Cemburu...??? (2)

Hai para readers minthor terluvv..

Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.

Stay Reading from the ghost busters

\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=

Hari ini adalah MOS terakhir, dan kebetulan tidak banyak kegiatan hanya akan ada sharing talent dan pengumuman king and queen MOS of the year.

Kondisi Dioniel pun sudah membaik meskipun masik menggunakan kruk namun sudah bisa mandiri.

"Ecca berangkat dulu yah kak."

"Iyaah, hati-hati pake aja kalungnya dek." sahut Dion, entah mengapa dia merasa nggak enak hati sama Ecca.

"Hemmb iyaa kak."

"Ada apa-apa langsung kode kakak yah."

"Inshaalloh."

Sebenarnya Ecca pun merasakan kakaknya seperti gelisah, bahkan dia pun tak memberi tahukan kejadian disekolah kemarin.

Belajar dari pengamalan, dimana pun Ecca berada dia akan memasang pagar gaib agar dia aman dimana pun berada.

Sesampainya di halaman sekolah nampak temaram di mata Ecca.

"Penyambutan yang istimewa." monolog Ecca.

"Eyang disini nduk, kamu gak usah khawatir" sahut Eyang Hasto, Ecca menoleh menemukan eyangnya dalam bentuk harimau putih pertanda auranya cukup kuat.

"Iyaa eyang." jawab Ecca.

Kemudian Ecca keluar dari mobil sang kakak menuju ke koridor kelasnya. Didalam kelas nampak Keke dan Rara sudah duduk dikursinya.

"Nindy belum datang." tanya Ecca

"Sudah kok tadi ke toilet katanya." jawab Rara, Ecca menoleh mencari keberadaan eyangnya ternyata sudah ada didepan pintu kelas.

Berniat membuka mata bathinnya namun sng eyang justru melarangnya dengan mengaum.

"Baiklah eyang, Ecca percaya sama eyang." ucap Ecca dalam hati, lalu eyangnya pun mengangguk.

"Ca ini cuma perasaan gue atau memang ini," ucap Rara terpotong, Keke hanya melongo mendengarnya.

"Apa.."

"Hawanya sejuk."

"Iyaa ada eyang berjaga."

"Hahh, serius loe." sahut Keke.

"Yahh kagak usah teriak juga keless." potong Rara, lalu Ecca memberikan tangannya kepada Keke.

"Ehh astaga, berarti akan ada serangan gitu Ca." tanya Keke yang sempat terkejut mungkin yang dilihat ternyata sosok harimau putih.

"Nggak tau makanya gue butuh Anindya nih." jawab Ecca.

"Assalamualaikum eyang." sapa Nindy saat akan memasuki kelas mereka yang berada didekatnya bingung.

"Ca, kenapa eyang berjaga apa gara-gara yang didepan tadi." tanya Nindy.

"Sepertinya Nin, kalau dimata Rara gimana." tanya Ecca.

"Enggak ada Ca, baru ngerasa yah pas ada eyang."

"Okee adik-adik mari kita mulai MOS hari terakhir." potong Alvero yang tiba-tiba masuk kedalam kelas Ecca bersama dengan Daffa.

Namun disaat kakak kelasnya datang, sekilas Ecca mendapat visual serangan seorang berpakaian hitam.

"Hasyemm." gebrak Ecca di mejanya bahkan mengundang sorotan dari seisi kelas.

"Ca.." sapa Nindy.

"Ehh maaf ada nyamuk gigik kak." sahut Ecca namun para kakak kelasnya itu ragu dengan jawabannya Ecca.

"Eyang jaga kak Dion di rumah, Ecca disini lapisin perisai aja kondisi kakak enggak baik." Bathin Ecca berbicara pada sang eyang, tak lama eyang mengaum keras dan pergi.

Bahkan saat mengaum membuat sekitar berhawa dingin dan Nindy pun mampu mendengarnya.

"Sebelumnya siapa yang akan sharing talent hari ini sebelum acara pengumuman king and queen MOS diumumkan." tanya Daffa.

"Eccaaa." jawab seisi kelas kompak.

"Lhaa kok gue sikk." sahut Ecca tak terima.

"Yaa please Ca." ucap Nindy.

"Hemmb okay, asal disuruh drama capek." jawab Ecca

"Washiaapp."

"Yasudah kalau gitu mari kita menuju aula." ucap Alvero, karena yang menjadi pendamping kelas Ecca adalah Alvero dan Daffa.

"Ehh Ca ada apaan sampek loe gebrak meja segala." tanya Nindy.

"Ada penyelinap, ini gak bisa dibiarin mereka terus berusaha membunuh gue dengan berbagai cara."

"Bukan serangan magic lagi Ca." tanya Keke.

"Enggak mereka bawa algojo."

"Trus kita harus gimana Ca." tanya Rara.

"Hemmm Rara kalau lihat aura kemerahan mengarah kehitam kasih tau posisinya sama Ecca." jawab Ecca.

"Ecca butuh bantuan panggil sapa gitu." sahut Keke.

"Hemm gak usah mereka gak bersenjata sedangkan Ecca punya pedang tak terlihat." Ucap Ecca sambil menunjuk ke kalungnya.

Beruntung Acara sharing talentnya berada didalam gedung sehingga yang tidak berkepentingan akan susab memasuki area.

"Ca, sudah mendingan." potong seseorang dari belakang rombongan Ecca.

"Ehh, udah kok Al nih udah bisa jalan." jawab Ecca.

"Trus ini mau nampilin apa." tanyanya lagi, ketiga sahabat Ecca hanya menjadi pendengar keduanya.

Nindy tau jika Alvian mempunyai perasaan lebih kepada sahabatnya sekaligus calon adik iparnya itu.

"Alvian ada ide Ecca harus nyanyi apa." tanya Ecca.

"Apa yah, kalau Al bilang semua genre di Ecca okee kok, nanti lagu pertama Ecca nyanyi sendiri yang kedua kalau mau nihh Al gitarin dehh." sahut Alvian.

"Wahh, mau-mau kayaknya seru." ucap Ecca bahkan Nindy dan yang lainnya setuju dengan masukan Alvian.

"Trus lagunya apa." tanya Keke, nampak Ecca tengah berfikir dan kemudian berbincang dengan Alvian dan ketiga sahabatnya.

Dari arah lain Askala yang melihat Ecca sedang bercanda dengan Alvian pun merasa gemas. Bagaimana pun juga dia masih merasa bersalah dengan kejadian Ecca kemarin.

Berniat mendekat kearahnya namun Ecca seolah menolak untuk menatapnya.

Saat tengah berlatih telinga Ecca tiba-tiba berdengung.

"Ca, mereka sudah didepan sekolah" Ucap Rara pelan, namun masih bisa didengar Nindy dan Keke.

Ecca menutup pagar gaib berniat membuka portal demi melihat kedepan gerbang sekolah.

"Perisai Nin." ucap Ecca, Nindy yang paham pun segera menyalurkannya.

Dari kejauhan kakak kelas Ecca sudha curiga akan adik kelasnya yang istimewa itu.

"Siyal, mereka berenam gue gak mungkin sanggup sendiri." gumam Ecca.

Ecca lalu menggerakkan tangannya seolah menyentil sesuatu. Lalu Ecca mengirim Cece kepada mereka. As you Know Cece merupakan hantu gadis keturunan Chinese yang ditolong Ecca saat dia terjebak di pohon 50th lamanya yang sengaja ditanam agar tidak bisa keluar.

Semenjak saat itu Cece terus berada didekat Ecca saat dibutuhkan.

Saat ditemukan penampilan Cece sangat buruk karena wajahnya remuk saat meninggal Cece terjatuh dari lantai 5 sebuah gedung.

"Beres Ca, yang 3 bakalan mencret." ucap Cece saat mengahmpiri Ecca setelah bertugas memberi pelajaran pada Algojo didepan sekolah.

"Thanks yah Ce."

"Hemmmb saa..." jawab Cece, yang belum selesai bicara langsung terpotong karena dia tiba-tiba menghilang entah kemana.

"Ca...."

Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!