"Ca.." ucap seseorang yang menghampiri.
Melihat sosok yang sedang dihindari Ecca tak bergeming.
"Kamu masih marah sama kakak." lanjut Askala yang melihat Ecca bahkan tak mau menjawab panggilannya.
Dilihat masih terdiam saja, Askala hanya menghela nafas.
"Ehh kita ke kantin dulu yah." pamit ketiga sahabat Ecca, dan Ecca hanya melihat kepergian para sahabatnya itu.
"Ca please."
"Apa.."
"Jawab dong jangan diam aja."
"Jawab apa."
"Kamu masih marah sama kakak masalah kemarin."
"nggak kok." jawab Ecca lalu menunduk memainkan sepatunya.
"Liat kakak kalau emang kamu nggak marah." mendengar Askala berbicara sedikit banyak dia terkekeh.
"Sudah lah kak, apa perlunya Ecca gak marah sama kakak. Ecca gak penting dan gak menarik jadi bukan ada suatu alasan yang membuat Ecca marah gak diperdulikan kak Aska. Mau kakak cuek sama Ecca silahkan." jawab Ecca, Askala yang mendengarnya entah sedikit kecewa atau entah tak puas pun tak bisa membalas ucapan Ecca.
"Aku minta maaf yah." sahut Askala, Ecca hanya mengangguk.
"Ca yuk latihan." teriak Alvian yang tak menyadari ada Askala disitu.
"Ehh ada kak Askala, maaf ganggu." lanjut Alvian.
"Ahh enggak kok yuk Al, mari kak." ucap Ecca lalu pamit kepada Askala, Askala pun hanya menghela nafas panjang.
"Kenapa Kal, baru tau rasanya dicuekin kalah cepat loe." sahut Daffa yang sebenarnya sedari tadi dia berada didekat Ecca dan Askala.
Askala pun beranjak meninggalkan Daffa ditempat itu.
Setelah menunggu berlatihan dan beberapa murid menampilkan talent kini giliran Ecca tampil.
Dengan lincah Ecca memainkan piano yang sudah disediakan menyanyikan lagu Kecewa - BCL
~•~
S'dikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S'kali ini kumohon padamu
Ada yang ingin kusampaikan
Sempatkanlah
Hampa, kesal (hampa, kesal), dan amarah
S'luruhnya ada di benakku (s'luruhnya di benakku)
Andai seketika hati yang tak terbalas
Oleh cintamu
Ku ingin marah, melampiaskan
Tapi ku hanyalah sendiri di sini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa
S'detik menunggumu di sini
S'perti seharian
Berkali kulihat jam di tangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang
Hampa, kesal (hampa, kesal), dan amarah
S'luruhnya ada di benakku (s'luruhnya di benakku)
Andai seketika hati yang tak terbalas
Oleh cintamu
Ku ingin marah, melampiaskan
Tapi ku hanyalah sendiri di sini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa
Andai seketika hati yang tak terbalas
Oleh cintamu
Ku ingin marah, melampiaskan
Tapi ku hanyalah sendiri di sini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa (hati kecewa)
~•~
Setelah penampilan solonya kini Ecca tampil diiringi oleh Alvian.
Memandangmu Versi ViVal dan Cevra.
Mencari apa yang aku cari
Merangkai rindunya hatiku
Memandangmu walau selalu
Tak akan pernah beri jemu di hatiku
Menyapamu walau selalu
Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)
Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya
Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)
Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu
Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)
Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya
~•~
Diakhir Closing penampilannya Alvian meraih tangan Ecca dan menggenggamnya. Membuat yang melihatnya pun mungkin akan baper.
Jangan ditanya bagaimana Askala, dia duduk menyudut menyaksikan dari kejauhan.
Para sahabat Askala sudah memastikan jika Saat ini temannya itu sedang panas hati.
"Akhirnya kita dipenghujung acara dengan closing yang Epic dari Aleesha tentunya." Sahut Fierly.
"Betul sekali dan selanjut nya kita akan umumkan king and queen kita tahun ini, namun sebelumnya mari kita panggilkan king and queen tahun lalu." lanjut Davina.
"Inilah dia pasangan king and queen tahun lalu Askala dan Mutiara berikan tepuk tangan." sahut Fierly.
"Nahh karena king queen sudah hadir langsung aja kita umumkan king and queen tahun ini, siapa nihh favourite kalian." ucap Davina.
"Aleesha."
"Kiyanaa."
"Aleesha Queenara."
"Oke- oke dann king tahun ini adalah.... Alvian Geraldi dari kelas X-1." ucap Fierly.
"Lalu untuk queennya selamat Aleesha Queenara dari kelas X-1."
"Huaaaa bebeb gue jadi Queen beneran." teriak Keke menggema, sedangkan Nindy sudah pusing mendengar teriakan sahabt gila nya."
"Buseet budek telinga gue.." sahut Rara.
Setelah disematkan mahkota masing-masing Alvian merunduk beraksi ala-ala raja, Ecca yang melihatnya tersenyum.
"Awww romantisnya king queen baru kita yahh." ucap Davina menggelegar, Askala pun sudah enggan berada disatu panggung mungkin merasa sesak di dadahnya.
"Segitu marahnya kamu Ca, buat aku jadi gini." bathin Askala yang terus menyorot tajam kerah Ecca dan Alvian.
Ecca pun merasa diperhatikan mencari sosok itu dan menemukan Askala yang terlihat kacau.
"Ngapain sihh pake ngelihatin terus, kan jadi gak enak nih Ecca." bathin Ecca, lalu dia menghindari tatap muka dengan Askala.
Saat menuju kelas Ecca dan para sahabatnya dikagetkan dengan keberadaan orang berbadan besar menggunakan pakaian serba hitam.
"Gawat Ca gimana ini." tanya Nindy.
"Kalian pergi lah cari bantuan sementara biar gue atasin dulu." jawab Ecca.
"iyaa, loe yakin Ca mereka gak bawa senjata." tanya Rara.
"Inshaalloh aman, ada Cece dan pasukan juga kok." jawab Ecca, ketiga sahabatnya mengangguk lalu pergi mencari bantuan entah siapa yang akan ditemukan untuk membantunya.
"Hai om nyari siapa...?" ucap Ecca.
Ketiga orang berbadan besar itu pun segera mendekati Ecca. lalu...
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments