" Aaahhhkkk…." Kalisha berteriak dengan kencang melihat berita di tv bahwa Anyelir hidup dengan begitu bahagia bersama suaminya.
Bukan ini yang diinginkan Kalisha, Bukan ini yang diinginkannya.
" Apa-apaan ini Kalisha ? Kenapa kau berteriak seperti itu ?" Tanya Melisa ibunya Kalisha.
Dia langsung keluar dari kamarnya saat mendengar suara Kalisha yang berteriak seperti itu.
" Lihat Ibu ! Lihat itu. Anyelir berubah menjadi wanita kaya saat bersama pria itu. Ini semua salah Ibu. Jika saja ibu mencari tau siapa yang akan dinikahi Anyelir ini tidak akan terjadi. Seharusnya aku yang berada di sana. Seharusnya aku yang menandai istri Tuan Darren. Seharusnya aku yang mereka hormati seperti itu. " Kedua bola mata Ibunya menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Kalisha.
Berani sekali anaknya ini mengatakan semua ini salahnya ? Bukankah Kalisha yang langsung menolak semua itu saat seorang pria datang menghampiri rumah mereka untuk mencari pengantin.
" Kenapa kau menyalahkan ibu ? Bukankah waktu itu kau yang langsung menolak semua ini? Lalu kenapa kau malah menyalahkan ibu ?"
" Pokoknya aku tidak terima dengan semua ini. Anyelir tidak boleh bahagia. Aku tidak akan membiarkan Anyelir hidup dengan bahagia. Tidak akan dan ini semua salah ibu."
Kalisha langsung meninggalkan Ibunya karena dia merasa kesal dengan semua ini.
Kenapa Anyelir bisa hidup dengan bahagia sementara dirinya tidak.
" Tidak ! Anyelir tidak boleh bahagia. Dia harus menderita dan aku harus melakukan sesuatu untuk membuat Anyelir menderita. " Kalisha bertekad bahwa dia akan membuat Anyelir menderita. Dia akan membuat Anyelir merasakan penderitaan karena dia tidak boleh bahagia.
Dia pergi dari rumah menemui seseorang yang pernah dia temui sebelumnya, mereka telah merencanakan sesuatu yang sudah mereka pikirkan sejak lama.
"Aku tidak akan membiarkan mu menemukan kebahagiaan mu Anyiler!" dendam Kalisha.
Entah kesalahan apa yang di lakukan Anyiler pada nya sampai dia tidak ingin melihat adik tirinya itu bahagia, belum cukupkah selama ini dia merebut semua yang Anyiler miliki, mulai dari barang pribadinya, perhatian ayah nya sampai juga kekasih Anyiler juga dia rebut dari tangan nya.
Dan kini Anyiler masih harus hidup dengan suami yang tidak pernah mencintai nya, itu juga semua karena ulah dia dan ibu nya yang membuat hidup Anyiler serasa berada di dalam neraka dunia.
Kalisha tidak tahu saja kalau apa yang di tunjukkan Anyiler di hadapan semua orang berbanding terbaik dengan apa yang dia rasakan setiap hari nya, andai saja orang lain tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangga tentu gelar yang dia sandang saat ini sebagai wanita paling beruntung karena bersuamikan seorang penguasa kota akan berganti sebagai wanita paling malang yang pernah mereka temui.
Bayangkan saja, Anyiler sama sekali tidak pernah di lakukan seperti para istri pada umum nya, yang mendapatkan perhatian serta kasih sayang dan kelembutan dari suaminya, nyatanya Darren hanya akan bersikap baik dan lembut saat mereka bertempur di atas ranjang, setelah Darren akan terlelap tanpa menghiraukan Anyiler.
Seperti saat ini, saat mereka telah sampai di rumah, tanpa aba-aba Darren langsung menelanjangi Anyiler, membuat wanita itu sekali lagi harus menyiapkan dirinya untuk melayani suaminya itu sepenuh hati, dia tidak bisa menolak setiap apa yang di inginkan oleh Darren.
Kini yang menempel di tubuh Anyiler hanya kain yang menutupi bukit barisan dan segitiga Bermuda saja, gaun yang dia kenakan tadi entah sudah tak berbentuk lagi.
Bagaimana tidak, gaun panjang itu di robek begitu oleh Darren yang tidak lagi bisa menahan diri untuk menambah jumlah maha karya nya di bagian bukit barisan yang sudah penuh dengan ruam merah keunguan, sejak tadi Darren menahan dirinya yang sudah tidak tahan untuk mengunjungi sawah sempit nya.
Jadi lah saat ini mereka berada di salah satu hotel milik Darren yang berhadapan dengan balai pertemuan tadi, tatapan lapar Darren membuat Anyiler menutupi bukit barisan dengan satu tangan nya sementara satu tangan nya menutupi gerbang sawahnya yang sejak tadi menjadi pusat perhatian Darren.
Anyiler meneguk ludah nya saat melihat Darren melempar jas dan juga dasi nya serampangan, mata nya terpejam saat dada bidang dengan perut kotak itu terpampang jelas di mata nya, belum lagi saat telinga menangkap suara ikat pinggang yang terlepas dari tempat nya juga resleting yang di turunkan, matanya terpejam saat Darren mendekati nya hanya mengenakan triangle besarnya.
Melihat tingkah Anyiler seperti itu entah kenapa terlihat sangat lucu di hadapan Darren yang kini tersenyum simpul tanpa di ketahui oleh Anyiler.
Dengan sekali tarikan yang di lakukan Darren, membuat tubuh dua orang berbeda jenis itu menempel satu sama lain, menghantar sinyal ke otak yang menuntut lebih dari sekedar pelukan, Anyiler seperti tersengat aliran listrik yang menggetarkan seluruh nadi, saat belaian tangan Darren bermain di bagian belakang tubuhnya yang perlahan naik membuka pembungkus kue mochi favoritnya.
Di sentuhnya perlahan dengan pijatan lembut membuat si empunya raga menggeliat bagai cacing yang berada di tengah terik nya matahari, sekuat tenaga dia menahan suaranya untuk tidak mendesah saat suami itu menyesap tulang selangka nya, bersamaan dengan kedua tangannya yang memainkan kue mochi milik nya.
Lidah tanpa tulang itu perlahan turun dari tempat nya menuju puncak mochi yang sudah tegak menantang Darren yang lagi dan lagi terpesona dengan keindahan nya.
"Aaahhh, tuaaannn"
"Ssshhhttt...."
Desis Anyiler yang sudah tidak lagi bisa menahan suaranya, pertahanan gugur saat Darren menyesap mochi nya secara bergantian, suara kicauan Anyiler memenuhi kamar hotel yang lama tidak terdengar suara apapun, membangkitkan gairah Darren yang tidak lagi bisa menahan diri nya yang ingin segera menyembunyikan Laras panjang itu pada tempat nya.
"Aaahhh....tuan!" pekik Anyiler saat Darren menggendong nya apa bridal seperti yang dulu sering dia saksikan saat menonton film India.
Ternyata seperti ini rasanya di gendong seperti orang-orang India itu. batin Anyiler menatap lembut ke arah Darren.
Sementara Darren dia tidak menyadari tatapan istrinya, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah mencapai puncak kejayaannya bersama Anyiler, di baringkan tubuh Anyiler perlahan di atas ranjang, dia menatap penuh tajam ke arah sawah yang masih tertutup oleh segitiga Bermuda.
Anyiler yang sadar di perhatikan seperti itu merapatkan kedua kakinya,dia teramat malu pada Darren yang ingin menerkam nya hidup-hidup.
Sebelah alis Darren terangkat saat melihat sesuatu yang tak biasa di kain yang menutupi sawahnya, dia yang tak ingin di buat penasaran pun menaiki ranjang dan membuka penutup sawah nya.
"Ah, sial!" kesal nya sambil memukul ranjang tetap di sebelah Anyiler.
"Aku tidak mau tahu, kau harus menidurkan nya"
Nah loh.....
Kenapa bang Darren
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
senja di ufuk barat
ada yang gagal nie🤣🤣🤣🤣 bayangin wajah kesal nya dareeen kok pengen ngakak ya
2023-06-21
0