Bab 3 Sakit

Dua orang gadis berjalan sambil menggunakan kipas tangan untuk menutupi wajah ke arah kerumunan bangsawan yang tiba-tiba mengerumuni Clara yang baru saja selesai berdansa dan ingin beristirahat dengan tatapan tajam dan dingin. Clara tidak mengerti di mana salahnya tetapi di saat itu juga semua perempuan bangsawan langsung pergi pelan-pelan karena dua gadis ini.

"Kamu ikut aku ke ruangan istirahat ada hal yang ingin kami berdua bicarakan denganmu," ucap salah seorang gadis itu ke arah Clara

Clara cukup mengerti tata krama para bangsawan, terutama tentang gadis yang memegang kipas tangan menutupi wajahnya artinya dia sedang merendahkan dirimu secara tidak langsung. Clara awalnya ingin menolak ajakan dari dua gadis bangsawan itu tetapi melihat gadis-gadis bangsawan yang tadinya mengerumuninya tiba-tiba bubar begitu saja membuatnya yakin kalau dua gadis yang ada di depannya bukanlah bangsawan yang biasa melainkan gadis yang memiliki gelar yang tinggi.

"Baiklah, saya akan mengikuti anda," ucap Clara yang kemudian dibawa oleh kedua gadis itu ke sebuah ruangan yang besar dan mewah dibandingkan ruangan istirahat lainnya

Terlihat di dalam ruangan itu hanya ruangan yang kosong dan mengisahkan mereka bertiga di dalam ruangan itu. Kedua gadis itu langsung duduk menyisakan Clara yang berdiri kebingungan karena tidak tau apa-apa.

"Apakah kamu hanya akan berdiri? Bukankah setelah berdansa itu kamu lelah? Tenanglah kami menarik dirimu ke sini bukan untuk memakan atau memberikan hukuman kepadamu,"

"Duke Freiheit, meminta tolong langsung kepada kami untuk membawamu ikut istirahat karena dia tau para bangsawan berlidah dua itu akan mencari tau apa yang terjadi tentang hubunganmu dan dirinya,"

"Kami adalah temannya,"

"Namaku Grace Reicher aku seorang duchess yang memimpin keluargaku dan istri dari Duke Winzig dan yang ada di sebelahku adalah Asha Edelstein sama sepertiku seorang duchess karena keluarga Duke Reicher dan Edelstein tidak memiliki pewaris tapi tidak bisa di hilangkan begitu saja sang raja mengizinkan kami untuk memimpin keluarga sampai pewaris kami lahir dan dia juga istri dari Duke Aelfraed,"

"Kamu bisa memanggil kami nama langsung," ucap Grace dengan senyuman dan tatapan lembut ke arah Clara

Clara langsung memperkenalkan diri dengan sopan dan meminta untuk dipanggil dengan nama juga. Perkenalan yang singkat dan sifat yang ramah dari Grace dan Asha membuat Clara merasa nyaman hingga lupa waktu kalau pesta telah selesai.

"Clara, kamu benar-benar gadis yang manis dan baik,"

"Sayang sekali waktu ini terlalu singkat, tapi kami akan mengundangmu ke pesta teh kami nanti untuk melanjutkan perbincangan ini," ucap Grace dengan tatapan yang berbinar-binar kepada Clara

Tidak lama setelah puas Grace mengucapkan kata-kata perpisahan yang panjang, Clara pulang ke rumahnya dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur tanpa mengganti pakaian karena dia lelah terhadap apa yang terjadi di pesta.

Keesokan harinya, pada saat Clara ingin bangun tidur seluruh tubuhnya sakit karena dia tidak pernah banyak bergerak selama dia menjalani kehidupan dan kemarin adalah pertama kalinya dia berlari padahal tidak pernah berolahraga. Orang tuanya yang khawatir dengan cepat memanggil dokter untuk memeriksa putrinya yang padahal hanya encok karena tidak bergerak.

Mendengarkan berita Clara yang sakit dengan cepat sang Duke Freiheit langsung berkunjung saat itu juga ke mansion keluarga Fragrante, walaupun dia di teriaki dan di tahan oleh bawahannya tapi tidak ada yang bisa membuatnya berhenti.

