Oma tampak sumringah menyiapkan pernikahan cucunya, segala keperluan pernikahan sudah di urus orang orang kepercayaan Oma.
Pernikahan yang sederhana hanya dihadiri beberapa orang kerabat oma karena kondisi Dirga cucunya tidak memungkinkan.
Pernikahan pun berjalan lancar tanpa kendala, walaupun Dirga perlu dibimbing saat mengucapkan ijab qobul.
"April, Oma harap kamu bisa memenuhi janji kamu kepada Oma," kata Oma memegang tangan April.
April hanya mengangguk dengan mata bengkak dan sembab karena terus menangis.
Oma menyodorkan ponselnya kepada April menunjukan sebuah foto, ibunya dan adiknya berada disebuah rumah yang lumayan besar dengan tersenyum.
"lbu," kata April sambil menatap Oma dengan seribu tanda tanya.
"Mereka tidak perlu ngontrak lagi sekarang, mereka sudah tinggal di rumah mereka sendiri," kata Oma.
"Terimakasih Oma," kata April memeluk Oma
"Sekarang temui suamimu," kata Oma sambil mengelus rambut April.
Perlahan April memasuki kamar Dirga. Membuka pintu perlahan membawa nampan berisi makanan.
Laki laki itu duduk diatas ranjang tanpa brewok dan rambut gondrong lagi. Dia terlihat tampan seperti foto yang dia lihat.
"Per-mi-si," kata April terbata
Dirga hanya menatapnya tanpa sepatah kata pun.
"Tuan waktunya makan siang dan minum obat," kata April sambil mendekati Dirga.
April mulai duduk di lantai di dekat ranjang Dirga duduk.
Dirga langsung menendang nampan makanan yang dibawa April, April mulai ketakutan. Darah mulai mengucur dari telapak kaki Dirga.
April berlari mengambil kotak obat yang kebetulan ada diatas meja, dia perlahan mendekati Dirga.
"Tuan biar saya obati lukanya," kata April pucat ketakutan.
Dirga merebut kotak obat dan membantingnya dilantai sampai obat obatan itu berserakan dilantai.
Dengan perlahan April mengambil obat merah dan perban.
"Tuan, anda harus sembuh nanti saya akan bantu cari Nadira."
Tatapan Dirga yang kosong langsung menatap ke arah April. Dirga mengangguk pelan dengan wajah sendu nya.
April membalut luka Dirga serta mau makan masakan April, setelah minum obat Dirga tenang dan mulai tidur.
April berlalu dan keluar kamar Dirga,Oma ternyata sudah berada dibalik pintu bersama seorang perawat yang biasannya merawat Dirga.
"April istirahatlah Dulu! ini Sakti yang akan membantumu merawat Dirga" kata Oma kepada April sambil menatap kearah perawat laki laki disampingnya.
Setelah mendengarkan penjelasan Oma, April segera kembali ke kamarnya.
Pagi itu terdengar suara piring pecah lagi dan teriakan Dirga yang kencang. April yang hendak keluar kamar langsung lari ke atas dan bertemu Mbok Darti tampak gemetaran.
"Mbok, Tuan Dirga ngamuk lagi ya?" tanya April gugup.
"Iya Non," jawab Mbok Darti.
"Mas Sakti kemana Mbok?" tanya April lagi.
"Mas Sakti izin libur hari ini Non, karena ada keperluan mendadak sedangkan perawat pengganti belum sampai." jelas Mbok Darti.
Prakkkk.... terdengar suara kaca pecah lagi dan kursi yang dibanting.
April pun memberanikan diri untuk masuk...
"Jangan Non," cegah Mbok Darti
"Argh",prakkkk...terdengar teriakan dan kaca pecah lagi.
"Tapi saya harus masuk Mbok, nanti Tuan melukai dirinya sendiri," ucap April berlalu membuka pintu. Benar saja kaca cermin hancur, baju acak acakan dan makanan berserakan dimana mana.
"Berhenti!" ucap April kepada Dirga yang sudah bersiap siap membanting kursi lagi.
Dirga langsung menatap ke arah April dengan penuh amarah. Tubuh April pun bergetar ketakutan.
Dirga berjalan menghampiri April dan mencekiknya sambil mendorongnya kearah pintu. Sampai pintu terbuka dan April tersungkur keluar kamar.
Untung di luar sudah ada Bima dan Mbok Darti yang langsung sigap menolong April.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Rien April
lanjut kak 🤭
2023-06-14
1
Opa Sujimim
depresi karena patah hatikah????
2023-06-13
1