Malam itu Bima lah yang berjaga di rumah sakit menunggu Nadira, karena Dirga tidak tahu harus menghubungi keluarga Nadira kemana. Nadira masih tertidur dan belum bisa diajak komunikasi.
Dirga mengantar April pulang. Sejak kejadian di kantin tadi Dirga mulai lebih perhatian pada April.
April memasuki kamarnya dan Dirga mengikutinya.
"'Mas," protes April.
Dirga yang punya maksud mengikuti April ke kamar segera mengeluarkan dompetnya dan mengambil black card, dia menyodorkannya pada April.
"Apa ini Mas?" ucap April meminta penjelasan, sambil menerima kartu tersebut.
"Ini untuk kamu, bisa kamu pakai sesuka kamu untuk kebutuhanmu," jelas Dirga.
"Tapi..." ucapan April terhenti
Dirga mengacungkan jari telunjuknya di bibir ranum istrinya.
April pun mengangguk tanda mengiyakan kalau dia menerima. Karena sudah mengetahui watak Dirga yang tidak bisa ditentang dan masih belajar mengendalikan emosinya.
...****************...
Pagi itu Dirga sudah berada di rumah sakit untuk menjemput Nadira yang sudah di perbolehkan pulang, kondisi Nadira membaik setelah mengalami anemia berat.
Dirga mengantar Nadira kerumahnya,tapi sesampainya di rumah Nadira tercengang karena di rumah itu sudah berganti pemilik. Nadira hanya bisa menangis sejadi jadinya.
Sebelumnya Nadira menceritakan kepada Dirga. Kalo dia hanyut di sungai saat kecelakaan itu dan ditolong oleh warga yang bermukim dekat sungai. Namum Nadira mengalami amnesia. Ketika ia mengingatnya dia buru buru kembali hingga akhirnya bertemu dengan Dirga.
Dirga yang bingung akhirnya membawa Nadira kerumahnya dengan alasan tinggal sementara sampai menemukan keluarga Nadira. Dirga langsung mengerahkan orang orang nya untuk mencari keberadaan orang tua Nadira.
...****************...
Siang itu April sibuk menyiapkan makanan untuk di antar ke kantor Dirga, karena dia kira suaminya pergi ke kantor. Suara ketukan pintu terdengar, April segera bergegas membukanya karena Mbok Darti sedang diatas membersihkan kamar Dirga.
April terbelalak ketika yang datang suami dan mantan pacarnya, mata April terus berfokus pada Nadira yang menggandeng erat lengan suaminya.
Sebenarnya Nadira tidak ingin dibawa ke rumah itu, Karena dia teringat begitu Oma sangat membencinya. Mengetahui Oma sedang diluar kota dalam waktu yang lama, Nadira pun bersedia sampai menemukan orang tuannya.
"Masuk," kata April lirih dadanya mulai sesak, dia menahan air matanya agar tidak menetes.
Dirga mempersilahkan Nadira untuk duduk terlebih dahulu, sampai Mbok Darti selesai mempersiapkan kamarnya Nadira.
Dirga terlihat asyik mengobrol dengan Nadira membicarakan masa masa lucu mereka saat kuliah dulu. Dirga tertawa begitu lepas. April datang membawa nampan teh dan kue untuk disajikan.
"Siapa dia, ga?" ucap Nadira sambil tersenyum kearah April.
ketika Dirga mau menjawab sudah di potong dahulu oleh April.
"Saya sepupu Mas Dirga dari luar kota," ucap April. "Bisa panggil saya April," ucap April lagi sambil menyodorkan tangannya, Nadira langsung menjabatnya dan bergantian memperkenalkan dirinya.
Dirga yang diam seribu bahasa, tidak menyangka April akan menjawab seperti itu.
"Kamu punya sepupu cantik ga, tapi kamu nggak pernah kenalin ke aku?" timpal Nadira lagi.
Dirga hanya menjawab dengan senyum, bingung harus bagaimana bersikap.
Dirga sedang berjuang berperang dengan dirinya sendiri.
Disisi lain dia bertemu dengan cinta pertamanya yang menemaninya selama bertahun tahun dan membuatnya hampir bunuh diri.
Di lain sisi ada istrinya yang menyembuhkannya memberikan kehidupan barunya tentunya Dirga sudah mulai membuka hati untuknya.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments