Pasangan suami istri ini masih di sini, Angel tadi sudah mengabari mertua nya jika mereka mampir dulu kerumah. Anzel pun terlelap di kasur.
"Ngorok dia malahan." Angel mengintip suami nya.
Agar tidak bosan karena sendirian, Angel membuka ponsel untuk berselancar di media sosial. Hingga ia menemukan fakta tentang seorang perawan.
"Ooh sakit gitu ya kalau baru pertama." Gumam angel.
Detik kemudian angel merasa kan ada yang janggal dengan kasus nya, Saat pagi tertangkap tidur bersama anzel. Ia tidak merasakan sakit pada bagian bawah nya.
"Eeh kok bisa gitu ya? Coba aku lihat fakta nya dulu." Angel sangat penasaran.
Di buka nya aplikasi mbah gogle dan mencari fakta pecah perawan, Tertulis jelas jika gadis yang perawan maka akan mengeluar kan darah namun ada juga yang tidak jika selaput dara nya tipis. Tapi yang jelas ia akan merasa kan sakit.
"Tidak mungkin itu bukan yang pertama?!" Panik angel.
"Aku tidak pernah dekat dengan siapa pun, Tapi kenapa aku tidak sakit dan tidak berdarah." Angel bingung sendiri.
Teringat jelas angel ketika dulu anyelir malam pertama dengan big akibat ulah nya yang memberi obat, Anye jelas merasa kesakitan dan jalan pun tidak normal.
"Apa itu hanya jebakan?" Batin angel.
Angel ingat jika malam itu ia di ajak bicara oleh jasson dan meminum orange jus, Setelah itu angel memang tidak ingat apa pun lagi.
"Tidak mungkin dia yang melakukan nya." Angel melirik anzel.
Manusia polos ini tidak mungkin berulah seperti itu, Apa lagi anzel tidak mencintai angela saat ini.
"Anzel bangun sebentar dong." Angel membangun kan suami nya.
"Hmmm."
"Bangun dulu, Aku ada yang perlu di omongin ini." Ucap angel sangat penasaran.
"Ada sih ngel, Ganggu aja lah!" Rutuk anzel akhir nya bangun.
"Aku mau nanya tentang malam yang kita tidur bersama itu, Kamu ada ingat sesuatu enggak?" Tanya angel.
"Yang malam akhir nya kita nikah?" Tanya anzel memastikan.
Angel mengangguk kan kepala nya, Sedang kan anzel tampak mengingat kejadian malam yang menyatukan mereka.
"Malam itu aku lagi main game di kamar, Terus mommy datang bawain aku orange jus." Cerita anzel.
"Lalu?"
"Udah, Aku enggak ingat apa lagi tentang itu! Tiba tiba pagi bangun udah ada kamu di samping aku." Jelas anzel.
"Kok aku juga gitu ya? Aku ngerasa ada yang menjebak kita." Ujar angel.
"Maksud kamu kita di jebak biar bisa nikah?" Tanya anzel.
"Malam itu aku juga cuma minum orange jus di kasih daddy! Esok nya kita bangun bareng nzel." Ujar angel.
"Tapi kan kita udah melakukan itu ngel! Terus mau gimana?" Anzel tampak cemas.
"Enggak! Kita hanya tidur malam itu, Soal nya aku tidak merasakan sakit atau pun berdarah seperti gadis perawan lain nya." Jelas angel.
"Bisa saja kamu udah enggak perawan, Aku mau terima kamu apa ada nya kok." Ucap anzel.
"Sembarangan aja! Aku ini perawan ting ting ya." Sengit angel.
Anzel menatap istri nya yang tampak berang, Pikiran buruk mulai bergelantungan di otak anzel. Ia takut jika angel meminta cerai setelah tahu fakta bahwa mereka jika hanya di jebak.
"Ayo pulang sekarang, Kita tanya mereka berdua." Ajak angel.
"Biar aku saja ya yang tanya, Kamu diam saja di kamar." Pinta anzel.
"Barengan saja nanya nya, Aku penasaran banget ini." Paksa angel.
"Enggak mau! Pokok nya aku saja yang nanya." Teriak anzel.
Angel kaget dengan sikap suami nya yang tiba tiba berubah, Tidak ingin malah jadi masalah. Akhir nya angel pun mengalah dengan permintaan anzel.
...****************...
Jasson dan bianca sedang menonton video video lucu di ponsel mereka, Walau pun sudah lanjut usia. Namun mereka tetap terlihat harmonis layak nya pasangan yang muda.
"Ini mirip kamu dulu bi." Tunjuk jasson terkikik geli.
"Enak saja."
"Anzel mau bicara sebentar boleh?"
Mereka kaget melihat anzel yang tiba tiba datang ingin bicara, Bianca bisa melihat jika wajah anzel sedang tidak baik.
"Ada apa sayang?" Tanya bianca.
"Tolong kalian jujur saja! Apa yang terjadi saat malam itu?" Tanya anzel the point.
"Malam apa nak?" Tanya jasson belum nyambung.
"Malam yang membuat kami menikah dad! Angel curiga sekarang." Teriak anzel.
"Sabar dong sayang, Kita bicara baik baik." Bianca merangkul putra nya.
"Mommy menaruh obat kan dalam minuman ku?!" Tuduh anzel.
Bianca gelagapan karena langsung mendapat tuduhan, Sedang kan jasson membuang muka seolah lepas tangan.
"Daddy yang menaruh obat dalam minuman angel, Kalian bekerja sama kan." Kesal anzel.
"Iya! Tapi daddy melakukan itu demi untuk kebaikan kalian." Jasson mengakui.
"Kebaikan macam apa dad?! Itu angel akan minta cerai kalau tahu kalian melakukan hal ini." Sentak anzel.
"Jangan marah marah dong sayang." Bujuk bianca.
"Gimana aku enggak marah mom! Kalian mempermain kan kami." Anzel merasa sangat kesal.
"Tidak mungkin angel minta cerai dari kamu, Jangan berpikiran buruk dong." Ucap jasson.
"Wajar saja jika angel minta cerai dad! Tidak akan sudi dia menerima aku yang seperti ini." Anzel bergegas pergi meninggal kan orang tua nya.
"Sayang!"
Tidak di hirau kan lagi panggilan dari mommy nya, Kini anzel sungguh ketakutan jika sampai angel meminta cerai dari nya.
"Dia minder karena keadaan nya! Kasihan sekali anak ku." Bianca menangis.
"Tenang ya sayang, Angel kan mencintai anzel." Hibur jasson.
"Angel memang mencintai anzel dad, Namun kepercayaan diri anak ku hilang." Isak bianca.
"Semoga saja nanti angel bisa membujuk nya." Harap jasson.
"Semua ini karena draka sialan! Dia enak sekarang sudah mati, Tapi putraku seumur hidup akan seperti itu." Jerit bianca.
Jasson memeluk istri nya yang kian histeris, Hati nya pun ikut sakit melihat anzel yang berubah demikian.
Sedang kan angel yang memberes kan kamar kini menunggu kabar dari anzel, Ia juga bertanya tanya tentang apa yang terjadi.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka dan anzel masuk kedalam, Namun angel bisa melihat jika suami nya tidak dalam keadaan baik.
"Aku tidak ingin bicara!"
Belum juga sempat angel bertanya, Anzel lebih dulu mengatakan tidak ingin bicara. Malas mencari keributan, Angel pun hanya mengangguk.
"Ya udah kamu istirahat saja." Suruh angel.
Walau pun penasaran dengan berita yang di dapat suami nya, Tapi angel memilih bungkam. Lagi pula ia hanya penasaran saja, Karena yang penting ia telah bisa menjadi istri pria yang di cintai nya.
"Aku mau kebawah dulu ya." Pamit angel lembut.
Anzel hanya mengangguk, Tidak ada yang tahu jika air mata nya kini menetes di bantal. Anzel sungguh takut jika sampai angel meninggal kan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments