Eps6

"Kamu pikir aku cewek apaan yang banyak memperkosa hah?!" Sentak angel.

"Dosa tau ngomong sama calon suami kasar gitu." Rajuk anzel manyun.

"Ya kamu nya yang nuduh aku sembarangan." Angel memelan kan suara.

Bisa gawat jika beruang hibernasi ini sampai merajuk, Akan susah cara membujuk nya untuk ceria kembali.

"Wajar dong aku nanya gitu." Ucap anzel tidak mau salah.

"Wajar pala lo peyang! Gue aja kaget bisa seranjang sama lo." Batin angel ngedumel.

"Kalau ngomong tuh jangan cuma dalam hati." Seru anzel.

"Enggak! Mana ada aku ngomong." Elak angel.

"Sini duduk, Kita ngomong baik baik." Ajak anzel mengajak duduk di sofa.

Angel pun bangkit dan duduk di samping anzel, Sedang kan anzel duduk dengan gaya manis nya.

"Mau ngomong apa sih?!" Tanya angel tak sabar.

"Kita kan bentar lagi mau nikah, Kamu emang enggak keberatan kalau punya suami kayak aku?" Tanya anzel serius.

"Dari mana keberatan nya, Aku malah seneng banget woy." Teriak batin angel girang.

"Angel!"

"Enggak kok! Kenapa aku harus keberatan." Jawab angel.

"Awas saja ya kamu kalau sampai ketahuan selingkuh." Ancam anzel.

"Aku tipe yang setia ya." Sahut angel.

"Di awal saja kamu ngomong setia, Nanti tahu nya kamu selingkuh sama yang lebih perkasa." Anzel merengut masam.

"Enggak lah!" Sahut angel cepat.

Terdiam anzel seperti sedang memikir kan sesuatu dalam benak nya, Angel pun hanya menatap pria pujaan hati nya ini.

"Aku enggak punya pekerjaan ngel." Lirih anzel menunduk.

"Kan aku kerja, Uang aku cukup kok untuk kita hidup." Jawab angel.

"Tapi kan biasa nya cowok yang kerja, Sedang kan aku takut mau ketemu orang." Keluh anzel sedih.

"Udah kamu tenang aja, Ada aku yang nanti jagain kamu." Hibur angel.

"Gimana nanti kalau kita hidup kekurangan? Dan gimana juga kalau nanti kita udah punya anak, Pasti anak kita malu punya papa kayak aku." Ujar anzel.

Angel menatap haru pada anzel, Meski ia pria yang manja. Namun cara berpikir nya sangat jauh kedepan.

"Enggak bakal malu, Masa anak kamu malu punya papa yang cakep gini." Ujar angel mengelus kepala anzel.

"Beneran?!"

"Iya! Nanti kalau anak nya nakal biar aku jitak." Jawab angel.

"Iih angel baik banget sih." Anzel memeluk angel yang melongo.

Berbeda dengan anzel yang tampak biasa biasa saja, Kini angel yang berdebar debar dalam pelukan anzel.

Anzel de lamozada.

******

Pagi hari angel bangun dengan tubuh yang segar, Pikiran nya masih bahagia membayang kan tadi malam anzel memeluk erat tubuh nya.

"Ngapain senyum terus?" Tanya deprian di ruang gym.

"Kepo saja kau itu." Cetus angel mengambil barbel.

"Dasar tidak asik." Deprian pun menjauh sambil menggerutu.

Di ujung sana deprian melakukan push up hingga tubuh nya tampak sexy dengan kulit yang kecolkatan, Angel mendekat karena timbul niat jahil.

"Aduhh berat banget sih kamu ngel!" Rutuk deprian saat angel duduk di punggung nya.

"Cemen kalau kamu enggak kuat." Ejek angel.

"Hitung ya sampai berapa kali aku mampu." Ujar deprian.

"Boleh! Kalau kamu kuat sampai tiga puluh. Nanti aku beliin ice cream." Tawar angel.

"Cih! Kau pikir aku anak kecil." Rutuk deprian.

"Kan enak panas gini makan es." Tawa angel.

"Angellaa!!"

Sangking kaget nya dengan teriakan nyaring itu, Deprian sampi tersungkur di lantai dan angel juga langsunh berdiri.

"Gini ya kelakuan kamu!" Anzel mendekat sambil berkacak pinggang.

"Apa nzel? Aku kaget banget loh." Jawab angela.

"Tidak usah sok kaget! Ternyata kamu centil banget ya." Tuding anzel.

"Centil gimana? Aku lagi olah raga sama deprian." Angel membela diri.

Sedang kan deprian berdiri sambil tersenyum melihat perdebatan mereka, Ia bisa merasakan jika beruang hibernasi ini sangat cemburuan.

"Jangan banyak alasan kamu! Apa jangan jangan deprian juga kamu perkosa?!" Tuduh anzel menutup mulut.

"Apaan?!" Kaget deprian.

"Jangan ngadi ngadi ya kamu nzel." Sengit angela.

"Terus ngapain kamu naik kepunggung dia? Toh aku juga punya punggung." Anzel menghentak kan kaki kesal.

"Waduh gawat nih." Deprian juga hapal dengan sifat nya anzel.

"Iya anzel maafin aku ya, Tadi aku tuh cuma ngetes deprian kuat apa enggak." Angel sadar jika manusia di hadapan nya akan ngambek.

"Kamu enggak seru ikh! Enggak bisa jaga perasaan aku." Anzel seratus persen ngambek.

"Anzel!"

Tidak di hirau kan lagi panggilan angel, Terus saja ia pergi mengambil alat olah raga dan tidak menoleh.

"Aku tidak ikutan." Deprian langsung melarikan diri.

"Yaahh! Marah besar tuh ayang aku." Rutuk angel.

Perlahan angel mendekati anzel yang berolah raga, Jika sedang memakai celana pendek dan juga kaos yang ketat. Anzel semakin menggoda di mata angel.

Hingga hampir satu jam lama nya angel menunggu anzel, Samsak tinju kini menjadi sasaran anzel.

"Dia lakik banget kalau udah gitu." Angel tersenyum.

Memang hilang sisi manis anzel jika sedang gym, Keringat membasahi tubuh nya yang berotot.

"Ngapain kamu masih di sini?!" Tanya anzel sinis sambil melepas kaos nya.

"Aduuh buseet bisa gila gueh!" Jerit batin angel melihat perut anzel yang kotak kotak.

"Heh mesum!"

"Aakhh iya apa?" Gagap angel mendekati anzel.

"Sana pergi ikut deprian." Usir anzel.

"Kamu kok gitu sih! Kan aku enggak ada niat mau selingkuh." Ujar angel.

"Ya kamu jaga dong perasaan aku! Masa kamu dekat dekat dengan dia." Salak anzel galak.

"Iya maaf tuan muda, Lain kali aku tidak akan begitu." Bujuk angel.

"Tau akh!"

Tampak jika anzel belum memaaf kan angel, Pria ini pergi dari ruangan gym sambil merengut. Bahkan pintu pun di banting dengan keras.

Angel juga keluar dari ruangan gym dengan langkah malas, Masih memikir kan cara apa agar anzel tidak merajuk lagi pada diri nya.

"Hallo sayang!"

Suara nyaring menyapa gendang telinga angel, Siapa lagi jika bukan saudara kembar nya anzel.

"Anye! Kapan datang?" Sambut angel juga senang.

"Baru aja." Jawab anye.

"Mana seina dengan juno?" Tanya angel menatap sekeliling.

"Heh sini kamu! Jangan nanyain juno dong, Nanti di dengar sama anzel." Bisik anyelir.

"Lah emang kenapa?" Tanya angel bingung.

"Kakak gueh itu cemburuan ya ngel! Tidak peduli sama siapa pun, Yang penting dia cowok maka anzel pasti cemburu." Anye memberitahu.

"Nah itu dia nye, Sekarang dia lagi ngambek gara gara lihat aku sama deprian." Lapor angel.

"Rasain lo! Bakal lama kalau kamu enggak bisa bujuk dia." Sorak anye tertawa.

"Ikh bantuin kek!"

"Kamu coba aja ajakin dia nonton drakor atau kamu bisa beliin album idol kesukaan nya." Saran anye.

"Berapaan sih harga nya?"

"Coba cari saja deh, Aku juga kurang paham." Jawab anyelir.

Angel mengangguk dan membuka ponsel, Ia mencari apa saja alat nya seorang penggemar idol korea. Karena angel sama sekali tidak tahu hal begituan.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hadeeuuhh...Anzel mulai mood Cembokur nih..😂😂😜😜

2025-03-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!