''Aku harus pergi,'' ujar Irfan
''Apa harus banget ya?'' tanya Jasmine nampak enggan di tinggalkan.
''Ya, pekerjaan ku masih banyak, nanti Aku akan kesini lagi kok.'' seru Irfan
''Baiklah, hati-hati ya.'' ucap Jasmine
''Hm, kamu juga hati-hati di sini dan jaga kondisimu.'' balas Irfan kemudian ia pun pergi.
''Ishh, kenapa denganku ini. Memalukan sekali gak sih, aku terlihat seperti enggan dia pergi saja. Ah benar-benar bikin malu.'' Jasmine menggerutu sendiri.
Kemudian wanita itu menurunkan kaki nya ke lantai dan berjalan dengan pelan di bantu tongkatnya, rupanya Jasmine berjalan ke arah jendela ia ingin melihat kepergian Irfan.
Mobil sudah mau keluar dari tempat parkir tapi tiba-tiba terhenti saat kaca mobil terbuka rupanya Irfan melihat keberadaan Jasmine di atas.
''Dahh.'' ucap Irfan sembari melambaikan tangan pada Jasmin,
''I-iya, hati-hati.'' teriak Jasmine dan balas melambaikan tangannya.
Irfan sudah berlalu, tapi Jasmine jadi salah tingkah dia sampai senyum-senyum sendiri, ''Kok ini rasanya sudah seperti suami yang ijin pergi pada istrinya saja.
''Ya ampun ah, mikir apa aku ini..Sadar Jasmin dia tak menyukaimu.'' Jasmin pun duduk kembali di tempat tidur karena kelelahan dia akhirnya tertidur pulas.
**
Tiba di kantor Irfan pun melanjutkan lagi pengecekan beberapa dokumen yang penting.
Hingga malam Irfan baru selesai mengetik, mengecek dan mengerjakan pekerjaan penting itu. Apalagi besok dia akan ada pertemuan dengan lawan bisnis yang besar. Tentu hal itu Irfan tidak bisa leha-leha maka dia bekerja keras di bantu asistennya Luky.
''Pak, ini sudah sangat malam..Anda istirahat saja biar saya kerjakan yang sisanya.'' ujar Luky pada Irfan
Irfan melirik pada jam di pergelangan tangannya memang ini sudah sangat malam, tapi ada beberapa file yang masih harus di periksa.
''Tidak apa-apa nih Ky, saya tinggalkan kamu?'' ucap Irfan kasihan pada asistennya .
''Sudah pak, gak apa-apa ini adalah tugas saya . Sebaiknya bapak pulang dan istirahat.'' ucap Luky kembali menyarankan.
''Baiklah, saya pulang duluan ya. Tenang nanti kamu dapat gaji lembur kok, akan saya kirim dobel untukmu.'' ucap Irfan serius.
''Wah makasih banyak pak.'' tentu Luky senang
''Saya juga makasih sama kamu yang sudah bantu saya selama ini dengan sangat baik.'' ucap Irfan
''Hahaa sama-sama Pak.'' kata Luky tidak merasa segan terhadap Irfan yang memang selalu humble padahal Irfan adalah bos nya.
''Ok, saya pergi ya, kamu juga cepat pulang setelah selesai dengan pekerjaan ini.'' Irfan mengingatkan asistennya supaya tidak sakit, dan jaga kesehatan.
''Baik Pak, siap nanti saya pulang begitu ini selesai hati-hati Pak.'' seru Luky
''Ok ky.'' Irfan pun pulang.
Di kantor masih ada beberapa orang yang belum pulang rupanya dan terlihat lembur, begitu juga dengan sepupu Irfan yaitu Alex nampaknya Alex belum pulang juga.
''Lo belum pulang?'' tanya Irfan kebetulan pintu ruangan Alex terbuka dan saat Irfan akan pulang melewati pintu ruangan Alex.
Alex menoleh, ''Belum.'' jawabnya singkat lalu kembali menatap layar monitor.
''Jangan terlalu dipaksakan, kalau sudah lelah pulang lah.'' ucap Irfan dengan niat baik mengingatkan.
''Mending Lo pulang saja deh, apa Lo gak lihat? Nih, gue lagi banyak pekerjaan sudah sana Lo pergi saja.'' cetus Alex menatap tak suka pada Irfan.
''Lo itu kenapa si Lex? Sensi amat kalau ketemu gue? Apa ini karena keputusan kakek?'' tebak Irfan coba ngobrol dengan Alex.
''Fan! Gue bilang pergi! Keluar Lo!'' bentak Alex jadi semakin marah.
''Ok kalau Lo minta gue pergi gue akan keluar, tapi Lo harus tahu ini dulu Lex ... Gue sama sekali gak minta jabatan ini dari Kakek, dan Lo juga harus tahu Kakek yang menyerahkan ini ke gue, jadi stop Lo benci gitu sama gue! Lagian kita ini masih satu keluarga gak baik --- ''
''Fan! Gue bilang Lo keluar dari sini! Apa Lo budeg!'' bentaknya kasar dan semakin merah padam wajah Alex ini, tanpa mau mendengarkan penjelasan Irfan.
Saat itu ...
Selesai kuliah Irfan dan Alex langsung terjun ke perusahaan milik Kakek mereka.
Alex adalah anak dari anaknya Kakek Lukman yang kedua.
Sementara Irfan, dia adalah anak dari anaknya Kakek yang tertua, Irfan Kakak sepupu Alex dan Alex artinya adik sepupunya Irfan.
Namun saat itu, Kakek justru menyerahkan jabatan miliknya kepada Irfan, hingga dikelola oleh Irfan sampai detik ini.
Lalu, Alex sangat tidak terima karena di posisikan hanya sebagai manager pemasaran. Hingga akhirnya saat itu Alex benci pada Irfan dan Kakek nya.
Tapi Irfan tidak bisa memberikan jabatan ini pada Alex, karya ini adalah suatu amanah dari Kakek Lukman kepada-nya.
Apalagi sekarang ini, Kakek sudah almarhum dan tetap menyuruh Irfan untuk mengelola bisnisnya hingga selamanya.
Semakin muak dan murka lah Alex ini, akhirnya kebenciannya pada Irfan semakin memuncak apalagi saat melihat percintaan Irfan dan kekasihnya mulus, beda dengan Alex yang selalu kandas akibat pacarnya hanya mengincar harta dia saja.
Lalu ide gila pun muncul dalam pikiran Alex, dia akan merebut Evelyn dari Irfan.. Alex tidak bisa merebut posisi Irfan di perusahaan, tapi bukan berarti Alex diam saja dia pun memulai rencana balas dendam lewat kekasih Irfan yaitu Evelyn.
**
Irfan akhirnya pulang ke apartemen, dia ingat janjinya pada Jasmine kalau dia akan kembali.
Tiba di sana rupanya Jasmine sudah tertidur pulas. Irfan menatapnya cukup lama Jasmiine wajahnya tampak tenang sekali, dan Irfan suka dengan itu.
''Damai sekali kamu Jasmine, tapi kalau saat bangun kamu akan berubah jadi cerewet.'' Irfan terkekeh sendiri.
''Sebaiknya aku mandi saja dulu, badanku sangat gerah .'' ucap Irfan lantas berjalan menuju kamar mandi di dalam kamar Jasmine itu. Memang disana terdapat kamar mandi di dalam.
Sebelumnya ini adalah kamar miliknya Irfan alias kamar yang suka di tempati Irfan. Tapi setelah kehadiran Jasmine disini, Irfan pun pindah kamar kalau sedang tidak disana.
Pria itu membuka Semua pakaiannya mulai dari kemeja, lalu celana panjangnya dan akhirnya celana yang menutupi bagian tengah pun sudah Irfan buka.
Dia bertelanjang bulat karena akan mandi, lalu ia menyalakan shower air cukup hangat ia tak memakai air dingin karena hari sudah malam.
Irfan menikmati cucuran air yang menimpa ke seluruh tubuhnya terasa sangat nikmat dan membuatnya fresh kembali.
Kemudian ia mengambil sampo dan ia gunakan untuk rambutnya, ''Eh tunggu.'' tiba-tiba ia menyadari sesuatu, ''Ini kan, Sampo milik wanita itu. Haduh Fan, Lo gak teliti masa Lo habis pakai sampo wanita sih.'' dia menggerutu sendiri.
''Hmm, tapi wangi juga sih bau samponya Wanita itu lumayan bikin nyaman.'' Irfan jadi terkekeh.
Irfan sudah selesai dengan acara mandinya lantas dia cepat-cepat mengambil handuk lalu di lilitkan nya pada bagian pinggang sehingga area dada masih terlihat tak tertutup.
Rambutnya dia usap-usap oleh handuk kecil dan Airnya menetes membasahi dada.
''Huuuh, segar sekali.'' ucapnya masih di kamar mandi belum keluar dari sana, karena Irfan tengah bercermin.
''Wajah ku fresh kembali kan, memang mandi itu adalah kenikmatan yang tiada duanya.'' ucap Irfan melantur.
Dia membuka pintu tapi masih belum keluar betah sekali memang Irfan ini di kamar mandi.
Samar-samar Jasmin Seperti mendengar suara orang bicara, hingga Jasmine langsung bangun dari tidurnya dia ketakutan sekali.
''S-siapa itu?'' teriaknya tertahan rasa takut.
''Hei siapa disana?'' ucap Jasmiine
Suara nya terdengar dari arah kamar mandi. Pikir Jasmine lalu memberanikan diri berjalan ke sana untuk melihat dengan jelas nya.
''Astaga itu bayangan orang di kamar mandi.'' gumam Jasmiine semakin ketakutan.
Dia celingukan mencari alat untuk membela diri, ''Hah ada ini.'' gagang pel sudah di pegang Jasmine
''Hei ... Maling ... Rasakan ini!!''
Baghh
Bbigggg
Bbuhhggh
Jasmine terus mengejarnya tampa ampun karena dia pikir itu maling sebab orang yang di curigai adalah seorang pria membelakangi nya.
''Awww,, aWww, awww! Apa yang kau lakukan!'' pekik Irfan menangkap gagang pel itu, lalu berbalik dan menatap Jasmine tajam.
Seketika Jasmine terlonjak kaget mulutnya terbuka lebar dengan mata yang melotot Sempurna.
''Ya Tuhan, jadi i-nii kamu?'' A-aku a-aku, duh aku ... Em, maafkan Aku!'' ia menyesal, Jasmine benar-benar tidak menyangka. Dia menutup mulut dengan tangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments