Hai para readers minthor terluvv..
Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.
Mana nihh komenannya ditunggu terus yah sama Author.
Stay Reading from the ghost busters
\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=
Malam harinya setelah Askala pulang, Nindy yang masih menginap dirumah Ecca bersiap menginterogasi sahabatnya itu. Sedangkan Keke dan Raisa entah kemana perginya tak ada kabar rimbanya.
"Trus Ca gimana visualnya kemarin."
"Ahhh iya, lupa belum cerita jadi..." mengalir lah cerita Ecca dari awal sampai akhir dia kembali ke raga, tak lupa dengan ceritanya dengan Daffa.
Dari situ Nindy tahu jika Ecca mengulur waktu kembali hanya untuk menguji perasaan Askala atas permintaan Daffa.
Tentu bukan ide Daffa yang mengulur kepulangannya tentu, semuanya kembali pada otak cerdas Ecca yang entah kenapa lebih memilih jalur nekatnya.
"Mang dasar yahh, bikin orang panik aja bisanya untung bisa balik kalau enggak gimana." ucap Nindy sambil menjewer telinga Ecca pelan.
"Hahahah, habis gak punya ide banget gue kakak ipar."
"Trus-trus kemarin pas gue diluar loe ngapain aja sehabis bangun." tanya Nindy menyelidik, karena jika dilihat dari aura Ecca dia seperti tengah bahagia.
"Ca."
"Jangan berbuat hal yang berbahaya lagi, kakak mohon. Kakak sadar gak bisa kalau gak ada Ecca." ucap Askala.
"Kak Aska kenapa, kan kakak masih ada teman dan keluarga kakak kalau Ecca gak ada."
"Ihhhh gemes banget sihh, kakak sayang sama Ecca, kakak gak bisa jauh dari Ecca."
"Jangan bikin baper anak orang."
"Jadi kamu cuma baper sama kakak padahal kakak sayang beneran sama Ecca."
"Ehmm Ecca..."
"Ca......"
Ecca bercerita dan tak lupa mengatakan setiap ucapan dari Askala.
"Trus Ecca jawab apa."
"Mau jawab apa emang ada pertanyaan dari kak Askala." jawab Ecca polos.
"Dihhh Onengnya gak ketulungan. Kan tadi kak Askala bilang kalau dia tuh sayang beneran pas Ecca bilang jangan baperin anak orang." jelas Nindy.
"Terusss, pertanyaannya apa." tanya Ecca yang lugu.
"Astagaaa naga demikian sudah kepala guee pening ngadepin bocah satu ini ya Tuhan. Itu tandanyaaaa...Hahhhh." ucapan Nindy terpotong hanya untuk menghela nafas, sedangkan Ecca menampilkan wajah polosnya yang membuat Nindy gemash.
"Kalau anak kucing udah gue kremes loe Ca.."
"Sembarangan kremes anak kucing dosa tau." sahut Ecca.
"Pinteran dikit lahh, Aukk ahh kenapa adiknya kak Dion onengnya gak ketulungan." racau Nindy yang capek dengan keluguan Ecca.
"Hahahhah, kenapa sihh ya ampun."
"Gini nih Ca kalau Nindy bilang sayang ke Ecca trus Ecca jawab apa." ujar Nindy pelan-pelan.
"Ecca juga sayang Nindy lah."
"Pinter, trus kalau kak Askala bilang sayang Ecca, Ecca jawab apa." tanya Nindy.
"Belum jawab, kan tadi udah kepotong pas Nindy manggil Ecca kebawah."
"Lhaa Iyaa yahh." sahut Nindy sambil meninju pelan kepalanya.
"Trus kalau misal nih, kak Askala bilang sayang lagi Ecca jawab apa." lanjut Nindy.
"Nggak tau."
"Kok nggak tau emang perasaan Ecca ke kak Askala gimana." tanya Nindy penasaran.
"Hemmb, Ecca suka tapi gak tau udah sayang apa belum karena selama ini aku berusaha untuk nggak baper sama sikap kak Askala." jelas Ecca.
"Kenapa, bukan kah loe tau takdir loe bersatu dengan Saphire biru." cecar Nindy.
"Iyaa aku tau, tapi aku kan gak mau maksain perasaan orang Nindy, aku cuma takut perasaanku gak terbalas." jawab Ecca lirih.
