Di kantor...
Pagi itu Dirga mondar mandir di ruangan kerjanya, Dirga berencana mengajak April diner malam ini dengan maksud ingin menyatakan perasaanya.
Setelah beberapa hari gelisah karena kehadiran Nadira kembali. Dirga akhirnya mendapatkan jawaban atas apa yang menggangu pikirannya selama ini, dia tidak bisa menipu perasaannya lagi.
Dia sudah bisa melupakan cinta lamanya Nadira dan dia sudah tidak bisa mengelak lagi kalau dia sudah jatuh cinta kepada April. Dirga menyuruh asisten pribadinya untuk menyiapkan diner romantis disalah satu restoran yang dia pilih.
Ditengah kegelisahannya memikirkan bagaimana nanti dia menyatakan cinta pada April. Ponselnya berdering, orang suruhannya ternyata sudah menemukan alamat rumah orang tua Nadira.
Dirga langsung bergegas pulang untuk mengatakan pada Nadira dan mengantarkan Nadira ke rumah orang tuannya.
...****************...
Di rumah...
Di ruang tamu April duduk berdampingan dengan Nadira, akhirnya Nadira mau keluar kamar setelah beberapa hari mengurung diri di dalam kamar.
"Nad,aku nggak bermaksud berbohong kepadamu, aku hanya ingin menjaga perasaanmu sebab itulah aku mengaku kalo aku sepupu dari Mas Dirga," ucap April mencairkan suasana.
"Sudah berapa lama, kamu menikah dengan Dirga?" tanya Nadira dengan mata sembab karena selama mengurung diri Nadira tak henti menangis.
"8 bulan," jawab April singkat.
"Dirga segalanya buat aku, dulu kami tidak bisa dipisahkan bahkan dulu kita mau rencana menikah kita bahagia dan punya banyak anak," ucapnya sambil mengusap air matanya.
April hanya diam dia tidak tau harus menjawab apa, karena pasti perasaan nadira sedang kacau saat ini. Dia tidak ingin perkataanya tambah menyakitinya.
Pintu terbuka, Dirga datang dengan menenteng sebuah paper bag.
"Mas kamu kok jam segini udah pulang?" sapa April, sambil menyambut tangan suaminya dan mencium punggung tangan suami.
Pemandangan itu membuat nadira semakin kesal, Nadira berdiri dan ingin beranjak dari sofa.
"Tunggu," ucap Dirga menghentikan langkah Nadira.
Nadira hanya menoleh dengan matanya yang sembab diam dan tak menjawab.
"Nad bersiaplah! Bima akan mengantar kamu. Alamat kedua orang tuamu sudah ditemukan," jelas Dirga.
"April... Aku minta izin padamu. untuk terakhir kali biarkan suamimu mengantarku, setelah ini aku tidak akan menggangu kalian lagi," ucap Nadira berjalan ke arah April dan memegang tangan nya April.
Karena tidak tega, April pun mengiyakan permintaan Nadira. Begitupun Dirga menyetujuinya atas permintaan April.
Setelah Nadira pergi ke kamarnya.Dirga menyerahkan paper bag yang dibawa nya kepada April.
"Apa ini Mas?" tanya April sambil menerima paper bag tersebut.
"Kamu pakai ini malam! nanti kamu akan diantar Bima,setelah mengantar Nadira aku akan langsung pergi menemui mu," jelas Dirga.
April hanya mengangguk dan tersenyum. Tiba tiba untuk pertama kalinya Dirga mengecup kening istrinya, April pun terlihat canggung dan salah tingkah hingga wajahnya memerah.
Nadira yang mengintip dari balik pintu kamarnya merasa marah mengacak acak semua bantal, sprei dan guling yang tertata rapi.
Setelah mengantar Nadira ke depan gerbang April pun kembali kedalam rumah, April mendapati Mbok Darti yang gelisah mencari sesuatu sampai dibantu oleh Bima.
"Ada apa Mbok?" tanya April.
"Ini Non ponsel saya tadi di meja nggak ada, sudah di hubungi Bima berkali kali juga nggak nyambung," jelas Mbok Darti.
"Kalian cari dulu! nanti kalo nggak ada nanti saya ganti yang baru" ucap April menenangkan Mbok Darti.
yang dijawab anggukan kepala dari Mbok Darti.
April pun langsung masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap diner dengan suaminya. Tapi mendadak perasaannya tidak enak.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments