9

Pagi itu diruang makan semua penghuni rumah berkumpul. Sakti perawat yang sudah bekerja 2 tahun lebih merawat Dirga berpamitan. Karena sudah selesai tugasnya.

Tentunya dengan kondisi Dirga yang sudah kembali pulih seperti sedia kala.

Dirga memeluk Sakti dan mengucapkan banyak terima kasih karena merawatnya dengan penuh sabar selama ini.

Setelah Sakti di antar Bima. Oma malah keluar dari kamar di ekor Mbok Darti yang mendorong tas koper.

"lho Oma mau kemana?" tanya April yang masih membereskan piring di meja makan"

"Oma mau keluar kota selama 2 bulan ada pekerjaan dan Oma mau sekalian berlibur," jelas Oma.

"Kenapa mendadak Oma?" protes Dirga yang menuruni tangga menggunakan celana boxer dan kaos oblong, karena hari ini hari Minggu Dirga tidak pergi ke kantor.

"Kamu jangan banyak protes. Kamu kan sudah bisa memimpin perusahaan, jadi giliran Oma libur-libur," ucap Oma sambil tersenyum sumringah.

Dirga dan April pun mengantar Oma ke bandara. Saat perjalanan pulang, tiba-tiba ada perempuan yang nyelonong berlari hingga terserempet mobil Dirga.

Dirga, April dan Bima dan langsung berlari keluar. Di dapati perempuan pingsan dengan wajah tertutup rambut panjangnya.

Bima langsung memapah kepala wanita itu dengan setengah badan terduduk menyibakkan rambut lurusnya.

"Nadira," teriak Dirga.

Langsung merebut dan menggendongnya kedalam mobil. Bima pun masih terbengong diteriaki Dirga, untuk cepat masuk kedalam mobil dan menyetir dengan cepat ke rumah sakit. Tanpa mereka sadari April masih tertinggal.

Dengan wajah cemas Dirga memangku kepala wanita yang selama ini dicarinya. Sesekali Dirga berbicara pada Nadira yang pingsan.

Menunggu 1 jam Dirga maupun Bima tidak ada yang menjemputnya kembali, April bingung jalan pulang ke rumah oma. Sialnya lagi ponsel April tertinggal di mobil.

Di rumah sakit Nadira sedang mendapatkan perawatan di IGD. Sesuai saran dokter Nadira harus dirawat inap karena kondisinya yang lemah bukan karena terserempet mobil tapi karena kondisinya memang sudah lemah sebelumnya.

"April," Dirga pun teringat istrinya tidak ada.

"Bim, April mana?" tanya Dirga kepada Bima.

"Itulah yang ingin dari tadi saya ingin katakan, Non April masih tertinggal," penjelasan Bima ketar ketir.

Dirga menepuk jidatnya." Tunggu apa lagi jemput antar pulang" titah Dirga marah.

...****************...

April berteduh disebuah halte karena kehujanan, hujan pun semakin deras malam semakin deras.

"Sial ponsel ku ketinggalan di mobil,uang nggak bawa. Kalau bawa uang dan hp mending aku kabur pulang ke rumah ibu," celoteh April sambil menangis

"Mentang mentang udah ketemu mantan pacarnya," ucap April lagi sambil mengusap air matanya.

April yang hanya mengunakan dress sifon berlengan pendek pun merasa kedinginan. Tiba tiba ada ada yang menyelimuti punggungnya dengan jaket, April pun tersentak kaget.

"Arya," seorang pria muda tak kalah tampan dari dirga menyodorkan tangannya pada April.

"April," April pun menjabat tangan pria itu.

"Sepertinya kamu lagi banyak masalah?," basa Basi Arya.

"Mas bisa minta tolong antarkan saya,ke rumah sakit dekat sini? "ucap April memohon, karena April yakin pasti Dirga membawa Nadira ke rumah sakit di dekat sini.

"Kamu sakit?"tanya Arya antusias.

April hanya menggelengkan kepalanya, sambil menyeka air matanya.

"Ok, Jangan menangis lagi! saya akan antar kamu," ucap Arya berjalan sembari di ikuti April.

Beberapa saat setelah mobil Arya melaju,mobil yang dibawa Bima pun datang. Bima langsung mencari keberadaan April disekitar mereka meninggalkan April tadi. Bima tambah panik karena tidak bisa menemukan April.

Bima yang panik berkali kali menelpon bosnya tapi tidak diangkat, dia juga mencoba menghubungi April tapi ternyata hpnya berbunyi di dalam mobil.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!