Hai para readers minthor terluvv..
Happy reading yahh Jangan lupa pencet tombol lopenya.
Stay Reading from the ghost busters
\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=\=°°\=\=\=
Setelah menunggu kedatangan Rendy, kini mereka tengah bersiap dan sudah pasti dibriefing dulu oleh Rendy agar tak terjadi kesalahan.
Karena portal masa lalu bisa berdampak buruk untuk Ecca dilain karena bisa mengundang mahkluk halus namun juga bisa menarik Ecca untuk dimasa lalu.
Ecca sudah bersiap untuk melakukan perjalanan nya, kali ini Ecca bersama Askala karena Dion sedang tidak Fit.
"Kakak mohon jaga Ecca yah, jika waktunya hampir habis kalian harus kembali meskipun belum menemukan hasil." ucap Dion pada Askala, dan dia pun hanya mengangguk.
"Semua yang ada disini diposisinya masing-masing sesuai misinya." jelas Rendy.
"Ca jangan berbuat aneh-aneh, gue gak mau kamu kenapa-kenapa." ucap Nindy.
"Kenapa sihh, lagian kalau belum kelar sebisa mungkin Ecca kelarin." jawab Ecca.
"Dan akhirnya membuat kamu celaka gitu, Enggak Ca kembali sebelum waktunya habis." sahut Dion ketus.
"Yahh baiklah."
Saat portal sudah terbuka Ecca dan Askala berjalan setapak, tak ada perbincangan disana Ecca pun tak bergeming karena dia sudah paham betul dengan Askala.
"Jadi gini yah kalau kamu teleportasi." tanya Askala mengawali perbincangan, Ecca menoleh lalu mengangguk padanya.
Askala yang merasa Ecca tak menjawab pertanyaan, merasa aneh karena adik kelasnya itu selalu berceloteh.
"Kak Ecca langsung kelokasi tante aja, karena yang perlu dipecahkan adalah anak tante." ucap Ecca pada kakaknya.
"Baiklah Ca, tolong jangan ceroboh." Sahut Dion, Askala mengernyit dengan pesan Dion, tandanya gadis yang bersamanya itu memang suka tidak hati-hati.
Saat sampai di masa lampau sang tante disana Ecca melihat jelas jika Tantenya berada dalam mobil bersama anaknya, kisaran sekitar 2 tahun usianya.
"Raffi duduk anteng yah mama lagi nyetir nih." ucap Tante Ecca pada anaknya.
"Raffi nama anak itu, tapi kenapa tanda pada anak itu mengarah pada dia." bathin Ecca, Ecca yang tengah melamun disadarkan oleh Askala yang tiba-tiba menggandeng tanganya.
"Jangan melamun, kakak gandeng aja biar kamu gak ngilang." ucap Askala, hati Ecca menghangat mendengar Askala barusan.
Berusaha melepaskan genggaman Askala namun, semakin berusaha semakin erat pula tangan Askala menggenggamnya.
"Ya ampun anak orang dibikin baper mulu." bathin Ecca.
"Dari tadi ngelamunin apa." tanya Askala.
"Ahh enggak kok, bisa dilepas kan ini." jawab Ecca lalu menunjukkan ke arah tangannya.
"Enggak misinya belum kelar."
"Dihh tumbenan bisa jawab omongan orang." gumam Ecca.
"Kakak dengar Ca." jawab Askala, sayup-sayup terdengar suara seperti seorang bernyanyi ternyata tante Riska sendang menyanyikan lagu anak-anak pada anaknya agar tetap anteng.
Diposisi Ecca dan Askala kini seolah berada di dekat mobil yang ditumpangi oleh tantenya.
Tak mereka sadari jika sedari tadi mobil tantenya dibuntuti dari belakang, saat akan melewati jembatan yang melintasi sungai besar mobil tadi menyalip dan sedikit memotong jalan mobil Riska.
Karena tidak siap Riska membanting kemudi ke kiri, nahas mobilnya tak bisa dikendalikan sehingga terjun langsung kesungai.
"Aaaaakkkkkkkhhhhh, tolooooong."
Brakkk, byuuuurrrs..
Ecca menganga dengan apa yang dilihatnya, syok sekaligus miris melihat sang tante meninggal bersama anaknya. Askala pun tak kalah terkejutnya.
Mereka berdua menyaksikan mobil yang digunakan tantenya hanyut oleh derasnya air sungai, bahkan masih terdengar ditelinga teriakan terakhir adik dari papi Ecca.
"Ayo Ca bukan saatnya bersedih kita tuntaskan dulu." ucap Askala menyadarkan Ecca, mereka pun bergegas berlari mengikuti arah jatuhnya mobil. Ecca dan Askala masuk kedalam air dilihatnya didalam masih ada tubuh sang tante, namun tidak dengan Raffi. pintu sebelah kiri terlepas itu tandanya tubuh Raffi keluar dan hanyut.
"Ayo keluar dulu Ca waktu kita tak banyak tinggal 20 menit lagi."
"Sebentar kak Ecca cuma mau liat visual dimana Raffi hanya mastikan saja."
"Okeeyy."
Dalam penglihatan Ecca Raffi keluar dari mobil dibantu oleh sang tante, karena tak cukup oksigen akhirnya tantenya kehabisan nafas dan meninggal saat itu juga. Saat badan Raffi tersembul keatas lalu hanyut namun bisa dipastikan jika dia selamat.
"Ca waktunya kembali." teriak sang kakak menyadarkan Ecca.
"Ecca belum selesai kak." sahut Ecca.
"Ayo Ca kamu sudah janji meskipun belum tuntas bisa kita coba lagi." ucap Askala.
"Ecca mau disini kak, kak Aska kembali saja."
"Enggak kamu juga kembali."
" Buat apa kak, Ecca masih mau disini."
"Bahaya Ca kamu bisa gak akan kembali setelah ini."
"Gak papa kak, Ecca bisa ketemu sama mami papi."
"No, kamu mau tinggalin kakakmu."
"Kak Dion akan ada Nindy, jadi aku gak khawatir." jawab Ecca semakin membuat Askala geram.
"Kalian cepat kembali tinggal beberapa menit." ucap Dion.
"Ayolah Ca, kalau kamu gak kembali bagaimana dengan kakak."
"Kakak bisa kembali sekarang, pulanglah aku tetap disini sampai ketemu dengan Raffi, didunia pun Ecca sendirian."
"Ada aku Ca, kakak mohon."
"Kakak masih punya keluarga."
"Tapi kakak gak akan bisa tanpa kamu Ca." jawab Askala sambil menggenggam tangan Ecca, Senyum Ecca pun mengembang mendengarnya, disentuhnya dahi Askala lalu ditiupkan jiwanya agar kembali pada raganya didunia nyata.
Setelahnya Askala pun tersadar jika dia sudah kembali, dia menoleh kearah Ecca yang masih terpejam.
"Kal kok loe kembali sendiri Ecca mana." tanya Daffa.
Deg..deg..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments