"Hahh, penyusup apaan." sahut Revin.
"Maksudnya ada tamu tak diundang." jawab Keke.
"Lhaa manusia apa hantu ini." tanya Revin.
"Kakak kan mata bathinnya masih dibuka jadi kalau sethan berati bisa lihatkan." jawab Keke.
"Jangan nakutin, loe mah gak asyik Ke."
" Lahh benar buktinya kakak bisa lihat Cece."
"Lhaa iyaa lhoo. Kalian bisa lihat kan." tanya Revin pada sahabatnya.
"He,emb tadi sekarang enggak." jawab Daffa.
"Karena disini dipageri kak, jadi gak akan ada mahkluk halus, sedangkan Rara bisa lihat warna jadi kelihatan di Rara." sahut Nindy.
"Sudah aman di tangani pasukan Eyang kok." jawab Ecca.
" Lahhh makhluk halus berarti." ceplos Revin.
"hemm iyaa kak, Kakak semua kan punya permata mereka gak akan bisa mendekat kearah kakak. karena mereka bisa hangus." jawab Ecca.
"Jadi kejawab yah kenapa selama ini disekolah bersih kalau ada kakak." celetuk Keke.
"Hah gimana maksudnya." tanya Revan penasaran.
"Biar Anindya yang jelaskan." Sahut Rara.
Sedari tadi Alvero dan Askala menjadi pendengar setia dengan memandang mereka mengalirlah cerita Nindy dari A sampai Z tanpa ada yang ketinggalan.
"Jadi kedepannya apa Ecca selalu berpasangan dengan Askala pemilik Saphire biru." tanya Daffa.
"Tidak harus kak, Ecca juga bisa berpasangan dengan saphire merah milik kakak, hijau atau jingga milik si kembar." jawab Ecca.
"Sama kak Revin aja Ca yang belum punya pasangan jangan sama mereka entar pawangnya ngambek." ceplos Revin, Askala yang mendengarnya pun mendengkus.
"Lhaa jadi dikira kakak tadi maksud pasangan itu jodoh yahh. Mungkin iyaa, dari banyak kasus kemungkinan besar untuk menjadi pasangan hidup pemilik permata dan pembuka portal seperti mami papi Ecca. Tapi tidak berarti harus kak." jawab Ecca polos.
"Jadi Ecca gamau jadi jodoh kakak." tanya Revin jail, karena sebenarnya Revin hanya menggoda Askala.
"emang loe sanggup jagain Ecca yang super istimewa." sahut Daffa.
"Ya enggak sihh hahhaha, cuma Askala yang sanggup tapi kan Askala gak mau sama Ecca." jawab Revin sambil tersenyum smirk.
"Tsk." decak Askala
"Hembb,." Ecca menghela nafas mendengar ucapan Revin memang betul adanya bahkan Askala tak pernah menggubris keberadaanya, Ketiga sahabatnya melihat raut sendu Ecca pun merasa sedih.
"Ada kok kak, mungkin Alvian yang akan menjaga Ecca. Aku ngerasa kalau Alvian sayang sama Ecca." celetuk Nindy yang mempunyai inisiatif agar Ecca tak merasa tersakiti dengan ucapan Revin mengenai Askala.
"Tuhh bener kan feeling gue si Alvian suka sama Ecca." sahut Daffa.
"Enak aja si Pian2 itu harus langkahin gue dulu." ucap Revin nge gas.
"Nin bantuin kakak dong." teriak Dion dalam kamar.
"Bentar yahh, sambil nunggu kak Rendy datang." ucap Nindy.
Jadi mereka semua sedang menunggu Rendy karena Rendy merupakan pengontrol sehingga dibutuhkan kehadirannya saat membuka portal masa lalu.
Ecca memejamkan mata saat Rara membisikan ada tamu berniat melihat siapa yang datang.
Nyatanya membangkitkan permata milik ke lima pemuda tadi membuat rumah Ecca sangat ramai pengunjung.
"Jangan tampakkan wajah buruk rupamu, tinggalkan tempat ini sebelum kalian lenyap." gumam Ecca yang masih bisa didengar seisi ruang tamu.
Fierly dan Davina sedari tadi hanya menyimak tak ingin berkomentar karena mereka masih syok dengan melihat mahluk tak kasat mata, namun Ecca sudah menutupnya semenjak melihat kedua kakak kelasnya itu syok.
Ecca berdiri menuju pintu masuk rumahnya. Tak lama dia berteriak.
"Astagaa..."
