Hai para readers minthor terluvv..
Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.
Stay Reading from the ghost busters
\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=
Saat jam pulang tiba Alvian dan para sahabat Ecca menghampiri Ecca yang berada di UKS.
"Al loe gak pulang." tanya Nindy, tak bermaksud mengusir namun Nindy merasa Alvian memang tengah gencar mendekati sahabatnya itu.
"Pengennya sih antar Ecca pulang." jawab Alvian.
"Ahh gak usah kebetulan tadi bawa mobil jadi Ecca pulang sama gue." jawab Nindy, Keke dan Rara dibelakang hanya menjadi pendengar setia.
"Iyaa Al, loe pulang aja." sahut Rara
"He,embb gue pengen liat Ecca dulu."jawab Alvian.
Sesampainya di UKS mereka melihat Ecca tengah tertidur, dan hanya ditunggu petugas PMR.
"Lhaa bocah tidur gimana nih." ucap Keke.
"Tunggu bangun ana." jawab Nindy.
"Keburu sore, kalian gak takut kalau kemaleman disini." jawab Alvian ketiga orang itu pun kini berpikir keras.
"Biar gue gendong Ecca ke mobil loe." lanjut Alvian.
"Iyaa juga sih Nin." seloroh Rara.
"Nahh gue ada gunanya kan."balas Alvian sambil tersenyum miring.
"Iyaaa dehh, yuk keburu sore." jawab Nindy.
Dengan hati-hati Alvian menggendong Ecca membawa ke tempat parkiran. Dari kejauhan para kakak OSIS melihat kejadian itu. Daffa dan para sahabatnya saling berpandang melihat kearah Askala dan sesamanya.
Askala masih terdiam mematung melihat Ecca yang dibopong oleh Alvian dibelakangnya diekori oleh para sahabat Ecca.
"Ekhemmm." dehem Alvero memecah keheningan. Askala pun tersadar.
"Ayoo kita pulang, kalau matung disini mau jadi penjaga sekolah." Ucap Daffa sambil tersenyum smirk melihat Askala yang sedikit masam.
Mereka bertujuh berjalan beriringan menuju tempat parkir. Suasana sekolah sudah sepi hanya ada beberapa siswa yang masih menunggu jemputan.
Saat hendak menurunkan Ecca ke dalam mobil ternyata Ecca terbangun.
"Ehhh, ya ampun aaku kaget. Astaga." ucap Ecca dengan sedikit suara serak karena habis tidur.
"Ehh sorry Ca, habisnya kalau nunggu Ecca bangun keburu malam jadi gue gendong aja." jawab Alvian.
"Ahh iya gapapa Al, makasih yahh." jawab Ecca.
Dalam pendengaran Ecca sebenarnya dia terbangun karena mendengar pemikiran Alvian "Ecca kalau tidur gini tambah cantik, jantung gue langsung clubbing."
"Ya udah gue tinggal pulang yah, hati-hati dijalan." ucap Alvian sambil mengelus kepala Ecca pelan.
Setelah berpamitan pada Ecca Alvian meninggalkan mereka, Nindy dan yang lainnya masih cengo melihat perlakuan Alvian pada Ecca.
"Si Al kayaknya suka deh Ca sama loe." ucap lirih Rara tak ingin didengar Alvian yang masih belum jauh.
"Iyaa Ecca tau kok." jawab Ecca para sahabatnya pun paham karena Ecca bisa membaca pikiran seseorang.
"Trus Ecca gimana." tanya Keke.
"Ya nggak gimana-gimana."
" Ehh Ca kak Rendy chat kalau kak Dion udah boleh pulang." ucap Nindy saat melihat hapenya bergetar tanda ada pesan masuk.
"Yaa udah Ca biar gue sama Rara naik taksi aja." celetuk Keke.
Dari belakang para kakak OSIS mendengar pembicaraan mereka. Revin berniat jail untuk membuat Askala semakin kecut mukanya.
"Ekhemm, ada apa ini adik-adik."
Ecca dan para sahabat menoleh kearah sumber suara menemukan kakak OSIS berada disana.
"Ehh enggak kok kak gak papa." sahut Keke.
"Trus kenapa belum pada pulang." tanya Daffa padahal mereka tahu jika adik kelasnya itu tengah diskusikan sesuatu.
"Iyaa ini mau cari taksi ko kak." jawab Rara.
"Lhoo kenapa pesen taksi." kali ini Davina yang bersuara.
"Ohh ini kak, Nindy sama Ecca mau jemput kakak Ecca pulang dari RS." Jawab Nindy, Revin dan Daffa saling berpandang tersenyum smirk.
"Ya udah Ecca sama siapa gitu ikut kakak nanti yang lain jemput ke RS. Kan Ecca juga gak enak badan kalau masuk ke area Rumah sakit bisa tertular." ucap Revin adik kelasnya itu mengangguk-angguk.
"Trus gue sama siapa gilaak." sahut Revan, Revin menoleh.
"Nooh ikut Askala ajahh." jawab Revin.
"Begokk, ya mending Ecca sama Askala yang searah kalau elo yang antar beda arah." jawab Revan.
"Lhaa biar, demi Ecca kok napa loe sewot, CEMBURUU." sahut Revin sambil menekankan kata dan sedikit melirik kearah Askala. Ecca dan para sahabatnya hanya menghela nafas melihat perdebatan si kembar, sedangkan Daffa hanya cengar-cengir tak tau maksudnya kenapa itu.
"Biar Ecca sama gue." akhirnya Askala bersuara membuat senyum Alvero diam-diam terbit. Nindy mengkode Ecca "It's Okey sana pergi."
"Biar gue jemput kak Dion sama Keke, loe sama Rara." ucap Nindy.
"Biar Rara sama kakak aja." celetuk Alvero. Kini Daffa dan Revin tersenyum puas melihat kedua kanebo kering itu melunak. Bahkan Rara terkejut dengan ucapan dari Alvero yang bahkan saat bertemu tak pernah berbicara panjang.
"Ehhmmb." ucap Rara terbata, namun melihat warna putih menguar di diri Alvero menandakan dia tulus tak ada niat buruk Raisa merasa lega. Dia menoleh ke arah Nindy dan temannya itu mengangguk menandakan memperbolehkannya.
"Ya udah Rara sama kak Al."
"Udah sana Ca, buruan kak Dion nunggu lama bisa ngomel nanti." potong Nindy.
"Ehh Ca, sini biar kak Revin gendong."
"Ehh, gak usah kak Ecca gak papa kok." sahut Ecca.
"Nanti pusing."
"Ckk." Askala berdecak melihat kelakuan Revin yang ganjen pada Ecca.
"Vin, bopong ajah buruan." ceplos Daffa, Fierly yang sudah lelah melihat pacarnya itu berkomplot menggoda Askala pun hanya melihat pasrah.
Saat Revin mendekat ke arah Ecca, Askala gercep menarik tangannya berniat menghentikan sahabatnya itu.
Tanpa banyak bicara Askala mendekati Ecca dan menggenggam tangan Ecca menariknya kearah mobilnya yang berada di sebelah mobil Ecca.
Daffa dan Revin terkekeh melihatnya, Revan dan para gadis hanya menggeleng kan kepala. Lalu Alvero pun menarik Rara menuju mobilnya, dan semuanya telah berada dikendaraan masing-masing.
Didalam mobil Askala Ecca yang melihat raut wajah Askala yang sedari tadi ditekuk bingung ada apa yang terjadi dengan Askala.
"Ehhm kak, maaf Ecca ngerepotin jadinya." ucap Ecca, Askala hanya menoleh lalu kembali fokus ke depan.
"Hembb." Ecca menghela nafas, merasa tak dihiraukan dia memilih untuk melihat ke arah jendela.
"Mending turun naik taksi aja daripada dicuekin nyesek banget rasanya." batin Ecca.
"Kak tolong berhenti didepan." potong Ecca tanpa melihat ke arah Askala, dia sudah merasa sebal seolah ogah melihat wajah datar Askala.
"Kak." ucap Ecca yang merasa tidak digubris Askala.
"Kenapa."
"Gak papa, berhenti dulu." ucap Ecca dan saat mobil Askala berhenti Ecca segera meraih knop pintu dan keluar dari mobil.
Saat sudah diluar Ecca mengucapkan terima kasih tanpa ada kalimat lain lagi.
"Makasih kak." Ucap Ecca lalu melenggang berjalan tanpa menghiraukan lagi Askala yang masih terdiam didalam mobil.
Didalam mobil Askala tak bisa berbuat apa-apa melihat Ecca yang semakub menjauh dari posisinya seolah merasa bersalah, karena terlalu kaku terhadap Ecca.
Ecca sebenarnya merasa takut sendirian karena dia masih teringat serangan terakhir tadi. Namun Ecca hanya berdoa sambil memegang kalung pemberian eyangnya. Ecca terus berjalan karena kompleks rumahnya sudah dekat.
"Tsk awas aja Ecca males berurusan lagi sama itu si Ketos beku, Sebel banget." monolog Ecca.
Tanpa Ecca sadari sedari tadi dia diikuti oleh Askala. Namun diam-diam Askala tersenyum melihat betapa lucunya Ecca yang seperti sedang mengomel.
"Imut juga kalau lagi cemberut sama ngomel gitu." gumam Askala.
Askala sadar dia terlalu jahat, dia sebenarnya bingung kenapa sampai mendiami adik kelasnya itu. Apa gara-gara dia sakit hati melihat Ecca yang digoda oleh beberapa lelaki.
"Ngapain gue marah sama dia, padahal dia gak salah. Akhhh tau deh." ucap Askala frustasi.
Setelah melihat Ecca memasuki sebuah rumah yang menurutnya lumayan mewah, Askala melajukan mobilnya untuk pulang. Ecca sempat menoleh mendengar deru mobil yang melewatinya.
"Lhaa itu kan mobil kak Aska, halahh bodoh amat dehh." ucap Ecca lalu masuk kedalam rumahnya. Menyadari Nindy dan Dion belum sampai Ecca membersihkan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments