15

"Dirgantara Aji Raharja," ucap April sambil tersenyum.

April sedang duduk ditempat dia berjanjian dengan Dirga, April menggunakan dress brokat selutut berwarna merah dengan Glitter yang menambah kecantikan gaun yang di berikan Dirga padanya.

April senyum senyum sendiri melihat sekeliling tempat itu dia duduk dikeliling lilin menyala membentuk love, bunga mawar merah merah yang cantik yang tersusun diatas meja dia duduk serta alunan biola yang mengiringinya.

Di tempat lain...

Dirga hampir sampai di alamat orang tua Nadira. Mobil Dirga tiba-tiba bannya bocor, mau tidak mau Dirga harus turun mengganti ban.

Kesempatan itu di manfaatkan Nadira untuk memasukkan sesuatu ke botol minuman Dirga. Sesuai dengan rencana Nadira. Setelah naik ke mobil. Dirga meminum minuman itu.

Setelah lanjut menyetir tak beberapa lama kepala Dirga terasa pusing, matanya lengket. Dirga menepikan mobilnya di trotoar di samping ladang yang sepi.

"Nad, kita istirahat sebentar ya," ucap Dirga sambil menguap.

Saat Nadira ingin membalas, ternyata Dirga sudah tertidur pulas.

Nadira tersenyum licik, semua berjalan sesuai rencananya. Dia memasukan obat tidur kedalam botol minuman Dirga. Nadira langsung memuai aksi berikutnya. Melucuti semua pakaian Dirga dan pakaiannya tanpa tersisa satu helai benang pun. Nadira mulai berpose dan mengambil foto dengan ponsel Mbok Darti yang dia curi.

Dirga perlahan membuka matanya. Entah berapa lama dia tertidur. Matanya terbelalak melihat Nadira disampingnya menangis sesenggukan dengan telanjang dan menutup dadanya dengan kedua tangannya.

Lebih kagetnya lagi dia juga tidak memakai apapun.

"Kamu jahat ga," jerit Nadira

Dirga yang masih bingung dengan apa yang terjadi, dia terus berusaha mengingat apa yang terjadi dan dia segera bergegas memakai semua pakaiannya.

Setelah tenang Dirga mulai menyetir kembali dengan Nadira yang terus berakting menangis dan terus mengatakan bahwa Dirga telah memaksanya melakukan hubungan terlarang. Setelah mereka banyak berdebat akhirnya mereka sampai di depan rumah orang tua Nadira, Dirga menurunkannya dan tidak mengantarnya masuk.

...****************...

Di restoran....

April menidurkan kepalannya diatas meja makan, lilin pun sudah padam. Waktu sudah larut malam, jarum jam menunjukkan pukul 22.30,namun Dirga tak kunjung datang. Sudah 3-4jam April menunggu di sana, Bima yang tidak tega, sudah berkali kali mengajaknya pulang. Tapi April tetap menolak ingin menunggu Dirga.

April mulai khawatir karena Dirga tidak menjawab telponnya.

"Coba aku telpon lagi," ucapan April sambil menempelkan handphone di telinganya.

April mendengar suara handphone berdering, April langsung menoleh ke belakang, ternyata Dirga sudah berdiri dibelakangnya dengan rambut acak acakan dan kancing kemeja yang berantakan. Dirga berjalan sempoyongan ke arah April, jatuh ke pelukan April lalu pingsan.

"Mas kamu kenapa?" ucap April khawatir.

Dibantu Bima, April segera membawa Dirga pulang ke rumah.

...****************...

Di kamar Dirga...

Pagi itu April mengantarkan sarapan, karena tidak seperti biasannya Dirga belum keluar kamar.

Dirga duduk melamun di atas ranjang.

"Mas sarapan" ucap April sambil meletakan nampan diatas meja.

Dirga memegang tangan April hingga jatuh terduduk dipangkuan Dirga. Wajah mereka sangat dekat, Meraka saling menatap 1 sama lain. Dirga memegang dagu April hendak mencium bibir ranum istrinya. April menutup mata nya, belum sempat ciuman itu terjadi.

cekrekkkkk... Bunyi suara pintu kamar Dirga terbuka. Seketika April langsung berdiri.

"Maaf Oma menganggu," ucap Oma meringis.

"Kenapa Oma nggak bilang kalau mau pulang?" ucap Dirga yang pipinya memerah.

"Kamu nggak seneng Oma pulang,takut ganggu kamu," ledek Oma.

"Ya sudah silahkan dilanjut," ucap Oma nyengir dan berlalu keluar kamar.

"Mas aku siapin teh buat Oma ya, Oma pasti capek," pamit April

Dirga hanya menjawab dengan kedipan kedua matanya.

Dirga sedikit kesal karena ciuman pertamanya dengan istrinya gagal diganggu Oma nya sendiri.

Wajah Dirga pun kembali masam mengigat masalahnya dengan Nadira. Dia merasa tidak melakukan apapun, yang dia ingat dia hanya ngantuk dan tertidur. Dan dia lebih kesal lagi karena makan malamnya dengan April gagal, dia gagal mengungkapkan cintanya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Nana Ibrahim

Nana Ibrahim

dirga terlalu bodoh

2023-09-08

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!