Dua orang gadis berjalan sambil menggunakan kipas tangan untuk menutupi wajah ke arah kerumunan bangsawan yang tiba-tiba mengerumuni Clara yang baru saja selesai berdansa dan ingin beristirahat dengan tatapan tajam dan dingin. Clara tidak mengerti di mana salahnya tetapi di saat itu juga semua perempuan bangsawan langsung pergi pelan-pelan karena dua gadis ini.
"Kamu ikut aku ke ruangan istirahat ada hal yang ingin kami berdua bicarakan denganmu," ucap salah seorang gadis itu ke arah Clara
Clara cukup mengerti tata krama para bangsawan, terutama tentang gadis yang memegang kipas tangan menutupi wajahnya artinya dia sedang merendahkan dirimu secara tidak langsung. Clara awalnya ingin menolak ajakan dari dua gadis bangsawan itu tetapi melihat gadis-gadis bangsawan yang tadinya mengerumuninya tiba-tiba bubar begitu saja membuatnya yakin kalau dua gadis yang ada di depannya bukanlah bangsawan yang biasa melainkan gadis yang memiliki gelar yang tinggi.
"Baiklah, saya akan mengikuti anda," ucap Clara yang kemudian dibawa oleh kedua gadis itu ke sebuah ruangan yang besar dan mewah dibandingkan ruangan istirahat lainnya
Terlihat di dalam ruangan itu hanya ruangan yang kosong dan mengisahkan mereka bertiga di dalam ruangan itu. Kedua gadis itu langsung duduk menyisakan Clara yang berdiri kebingungan karena tidak tau apa-apa.
"Apakah kamu hanya akan berdiri? Bukankah setelah berdansa itu kamu lelah? Tenanglah kami menarik dirimu ke sini bukan untuk memakan atau memberikan hukuman kepadamu,"
"Duke Freiheit, meminta tolong langsung kepada kami untuk membawamu ikut istirahat karena dia tau para bangsawan berlidah dua itu akan mencari tau apa yang terjadi tentang hubunganmu dan dirinya,"
"Kami adalah temannya,"
"Namaku Grace Reicher aku seorang duchess yang memimpin keluargaku dan istri dari Duke Winzig dan yang ada di sebelahku adalah Asha Edelstein sama sepertiku seorang duchess karena keluarga Duke Reicher dan Edelstein tidak memiliki pewaris tapi tidak bisa di hilangkan begitu saja sang raja mengizinkan kami untuk memimpin keluarga sampai pewaris kami lahir dan dia juga istri dari Duke Aelfraed,"
"Kamu bisa memanggil kami nama langsung," ucap Grace dengan senyuman dan tatapan lembut ke arah Clara
Clara langsung memperkenalkan diri dengan sopan dan meminta untuk dipanggil dengan nama juga. Perkenalan yang singkat dan sifat yang ramah dari Grace dan Asha membuat Clara merasa nyaman hingga lupa waktu kalau pesta telah selesai.
"Clara, kamu benar-benar gadis yang manis dan baik,"
"Sayang sekali waktu ini terlalu singkat, tapi kami akan mengundangmu ke pesta teh kami nanti untuk melanjutkan perbincangan ini," ucap Grace dengan tatapan yang berbinar-binar kepada Clara
Tidak lama setelah puas Grace mengucapkan kata-kata perpisahan yang panjang, Clara pulang ke rumahnya dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur tanpa mengganti pakaian karena dia lelah terhadap apa yang terjadi di pesta.
Keesokan harinya, pada saat Clara ingin bangun tidur seluruh tubuhnya sakit karena dia tidak pernah banyak bergerak selama dia menjalani kehidupan dan kemarin adalah pertama kalinya dia berlari padahal tidak pernah berolahraga. Orang tuanya yang khawatir dengan cepat memanggil dokter untuk memeriksa putrinya yang padahal hanya encok karena tidak bergerak.
Mendengarkan berita Clara yang sakit dengan cepat sang Duke Freiheit langsung berkunjung saat itu juga ke mansion keluarga Fragrante, walaupun dia di teriaki dan di tahan oleh bawahannya tapi tidak ada yang bisa membuatnya berhenti.
"Dain, bisakah kamu mengerjakan pekerjaan dulu sebelum berangkat,"
"Dan bagaimana kamu bisa tau rumor dia sakit lebih cepat dibandingkan para pelayan yang sering bergosip jangan bilang kamu meminta mata-mata untuk mengawasinya dan memantau kegiatannya setiap hari secara langsung?" ucap sang bawahan yang memeluk kaki Duke supaya dia tidak pergi atau lari keluar dari ruangan kerjanya karena masih segunung dokumen yang menunggu arahan dari sang duke
"Aku memang menepatkan mata-mata ke mansion keluarga Fragrante tetapi mata-mata itu adalah pengawal untuk melindungi dirinya,"
"Dan bukankah aku memiliki bawahan buat apa kalau bukan buat menggantikan aku bekerja," ucap Dain dengan seringai ke arah orang di depannya
"Bagaimana kalau gadis itu tau kalau anda menempatkan mata-mata di mansionnya? Dia mungkin akan ketakutan dan tidak ingin lagi bertemu dengan anda walaupun anda tertarik untuk bertemu dengannya,"
"Gadis itu pasti juga akan curiga dengan laki-laki yang datang ke mansionnya tiba-tiba padahal tidak ada berita yang beredar," ucap sang bawahan dengan menaikkan kacamatanya berusaha membuat atasannya tidak pergi ke mansion orang semena-mena
Dain mengangguk mengerti dengan ucapan yang di katakan oleh bawahannya karena itu cukup masuk akal. Dia mengurungkan niatnya untuk pergi dan duduk di kursi kerjanya, akan tetapi bukannya mengerjakan pekerjaannya dia malah menulis surat kunjungan ke keluarga Fragrante supaya bisa menjenguk gadis itu.
"Dimohon sangat jangan bersikap gila seperti ini yang mulia Duke,"
"Anda bisa jadi patah hati untuk kedua kalinya, karena tidak ada perempuan yang suka terburu-buru sama seperti istriku,"
"Akan tetapi, jika anda bekerja keras di depan kertas dokumen yang menumpuk ini semua gadis pasti akan sangat senang,"
"Lebih baik anda mengirimkan bunga sebagai ucapan sembuh maka gadis itu pasti juga cukup senang," ucap sang bawahan langsung bisa membuat gerakan tangan Dain berhenti menulis dan langsung mengerjakan dokumennya dan meminta bawahannya untuk melakukan itu saja
Bawahannya kini cukup mengerti betapa rendahnya kecerdasan atasannya, karena cinta hingga bisa di minta untuk mengerjakan pekerjaannya hanya dengan ucapan yang sedikit omong kosong dan bumbu yang meyakinkan, tapi untunglah bisa diminta mengerjakan pekerjaan kalau begitu. Disisi lain Clara saat ini sedang merebahkan diri seharian di tempat tidurnya dengan berbagai buku novel yang menemaninya karena tidak bisa bergerak ataupun pergi kemanapun.
Tiba-tiba banyak pelayan masuk ke dalam kamarnya mengantarkan bunga hingga membuat kamarnya penuh dengan bunga. Clara tentu kebingungan karena dia tidak pernah mendapatkan bunga banyak ini dari siapapun bahkan dari keluarganya sendiri, ini pertama kalinya dia kebingungan dengan semua bunga yang datang entah darimana.
"Nona, ini adalah bunga yang diantarkan dari kediaman duke Freiheit,"
"Ini juga surat yang diantarkan bersamaan dengan bunga yang dikirim," ucap sang pelayan sambil menyerahkan surat kepada Clara yang masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh seorang Duke kepadanya hingga dia diberikan banyak perhatian
"Baiklah, terima kasih,"
"Tapi, aku sangat yakin kalau berita aku sakit tidak akan sampai terdengar ke dunia bangsawan apalagi sampai terdengar ke telinga seorang Duke,"
"Apakah kamu mata-mata dari keluarga Fragrante?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments