" Kenapa kau lambat sekali ? Aku hampir terlambat ini. "
Semakin hari, Darren mulai terbiasa dengan Anyelir.
Bahkan dia selalu memeluk anyelir saat malam tanpa dia sadari.
Tapi tidak dengan anyelir karena dia merasakan itu semua.
Dia tau bahwa setiap malamnya Darren akan memeluk tubuhnya. Dan itu sudah terjadi beberapa malam ini.
" Maaf Tuan, Tapi saya sudah membangunkan Tuan sejak tadi. Tapi Tuan saja yang tidak ingin bangun. "
" Halah ! Alasan. Kau mau mengatakan bahwa disini aku yang salah ?" Anyelir menggelengkan kepalanya.
Walau dia benar sekalipun, Dia akan tetap salah di mata Darren.
Maka dia harus menurut dan mengiyakan setiap apa yang dikatakan Darren padanya.
" Bagus ! Karena aku memang tidak pernah salah. Jadi sekarang lakukan tugasmu dengan benar. Ambilkan jam tangan ku yang paling mahal. "
" Yang mana ? Aku tidak tau mana yang paling mahal Tuan. "
" Yang warna hitam sebelah kanan itu bodoh ! Matamu buta ya ?" Tidak ingin menanggapi dan membuat Darren semakin marah Anyelir pun memilih untuk mengambil jam tangan tersebut.
Setidaknya hubungan dia dan Darren mulai membaik karena Darren tidak pernah lagi membuang makanan yang dibuatnya untuk Darren.
Bahkan kini Darren juga mulai sering meminta makanan yang sering di buatnya untuk teman kerja malamnya.
" Nanti siang ingin makan apa ? Apa aku harus mengantar makan siang ke kantor atau Tuan pulang ?"
" Terserah ! Masak yang enak. Aku tidak suka sayuran. "
" Tapi sayuran itu bagus Tuan. " Anyelir tidak lagi menjawab Darren Karena melihat pria itu yang sudah menatapnya dengan tajam.
" Masak sesukamu dan jangan memasak sayur. Jangan sampai kau terlambat datang ke kantor nanti siang. jika kau terlambat, Aku akan menghukum mu lagi. "
" Baik Tuan. " Akhirnya Anyelir selesai membantu Darren untuk bersiap dan membantu pria itu untuk membawa tas kerjanya.
Namun saat dia sampai di anak tangga terakhir, Dia terpeleset hingga membuat tubuhnya oleng.
Beruntung Darren menangkapnya dengan cepat hingga membuat Anyelir tidak jatuh ke lantai.
" Gunakan kaki dan mata mu jika berjalan. Jika tidak kau akan celaka. Atau kau ingin aku yang semakin mencelakai mu dan melempar mu dari atas tangga sana ?"
Jangan berharap ada adegan romantis di antara mereka berdua karena itu sama sekali tidak akan terjadi di antara mereka.
" Maaf Tuan. "
" Dasar mata kucing !" Umpat Darren pada Anyelir dengan mengatakannya mata kucing.
Setelah menyelesaikan sarapannya Dareen bergegas pergi ke kantor nya, ada meeting yang harus dihadiri pagi ini.
"Lanjutkan sarapan mu, tidak usah mengantar ku ke depan!" perintah Dareen tak terelakan.
Anyiler yang tadi nya bersiap pun kembali duduk di kursi dan melanjutkan sarapan nya.
"Hati-hati tuan" pesan Anyiler yang langsung mendapatkan tatapan mengerikan dari Dareen.
"Maaf.." sesal nya menundukkan kepalanya.
Tanpa menjawab Dareen pergi begitu saja, pintu mobil di buka oleh Dito yang sudah menunggu nya, tanpa membuang waktu Dareen masuk kedalam begitu juga dengan Dito yang kini sudah duduk di balik kursi kemudi.
Mobil berjalan pelan menuju kantor raksasa milik Dareen, dulu saat masih di kelola oleh papa nya bisnis warisan turun temurun itu tidak sebesar sekarang, namun sejak perusahaan itu berada di tangan nya semua berubah drastis dan menjadi perusahaan terbesar di negara bagian Eropa.
"Dito apa kamu pernah jatuh cinta?" tanya Dareen membuat Dito serta merta menginjak pedal rem di kaki nya.
Criiittt....
Tatapan mata Dareen yang memantul dari kaca spion membuat Dito ketakutan, dia tidak sengaja menginjak pedal rem karena sangat kaget dengan pertanyaan bos nya yang di luar akal sehat menurutnya.
"Maaf bos..saya tidak sengaja"
"Jawab pertanyaan ku jika kau masih ingin bekerja esok hari!" geram nya.
"Saya tidak tahu bos, saya belum pernah jatuh cinta" jujurnya.
Selama ini hidup nya hanya untuk bekerja dan bekerja tidak pernah sekalipun dia memikirkan pendamping hidup, karena menurut nya wanita hanya akan membuat nya kerepotan dan pusing tujuh keliling.
"Aku tidak mau tahu, kamu harus mencari tahu semuanya dan serah laporannya di meja kerja ku, sebelum jam pulang kantor"
Tidak ada jawaban keluar dari mulut Dito, pria itu sama sekali tidak tahu harus mencari tahu informasi itu di mana.
Duhg...
"Apa ku tidak punya mulut haah...!" bentak nya menendang kursi yang ada di depan nya.
"Baik Tuan" jawab nya meski dia ragu dengan jawaban nya sendiri.
"Bagus, aku akan kasih kamu bonus jika kamu berhasil mendapatkannya" pongah Dareen yang kembali mengawasi perkembangan saham di tablet milik nya.
Sumpah serapah terucap dalam batin Dito yang mendapatkan tugas luar biasa merepotkan dari bos nya itu, yang benar saja dia sama sekali tidak pernah berhubungan dengan makhluk yang namanya wanita, malah mendapatkan tugas seperti itu, ingin menolak tapi di masih sangat sayang dengan nyawanya, bisa-bisa nyawanya melayang begitu saja.
Lagi pula nama ada teori tentang jatuh cinta dan semacam nya , bukan kah itu mengalir begitu saja dalam hati seseorang.
Atau...
Jangan-jangan tuan nya itu sudah berpawang, entah dia harus senang atau sedih yang pasti jika terjadi sesuatu pastinya dia lagi yang repot, Dito benar-benar harus menyiapkan diri sejak saat ini agar nantinya dia tidak begitu terkejut jika tuan nya itu benar-benar menjadi budak cinta istrinya.
Satu jam berlalu begitu saja, mobil yang membawa Dareen kini berhenti di lobby kantor, pintu di buka oleh salah satu petugas keamanan, kedua nya turun dari mobil dan berjalan beriringan memasuki kantor yang sudah memasuki jam kerja.
Seluruh karyawan menundukkan kepalanya saat dua petinggi perusahaan tempat mereka bekerja melintas di depan mereka, banyak di antara karyawati yang berangan menjadi wanita milik kedua pria yang sama sekali tidak melihat mereka, bahkan mereka rela menjadi penghangat ranjang bagi kedua.
"Apa kalian sudah bosan bekerja di perusahaan ini, kalau iya cepat ajukan pengunduran diri kalian ke HRD"
"Dengan senang hati aku akan menandatangani nya" ucap Dito sebelum masuk ke dalam lift.
Mereka bergidik ngeri dengan ancaman Dito, belum lagi tatapan mematikan dari Dareen membuat hawa panas begitu terasa, helaan nafas kelegaan terdengar di sana saat lift yang membawa Dareen dan tangan kanannya itu berangsur naik ke atas.
"Tuan, perusahaan Mark company mengajukan banding atas pembatalan kontrak kerjasama dengan nilai yang tidak main-main!" ucap Dito membuka pintu ruang kerja Dareen.
"Tapi tuan tenang saja, saya sudah atur semua seperti biasanya"
kibasan tangan Dareen membuat Dito menghentikan ucapan, dia yang sudah lama bekerja dengan Dareen tahu betul watak dari bos nya itu.
"Berikan apa yang mereka mau, selanjutnya kau tahu apa yang harus kamu lakukan"
"Baik Tuan!"
Dareen menyunggingkan senyumnya saat Dito keluar dari ruangan nya, dia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.
" Kalian telah salah kalau ingin bermain dengan ku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
semakin seru
2023-07-20
0
Winda Ningsih
lanjut terosss semangat
2023-06-15
1