Anyiler turun lebih dulu dari Dareen yang masih membicarakan sesuatu dengan Dito asisten nya, mengenai kelanjutan dari kerja sama dengan perusahaan milik tuan Mark. Malam ini juga Dareen meminta Dito untuk menarik seluruh saham milik nya, tidak ada lagi yang bisa merubah keputusan nya untuk tetap melanjutkan kerja sama yang masih dalam hitungan bulan itu.
Dito yang sudah mendapatkan kabar dari bawahan, tanpa bertanya apapun langsung mengiyakan permintaan Dareen.
Tanpa menyelesaikan pembicaraan nya, Dareen menutup panggilan saat indera penciumannya mencium wangi masakan yang membuat langkah kaki nya berjalan menuju ke tempat yang selama ini jarang dia masuki, bukan jarang bahkan laki-laki tidak pernah sama sekali menginjak kakinya di tempat yang biasa di gunakan untuk mengolah makan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Dareen pada Anyiler yang tampak serius dengan penggorengan di depan nya.
"Kita belum sempat makan malam Tuan, jadi saya buatkan nasi goreng dengan telor mata sapi" jawab Anyiler tanpa mengalihkan perhatian pada telur yang telah di gorengnya.
"Apa gunanya pelayan kalau kau masih memasak sendiri?"
"Saya lebih suka memasak sendiri Tuan"
"Terserah!" ucap nya yang keluar dari dapur meninggalkan Anyiler di sana.
Anyiler menyusul suaminya yang tengah sibuk dengan laptop di meja makan, apa mungkin suaminya itu menunggu nya, atau apa.
Entahlah, Anyiler tidak tahu juga tidak mau tahu dengan semua itu, yang dia tahu saat ini adalah mengisi perutnya yang lapar, begitu juga dengan suaminya.
"Makanan sudah siap Tuan"
"Heem"
Anyiler menghembuskan nafas saat Dareen tak kunjung menyentuh makanan, suami nya itu terlalu serius dengan pekerjaan, menghiraukan suara perutnya yang meminta untuk di isi.
"Buka mulut anda Tuan"
Anyiler yang sejak tadi menunggu akhirnya memberanikan diri untuk menyuapi suami, meski dia mendapatkan tatapan menyeramkan dari Dareen.
"Buka mulut anda, saya akan menyuapi anda"
Dengan terpaksa Dareen pun membuka mulutnya dan menerima suapan nasi goreng yang terasa sangat pas di lidahnya, bahkan sampai nasi di piring nya habis tak tersisa sedikit pun.
Darren yang tidak menyadari itu pun menoleh ke arah Anyiler saat istrinya itu menyodorkan segelas air putih di depan nya.
"Minum dulu Tuan"
"Tidak"
"Tapi tuan"
" Apa kau tuli hah!" bentak Darren membuat Anyiler terjingkat kaget, wanita malang itu menundukkan kepalanya saat kembali mendapatkan bentak dari suaminya.
"Cepat makan dan kembali ke kamar, kalau tidak aku akan menghukum di sini"
Tanpa membuang waktu Anyiler melakukan apa yang di perintahkan oleh Dareen, dia tahu dan yakin apa hukuman yang akan di berikan oleh Dareen, pria yang menjadi suaminya itu tidak segan-segan melakukan apa yang di ucapkan, dan Anyiler masih sangat waras jika sampai Dareen melakukan itu di sini.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
" Hey, Ada apa ini ? Kenapa kalian datang lagi ?" Anyelir tidak percaya dengan apa yang dihadapinya saat ini.
Saat dia tengah menikmati hari ya di dalam kamar menunggu kepulangan suaminya sore ini, Anyelir malah kedatangan beberapa orang salon yang pernah membantunya saat acara makan malam waktu itu.
" Kami ditugaskan Tuan Darren untuk membuat anda terlihat cantik. Karena Tuan berpesan bahwa dia tidak ingin ada sehelai bulu pun di tubuh anda Nyonyam Tuan ingin anda benar-benar bersih dan wangi malam ini. "
" Iya tapi untuk apa ? Aku sudah mandi tadi. Bahkan rambut ku saja belum kering. " Ucap Anyelir karena memang dia baru saja mandi.
" Waktu kita tidak banyak Nyonya. Tuan akan pulang jam 8 dan waktu kami kurang dari 3 jam dari sekarang. Jadi ayo mulai bersiap. " Akhirnya Anyelir terpaksa pasrah dengan apa yang dilakukan mereka terhadapnya.
Dia membiarkan mereka semua melakukan apapun pada tubuhnya karena mungkin ini memang tugas mereka yang diperintahkan langsung oleh suaminya .
Anyelir melakukan perawatan total dari ujung rambut hingga ke ujung kuku.
Bahkan dia merasa kulitnya semakin halus dan lembut setelah mendapatkan perawatan dari mereka semua.
" Eh, Apa itu ?" Tanya anyelir saat melihat gaun yang sangat seksi di bawa oleh salah satu pekerja salon tadi.
Bukan anyelir tidak tau apa itu. Tapi kenapa dia harus memakainya ?
" Ini lingerie Nyonya. "
" Aku tau, Tapi untuk apa itu ?"
" Tuan hanya berpesan pada kamu untuk membawakan anda gaun seksi untuk malam ini.
karena tuan ingin menghabiskan malam dengan anda Nyonya. " Anyelir hanya bisa menghembuskan nafasnya saja.
Dia pun terpaksa memakai gaun seksi itu dan jubahnya yang berwarna hitam.
Terlihat sangat pas sekali saat anyelir mengenakannya.
bahkan dia juga mendapatkan pujian dari para pekerja salon tadi saat mereka semua berhasil membuat Anyelir terlihat sangat sempurna dan kuat biasa malam ini.
" Waktunya sudah selesai Nyonya. kami permisi. " Mereka semua meninggalkan anyelir di tempat tidurnya karena pekerjaan mereka sudah selesai semua.
Tepat saat para pekerja salon itu membuka pintu kamarnya, Anyelir bisa melihat bahwa suaminya baru saja pulang.
Mereka memberikan jalan untuk Darren masuk ke dalam kamar dan segera meninggalkan sepasang suami istri itu.
Anyelir yang merasa Darren menatapnya dari jauh hanya bisa menundukkan kepalanya saja karena dia tidak berani menatap Darren.
Tapi dia yakin, Bahwa malam ini dia harus menyiapkan dirinya untuk Darren. Karena pasti Darren menginginkan sesuatu darinya. jika tidak, Mana mungkin mereka melakukan itu semua padanya.
Wanita berambut hitam nan panjang itu menahan nafasnya saat Dareen mendekati dengan tatapan bagai seekor singa yang mendapatkan makanan nya, dia sudah seperti seseorang yang menjajakan diri saat mengenakan pakaian dinas malam seperti itu.
Dia menggelengkan saat menyadari bahwa pria yang ada di depan nya itu adalah suaminya, separuh jiwanya yang entah kapan bisa melihat ke arah nya.
Anyiler berjalan mundur saat Dareen mendekati, dasi yang tadi pagi ia pasang di leher pria itu kini sudah berada di atas lantai, begitu pula dengan jas hitam yang membungkus tubuh kekarnya.
Tangan Anyiler menutupi bagian yang menonjol di bagian depan nya saat Dareen menatap intens ke arah benda itu, merasa kesenangan terganggu dengan sekali sentakan Dareen berhasil meraih tangan Anyiler yang menutupi benda favorit nya.
"Aahhh, Tuaannn"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
nah kn bner, dia ketagihan🤭🥵
2023-07-01
1