"Ca.." sahut Rara, dia sudah ketakutan karena yang datang aura gelap.
"Mundur kalian." ucap Ecca pada kedua sahabatnya.
"Kakak berlima pejamkan mata lalu sentuh pintu sama-sama Ecca." ucap Ecca dan kelima pemuda itu mengangguk.
Setelah itu Ecca menghentakkan kaki tiga kali memanggil pasukan Eyang. Sedangkan kelima pemuda membuat perisai dengan 5 permata yang dimilikinya.
"Mereka nerobos padahal sudah ada penjaga eyang, Ecca takut pasukan eyang tak cukup melawan kerajaan mereka." jelas Ecca.
"Emangnya siapa yang datang Ca." tanya Keke.
"Kerajaan miss K merah." celetuk Rara, Ecca yang mendengarnya tersenyum Rara sudah banyak belajar.
"Hahhhh.."
"Gilakk."
"Ahhh aku takut."
"Gak papa kak sudah aman kok." sahut Ecca.
"Trus gunanya kita tadi apa Ca." tanya Daffa.
"Kakak bisa lihat sendiri, bukalah mata bathin kakak." jawab Ecca.
"Gimana caranya." sahut Alvero penasaran.
"Pejamkan mata lalu fokuskan dengan mata bathin lalu usapkan jempol kearah dahi sambil ta'awudz." Jawab Ecca. (kurang lebihnya begitu ini hanya cerita yah guys jangan dipraktekkan karena ini fiksi.)
Kelima pemuda itu mempraktekkan kemudian mereka terkejut dengan keberadaan pasukan harimau putih berjejer lalu dipintu gerbang terlihat perisai memantulkan 5 warna permata yang dimiliki oleh mereka.
"Miss K sudah kabur Ca." celetuk Revin.
"Mereka nekat nerobos kak, karena bertabrakan dengan perisai mereka langsung lenyap." jawab Ecca.
"Kebanyakan miss K emang Keras kepala dan ambisius, mereka berasal dari orang-orang yang haus akan keserakahan dan jahat." sahut Nindy dari arah belakang.
"Ca, kenapa bibir mu pucat." tanya Davina yang tak sengaja memperlihatkan Ecca.
"Gak papa kak, tenaga Ecca terkuras sedari pagi." jawab Ecca.
"Sini kakak healing." sahut Dion.
Ecca berjalan menuju arah Dion yang sudah duduk di sofa ruang tamu. Lalu Dion mengaliri tenaga dalam kepada adiknya yang sudah terlihat lemah. Ditariknya sesuatu dari ubun-ubun Ecca kebawah sampai tulang ekor.
"Sejak kapan Ecca diserang banaspati." celetuk Dion yang membuat Nindy dan yang lainnya panik.
Tak lama Ecca pun tak sadarkan diri, Askala yang tak jauh darinya refleks berlari menangkap Ecca. Lalu membaringkannya di karpet.
"Ehh it-itu serangan kemarin kak, Ecca ngelarang kasih tau biar kak Dion gak panik." jawab Nindy.
"Iyaa tapi ini harus dikeluarkan meskipun sudah ada tameng eyang, jika masih belum dikeluarkan energi negatifnya akan bahaya karena menarik perhatian iblis sejenis api." jelas Dion.
"Trus ini sudah aman kan kak." tanya Askala, Dion pun mengangguk.
Dion meletakkan kalungnya berlambang bintang dan menyatukan dengan milik Ecca kearah Dahi Ecca.
"Kakak buat rajah untuk Ecca." tanya Nindy.
"Kakak khawatir selagi om Robi belum tertangkap Ecca incarannya, apalagi Ecca belum punya pelindung permata." jawab Dion, Askala yang mendengarnya merasa tertohok dadahnya.
"Memang menghancurkan tembok Es itu susah." bathin Daffa.
"Biar Revin kak yang menjaga Ecca, lagian kata Nindy juga bakal ada Alvian kan." celetuk Revin, Dion hanya tersenyum miris.
Askala bingung sebenarnya dia tahu maksud dari sebutan pelindung untuk Ecca namun dia masih belum yakin akan dirinya.
Tapi melihat Ecca terluka pun dia lebih tak sanggup, Askala hanya memerlukan waktu untuk meyakinkan hatinya.
Kegagalan dimasa lalu membuatnya trauma terlalu dalam.
Sedangkan Daffa dan Revin pun berniat mengacaukan hati Askala agar dia segera sadar dengan perasaannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments