Anyelir memang tidak diizinkan untuk kembali bekerja di rumah catering miliknya.
Tapi gantinya anyelir diperintahkan Darren untuk mengurus yayasan miliknya.
Awalnya anyelir merasa tidak nyaman di sini karena ini memang bukan dunianya.
Tapi saat dia melihat seorang anak yang memilih untuk menyendiri dan dia langsung menghampirinya dan mengajak anak itu bicara padanya.
" Kenapa sendirian ? " Tanya anyelir pada anak itu.
Bukan yang menjawab anak itu malah menjauhinya. Dia tidak suka didekati oleh siapapun karena dia merasa bahwa dia tidak membutuhkan siapapun di dunia ini.
Melihat anak itu yang ingin menjauhinya membuat Anyar langsung menahan anak tersebut.
" Kenapa pergi aku hanya ingin mengajakmu berteman. Apa mereka tidak menemanimu ?
Atau malah kamu tidak ingin berteman dengan mereka ?"
" Mereka yang tidak ingin berteman denganku atau aku tidak ingin berteman mereka itu bukan urusan anda. Jadi jangan pernah mendekatiku lagi. " Anyelir menatap tak percaya pada anak yang memakai seragam SMA tersebut.
Anak itu terlihat sangat dingin dan bahkan terkesan introvert. Tapi kenapa dia memilih sekolah seperti ini ?
Apa dia mendapatkan bullying di sekolah ? Atau memang kepribadian yang seperti itu.
Karena tidak ingin terus memikirkan anak tersebut memilih untuk kembali melanjutkan langkahnya untuk menelusuri yayasan milik suaminya tersebut.
Tak banyak orang yang tidak mengenalnya, beberapa orang dari mereka mengetahui bahwa aliran adalah istri dari Tuan Darren.
Ada beberapa orang yang sibuk menjilat dengannya dan ada juga yang menatap tak suka pada dirinya.
Entahlah anyelir tidak peduli dengan semua itu karena dia di sini karena perintah suaminya.
Jika bukan karena Darren yang menyuruhnya untuk pergi ke yayasan, maka dia tidak akan pergi ke tempat seperti ini.
Dia lebih memilih untuk berdiam diri di rumah dan memasak untuk banyak orang daripada harus berada di luar dan berbaur dengan orang-orang seperti ini, orang yang hanya suka melihat orang lain dari apa yang di miliki oleh suaminya.
Saat Anyelir tengah melihat-lihat yayasan milik suaminya ponselnya berdering dan itu panggilan dari Darren.
Entah apalagi yang diinginkan pria ini tapi yang pasti hanya untuk tidak boleh mengabaikan panggilan pria ini.
Karena terlambat sedikit saja dia akan mendapatkan hukuman yang berat.
" Ya halo suamiku ?" Anyelir menjawab panggilan telepon dari suaminya.
Dia sengaja memanggil dareen dengan panggilan suamiku jika berada di luar seperti ini karena itu yang harus dilakukannya.
" Jam berapa kau akan selesai dari yayasan ?"
" Mungkin sebentar lagi. Apa ada yang suamiku butuhkan ?"
" Pergi ke pusat perbelanjaan dan cari pakaian baru untuk ku. Terserah apa yang ingin kau beli tapi jangan sampai membuatku marah. Sebelum aku sampai di rumah kau sudah harus sampai lebih dulu di rumah. Jika tidak kau akan tahu akibatnya. " Darren langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja.
Sementara anyelir dia hanya bisa mendesah pasrah mendengar perintah dari suaminya. Dia tidak boleh melawan ataupun membangkang maka apa yang dikatakan Darren itulah yang harus dilakukannya.
Dengan langkah gontai nya dia berjalan keluar dari yayasan, tentu nya di antar oleh pengurus yayasan yang langsung bernafas lega saat mendengar istri dari pemilik yayasan itu segera pergi dari sana.
Dengan sigap dia membuka kan pintu untuk sang nyonya muda nya itu, tanpa berani menatap wajah Anyiler tentunya, tadi sebelum kedatangan sang nyonya muda, dia mendapatkan ultimatum untuk tidak menatap wajah istri atasannya itu kalau dia masih ingin melihat matahari esok hari.
Mobil yang di kendarai oleh Anyiler berlalu dari sana di iringi wajah penuh kelegaan oleh semua pengurus yang ada di sana, sejak tadi terasa sesak di dada mereka.
Sementara Anyiler yang sudah berada di pusat perbelanjaan terlihat bingung, namun dia tidak ingin di pandang sebelah oleh orang lain, sepanjang jalan dia berjalan dengan dagu terangkat seperti apa kata suami nya.
Dia membelok langkah kaki nya ke salah satu tempat yang menjual pakaian pria dengan merk yang tidak bisa di bilang murah, netra nya menangkap sebuah tas kerja berwarna biru, dia teringat pagi tadi saat dia menyiapkan tas kerja suami nya yang sudah sedikit memudar warna nya.
Ah, suami...
Anyiler menggelengkan kepalanya saat isi kepalanya berandai jika saja suaminya itu memperlakukannya dengan baik, tentunya dia tidak akan merasakan rasa sakit yang dia rasakan saat ini, air mata nya yang sudah berkumpul di pelupuk mata nya dengan cepat dia hapus, dia tidak ingin ada orang yang melihat tidak bahagia, yang tentunya itu akan membuat suaminya marah dan memberikan hukuman berat.
"Berikan aku tas ini,!" ucap Anyiler pada pelayan toko yang mengikuti nya.
"Baik nyonya".
Anyiler kembali berjalan menelusuri deretan baju yang tertata rapi di sana, tangannya menyentuh satu persatu kain yang terasa sangat lembut di tangan nya, karena tidak ingin di marahi oleh suami nya, dia memilih beberapa baju yang menurutnya cocok dengan karakter suaminya.
Dreeet...
'Beli apapun untukku, uangku banyak jangan terlihat seperti orang miskin saja, awas kalau pakaian nya jelek, akan ku bakar semua nya'
Anyiler yang mendapatkan pesan seperti itu pun celingukan mencari keberadaan suami nya, kenapa dia tahu kalau dia hanya membeli sedikit keperluan suami nya, apa suaminya itu ada di sini, Anyiler yang masih kebingungan itu kembali melihat ponsel nya saat mendapatkan pesan lagi dari suaminya.
'Tidak usah mencari ku, aku tidak ada di sana' pesan nya lagi yang membuat Anyiler bingung dengan sikap suaminya.
Dia memilih mengabaikan pesan suaminya itu, dia kembali berbelanja sampai tanpa sengaja seseorang menabrak nya dari belakang.
Brugh....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Chiisan kasih
racun saja punya suami kayak gitu, belika s****k aja biar senang dia
2023-06-25
0