Dirga memasuki kamar oma. Ternyata Oma sudah menunggunya di sofa sambil membaca koran.
"Duduk!" kata Oma kepada Dirga sambil tangannya menepuk sofa disebelahnya. Tanpa menjawab Dirga langsung duduk disamping Oma.
Oma melepaskan kacamata nya dan menaruh koran. Oma mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto pada Dirga. Mata Dirga terbelalak melihat yang ada di foto dirinya dan Nadira tanpa sehelai benang.
"Oma tidak menyangka kalo Nadira masih hidup. Sebelumnya tolong kamu jangan berpikir kalo kecelakaan itu perbuatan Oma, Oma tidak tahu apa-apa," ucap Oma sambil menghela nafas
Dirga hanya diam tidak menyangka kalau Nadira akan berbuat sejauh ini, Dirga takut April mengetahuinya. Di dalam hati Dirga ada rasa ketakutan April akan meninggalkannya.
"Malam itu Dirga mengantar Nadira dan merasa ngantuk, setalah itu Dirga tidak ingat apapun. Yang Dirga ingat Dirga hanya tidur," jelas Dirga.
"Oma khawatir kalo foto foto itu akan digunakan perempuan licik itu untuk menghancurkan keluarga kita," ucap Dirga cemas.
"Tolong Oma rahasiakan semua ini dari April, Dirga akan coba menyelesaikan semua nya," ucap Dirga.
Melihat Dirga memikirkan April, ada perasaan lega di hati oma. Dari perkataan Dirga Oma sudah bisa menyimpulkan bahwa tempat Nadira sudah digantikan April. Sebelumnya Oma sudah khawatir kalo Dirga akan kembali lagi pada Nadira.
...****************...
Di kamar April...
April duduk di meja rias,sibuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer dari kaca tampak Dirga masuk menutup pintu, April langsung membalikkan badan.
"Mas butuh sesuatu? Mas mau makan atau minum kopi?" tanya April kepada Dirga.
"Mas butuh ponsel kamu, berikan!" ucap Dirga sambil menadahkan tangannya.
April mengambil ponselnya di atas ranjang, saat ingin menyerahkan kepada Dirga. April menyempatkan mengecek ponselnya terlebih dahulu, ternyata ada pesan WhatsApp masuk. Belum sempat april membukanya, ponselnya sudah direbut paksa oleh Dirga.
Dirga langsung mematikan ponsel tersebut dan mengantongi ponsel April.
"Mas tadi ada WhatsApp, siapa tau aja penting," ucap April kepada Dirga.
"Untuk sementara kamu tidak usah pegang ponsel dulu dan jangan keluar rumah dulu!" jelas Dirga kepada April yang bingung sebenarnya ada apa.
Ciri khas April, hanya menganggukkan kepalanya.
Melihat tingkah April, Dirga merasa gemas. Hingga sebelum keluar kamar April. Dia sempatkan mencubit pipi istrinya.
April yang mendapatkan perlakuan seperti itu jadi salah tingkah. Tapi ada yang membuat April merasa resah, karena Dirga belum menyatakan perasaannya. April takut kalo perasaan ternyata bertepuk sebelah tangan. Apalagi Nadira sudah kembali.
Sampai di kamarnya Dirga mengecek ponsel April ternyata benar Nadira nekat mengirimkan foto itu ke April. Dirga bisa bernafas lega karena April belum sempat membuka nya. Dirga langsung menghapus foto tersebut dan menghancurkan kartu ponsel April.
Setelahnya Dirga juga tidak ingin kecolongan lagi, Dirga sampai menyewa bodyguard untuk menjaga rumahnya. Maksud Dirga agar jangan sampai Nadira bisa berkunjung kerumahnya dan menemui April.
Melihat kelakuan cucunya, Oma hanya bisa cengar cengir teringat masa mudanya betapa almarhum suaminya/kakeknya Dirga sangat menjaga nya.
Dirga juga memutuskan untuk beberapa waktu bekerja dari rumah. Jadi asisten nya lah yang harus setiap hari harus menemui Dirga. Jika ada berkas yang memerlukan tanda tangannya.
Melihat tingkah Dirga yang tidak biasa. Membuat April mulai curiga sebenarnya ada apa dengan Dirga?
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments