Hai para readers minthor terluvv..
Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.
Stay Reading from the ghost busters
\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=
Masih dirumah Ecca, Askala dan seluruh sahabatnya berada disana atas permintaan Dion.
"Siapa yang harus dicari Ca." tanya Dion
Mendapat pertanyaan dari sang kakak, Ecca terdiam, semua orang memandang kearah Ecca. Mereka menunggu jawaban dari bibir mungil seorang Aleesha.
Lama menunggu tak kunjung Ecca menjawab, mereka dikejutkan oleh Ecca yang tiba-tiba berdiri lalu berjalan kearah kakaknya.
"Kenapa dia begitu kejam, jika harta yang diinginkan lalu kenapa harus tega menghilangkan nyawa kenapa kak." ucap Ecca terisak diatas pangkuan sang kakak.
Mereka yang menyaksikan merasa terharu dengan tangisan gadis itu.
"Siapa maksudmu." tanya Dion.
Sebenarnya Keke pun sudah tahu akan begini jadinya, Keke pun mulai terisak.
"Apa Keke juga lihat." tanya Nindy pada sahabatnya itu dan diangguki pelan oleh Keke.
"Jika memang harta yang dia mau tak perlu membunuh, menjadikan kita yatim piatu sejak kecil." lanjut Ecca.
"Sudah takdirnya Ca." jawab Dion, seolah paham dengan kondisi hati sang adik.
Nindy khawatir pada Dion karena posisi Ecca duduk dipangkuan Dion pada kaki yang sedang sakit. Namun Dion mengkode dia baik-baik saja.
"Sekarang cerita yah, biar kita semua tau." lanjut Dion sambil menangkupkan tangan diwajah Ecca.
"Ecca gak akan mampu bicara kak, dia masih syok." sahut Keke.
"Rara lihat Ecca diliputi mendung berkabut kak." potong Rara, Dion yang mendengar pernyataan dari Keke dan Rara pun terkejut.
"Katakan siapa dia Ca.??" tanya Dion, bahkan Ecca lebih memilih semakin mengeratkan pelukannya dileher Dion.
"Grauuuummmm." tiba-tiba datang lah sang eyang.
"Biar eyang yang jawab. Nduk semua sudah takdir. Kedua orang tuamu sengaja mengorbankan dirinya agar semua yang dimiliki mereka beralih padamu. Saat itu eyang pun hendak mencegah hal buruk terjadi pada mereka namun yang mereka katakan pun benar jika keistimewaan yang mereka miliki jatuh kepadamu, maka semua akan menjadi sempurna. Meskipun dengan yang kamu miliki kamu akan menjadi serbuan makhluk halus tapi kamu akan terhindari dari itu semua disaat kamu bersatu dengan batu permata sapphire biru." jelas eyang, mereka jelas mendengar bersatunya Ecca dengan sapphire biru merupakan suatu takdir.
Sapphire biru dimiliki Askala, apakah itu pertanda mereka memang terkait. Seisi ruangan itu pun saling pandang. Sedangkan posisi Ecca masih dalam dekapan sang kakak.
"Kemarilah nduk." ucap eyang Ecca pun menghampirinya.
"Eyang tau siapa pelakunya sejak dulu, namun karena dia tak memiliki alirah darahku, eyang biarkan dia hancur ditanganmu. Dion kedepannya selalu dengarkan peringatan dari adikmu, dia pelengkapmu sama seperti Anindya." Lanjut eyang yang terus mengelus rambut sang cicit.
"Siapa dia Eyang." tanya Dion.
"Om Robi." sahut Ecca.
"Are you kidding me." sahut Dion.
"Did you says i'm lying." ucap Ecca ketus.
"Eyang pergi selesaikan masalah kalian, ingat dia bukan dari garis keturunan Hasto." pamit Eyang.
"Nin, bantu aku buka portal aku akan pergi untuk memastikan pelaku pembunuh keji itu." ucap Ecca.
"Enggak Ca itu bahaya, kamu akan bunuh diri dengan masuk ke alam tak kasat mata." sahut Nindy.
"Aku sudah gak punya tujuan hidup Nin, seandainya aku tak selamat itu sudah takdirku." ucap Ecca ketus sambil melirik kearah sang kakak.
"Hemmm, jadi kamu marah sama kakak." sahut Dion.
"Seharusnya kamu mikir, siapa disini yang lebih terluka, kamu gak percaya dengan ku kak. Aku yang melihat sendiri papi sama mami dicambuk dan diberi racun oleh manusia keji itu. Dan bahkan dia sudah menyiapkan peti mati untuk ku. Dia Robiyal mantan suami dari almarhum tante Riska yang dia bunuh juga dengan cara menjatuhkan mobinya dijurang, hanya demi harta tante."
Jedeeerr, seolah terkejut Dion pun baru mengetahuinya.
"Ca..." panggil Askala, dia sudah tak sanggup mendengar kisah pilu gadis yang sudah menderita sejak kecil.
"Ayo kakak temani untuk mencari kebenaran itu." lanjut Askala, mata Ecca berbinar mendengar ucapan darinya.
"Bisa jelaskan kapan Ecca mendapat visualnya Ke." tanya Nindy.
"Saat algojo itu mencekik Ecca, disitulah dia punya kesempatan untuk mencari tau dari para algojo pelaku dibalik semua ini, dan kebetulan sekali jika algojo yang mengeksekusi Ecca juga orang yang menjadi eksekutor mami papi." jawab Keke.
"Dek.. maafin kakak, yah."
"Hemmmb, kakak tau berapa lama aku berfikir untuk mencoba menolak dengan semua visual yang kudapat tapi apa.. Hasilnya sama bahkan semakin jelas dan nyata."
"Iyaa maafin kakak, kakak hanya syok mencoba tak menerima kenyataan namun." ucap Dion terpotong sambil merengkuh tubuh mungil sang adik.
"Ada satu fakta lagi." celetuk Keke.
Mereka semua menoleh kearah Keke, meminta jawaban atas ucapannya barusan.
Semua mendengar kalau Ecca menghela nafas panjang, pertanda dia masih belum siap mengatakannya.
"Ecca gak tau harus ngomong apa, tapi apa kakak tau om Robi punya anak dengan tante Riska."
"Enggak karena setau kakak, anaknya ikut meninggal bersama tante Riska dalam kecelakaan itu." jawab Dion.
Karena Dion pun saat kejadian itu dia masih terlalu kecil.
"Baiklah Ecca dapat Visualnya, kita buka portal disaat tante meninggal." jawab Ecca.
"Trus tugas kami apa." Sahut Revin.
yang sedari tadi mereka menyimak apa yang diperbincangkan oleh Ecca dan Dion.
Sebelumnya mereka sudah mengenali jati diri mereka masing-masing. Dan mereka akan perlahan diajari oleh Dion.
"Ca penyusup." Celetuk Rara.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments