MOS

Hari pertama MOS kami berempat berkumpul didepan pintu gerbang, seolah tak ingin terpisahkan kami selalu bersama-sama.

"Ca, ini aman-aman aja kan." tanya Keke, dia memang yang paling penakut diantara kami.

"Hemmmb, hawa-hawanya sih masih aman udah jangan berisik jalan aja." jawabku.

Bagaimana tidak sekolah ini memang bonafit, namun bukan berarti bebas dari yang namanya mahkluk astral.

"Lagian elo Ke, dimana-mana sekolahan pasti ada pake tanya." sahut Nindy.

"Ya kali Nin, pengen gitu bebas dari dunia mistis."

"Tuhh tanya si Rara, kenapa diem bae."

"Banyak warna tapi berubah-ubah." jawab Raisa.

"Emang loe gak bisa lihat Nin, Auranya gimana.?" tanya Keke pada Nindy.

"Gelap so pasti."

"Tandanyaaa.."ucap Keke terpotong oleh Ecca. "Tandanya loe diem, jalan gak usah bacot." sahut Ecca lalu menggerakkan badan Keke agar berjalan lurus kedepan.

Setelah menuju papan pengumuman guna melihat dimana kelas kita berada.

"Yess kita sekelas dong."teriak Keke.

"Buset dahh loe sarapan apa sih Ke, Nyemil speaker loe."ucap Anindya.

"Lo kira Emak gue Penjual elektronik apa." jawab Keke.

"Dahh lah ribut mulu kalian noh ada pangeran tampan mendekat." Celetuk Rara.

Ecca pun yang sedari tadi memperhatikan ocehan ketiga sahabatnya pun sekejap terdiam dengan kedatangan 5 pemuda Tampan dan 2 Gadis bersamanya.

"Nah tuhh anggota yang viral karena kegantenganya gak tanggung- tanggung." ceplos Keke.

"Loe mah urusan Cowok cepet banget deh Ke." sahut Nindy.

~•~

"Mohon perhatiannya sebentar kalau adik-adik semua sudah mengetahui kelasnya masing-masing sekarang merapat ke lapangan outdoor yahh." Ucap salah satu anggota OSIS.

"Yang mana yang Ketos Ke." Tanya Nindy.

"Gak tau,. sabar napa entar pasti tahu juga."sahut Keke, Nindy yang mendengarkan mendengkus sebal dengan sahabat gilanya itu.

"Hai selamat datang di SMA Baruna Star, kenalkan nama saya Askala Samudera Biru, Saya ketua OSIS salam Kenal." ucap Kala dengan gaya cool.

Auranya Biru menguar kuat, menandakan jika dia seorang idealis, dan dia mampu menemukan jalan mana yang benar dan mana yang salah.

"Hai saya Daffandra Naufal Wakil ketua OSIS, selamat datang di sekolah kita tercinta." ucap Daffa dengan ramah.

Auranya Merah mencerminkan sebuah semangat yang tinggi, biasanya cenderung bersikap dinamis, giat serta kompetitif.

"Hai nama kakak Alvaro Andika kakak pengurus OSIS sekaligus Ketua panitia MOS salam kenal." ujar Alva hangat sambil melambaikan tangan kanannya.

Auranya Jingga menandakan jika dia sosok hangat dan memiliki kepercayaan diri tinggi, luwes dan mudah bergaul.

"Hai semuanya masih semangat kan, kenalin nama kakak Fierly Karisa panggil kak Fierly. Kakak Sekertaris OSIS salam kenal." ucap Fierly antusias.

Auranya Kuning cerah menandakan dia Humoris, ramah dan ceria. Orang dengan Aura kuning biasanya membuat orang-orang disekitar menjadi bahagia.

"Hallo semuanya nama kakak Davina Finata, jabatan kakak Bendahara OSIS. Terima kasih salam kenal." sapa Davina lembut.

Auranya Merah Jambu menandakan jika dia penuh kasih sayang, baik hati dan senang membantu orang lain.

"Hai nama Kakak Revano Viliando dan ini Revino Valianda kita sepaket yah, pengurus Osis dan PJ keamanan.

Auranya Emas dan Hijau cerah.

Emas menunjukan kewibawaan dan kebijaksanaan, memiliki rasa tanggung jawab besar sehingga dapat menangani masalah apapun.

Hijau cerah menandakan akan cinta yang tak bersyarat, sikap untuk saling menghormati. Memiliki bakat alami penyembuh.

Setelah sesi perkenalan mereka masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti bimbingan teknis dan acara selanjutnya kegiatan MOS.

"Auranya kuat yah Nin, Ecca nggak ngerasa ada aura negative disini, dan aku gak bisa baca pikiran mereka." ucap Ecca.

"Iyaa Ca, element energinya positif banget."

"Kak Askala sinerginya putih Ca." sahut Rara, Ecca pun menoleh.

Baiklah ternyata kakak kelas mereka ini membawa energi baik untuk Ecca dan kawannya.

Bahkan tak ada Aura atau energi jahat disekitar saat kakak kelasnya itu berada didekat Ecca.

"Pembuka Portal tolong aku."

Sayup-sayup terdengar, Ecca tak mau gegabah untuk membuka mata bathinnya.

"Rara dengar nggak."

"Dengar Ca,."

"warnanya Apa suaranya."

"Hitam Ca, sedikit pudar bersemu putih."

"Ketulusan dan kesedihan, Jadi bagaimana ini Nin."

"Coba dilihat dulu aja Ca, siapa tau cuma iseng." sahut Nindy, Ecca mengangguk mencoba membuka mata Bathin.

Saat membuka mata bathin Ecca tak lupa melakukan pagar gaib agar mereka tak mudah untuk masuk ke area Ecca saat dia sedang membuka visualnya.

"Ketemu Ca,." tanya Keke yang sudah memegang tangan Ecca.

"Belum Key, itu dia ada di depan kelas."

"Seorang siswi, yang tak sengaja terdorong lalu jatuh dari rooftoop."

Belum selesai mereka bermediasi, tiba-tiba arwah siswi itu menghilang disusul kedatangan kak Daffa dan Askala.

"Beneran mereka para arwah seketika menghilang saat kakak kelas kita ada." Celetuk Ecca sambil melihat satu persatu sahabatnya itu.

"Hahh gimana Ca." Tanya Nindy memastikan ucapan Ecca benar, Ecca mengangguk.

"Selamat Siang adik-adik, Gimana masih semangat kan." Sapa Daffa.

"Masihh kak." jawab mereka kompak.

"Okay, Besok akan ada malam bakat. Jadi masing-masing grup harus menampilkan bakatnya." jelas Askala dengan gaya santainya.

"Kalau tampil gimana kak." tanya salah satu siswa.

"1 Grup akan di denda dan dihukum sesuai hasil undiannya."lanjut Askala tegas.

"Emmmb kak Aska, bakatnya kira-kira apa saja." kali ini giliran Ecca yang buka suara, Askala menoleh bahkan ke enam sahabatnya pun terkejut.

Kenapa.. karena hanya Ecca lah yang memanggil Askala dengan Aska karena belum pernah ada orang memanggil dengan kata depan Askala selain orang dimasa lalu Askala.

Para sahabatnya Askala menahan nafas menunggu respon dari sang punya nafas.

"Bebas, bisa puisi, drama, nyanyi dan lainnya." Jawab Askala, para sahabatnya menghela nafas lega, setidaknya Askala mau merespon pertanyaan dari gadis cantik didepannya.

"Jadi silahkan kalian diskusikan dengan kelompoknya masing-masing, nanti setelah istirahat tolong ketuanya sudah mendaftarkan keruang OSIS, nanti akan ada hafiah menarik untuk pemenangnya." sahut Daffa memecah suasana yang penuh ketegangan lalu para OSIS keluar dari ruangan adik kelas.

"Gilaa Ca pas loe tanya, gue lihat warna para kakak kelas jadi Merah menyala."Celetuk Rara.

"Hahh masak sih Ra." sahut Nindy, Ecca menoleh tak bergeming namun dia memejamkan mata sejenak.

"Ada ketegangan apa maksutnya yah Ca." sahut Keke.

"Aku gak bisa lihat semua kelihatan gelap, tak terbaca." jawab Ecca.

"Dahhh lahh sabodohh amat yuk kita mau tampilin apa." potong Nindy

"Hemmb tanya ketuanya tuh." jawab Rara menunjuk ke arah Alvian sang ketua kelas.

"Apa main tunjuk-tunjuk." Jawab Alvian.

"Yahh habis lho diem-diem bae dari tadi." celetuk Keke.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!