Jamuan makan malam

Anyiler yang saat ini sedang berada di tempat usaha nya pun dengan semangat menjalani hari nya, tadi pagi suami nya itu mengizinkannya untuk pergi ke tempat usaha miliknya, sudah satu bulan lamanya Anyiler sama sekali tidak pernah datang ke sana sejak pernikahan yang dijalaninya.

Dia menikmati hari nya dengan tawa bahagia bersama para pegawai nya, seperti saat ini Anyiler sedang menikmati makanan yang di oleh nya sendiri.

"Ini sangat enak sekali Anya!" Puji salah satu pegawai nya dengan mulut yang penuh dengan makanan, dia tidak pernah meminta para pegawainya memanggil dengan sebutan nyonya ataupun yang lain nya, dia lebih senang dipanggil nama agar tidak tercipta kecanggungan di antara mereka.

"Kamu ini kebiasaan Della, telan dulu baru bicara!" Sungut Sarah teman kerja nya.

"Biarkan saja, ini sangat enak sekali"

Anyiler hanya bisa tersenyum saat mendengar perdebatan kedua pegawai nya yang sudah dianggapnya sebagai bagian dari keluarga nya.

"Makanlah, makan yang banyak kalau enak nanti akan ku buatkan lagi" ucap Anyiler sambil memasukan potongan wortel ke dalam mulut nya, dia menyudahi makannya, lalu membawa piring kotor itu dns mencuci nya.

Sedangkan kedua pegawai nya itu masih sibuk dengan kegiatan mengisi bahan bakar nya masing-masing, dia pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena waktu makan siang telah tiba.

Setelah selesai membuat kue, Anyelir dihampiri seorang pelayan yang memberitahukan padanya bahwa dia membawa kabar dari Tuan Dito asisten Tuan Darren bahwa Anyelir harus bersiap karena sopir sudah menunggunya di depan.

"Sebenarnya mereka ingin membawaku?" Tanya Anyelir pada pelayan yang memberitahunya tentang semua ini.

"Kami tidak tahu Nyonya, tapi yang pasti Tuan Dito menyampaikan pesan ini dari Tuan Darren langsung. Jadi maaf jika kami tidak tahu kemana mereka akan membawa Nona. " Anyelir hanya bisa menghela nafasnya berat.

Dia kembali bersiap jika Darren kembali menyiksanya nanti. Entah apa lagi yang akan dilakukan pria itu padanya, Tapi yang pasti Anyelir harus siap untuk menerima semua itu.

Ibarat kata, Anyelir harus selalu sedia payung sebelum hujan.

Dia pun ikut bersama Sopir yang telah menunggunya di luar ternyata dia dibawa ke salon.

Selama berada di salon, Anyelir hanya bisa menurut dengan apa yang mereka lakukan. Seluruh tubuhnya benar-benar di manjakan sekali hari ini.

Apalagi saat dia dipakaikan gaun indah. Disini Anyelir mengerti bahwa dia akan menghadiri sebuah pesta bersama suaminya karena dia memakai gaun malam yang indah dengan belahan paha yang sangat tinggi.

Walau tidak terlalu nyaman saat memakainya Anyelir harus membiasakan diri karena tidak ingin mendapatkan amukan lagi dari pria itu.

Dia kembali di bawa ke dalam mobil dan betapa kagetnya dia saat melihat ternyata suaminya sudah berada disana dengan pakaian yang sudah berbeda dengan yang dikenakannya pagi tadi.

" Tuan…"

" Jalan ! " Anyelir tidak berani mengatakan apapun lagi saat melihat raut wajah Darren yang tidak bersahabat dengannya seperti ini.

Maka dari itu diam lebih baik menurut Anyelir.

" Mulailah berakting bahwa kau adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini karena telah menjadi istri ku. Jika kau melakukan kesalahan, Aku tidak akan mengampunimu!"

"Baik Tuan" patuh Anyiler yang tak ingin membuat suasana hati suami nya memburuk.

"Jangan memanggilku dengan sebutan Tuan kalau ada orang lain, kau harus memanggilku dengan sebutan Suamiku!" Perintah Darren yang tanpa ekspresi bahkan dia juga tidak menatap Anyiler mengatakan itu.

Suasana hening di dalam kabin mobil yang ditumpangi oleh pasangan suami istri sampai mereka tiba di rumah besar dengan gaya modern, mobil masuk setelah pintu gerbang di buka oleh satpam yang berjaga, kedua satpam yang berjaga membungkuk hormat saat mobil tuan muda nya masuk ke dalam.

Kedua nya turun dari mobil dengan Darren yang membuka kan pintu untuk istrinya Anyiler juga menjalankan peran nya sebagai istri yang baik dengan mengandeng lengan suami nya, mereka masuk kedalam di sambut oleh para pelayan yang berbaris di depan pintu.

"Selamat datang kembali Tuan muda dan selamat datang di rumah rumah besar nyonya muda Darren" ucap semua pelayan yang ada di sana.

Darren tanpa menjawab melewati mereka begitu saja, sementara Valerie dia hanya menampilkan senyum manis nya saat Darren menekan tangan nya, dia tidak di izinkan untuk sekedar menjawab sapaan dari para pelayan itu.

"Kalian sudah datang" sapa pria paruh baya yang baru saja turun dari lantai atas menggandeng istri.

"Heem"

"Kamu itu, kenapa tidak pernah pulang apa kamu sudah tidak menganggap ku sebagai mama mu lagi haah"

"Aku sibuk"

"Sudah lah, aku tidak ingin berdebat dengan mu, ayo sayang kita ke dapur, kita tinggalkan manusia es itu" ucap mama Darren yang langsung menggandeng Anyiler ke dapur.

Anyiler tetap diam di samping suami nya, dia tidak ingin melakukan kesalahan yang bisa membuat suaminya itu marah, Mama Darren menatap bergantian antara menantu dan juga anak nya.

"Ayo sayang, jangan takut mama tidak akan menggigit mu, hei kau anak bandel aku pinjam istri mu"

"Pergilah" izin Darren saat Anyiker menatap kearahnya.

"Terima kasih suamiku" kata Anyiler dengan senyum yang tidak pernah Darren lihat sebelumnya.

Deg.

Darren kembali merasa getaran tak biasa saat melihat senyum Anyiler untuk nya, sampai kedua wanita itu pun berjalan  menuju dapur untuk menyiapkan makan malamnya.

Mama Darren sangat bahagia saat anak dan menantunya itu berkunjung dia selalu merasa kesepian karena hanya tinggal berdua saja dengan suami, kedua anak nya memilih tinggal di rumah mereka hasil dari kerja keras mereka.

Sementara Darren dan papa nya mereka duduk di sofa yang ada di sana, tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara ayah dan anak yang sama-sama larut dalam pikiran mereka masing-masing, sampai suara wanita yang paling berharga dalam hidup mereka memanggil mereka untuk makan malam.

"Wah, kenapa semua masakan nya masakan kesukaan anak mu itu ma, kamu bahkan tidak memasak masakan kesukaan ku" protes papa Darren saat duduk di kursi nya.

"Hari ini anak ku pulang, jadi aku masak kesukaan nya" jawab mama nya Darren tanpa mempedulikan ucapan suami nya.

"Lalu aku makan apa?"

"Jangan banyak protes pa, tiap hari aku sudah untuk mu, jadi makan saja yang ada!" Geram mama Darren yang menatap sebal pada suami nya.

"Makan lah sayang jangan hiraukan pria tua yang manja itu"

Ini"Ayo Anya ambilkan salmon lemon roll itu untuk suami mu, dia sangat menyukai itu"

Dengan penuh hati-hati Anyiler melakukan akting nya dengan sebaik mungkin, mereka pun makan dengan tenang sampai kedua orang itu saling terbatuk saat mama Darren menanyakan sesuatu yang membuat kedua nya saling berpandangan.

ikuti terus cerita nya yaaaaa......

ada give away yang menanti bagi pembaca setia nanti di 100 eps ehhhmmmm......😍😍😍😍😍

Terpopuler

Comments

Metta Mo

Metta Mo

jangan banyak protes, om.. kalo nggak di buatin masakan kesukaan, masak mi instan kan bisa..

2023-06-30

0

Chiisan kasih

Chiisan kasih

senyumin aja tuh misuamu anyelir, biar klepek klepek, biar gak kaku trus kayak patung pancoran hahahha

2023-06-26

0

Chiisan kasih

Chiisan kasih

racun saja dia ,anyelir, greget gue jadinya

2023-06-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!