"Hahhhh, i see, ternyata selama ini kamu mencoba untuk mengingkari realita, trus sekarang sudah berbalas kan.
Ecca maunya gimana tinggalin kak Askala apa mau didekatin." tanya Nindy sambil merengkuh sahabatnya itu.
"Kalau kak Aska nya memang niat tulus dekatin Ecca aku juga akan mencoba." jawab Ecca, senyum Nindy pun mengembang.
"Hemmbb, kalau saran Nindy yah, Ecca harus berjuang bukan lepasin gitu aja."
"Ya mana tau kalau kak Aska nya diam-diam suka Ecca orang Ecca pernah dicuekin sampek Ecca kabur kok." jawab Ecca.
"Hahahahah, ohh yang pas aku jemput kak Dion itu yahh. Wkwkkwk." tawa Nindy pecah karena sudah dipastikan jika Ecca mengingkari perasaannya karena dia terlanjur sebal dengan sikap Askala.
Dan akhirnya setelah bercerita panjang lebar sampai larut malam Ecca dan Nindy pun terlelap dengan pengantar dongeng cerita dari sang sahabat Aleesha.
Keesokan paginya..
Ecca dan Nindy berangkat diantar Dion, karena hari ini pertama kalinya Dion berangkat kerja.
"Kak mobil Ecca kapan sampai sudah seminggu ini." tanya Ecca saat perjalanan ke sekolah.
"Belum Ca masih di grade, kakak modifikasi Full safety biar Ecca aman." jawab Dion, Ecca pun hanya menganggukinya.
Setibanya disekolah Ecca dan Nindy langsung menuju ke kelasnya, karena selama dikoridor tak ditemui keberadaan kedua sahabatnya.
"Anak-anak kemana yah Ca, gak ada kabarnya." ucap Nindy.
"Entah lahh."
Saat hendak masuk kedalam kelas Ecca sekelebat melihat sosok yang sangat ditakutinya. Sosok tinggi besar dengan tanduk dan membawa trisula, karena sosok ini diyakini sangat kuat sedang berdiri diujung lorong.
Bukankah Ecca tak sedang membuka mata batin lalu kenapa dia bisa melihatnya.
Ecca memegang kalungnya, lalu membaca Doa pelindung dan segera dia membuat pagar gaib.
Beruntung sosok itu belum sempat menyadari keberadaannya. Menyadari Ecca sangat gelisah, Nindy bertanya.
"Ada apa Ca." tanya Nindy lirih.
"Nanti yah Nin Ecca belum siap."
"Ohh astaga kalungmu ca, jadi ada sosok dengan aura kuat." tanya Nindy yang melihat kalung Ecca menyala, Ecca mengernyit kenapa Nindy tak bisa menyadari adanya sosok itu.
Ecca teringat jika Nindy tengah Menstruasi, tandanya ilmu Nindy akan tak sekuat jika ia sedang suci.
Ecca menghentikan langkahnya lalu membuat perisai khusus untuk Nindy agar tak terjadi apa-apa padanya.
"The Demons." bisik Ecca sambil membuat perisai untuknya.
Beruntung kelasnya berjarak 4 bloks dari lorong itu.
"Haii guys." teriak Nindy saat melihat kelasnya sudah hampir penuh, Ecca hanya tersenyum melihat kelakuan Nindy.
"Kemana aja kalian." tanya Rara yang sudah anteng dikursinya bersama Keke.
"Gue ngambek jangan ajak ngomong." sahut Nindy, seolah tau maksud Nindy Keke merespon.
"Jangan ngambek cantiknya hilang entar. kemarin tuh kitaa." ucapan Keke terpotong saat melihat ada yang berdiri didepan pintu kelasnya.
Ecca dan Nindy pun mengikuti arah mata Keke, mendapat Askala and team sedang berdiri tegap di pintu kelasnya.
"Ca, sini bentar." ucap Askala memanggil Ecca, Ecca berdiri lalu mendekat kearah Askala.
"Nanti tolong ke ruang OSIS ada perlu." jelas Askala singkat.
"Hembb ada apa yah kak." tanya Ecca tak paham.
"Setelah ini free class karena ada laporan dari siswa, jika ada gangguan mahkluk halus. Jadi dewan guru mendatangkan ahli spiritual, jelasnya nanti diruang OSIS."
DEG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments