''Apa benar mas Irfan dan Nona Jasmine ini sudah menikah ?'' tanya Bibi
''Benar Bi, aku dengannya memang sudah menikah.'' ucap Irfan
''Jadi itu benar ya mas, lalu gimana ceritanya mas kenal sama Non Jasmine ?'' ucap Bibi lagi
''Saat itu Aku baru pulang dari pesta ulang tahun istrinya teman ku Bi, dan ya aku sedikit minum hingga kepalaku agak pusing dan kurang fokus mengemudi akhirnya aku tak sengaja menabrak seseorang dah itu adalah Jasmine.''
''Apa mas, jadi mas pernah menabrak Non Jasmine gitu.'' Bibi agak kaget mendengarnya.
''Iya karena aku juga dia jadi seperti itu, dia tidak bisa berjalan itu semua karena ulah ku,'' ucap Irfan
''Lalu mas kenapa tiba-tiba jadi menikah dengan mas Irfan ?'' ujar Bibi
''Itu karena permintaan ibunya Jasmine, Bu Salma. Beliau memaksa ku untuk menikahinya karena Aku yang sudah membuat dia kemarin cacat Bu Salma ingin Aku bertanggung jawab atas kejadian itu, akhirnya kami menikah aku melakukan ini karena rasa tanggung jawab dan kasihan kepadanya, juga aku memang sangat bersalah.'' Irfan mengungkapkan semuanya.
''Oh gitu ya mas, Bibi kira karena mas memang menyukai Non Jasmine.'' ucap Bibi
''Tidak Bi, sama sekali bukan karena itu.'' ucap Irfan langsung menepisnya.
Disini Bibi Ida tidak terlalu tahu tentang kehidupan Irfan yang sebenarnya sudah memiliki kekasih, dan itu menjadi alasan Irfan menyuruh Bibi Ida untuk menemani Jasmine selama ini di apartemen nya, karena Bi Ida tak tahu tentang Irfan dan Evelyn.
Sementara itu Jasmine mendengar semuanya yang terjadi, rupanya ini keinginan ibunya mereka menikah.
Dan Jasmine sedikit kecewa ketika mendengar Irfan menepis apa yang Bibi tebak tadi, apakah pria itu menyukai Jasmine lalu Irfan dengan tegas mengatakan tidak, dan si wanita sedikit kecewa.
'Ada apa dengan ku, kenapa Aku merasakan tidak enak di hati ini, ketika dia mengatakan tidak padahal itu wajar bukan, kami tak saling kenal dan hanya keadaan ini yang memaksa untuk kami bersama.'
'Jasmine sadarlah, dia hanya orang asing yang tiba-tiba muncul dalam hidupmu. Tapi dia bukan siapa-siapa kamu Jasmine, stop mengharapkan yang lebih dari nya.' dalam hati Jasmine mencoba menyadarkan diri dan posisinya.
Namun tidak bisa ia pungkiri juga, rupanya wanita itu mulai nyaman dengan Irfan, dia mungkin menaruh hati untuknya. Tapi di sisi lain ia juga harus sadar bahwa mereka tidak benar-benar bersama apalagi Irfan yang terang-terangan tidak suka kepadanya.
**
Jasmin sudah di perbolehkan untuk pulang tapi disarankan oleh dokter agar tidak memaksakan diri terlalu keras untuk berjalan, bisa dilakukan secara bertahap.
''Kamu istirahat lah, jangan banyak bergerak dulu.'' ucap Irfan pada Jasmine lalu membenarkan selimut di tubuh wanita itu.
Saat Irfan akan berlalu tangannya di cekal Jasmine, Irfan menatapnya agak heran. ''Ada apa?'' tanya Irfan
''Duduklah kamu akan kemana?'' ucap Jasmine mulai bicara santai tidak marah-marah pada Pria itu.
''Aku harus kembali ke kantor, ada apa kau butuh sesuatu? Biar ku panggil Bi Ida.'' ucap Irfan
''Tidak, aku tidak membutuhkan apa-apa tapi aku hanya ingin kamu disini.'' ujar Jasmine suaranya menjadikan pelan ketika mengatasi ingin Besama Irfan namun ada ketegasan dalam bicaranya.
''Kau terlihat aneh? Kau baik-baik saja kan?'' tanya Irfan mungkin memang aneh melihat Jasmine yang jadi jinak padahal sebelumnya wanita ini suka sekali mengajar ribut dengan Irfan.
''Aku tidak aneh, kenapa kamu harus mengatakan seperti itu.'' protesnya sambil cemberut.
''Hm, baiklah. Iya kamu tidak aneh lalu kenapa tiba-tiba kamu memintaku untuk tinggal disini?'' Irfan coba mendengar Jasmine.
''Aku harus panggil kamu apa ya? Agar tidak canggung gitu.'' ucap Jasmine lebih dulu
''Terserah kamu saja, mau panggil nama juga gak masalah, kamu tahu namaku kan tapi kalau belum tahu biar ku ingatkan, Aku Irfan.'' ucapnya mungkin itu suatu pengenalan diri.
''Iya itu aku tahu, tapi rasanya gak enak panggil nama.''
''Lalu mau memanggil ku apa, Mas?'' ucap Irfan memberi usul.
''Mas? Gak ah rasanya kok geli ya.'' Jasmine terkekeh sendiri.
''Ya udah lah, terserah kamu.''
''Umur nya kamu berapa?'' tanya Jasmine
''32,'' jawab Irfan.
''Oh berarti dengan ku hanya beda enam tahun, dan lebih tua'an kamu.'' ucap Jasmine sembari manggut-manggut.
''Kenapa tanya umur?'' Irfan penasaran
''Karena kamu lebih tua dari Aku, jadi mungkin sebaiknya aku panggilan kamu Kakak saja ya, apa kamu keberatan tidak? Kalo kamu aku panggil seperti itu.'' ucap Jasmiine mungkin sudah memutuskannya .
''Ya, gak masalah boleh-boleh saja.'' ucap Irfan seraya mengangguk.
''Dan apa aku juga boleh menganggap mu Kakak laki-laki ku? Begini, walaupun kita ini mungkin statusnya adalah suami istri tapi Aku sadar kalau kita tidak seperti itu, kau hanya terpaksa melakukannya karena Ibu, kan? Maka ijinkan Aku untuk meminta mu menjadi Kakak ku, gimana?'' seru Jasmine meminta pendapat Irfan dan persetujuan dari Pria itu.
''Hm, ok..Aku gak masalah Jasmine, aku setuju.'' ucap Irfan
''Beneran? Kamu mau jadi Kakak laki-laki ku?'' Jasmine memastikan.
''Iya, dan mulai sekarang kau menjadi adik perempuan ku.'' ucap Irfan untuk meyakinkan Jasmine.
''Ok, kita mulai dari hari ini ya.''
''Hm, Aku setuju.'' dan mereka pun bersalaman tanda ikatan baru sudah dimulai.
''Eh tunggu, darimana kamu tahu kalau ini semua keinginan ibu mu, bukankah Aku belum mengatakannya?'' tanya Irfan
''Aku sudah mendengarnya sendiri, saat kamu menjelaskan semuanya pada Bibi Ida di rumah sakit. Aku cukup terkejut karena ibu meminta Kakak harus menikahi ku, aku gak nyangka tapi kenapa ya Ibu harus melakukan ini?'' Jasmine mengutarakan kebingungan nya.
''Entahlah Aku juga tidak tahu, tapi mungkinkah ibumu sayang padamu, dan ini memang karena ku yang sudah membuat kaki mu cedera, aku sedikit paham yang ibumu rasakan.'' ujarnya Irfan mencoba memahami Ibu Salma.
''Tapi seharusnya ibu tidak melakukan itu, kita tak saling kenal dan kita hanya orang asing, oh ya apa kamu sudah punya istri sebelumnya tidak?'' tanya Jasmine jadi ingat akan hal itu, ia menatapku Irfan dalam. Takut sama Irfan punya istri lalu dia jadi istri ke dua, oh no ... Itu tidak boleh terjadi.
Irfan sedikit kaget dengan pertanyaan Jasmine yang di layangkan untuknya, ''Tidak kok aku belum menikah.'' jawabnya
''Oh syukurlah, Aku lega karena aku tidak ingin jadi Pelakor.'' ucap Jasmiine ''Eh tapi, kalau pacar kamu punya juga gak , Kak?'' kembali tanyanya.
''P-acar! '' Irfan kembali di buat tersentak, ''Em, itu juga Aku tidak punya.'' jawabnya tentu berbohong.
''Oh belum, jadi masih sendiri nih? Baguslah itu aku gak mau di sebut tukang rebut pacar orang, ya walaupun kita hanya sandiwara tapi aku gak mau dapat masalah.'' ucap Jasmine, agak tenang.
''Sandiwara?'' ulang Irfan
''Benar, bukannya kita ini sedang sandiwara melaksanakan pernikahan ini kan? Kita tak ada perasaan satu sama lain bukan? Jadi, itu artinya kita melakukan hubungan ini hanya sandiwara saja.'' jelas Jasmine dengan nada santai.
''Jadi maksudnya, Kamu mengangguk pernikahan kita ini hanya pura-pura, Jasmine?'' tanya Irfan
''Yaa, mau gimana lagi memang begitu kenyataannya iya kan? Kita terpaksa melakukan ini hanya karena Ibu, benar kan?''
''Tapi Jasmine, pernikahannya kita bukan main-main dulu pernikahan kita di hadiri saksi dan ... Pernikahan kita sah secara hukum dan agama.'' ungkap Irfan menatap wajah si wanita serius.
''A-apa? Jadi kita menikah resmi begitu? Bukan siri?'' tanya Jasmin terkejut.
''Benar,''
''Tapi kan, kenyataannya kita hanya terpaksa.''
''Mungkin iya, tapi pernikahan kita ini bukan main-main.''
''Lalu harus apa?'' tanya Jasmin bingung
''Kita jalani saja dulu, sampai tumbuh rasa nyaman di antara kita.'' usul Irfan
''Nyaman? Bagus kalau hanya Aku yang nyaman tapi kamu nya nggak?'' tanya Jasmine
''Kalau gitu, kau boleh menyerah dan melupakan.''
''Apa? Enak di kamu, rugi hati ku dong.'' Jasmine protes
''Hahaa tidak Jasmine, Aku hanya bercanda. Kalau kita sudah saling cinta dan nyaman juga ingin serius dalam hubungan ini, aku janji aku akan mengenalkan kamu pada kedua orangtuaku.'' Ujar Irfan mantap dengan keputusannya.
''Benarkah?'' Jasmin menatapnya dalam
''Hm, aku janji saat itu juga aku akan membawa mu ke rumah,dan mengenalkan kamu sebagaimana istriku.''
''Baiklah Aku setuju.''
''Ok, kita mulai hari ini.'' kembali ujar Irfan
''Hm, Ok deal.''
''Deal.'' keduanya bersalaman lagi sambil sama-sama tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Al Fatih
semoga menjadi awal yang baik buat irfan dan jasmin
2023-06-01
1