Darren yang mendapatkan kabar bahwa Anyelir dilarikan ke rumah sakit langsung meninggalkan ruangan meeting saat itu juga.
Dia bahkan tidak memperdulikan lagi bagaimana tatapan para karyawan yang menatap aneh padanya saat ini.
Entah mengapa dia merasa bahwa perasaan yang tidak enak sejak pagi tadi terjadi.
Anyelir yang dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan tak sadarkan diri setelah menjadi korban tabrak lagi membuat perasaan Darren seperti dihantam batu besar yang membuatnya sulit untuk bernafas.
Sorot matanya menatap tajam ke depan. Kedua tangannya terkepal erat karena dia merasa marah saat Anyelir yang terus saja meminta padanya untuk pergi ke tempat kerjanya.
Jika saja Anyelir tetap di rumah ini semua tidak akan terjadi bukan ?
" Kenapa kau keras kepala sekali Anyelir ? Seharusnya kau diam di rumah dan menunggu ku pulang. Andai saja kau meminta padaku untuk memberikan hadiah untuk teman mu itu aku akan memberikannya. Dan lihat sekarang. Kau menjadi korban karena keegoisan mu sendiri. " Tangannya masih terkepal dengan erat.
Bahkan saat dia sudah sampai di rumah sakit Anak buahnya sudah menunggunya di sana dan siap memberikan kabar untuk Tuan mereka.
Bugh…
" Apa yang kalian lakukan bodoh hingga ini bisa terjadi, bodoh ?" Darren langsung memukul anak buahnya dan mengumpat mereka dengan kasar saat dia sampai di ruangan tempat Anyelir menjalani operasi saat ini.
" Maaf Tuan, Tapi tadi Nyonya Anyelir tengah menyelamatkan kucing miliknya. Kami juga tidak tahu bahwa ada mobil yang mengincar Nyonya Anyelir. Dan sekarang kami sudah menangkap pelakunya. "
Saat Darren kembali ingin menghajar anak buahnya, Pintu ruangan operasi terbuka dan terlihat beberapa perawat yang tengah berlarian ke luar dari ruangan itu.
Melihat itu semua membuat Darren merasakan sesuatu yang tidak beres di sini.
" Sebenarnya ada apa ini ? Apa yang terjadi pada istri ku ?" Tanya Darren yang menghentikan salah satu perawat yang hendak melewatinya.
" Istri anda banyak kehilangan darah Tuan. Kondisinya sedang kritis saat ini. Apalagi pendarahan yang dialami istri anda membuat kandungannya tidak bisa diselamatkan. "
Jeder …
Tubuh Darren berdiri kaku bagai tersambar petir di siang hari saat mendengar bahwa kondisi Anyelir kritis.
Bukan hanya itu saja, yang membuat Darren tidak bisa berbuat apa pun lagi saat dia mendengar bahwa Anyelir keguguran dan anaknya tidak bisa diselamatkan.
" Permisi Tuan. "
Brugh…
Tubuh Darren terjatuh di lantai. Dia seperti diserang dari berbagai arah. Saat dia mulai luluh dengan Anyelir dan berharap kehidupan rumah tangga mereka semakin membaik berita buruk ini menghampirinya.
Bahkan anak yang belum diketahui sama sekali sudah pergi meninggalkannya karena kecelakaan ini.
" Tuan…" panggil anak buahnya saat melihat Darren yang terlihat tidak berdaya seperti itu.
Darren merasa dunia nya menggelap, sejak kapan?
Sejak kapan benih yang ia semai berbuah dalam rahim istri nya, kenapa dia tidak tahu?.
Apa istrinya itu juga tidak mengetahui kalau saat ini ada nyawa lain yang bersemayam dalam tubuh nya.
Bayangan buruk berseliweran di benak nya, dia sudah kehilangan anak kandung nya, dan harapan satu-satunya hanya kesembuhan Anyiler.
Apa pun akan dia lakukan asal wanita nya itu bisa tetap bersama dia, Darren bersumpah dalam hatinya akan bersikap baik pada Anyiler, hatinya terasa begitu sakit membayangkan apa yang di rasakan oleh Anyiler saat ini.
"Jangan sampai Tuan besar dan nyonya besar tahu kejadian ini, kalau sampai itu terjadi maka aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawa kalian semua" ancam Darren yang masih terduduk di lantai.
"Apa keluarga pasien ada di sini?" tanya dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.
"Saya suami nya dok" jawab Darren untuk pertama kali nya mengakui bahwa dia adalah suami Anyiler.
Darren bangkit lalu menghampiri dokter yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
"Maaf sebelumnya Tuan, kondisi istri anda sangat parah, apa lagi bagian kepala terus saja mengeluarkan darah"
"Tolong tanda tangani surat-surat nya agar kami bisa segera melakukan tindakan operasi nya"
"Baik dok, lakukan apapun supaya istri saya bisa selamat, anda tidak perlu khawatir masalah biayanya"
"Baik Tuan, kamu akan berusaha semaksimal mungkin"
"Permisi"
Dokter yang menangani Anyiler kembali masuk ke dalam ruang operasi, sementara Darren dia bergegas menuju resepsionis untuk melakukan administrasi nya.
Dia melakukan nya sendiri, karena Dito asisten nya harus menggantikan dirinya memimpin jalan nya rapat yang ia tinggalkan begitu saja.
Di sini lah Darren berada saat ini, di depan ruang operasi yang masih terlihat lampu berwarna merah di sana, menandakan operasi masih berlangsung sejak tadi.
Putaran jarum jam terus berjalan, setia menemani Darren yang terus saja menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Anyiler, ingin sekali rasa nya dia meluapkan kemarahannya pada orang yang mencelakakan istrinya, tapi sisi lain hatinya menginginkan untuk tetap di sana.
Tuhan, ini pertama kali nya aku meminta sesuatu pada mu, tolong...tolong selamatkan istri ku, aku tidak sanggup melihat nya seperti ini. doa Darren begitu tulus, bahkan setitik air mata membasahi ujung matanya.
Tet
Tet.
Lampu ruang operasi berganti hijau bersamaan dengan dokter dan juga perawat yang keluar dari sana.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Darren pada salah satu dokter yang menangani Anyiler.
"Operasi berjalan lancar Tuan, butuh waktu untuk nyonya sadar kembali"
"Apa itu artinya istri ku sedang koma Dok?"
"Iya Tuan"
"Berapa---"
Pertanyaan Darren tertahan di tenggorokan saat melihat istrinya keluar dari ruang operasi, wajah pucat istri nya membuat hati Darren terkoyakkan, wanita yang selama ini begitu sabar menerima perlakuan buruk dari nya kini terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit.
Langkah kaki Darren mengikuti kemana istrinya di bawa oleh tenaga medis tersebut, hingga dia terpaksa berhenti saat salah satu dari perawat itu menghentikan nya saat Anyiler di bawah masuk ke dalam ruang ICU.
"Maaf Tuan, anda tidak di izinkan masuk"
"Tapi aku ingin melihat istri ku"
"Maaf Tuan, kondisi istri anda masih belum stabil, dia masih harus berada dalam pengawasan dokter"
"Kami harap kerjasama nya". ucap tenaga medis tersebut sebelum pintu ruang tertutup kembali.
Di balik kaca, Darren bisa melihat tubuh istrinya yang penuh dengan yang penuh dengan alat bantu, hati nya yang dulu sekuat baja ini luluh melihat penderitaan istrinya, seribu penyesalan bergelayut di hati Darren.
Hatinya menangis dalam diam nya, andai saja dia bisa menggantikan posisi Anyiler saat ini, pasti dengan suka rela dia melakukan nya.
"Cepatlah sembuh catty, aku janji akan mencintai mu dengan segenap hati ku, aku akan menyerahkan hati dan cinta ku untuk mu"
Darren kini berada di titik terendah hidupnya, dulu saya Yashinta mengkhianati nya dia tidak merasakan sakit seperti yang di rasakannya saat melihat Anyiler tergolek lemah tak berdaya, dia menyalakan diri yang tidak bisa memberikan keamanan untuk istrinya.
Di tengah kekalutan nya dia mencoba meraba siapa yang berani mengusik ketenangan hidup nya.
"Darren....!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
senja di ufuk barat
kalo udah gini aja nyesel🙄🙄🙄🙄 dasar lakik
2023-06-23
0