Brugh…
Anyelir menabrak seseorang saat dia tengah memilih jas untuk suaminya. Sebenarnya bukan anyelir yang menabrak wanita itu tapi wanita itulah yang menabrak dirinya hingga barang-barang yang di tangan anyelir jatuh begitu saja termasuk ponselnya.
Karena masa dirugikan oleh anyelir wanita yang menabraknya tersebut langsung marah-marah dan menatap sengit padanya.
Dia tidak terima dengan apa yang dilakukan Anyelir. Padahal yang sebenarnya adalah dia yang salah bukan anyelir.
Bukan hanya anyelir saja yang mengetahui itu semua tapi beberapa pengunjung dan staf yang bekerja di butik tersebut juga mengerti bahwa anyelir tidak bersalah sama sekali karena memang wanita itu yang menabraknya.
" Maafkanlah tapi anda yang menabrak saya lebih dulu. Bukan saya yang menabrak anda. "
" Kau berani sekali kau mengatakan itu padaku. Apa kau tidak tahu siapa aku ? Aku adalah Yasinta. Dan kau harus mengerti siapa aku. " Kenapa kebanyakan orang kaya sombong seperti ini ?
Bukan anyelir yang salah tapi kenapa anyelir yang disalahkan ?
" Maaf saya memang tidak mengetahui siapa anda. Tapi jika anda menyuruh saya untuk meminta maaf atas apa kesalahan yang tidak pernah saya perbuat maka saya tidak akan pernah melakukannya. Suami saya pernah mengatakan bahwa saya tidak perlu takut pada siapapun di dunia ini. Dan jangan pernah meminta maaf atas apa kesalahan yang tidak pernah saya perbuat. Jika anda menyuruh saya untuk meminta maaf kepada anda maaf saya tidak bisa melakukan itu semua " jawabannya dengan tegas.
Darren memang pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak perlu takut dengan siapapun di dunia ini. Yang perlu dipatuhi anyelir adalah dirinya. Biarlah yang harus dipatuhi oleh anyelir saat ini dan itu yang paling utama.
Merasa direndahkan oleh jawaban anyelir Yasinta pun semakin tidak terima dengan perbuatan anyelir padanya.
Saat Yasinta ingin menampar wajah anyelir, segera sebuah tangan kekar menahan.
Yasinta terlihat kaget saat menatap siapa yang berada di depannya saat ini.
" Darren…" ya pria itu adalah Darren.
Karena pekerjaannya semua sudah selesai maka dia memilih untuk menjemput anyelir yang berada di pusat perbelanjaan.
Dia ingin melihat seberapa bisa dan pandainya anyelir untuk memilih pakaian untuk dikenakannya.
Tapi apa yang dilihatnya saat ini membuatnya marah, dia membela Anya bukan karena cinta tapi hanya dialah yang boleh menyakiti Anyiler tapi tidak dengan orang lain.
Apalagi itu Yasinta satu-satunya wanita yang membuatnya begitu patah hati.
" Lepas !" Yasinta berucap dengan angkuh saat melihat Darren yang berdiri di depan nya.
Brugh…
" Aahhhkkk…" Tubuh Yasinta dihempaskan begitu saja oleh Darren hingga jatuh ke lantai.
Dan hal itu pula yang membuat Yasinta semakin marah pada pria itu.
" Kenapa kau mendorongku hingga terjatuh ?"
" Aku tidak membutuhkan alasan apapun untuk menjawab pertanyaanmu. Bukankah kau sendiri yang meminta untuk dilepaskan dan aku sudah mengabulkannya untukmu. "
" Suamiku jangan seperti itu. " Darren terlihat tidak suka dengan apa yang dikatakan Anyelir padanya.
Sadar akan perubahan raut wajah suaminya yang sudah terlihat kesal membuat anyelir harus bisa mencari alasan untuk menenangkan pria ini.
" Aku tidak apa-apa. Lagi pula aku yang salah. "
" Terlepas kau salah atau tidak tapi tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti istriku. Kau adalah istriku dan mereka harus patuh dan hormat pada mu. Karena kau adalah istri dari seorang Darren dan aku lah pemilik tempat ini. " Ucapnya penuh dengan kesombongan sambil menatap penuh kebencian pada Yasinta.
Sementara Yasinta sendiri, Dia menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Darren telah menikah ? Dan wanita itu adalah istrinya ?
" Tidak mungkin kau sudah menikah. Karena aku tahu kau tidak akan pernah bisa melupakanku. " Darren yang telah menggandeng tangan anyelir berhenti melangkah saat mendengar apa yang dikatakan wanita yang paling dibenci dan di muka bumi ini.
" Kalau terlalu percaya diri nona Yasinta. Kau berpikiran bahwa aku mencintaimu tapi kenyataannya tidak sama sekali. Dan lihatlah bahkan istriku saat ini lebih cantik darimu, Jadi jangan terlalu percaya diri dengan apa yang kau katakan. Segeralah bangunin jangan terus bermimpi. " Darren langsung meninggalkan Yasinta yang masih terlihat tidak percaya dengan semua ini.
Anyiler yang mendengar semua itu menatap tidak percaya pada suaminya, dia bagai terbang ke angkasa mendengar apa yang di katakan oleh suaminya.
Apa tadi?....
Suaminya itu mengatakan kalau dia cantik bukan..
Sungguh...
"Jangan berpikir macam-macam, apa lagi mengira kalau aku mencintaimu, aku membelamu karena tidak ada orang yang boleh menghina mu karena kau adalah istri ku" bisik Darren di telinga Anyiler yang tersentak dengan ucapan suami nya.
"Cepat jalan, atau aku akan menyeret mu dari sini"
"Iiiyaaa, suamiku" gugup Anyiler yang kini berjalan di samping suami nya, dia menampilkan wajah bahagia seperti apa yang di katakan oleh Darren kalau dia harus terlihat bahagia di depan semua orang.
"Bayar tagihan nya, kau bebas menggunakan yang mana saja kartu yang ada di sana"
Anyiler pun melakukan apa yang di katakan oleh suaminya, banyak orang yang menatap kagum dan juga iri pada sosok Anyiler yang bisa menjadi pendamping pria tampan nan mapan seperti Dareen.
Tanpa mereka tahu, seperti apa kehidupan Anyiler yang sesungguhnya, airmata dan ketakutan yang setiap detiknya membayangi Anyiler tanpa bisa menentukan pilihan.
Anyiler menghampiri suami nya saat dia telah menyelesaikan pembayaran nya, dia menjulurkan dompet tebal milik suaminya yang membuat pria berhidung Bangir itu menaikkan sebelah alis nya.
Melihat itu Anyiler tanpa kata memasukan dompet milik suaminya yang kini sudah berdiri dari duduk nya, tangan Anyiler langsung bergelayut di lengan kekarnya yang harus nya menjadi pelindung nya, namun pria itu justru menciptakan neraka dunia yang entah kapan berakhir.
Darren sengaja memelankan langkah kaki nya saat merasa Anyiler kesulitan mengimbangi langkah panjangnya, bahkan tubuh kecil itu tadi nya berlarian kecil sampai helaan nafas nya terdengar di telinga Darren yang tanpa mengatakan apapun langsung mengangkat istrinya dalam gedongan nya, membuat Anyiler memekik tertahan dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Darren.
"Dasar siput, kalau jalan mu seperti ini, bisa besok pagi kita sampai di rumah, aku sudah....." Darren menatap tajam ke arah Anyiler saat mendengar perut wanita yang ada dalam gendongannya itu berbunyi, sementara Anyiler dia menyembunyikan wajahnya di ketiak Darren saat di tatap tajam oleh pemilik raga yang tengah menggendong nya.
"Jangan memarahi siapapun, aku tidak sempat makan siang karena terburu-buru pergi ke yayasan tadi" jelas nya ketakutan.
"Jadi kamu menyalahkan ku, iya" ucap Darren tanpa menghentikan langkahnya.
"Tidak seperti itu, suamiku hanya saja...."
"Diam, atau aku akan melempar mu dari lantai atas"
Anyiler langsung diam seribu bahasa, bahkan saat suaminya itu membawanya masuk kedalam Restoran bintang lima yang selama ini ingin dia datangi, bahkan sampai saat ini dia belum pernah mewujudkan keinginan itu.
"Pesan apapun yang kamu inginkan, aku tahu kau belum pernah makan di tempat ini bukan"
"Tapi ingat ini tidak gratis"
Deg...
Apa maksudnya????
Jan lupa komen ya tinggal kan like nya juga, kalau suka sebrek nya..... 🍃🍃🍃🍃🍃
Bakal ada satu giveaway bagi yang beruntung di bab keseratus🤣🤣🤣🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
wisss seremnya, mau dilempar
2023-06-21
3