Malam harinya setelah kejadian di mana Darren menghempaskan Yasinta begitu saja ke lantai, dia meminta anyelir untuk memijat punggungnya.
Sementara anyelir dia melihat punggung kekar itu dihiasi dengan beberapa tato membuatnya merasa panas dingin.
Minta pikiran kotor apa yang dibayangkan anyelir saat melihat punggung itu. Bahkan tangannya pun bergetar saat hendak menyentuh punggung kekar milik suaminya.
" Aku menyuruhmu untuk memijat ku. Bukan mengelus punggungku !"
" Lalu saya harus bagaimana Tuan ?"
" Gunakan tanganmu dengan baik. Dan pijat punggungku dengan keras. Kau bisa dengan lincah menggunakan tanganmu saat di dapur tapi tidak bisa menggunakan tangan dengan saat aku membutuhkanmu. Lalu Apa gunanya kau disini ? "Kembali lagi Anda biar mendapatkan kata-kata pedas yang kasar dari suaminya.
Entah sampai kapan penderitaan ini akan bersarang pada anyelir. Tapi yang pasti dia berdoa pada Tuhan agar terus memberinya kesabaran dan tambahan untuk menjalani ini semua.
Setidaknya hanya itulah yang bisa dilakukannya saat ini. Berharap Darren bisa bersikap baik.
Tidak harus mencintainya tapi saya tidak hanya bisa lebih baik saja padanya itu sudah cukup bagi Anyelir.
" Apa aku juga harus memijat kepala Tuan ?" Tanya anyelir pada modern yang terlihat menikmati pijatan dari tangannya.
" Lakukan itu untukku. " Darren pun memilih duduk berhadapan dengan anyelir saat ini.
Melihat dada bidang yang terpampang nyata ada di depannya membuat Anyelir semakin tidak karuan dibuatnya.
Apalagi anyelir dapat melihat lengan berotot itu yang juga dihiasi dengan tato.
Sungguh ini pemandangan yang membuat mata dan hatinya panas. Apalagi saat melihat wajah tampan Darren dari jarak sedekat ini.
Sungguh Anyelir merasa jantungnya berdetak dengan kencang.
" Setidaknya kau lebih berguna bagiku. Dan tidak sia-sia aku memberimu uang selama ini. " Entah sudah berapa kali Darren menyakiti hati Anyelir, Tapi wanita itu tidak pernah mengeluh sedikit pun.
Yang lebih membuatnya heran adalah, Darren begitu kasar dengan Anyelir tapi kenapa tidak pernah sekalipun melihat wanita itu menangis karena perbuatannya.
" Apa Anda membutuhkan sesuatu lagi tuan ?"
" Tidak, pergilah ! Bawakan aku segelas minuman hangat. " Anyelir pun pergi meninggalkan Darren untuk mengambilkan apa yang diperintahkan suaminya tadi.
Beruntung dia membuat beberapa cookies kemarin dan menyimpannya. Itu bisa menemani malam hari suaminya untuk lembur bekerja.
Setelah dengan kegiatan yang dilakukan kembali membawa cookies tersebut untuk suaminya.
Dapat Anyelir lihat bahwa Darren terlihat begitu fokus dengan pekerjaannya. Dan kacamata yang bertengger di hidung mancung pria itu semakin menambah kadar ketampanan seorang Darren Ancelotti.
Entah harus berapa lama dari menahan perasaannya ini, tapi yang pasti dia hanya bisa terus meyakinkan dirinya bahwa tidak ada yang sia-sia jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh.
Dan anyelir melakukan ini karena sebagai baktinya terhadap sang suami.
Dia berusaha sebaik mungkin untuk menjadi istri yang baik dan taat pada suami nya, Anyiler berusaha memantaskan dirinya bersanding dengan laki-laki seperti Dareen yang menjadi idaman banyak wanita di luar sana.
Anyiler merebahkan tubuhnya saat dia sudah menyelesaikan perawatan wajah nya, dia melirik kearah suami nya yang tengah serius dengan pekerjaan nya, ingin dia membantu pekerjaan suami nya, namun dia juga tidak ingin kembali mendengar makian dari suaminya.
Berulang kali dia mencoba memejamkan matanya namun rasa kantuknya itu seakan menguap begitu saja, padahal tadi saat dia memijat suami nya, rasa kantuk itu menyerang nya.
"Cepat tidur, jangan membuat ku marah karena kau mengganggu konsentrasi kerjaku"
Braak.
Braaak
Suara mouse komputer dan juga pintu yang di banting oleh Dareen membuat Anyiler terduduk dari tidur nya, dia menatap ke arah pintu yang tertutup akibat bantingan suaminya, helaan nafas Anyiler mengisi kekosongan ruang besar tersebut.
Dengan segera Anyiler membersihkan kepingan mouse yang berhamburan di lantai, air mata nya tidak menetes juga tidak ada kemarahan dalam diri Anyiler, dia menguatkan hati nya sekeras karang yang tidak akan terkikis meski di hantam ombak setiap detiknya.
Anyiler sadar betul bahwa dia tidak akan bisa lepas begitu saja dari Dareen, meski dia pergi dari sini, sebisa mungkin dia menumbuhkan rasa cinta di hati Dareen dengan apa yang bisa dia lakukan, terlihat mustahil namun tidak akan yang tidak mungkin jika semesta yang berkehendak.
Sementara Dareen dia duduk di pantry yang tak jauh dari kamar nya, hati nya kesal pada istri nya yang dia sendiri tidak tahu apa kesalahan dari istri nya, namun yang pasti dia tidak suka melihat wanita yang dia nikahi sebagai penebus hutang itu terlihat begitu cantik.
Dia kesal dan juga marah melihat wanita itu begitu cantik dan mampu menggetarkan hatinya yang selama ini membeku.v
Dia tidak ingin lagi mengenal apa itu cinta, kalau pada akhirnya dia hanya akan merasakan sakitnya pengkhianatan, sama seperti apa yang di lakukan oleh Yasinta mantan tunangan dulu yang ketahuan berselingkuh dengan seseorang yang ternyata adalah papa gula nya.
Malam semakin larut, Dareen masuk kedalam kamar yang ternyata hanya di terangi oleh lampu tidur di atas nakas, dia berjalan menuju tempat tidur yang terlihat rapi tanpa ada gundukan di samping tempat tidurnya.
Rasa panik menghantui pikiran nya saat lampu utama dinyalakan dan ternyata benar bahwa Anyiler tidak ada di sana, Dareen kembali keluar dari kamar nya, dia berlari menuju dapur yang selama ini menjadi tempat istrinya menghabiskan banyak waktu di sana.
Dareen mempercepat langkah kaki nya saat melihat lampu dapur menyala terang, dia ingin segera memastikan bahwa Anyiler ada di sana.
"Tuan Darren?"
"Apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Bi Ana yang ternyata tengah mengambil minuman.
"Tidak" jawab Dareen.
Rasa gengsi yang tingginya terlalu tinggi hanya untuk menanyakan dimana keberadaan istrinya, dia tidak ingin orang melihat nya menaruh perhatian pada Anyiler yang tak lain adalah istri nya sendiri.
Dareen pergi dari dapur, di iringi tatapan tidak biasa oleh BI ana yang sudah mengenal lama Tuan muda nya itu, namun Bi ana juga tidak ingin ikut campur urusan yang bukan urusannya, dia memilih kembali ke kamar nya.
Disini lah saat ini Dareen berada, di depan komputer yang menampilkan rekaman cctv di depan pintu kamarnya, di putar nya berulang kali namun dia sama sekali tidak menemukan rekaman di mana istrinya itu keluar dari sana.
Pikiran buruk membayangi kepala Dareen, dia segera kembali ke kamar memastikan bahwa apa yang ada di pikiran itu sama sekali tidak benar.
"Bu, Anya rindu Bu, Anya ingin ikut ibuuu...."
Jangan lupa like jempolnya yaaaa 🍃🍃🍃🍃
lop yuuuuu 😍😍😍😍
Lanjut gak?????
yang mau lanjut komen yaaaa
Jan lupa sebreeekkkk eeehheeeeemmm 🙃🙃🙃🙃🙃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Chiisan kasih
lama lama ku tabok mulutmu daren
2023-06-26
0