"Dain, bisakah kamu mengerjakan pekerjaan dulu sebelum berangkat,"

"Dan bagaimana kamu bisa tau rumor dia sakit lebih cepat dibandingkan para pelayan yang sering bergosip jangan bilang kamu meminta mata-mata untuk mengawasinya dan memantau kegiatannya setiap hari secara langsung?" ucap sang bawahan yang memeluk kaki Duke supaya dia tidak pergi atau lari keluar dari ruangan kerjanya karena masih segunung dokumen yang menunggu arahan dari sang duke

"Aku memang menepatkan mata-mata ke mansion keluarga Fragrante tetapi mata-mata itu adalah pengawal untuk melindungi dirinya,"

"Dan bukankah aku memiliki bawahan buat apa kalau bukan buat menggantikan aku bekerja," ucap Dain dengan seringai ke arah orang di depannya

"Bagaimana kalau gadis itu tau kalau anda menempatkan mata-mata di mansionnya? Dia mungkin akan ketakutan dan tidak ingin lagi bertemu dengan anda walaupun anda tertarik untuk bertemu dengannya,"

"Gadis itu pasti juga akan curiga dengan laki-laki yang datang ke mansionnya tiba-tiba padahal tidak ada berita yang beredar," ucap sang bawahan dengan menaikkan kacamatanya berusaha membuat atasannya tidak pergi ke mansion orang semena-mena

Dain mengangguk mengerti dengan ucapan yang di katakan oleh bawahannya karena itu cukup masuk akal. Dia mengurungkan niatnya untuk pergi dan duduk di kursi kerjanya, akan tetapi bukannya mengerjakan pekerjaannya dia malah menulis surat kunjungan ke keluarga Fragrante supaya bisa menjenguk gadis itu.

"Dimohon sangat jangan bersikap gila seperti ini yang mulia Duke,"

"Anda bisa jadi patah hati untuk kedua kalinya, karena tidak ada perempuan yang suka terburu-buru sama seperti istriku,"

"Akan tetapi, jika anda bekerja keras di depan kertas dokumen yang menumpuk ini semua gadis pasti akan sangat senang,"

"Lebih baik anda mengirimkan bunga sebagai ucapan sembuh maka gadis itu pasti juga cukup senang," ucap sang bawahan langsung bisa membuat gerakan tangan Dain berhenti menulis dan langsung mengerjakan dokumennya dan meminta bawahannya untuk melakukan itu saja

Bawahannya kini cukup mengerti betapa rendahnya kecerdasan atasannya, karena cinta hingga bisa di minta untuk mengerjakan pekerjaannya hanya dengan ucapan yang sedikit omong kosong dan bumbu yang meyakinkan, tapi untunglah bisa diminta mengerjakan pekerjaan kalau begitu. Disisi lain Clara saat ini sedang merebahkan diri seharian di tempat tidurnya dengan berbagai buku novel yang menemaninya karena tidak bisa bergerak ataupun pergi kemanapun.

Tiba-tiba banyak pelayan masuk ke dalam kamarnya mengantarkan bunga hingga membuat kamarnya penuh dengan bunga. Clara tentu kebingungan karena dia tidak pernah mendapatkan bunga banyak ini dari siapapun bahkan dari keluarganya sendiri, ini pertama kalinya dia kebingungan dengan semua bunga yang datang entah darimana.

"Nona, ini adalah bunga yang diantarkan dari kediaman duke Freiheit,"

"Ini juga surat yang diantarkan bersamaan dengan bunga yang dikirim," ucap sang pelayan sambil menyerahkan surat kepada Clara yang masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh seorang Duke kepadanya hingga dia diberikan banyak perhatian

"Baiklah, terima kasih,"

"Tapi, aku sangat yakin kalau berita aku sakit tidak akan sampai terdengar ke dunia bangsawan apalagi sampai terdengar ke telinga seorang Duke,"

"Apakah kamu mata-mata dari keluarga Fragrante?"

The Duke's Only Beloved Fiancé

Episodes
1 Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2 Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3 Bab 3 Sakit
4 Bab 4 Clara Fragrante
5 Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6 Bab 6 Pesta Teh
7 Bab 7 Membuat Kegaduhan
8 Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9 Bab 9 Alun-Alun Kota
10 Bab 10 Menebus Kesalahan
11 Bab 11 Pesta Teh Ratu
12 Bab 12 Gadis suci
13 Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14 Bab 14 Pertunangan?
15 Bab 15 Perjanjian
16 Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17 Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18 Bab 18 Akhirnya ketemu
19 Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20 Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21 Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22 Bab 22 Pesta Pertunangan
23 Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24 Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25 Bab 25 Kejujuran
26 Bab 26 Menggemaskan
27 Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28 Bab 28 Surat
29 Bab 29 Toko Kue Terkenal
30 Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31 Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32 Bab 32 Pembahasan penting
33 Bab 33 Mimpi buruk
34 Bab 34 Belati Perak
35 Bab 35 Acara Pemakaman
36 Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37 Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38 Bab 38 Sudah Di Prediksi
39 Bab 39 Tanganku Licin
40 Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41 Bab 41 Laki-laki berkacamata
42 Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43 Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44 Bab 44 Festival Perburuan
45 Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46 Bab 46 Hutan Yang Lebat
47 Bab 47 Gadis Bodoh
48 Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49 Bab 49 Bangunan Tua
50 Bab 50 Cahaya Emas
51 Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52 Bab 52 Raja Iblis
53 Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54 Bab 54 Dain Menyerah Saja
55 Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56 Bab 56 Permohonan
57 Bab 57 Tidak Asing
58 Bab 58 Partner Sepupuku
59 Bab 59 Pasangan Pesta
60 Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61 Bab 61 Special Bab part 1
62 Bab 62 Special Bab Part 2
63 Bab 63 Special Bab part 3
64 Bab 64 Special Bab part 4 End
65 Pengumuman
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab 1 Ingatan Kehidupan Sebelumnya
2
Bab 2 Mau Berdansa Denganku?
3
Bab 3 Sakit
4
Bab 4 Clara Fragrante
5
Bab 5 Gadis Karakter Antagonis
6
Bab 6 Pesta Teh
7
Bab 7 Membuat Kegaduhan
8
Bab 8 Nona Ingin Saya Antar Pulang?
9
Bab 9 Alun-Alun Kota
10
Bab 10 Menebus Kesalahan
11
Bab 11 Pesta Teh Ratu
12
Bab 12 Gadis suci
13
Bab 13 Niat Untuk Membunuhku
14
Bab 14 Pertunangan?
15
Bab 15 Perjanjian
16
Bab 16 Gadis Suci Yang Meneteskan Air Mata
17
Bab 17 Sekarang Minta Maaf
18
Bab 18 Akhirnya ketemu
19
Bab 19 Sakit Tapi Hanya Sebatas Kertas
20
Bab 20 Hadiah Karena Cemburu?
21
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?
22
Bab 22 Pesta Pertunangan
23
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?
24
Bab 24 Pulang Sebelum Pindah
25
Bab 25 Kejujuran
26
Bab 26 Menggemaskan
27
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang
28
Bab 28 Surat
29
Bab 29 Toko Kue Terkenal
30
Bab 30 Lantai Dua toko Kue
31
Bab 31 Pecahan Cangkir Teh
32
Bab 32 Pembahasan penting
33
Bab 33 Mimpi buruk
34
Bab 34 Belati Perak
35
Bab 35 Acara Pemakaman
36
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi
37
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis
38
Bab 38 Sudah Di Prediksi
39
Bab 39 Tanganku Licin
40
Bab 40 Berjalan-Jalan Di Alun-Alun Kota Menghilangkan Stres
41
Bab 41 Laki-laki berkacamata
42
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?
43
Bab 43 Kamu Tidak Ingin Menghabiskan Malam Bersamaku?
44
Bab 44 Festival Perburuan
45
Bab 45 Pesta Teh Di Tenda
46
Bab 46 Hutan Yang Lebat
47
Bab 47 Gadis Bodoh
48
Bab 48 Hasil Kompetisi Festival Perburuan Hari Pertama
49
Bab 49 Bangunan Tua
50
Bab 50 Cahaya Emas
51
Bab 51 Mirip Kisah Dongeng
52
Bab 52 Raja Iblis
53
Bab 53 Sang Iblis Sangat Murka
54
Bab 54 Dain Menyerah Saja
55
Bab 55 HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN INi!
56
Bab 56 Permohonan
57
Bab 57 Tidak Asing
58
Bab 58 Partner Sepupuku
59
Bab 59 Pasangan Pesta
60
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End
61
Bab 61 Special Bab part 1
62
Bab 62 Special Bab Part 2
63
Bab 63 Special Bab part 3
64
Bab 64 Special Bab part 4 End
65
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!