasal, tidak terlihat sedikitpun orang yang melihatnya seperti itu walaupun dia telah menoleh ke sana kemari.

'Ini lebih berbahaya dibandingkan orang yang ingin berbicara buruk di belakangku karena mereka bisa saja memiliki niat untuk membunuhku,' ucap Clara di dalam hatinya sambil menatap ke arah seluruh bangsawan yang masih asik sendiri

Clara sangat tidak suka dengan situasi itu, suka tidak suka dia harus menyimpannya sendiri, karena saat ini dia berada di lingkaran para bangsawan yang dimana semua mata akan memperhatikan dirinya.

Setelah merasa suasana di pesta teh sangat ribut maka sang ratu menenangkan semua gadis bangsawan yang ada di sana dan melanjutkan acaranya, Semuanya berjalan dengan lancar hingga akhir acara. Karena waktunya telah sangat sore Clara langsung berpamitan dan keluar dari taman kaca itu menuju ke lorong istana menuju ke tempat awal mula dia masuk ke istana.

Ditengah perjalanannya menuju ke tempat awal masuk istana, Clara tiba-tiba tidak sengaja melihat sang Duke Freiheit dan Gadis Suci sedang berbincang-bincang dengan bahagia. Karena tidak ingin merusak suasana keduanya berbicara, Clara dengan cepat berjalan melewati keduanya tanpa menyapa tapi sang Duke Freiheit menyadari kalau Clara melewatinya dengan cepat sama seperti saat dia pertama kali bertemu dengannya.

"Dain, kamu mendengarkan ceritaku tentang pesta teh atau tidak?" ucap Sang Gadis Suci dengan tatapan tajam ke arah laki-laki yang terlihat tersenyum berada di depannya tanpa terlihat seperti mendengarkan ucapan gadis itu

Sang Gadis Suci yang melihat Dain tidak memperhatikan dirinya sama sekali, tiba-tiba meneteskan air matanya karena merasa di abaikan begitu saja olehnya.

"Dain, kamu sudah mulai tidak menyukai aku bukan? Bahkan dalam kita bicara kamu tidak menatapku lagi," ucap sang Gadis Suci dengan air mata yang mengalir sontak hal tersebut membuat sang Duke atau Dain langsung mengelap air mata sang gadis dan meminta maaf kepadanya atas kesalahannya yang tidak fokus dalam berbicara

Clara yang berhasil keluar dari istana itu bernapas dengan tersengal-sengal, karena dirinya berlari di lorong demi menghindari sang Duke yang berbicara dengan gadis Suci.

"Nona, kamu kenapa lagi berada di sini?"

"Kamu diam saja pada saat tadi kita bertemu di taman dan sekarang kamu terlihat seperti orang yang sesak nafas,"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

wah...ini sih bkl cinta segitiga

2023-07-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!