10

Nadira sudah di pindahkan ke ruang perawatan dalam kondisi yang belum sadarkan diri. Dirga duduk disamping ranjang Nadira berbaring, jiwa nya berkecamuk hatinya senang bertemu cinta lamanya tapi pikirannya selalu tertuju kepada April.

Dirga memegang tangan Nadira yang belum sadarkan diri.

"Ra apa kabar sudah lama aku mencari mu, kita bertemu kembali," ucap Dirga mengelus punggung tangan Nadira.

braaakkk....

Tiba tiba terdengar suara tempat Sampah tergeser, tertabrak seseorang.

Dirga langsung menoleh kearah pintu.

April berdiri di sana dengan tatapan sendu dan wajahnya pucat. Dia tidak sengaja menabrak Tempat sampah karena dia mendengar percakapan Dirga dan hendak keluar ruangan.

"Maaf aku mengganggu," ucap April berbalik langsung berlari.

Dirga yang hendak mengejar April, tangannya dipegang Nadira yang mulai siuman.

April terus berlari, sambil menangis

"Ada apa denganku? dadaku terasa sesak. Bagus kan dia menemukan Nadira aku bisa bebas pulang ke ibu tapi kenapa rasanya sakit," ucap April yang belum menyadari perasaannya.

April yang berlari menabrak Bima,yang sudah kembali dari mencarinya.

"Non April, saya cari ternyata sudah disini saya cari kemana mana," ucap Bima senang.

"Mas antar saya ke kantin! saya lapar," ucap April berbohong karena ingin segera menjauh dari tempat itu.

"Dia nggak ngejar aku," batin April sedih.

...****************...

Di kamar Rawat...

Nadira memeluk erat laki laki yang pernah jadi pacarnya itu.

"Ga aku seneng bisa ketemu kamu lagi," ucapnya kepada Dirga.

"Aku juga seneng dir, kemana saja kamu selama ini?," tanya balik Dirga.

Belum sempat dijawab Nadira mengeluh pusing, segera Dirga memangil perawat untuk memeriksa keadaan Nadira. setelah Nadira tertidur kembali, Dirga menyusul sopir dan istrinya ke kantin dengan pemberitahuan sopirnya.

"April," sapa Dirga dan duduk disamping April.

"Permisi mas Bima aku ke toilet sebentar," ucap Dira meletakkan sendok dan berlalu.

Dirga mengebrak meja, membuat Bima yang asyik makan meletakkan sendok ya.

"Dirga," suara laki laki menepuk punggung dirga dari belakang.

"Arya," sahut Dirga,gantian menepuk punggung bahu Arya.

Dirga dan Arya ini ternyata teman kuliah mereka dulu begitu dekat, tapi karena Arya harus mengurus usaha nya diluar kota mereka jadi putus komunikasi. Singkat cerita Arya kembali ke kotanya Karena mengurus cabang usaha barunya di sini.

Arya dan dirga ngobrol panjang lebar sampai di obrolan Meraka.

"Lo pasti udah nikah kan ga sama Nadira, pasti anak lo udah besar," celetuk Arya yang membuat Dirga terdiam

"Iya gue udah nikah, gimana dengan lo?" balas Dirga.

"Gue masih memilih pendamping ga, banyak sih yang ngejar ngejar gue, tapi gue cari yang istimewa dan hari ini gue nemuin dia. Dia cantik, manis dan dia berbeda dengan dari yang lain. Gue jatuh cinta padangan pertama," ucap Arya sambil membayangkan pujaan hatinya, yang tidak lain tidak bukan adalah April istri sahabatnya.

Melihat Arya yang kasmaran,dirga hanya tersenyum. Bersamaan dengan itu April yang selesai dari toilet berjalan ke arah mereka, dari kejauhan Arya melihat April, Arya pun menginjak sepatu Dirga dan mengatakan.

"Itu ga, dia disini," ucap Arya histeris.

Dirga terbelalak begitu mengetahui yang Arya maksud adalah istrinya. (bakal jadi saingan berat ya ga😂).

"kalo dia istri orang gimana?" celetuk Dirga

"Gue tunggu sampai dia janda," ucap Arya. Membuat Bima tertawa sambil menutup mulutnya.

"Kebetulan mas Arya disini," ucap April yang baru datang memecahkan ketegangan.

Arya hanya mengangguk, terpana menatap April tak berkedip. Membuat Dirga semakin panas.

"Mas Bima bisa minta tolong bilangin pak bos. Bayarin utang aku ke Mas Arya,dia udah antar aku kesini. Untung ada orang baik yang menolong aku," sindir April, membuat Dirga salah tingkah.

"kok utang sih? jangan kan antar kesini, antar jemput kamu setiap hari aku nggak masalah," ucap Arya yang membuat Dirga semakin panas.

"Sekali lagi terimakasih mas Arya, untung saya bertemu orang baik seperti mas Arya," kata April sambil tersenyum.

Sanjungan April membuat Arya semakin diatas angin. Melihat April yang sangat ramah dan banyak bicara pada Arya, Dirga sangat kesal. Karena dengannya April tidak bersikap seperti itu.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!