Ecca yang berduet diiringin oleh Alvian sebagai Aladin menggunakan piano. Radit sebagai jin dan Rara sebagai Jinny, Dea, Keke sebagai Dancer dan Para pelayan kerajaan sedangkan Nindy sebagai pendamping kerajaan Princess Jasmine.
Setelah menyanyikan Duet mereka menyelesaikan penampilan apik mereka memerankan kisah dikerajaan Aladine.
Ecca dan Alvian menyanyikan duet lagi One jump Head.
"Oh, it's sad, Aladdin hit the bottom"
He's become a one-man rise in crime
I'd blame parents, 'cept he hasn't got 'em
Gotta eat to live, gotta steal to eat
Tell you all about it when I got the time
One jump ahead of the slowpokes
One skip ahead of my doom
Next time gonna use a nom de plume
One jump ahead of the hitmen
One hit ahead of the flock
I think I'll take a stroll around the block
Stop, thief
Vandal
Abu
Scandal
One jump ahead of the hoofbeats
One hop ahead of the hump
One trick ahead of disaster
They're quick, but I'm much faster
Here goes
~•~
Memberikan akting drama dan dance yang menjiwai, di akhir closing menyanyikan duetnya scene dramanya sungguh epic, dimana Aladin dan Jasmine berlarian dikejar oleh para pengawal yang diperankan oleh teman-teman segrupnya.
Lalu endingnya Ecca berada di atas sebuah bangunan melompat dan berakhir didalam gendongan Alvian.
Drama musikal kelompok Sakura bertema Aladinnya Jasmine berhasil menampilkan pertunjukan terbaiknya sontak mendapat applaus meriah dari penonton mereka.
Dibelakang panggung Ecca dan teman sekelompok nya merasa haru mereka bisa menampilkan dengan baik. Urusan menang kalah yang terpenting adalah sudah lega karena penampilan mereka sungguh diluar ekspektasi mereka sendiri.
Alvian, entah semenjak kapan dia bahkan tak ingin jauh dari sisi Ecca sekalipun. Dari kejauhan sejak drama di panggung bakat bahkan sampai dibelakang panggung sebenarnya banyak mata-mata yang merasa panas melihat kedekatan keduanya, terutama seseorang yang akhir-akhir ini sering mencuri pandang padanya.
Meskipun sudah tampil dalam acara bakat dengan sukses namun perasaan Ecca semakin tak menentu, Nindy yang didekatnya pun merasakan kegelisahan sahabatnya itu.
Ecca dan grup nya berhasil mendapat juara 1 acara bakat.
Tak ada kata yang bisa diungkapkan selain bahagia, namun tidak bagi Ecca dia semakin gelisah dan seolah akan segera melampaui batas emosinya.
"Bentar lagi Ca, kita selesaikan ini dulu please." bisik Nindy.
"Aku gak tahan Nin please bantu aku, gak ada waktu." jawab Ecca, Ketiga sahabatnya nampak tak tega melihatnya. Bahkan saat mengambil hadiah diatas panggung tak ada senyum dibibir mungil Aleesha.
"Gimana Nin." tanya Rara.
"Hemm baiklah sebentar aja, loe lihat posisi kak Dion aman enggak nya biar ngejawab rasa gelisah loe." ucap Nindy sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Ruangan clear warna Abu." celetuk Rara.
"Abu-abu tandanya netral kan ya Ra." sahut Keke.
"He,embb."
Disaat para sahabatnya ngobrol, Ecca sebenarnya sudah membuka portal dan bersiap berteleportasi dengan kakaknya.
Anindya membantu kedua sahabatnya untuk membuka mata bathinnya agar bisa mendengar dan melihat percakapan teleportasi antara Ecca dan Dion.
"Kakaakkk.."
"Ca, kenapa sayang." sahut Dion, Ecca bahkan sudah mulai meningkat emosinya.
"Ecca, dapat visualnya jelek sekali aku takut kakak kenapa-kenapa." ucap Ecca yang sudah tak kuasa menahan tangisnya. Bahkan Nindy pun langsung menggosok punggung Ecca supaya emosinya mereda.
"Tenang lah ini kakak sedang diperjalanan pulang Meeting kok." jawab Dion, menenangkan sang adik.
Ditengah mereka sedang berkomunikasi, mendadak ada yang datang.
"Sedang apa kalian." ucap Daffa, yang membuat ketiga sahabatnya Ecca terkejut, sekaligus bingung harus jawab apa.
"Sebentar aja kak lagi urgent please nanti kita jelasin." jawab Nindy, walaupun sedikit takut karena keputusannya sepihak takut Ecca tak setuju dengannya.
"Justru itu kak aku lihatnya kakak gak bisa kendalikan mobilnya."
"Iyaa kakak tahu visualmu Ca."
"Aleesha sedang bicara dengan siapa sebenarnya." tanya Revan sedangkan yang lainnya pun masih bingung karena yang dapat mendengar suara Dion hanya ketiga sahabatnya Ecca, karena yang saat ini mereka lihat Ecca tengah memejamkan matanya dan seperti berinteraksi dengan seseorang.
Tak menunggu lama Anindya berinisiatif membuka mata bathin kelima laki-laki kakak seniornya itu.
"Tolong jangan kaget kalian ikuti saja alurnya."
Begitu terkejutnya mereka saat mendengar perbincangan Ecca dengan seseorang.
"Kakak setelah belokan didepan kakak akan merasakannya." ucap Ecca bahkan belum lama saja Dion tiba-tiba panik.
"Iyaa ini kakak coba kurangin kecepatan gak bisa Ca."
"Gak akan bisa kak itu remnya dipotong."
"Hahhhh, apa Ca trus gimana ini." sahut Dion yang mulai panik.
"Nin, tolong telp kan kak Rendy segera kirim polisi dan bantuan ke jl.Marguna lintang 10 sekarang. Kak Dion segera lompat dari mobil." jelas Ecca, Nindy pun segera melaksanakan perintah Ecca.
"Lo gila Ca, ini Aspal Ca kalau kakak jatuhnya gak tepat gimana."
"Lompaat kak Lompat aman." teriak Ecca. "Kak Dion lompat bodoh..... SEKARANG." lanjut Ecca dengan sedikit berteriak kelima laki-laki itu cukup menikmati dan tak mampu berbuat apa-apa.
"Gue masih mo nikah Ca."
"DIONEL Stupid jump in Nowww.."
"Iyaaa..iyaa.."
"Gilakkk Ca mini Cooper loe jadi peyek dahh."
"Hemmmb.." gumam Ecca ..
Ceklekk, Jedukk Braaakk.
"Awhhhhhh."
"Tahan kak please, gak papa kakak cuma retak ditulangnya. Tetap buka matanya sampai Kak Rendy datang."
Sampai Polisi datang Ecca tak membiarkan kakaknya memejamkan matanya sedikit pun.
Bersambung.....
*
My Beautiful Destiny
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments