Dirga dan April telah sampai di rumah. Ternyata Nadira juga sudah sampai duluan di rumah dengan wajah manyun menunggu kedatangan.
"Kok kalian lama?" ucap Nadira kesal.
"Tadi aku mampir makan dulu," jawab Dirga
"Kok kamu gitu ga? aku belain pinjem uang mbok Darti buat beli makanan di restoran favorit kamu. Kamu malah makan sama sepupumu," ucap Nadira sambil nangis sesenggukan.
April yang ada disitu hanya bisa diam mematung, bingung apa yang hendak dia katakan.
"Ya sudah biar nanti uang Mbok Darti aku yang urus, aku capek mau istirahat," ucap Dirga sambil berlalu menaiki anak tangga. Karena hari sudah sore Dirga tidak kembali lagi ke kantor.
"Sifat kekanak Kanakan Nadira tidak berubah," batin Dirga melepas jas nya dan duduk di ranjang.
Sekilas dia terbayang April yang pengertian, dia mulai bingung dengan perasaannya sendiri. Setelah mandi Dirga duduk di sofa dan membuka laptopnya, melanjutkan pekerjaannya.
Seperti biasa malam harinya April mengantarkan kopi ke kamar Dirga. Tanpa berbicara April meletakkan kopi itu diatas meja. karena takut menganggu Dirga yang masih sibuk bekerja.
"Terimakasih," ucap Dirga yang mengetahui kedatangan April.
April menatap Dirga dan hanya mengangguk, sikap April inilah yang kadang membuat Dirga gemes. Saat hendak kembali kebawah pintu tidak bisa dibuka, April mulai panik.
"Mas pintunya kenapa?" ucap April panik
Dirga langsung beranjak dari sofa, mencoba membuka handle pintu.
"Sepertinya ini di kunci dari luar, aku telpon Bima dulu," ucap Dirga sambil bergegas mengambil ponsel.
Bima dan Mbok Darti yang ada dibalik pintu kamar majikannya cengengesan melihat ponsel Bima yang di silent layarnya menyala karena ada panggilan dari bosnya. Ternyata ini ulah mereka berdua yang memang ingin mengunci April dikamar Dirga.
"Sial kemana Bima? kok nggak diangkat," umpat Dirga.
"Mas coba telpon Mbok Darti!" ucap April
Dirga langsung menelpon tapi sama saja tidak diangkat. Berkali kali ditelpon tidak ada jawaban.
"Besok pagi aku akan menelpon mereka lagi, mungkin mereka sudah tidur," ucap Dirga menenangkan April.
"Baru jam 8,tumben Mbok Darti udah tidur,"gumam April dalam hati.
Dirga kembali ke sofa dan melanjutkan pekerjaannya.
"Duduklah disini!" sambil menepuk sofa disebelahnya karena melihat April yang berdiri mematung.
April menurut dan duduk disebelah Dirga. Waktu semakin larut Dirga masih asyik dengan pekerjaannya. Mata April sudah mulai lengket, dia menyenderkan kepalannya di bahu sofa dan tertidur.
"Tidurlah di ranjang! biar aku tidur di sofa ini," Dirga berbicara dan menoleh ternyata istrinya sudah tidur.
Melihat wajah April yang tertidur,dirga tak henti menatapnya.
"Kamu cantik," puji Dirga didalam hati.
Dirga mengendong April dan merebahkannya di atas ranjang, dia ikut merebahkan diri disamping April dengan niat rebahan sebentar dan akan pindah ke sofa nanti.
Saat ingin beranjak bangun,tangan April malah memeluknya erat. Dirga menatap April yang ternyata masih tertidur pulas.
"Mungkin dikira aku gulingnya," gumam Dirga dalam hati.
Karena tertahan pelukan April,Dirga akhirnya tidak jadi tidur di sofa. Dan tertidur di ranjang. Untuk pertama kalinya setelah 8 bulan menikah suami istri ini tidur diatas ranjang yang sama.
Pagi...
April membuka matanya
"Ternyata aku di Kamar Mas Dirga, sepertinya aku kesiangan," gumam April
April yang hendak bangun disuguhkan pemandangan langka. Dirga baru saja keluar dari dengan memakai hanya handuk dililitkan di pinggang. Pagi itu Dirga baru selesai mandi karena hendak pergi ke kantor.
April pun langsung tidur kembali dan menutupi wajahnya dengan selimut. Melihat tingkah April Dirga hanya cengengesan dan berjalan ke arah lemari mengambil baju kantornya.
Bersamaan dengan itu ternyata pintu terbuka. Nadira datang mengantarkan kopi untuk Dirga dan ingin minta maaf tentang kejadian kemarin.
Nadira tersenyum melihat Dirga yang terlihat tampan dengan baju kantornya ketika hendak menaruh kopi diatas meja. Nadira menjatuhkan nampan tersebut karena dia baru sadar di ranjang ada April.
April yang mendengar gelas pecah, langsung membuka selimutnya yang masih menutupi wajahnya.
Ketegangan pun terjadi. Nadira berjalan ke arah April yang terduduk di ranjang dengan wajah khas bangun tidur.
Nadira yang tersulut emosi hendak menampar April tapi dicegah oleh Dirga.
"Dia istriku dir," ucap Dirga sambil menahan tangan Nadira.
Nadira bak disambar petir langsung pingsan.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments