Angel menghempas kan pintu kamar nya dengan kasar, Setelah bianca juga menyuruh dia untuk minta maaf karena asal tendang tanpa tahu sebenar nya.
"Angel! Buka dong pintu nya." Pinta anzel dari luar.
"Nanti tunggu marah nya angel reda saja ya sayang." Bujuk bianca.
Pasal nya anzel juga marah kepada sang mommy yang menyuruh istri nya minta maaf, Karena menurut anzel. Itu bukan seratus persen salah istri nya.
"Udah mommy sana saja! Urus saja mereka." Usir anzel.
"Mommy enggak enak juga sama angel." Lirih bianca.
"Salah mommy sendiri lah." Sinis anzel.
"Mommy turun dulu ya, Nanti saja kalau angel sudah keluar. Mommy mau menjelas kan." Ujar bianca.
Tidak ada sahutan dari mulut putra nya, Terlihat jika pria ini sangat dongkol dengan sikap sang mommy.
"Angel, Aku capek loh berdiri di sini." Ujar anzel mengetuk pintu.
"Ngapain kamu di situ, Sana saja sama dia." Balas angel dari dalam.
"Ngapain aku sama dia? Kamu tuh salah paham tadi." Ucap anzel.
"Salah paham apa nya?! Aku lihat jelas ya kalau kamu rangkul pundak nya si ulet bulu itu." Kesal angel.
"Buka dulu pintu nya, Nanti aku ngambek loh." Ancam anzel.
Di dalam kamar angel menendang nendang udara sangking kesal nya, Lagi ngambek gini malah di ancam ngambek juga sama sang suami.
"Apaan?!"
"Masa suami nya di bentak gitu sih?" Anzel mengerucut kan bibir.
"Ya kamu kan yang mulai duluan." Sinis angel.
"Enggak gitu! Dia tadi sedih terus aku berusaha ngibur dia." Jelas anzel.
"Kamu marah enggak kalau aku sama deprian di hibur gitu?" Pancing angel.
"Ya marah lah! Kamu kan udah punya suami." Anzel menaik kan suara nya.
"Lah kamu juga udah istri tapi malah meluk dia." Balas angel tak mau kalah.
"Maafin aku ya, Lain kali enggak akan gitu lagi kok." Janji anzel.
"Halah basi janji kamu! Awas aku mau gym sama deprian." Angel nyelonong pergi.
Greep.
Tanpa angel duga, Anzel memeluk pinggang nya dari belakang dengan sangat erat. Mematung gadis ini karena kaget.
"Maafin aku dong ngel, Kamu mau apa biar aku kabulin." Janji anzel.
"Enggak mau apa apa dari kamu, Cuma mau kamu jaga jarak dari wanita lain." Jawab angel pelan.
"Itu pasti kok, Tapi jangan marah lagi yah." Pinta anzel membalik tubuh istri nya.
Angel mengangguk sambil tersenyum manis, Amarah nya reda karena mendapat pelukan manis dari suami nya.
Bahkan mungkin setiap wanita hanya butuh pelukan jika sedang emosi dan juga lelah dalam keseharian nya, Namun hanya beberapa pria yang peka dalam hal tersebut.
"Ayo masuk." Ajak anzel menarik angel.
"Ngapain kekamar, Nanti di cari sama mommy." Ujar angel.
Baru saja angel akan duduk di sofa kamar, Ponsel nya bergetar tanda panggilan masuk. Terlihat nama daddy jasson yang tertera.
"Hallo dad."
"Bisa kekantor daddy enggak ngel? Ada yang perlu di bicarakan." Pinta jasson.
"Kapan dad?"
"Sekarang kalau bisa, Daddy lagi tidak ada agenda juga." Ujar jasson.
"Ya sudah angel kesana sekarang." Sahut angela mematikan sambungan telepon.
Anzel menatap istri nya yang langsung menyambar jaket nya, Ada rasa keberatan dalam hati nya karena angel belum juga meninggal kan dunia hitam itu. Tapi untuk melarang anzel masih belum punya nyali.
"Aku pergi dulu ya." Pamit angel mencium taangan suami nya.
"Pulang nya jangan malam malam ya." Anzel menarik kepala angel dan mencium kening istri nya.
Mematung sejenak angel mendapat perlakuan manis ini, Rasa ingin menerkam langsung kepada anzel.
"Iya."
"Bawain aku oleh oleh dong." Pinta anzel.
"Mau apa?"
"Terserah kamu saja." Sahut anzel.
"Oke, Aku pergi ya." Angel melambai kan tangan.
Anzel juga keluar untuk mengantar kan sang istri, Di gandeng nya tangan angel seperti pasangan romantis lain nya.
"Mau kemana kalian sayang?" Tanya bianca mendekat.
"Angel di panggil daddy, Ada pekerjaan mungkin mom." Jawab anzel.
"Hati hati ya sayang." Bianca mengelus kepala menantu nya.
"Hmm."
Hanya deheman yang keluar dari mulut angel, Ia masih kesal karena bianca menyuruh nya minta maaf pada debora.
Bianca yang hapal sifat nya angel hanya tersenyum saja, Meski gadis ini juga gampang ngambek. Namun nanti akan membaik sendiri tanpa harus di bujuk.
"Mau kemana nzel? Sini dong ngobrol sama debora." Ajak lidiya.
"Enggak! Aku lagi sibuk." Tolak anzel sinis.
"Mau kemana sayang?" Tanya bianca.
"Mau gym sama deprian! Apa mommy juga menyuruh ku ngobrol dengan nya." Ketus anzel.
"Enggak, Ya sudah sana olah raga saja." Suruh bianca.
Setelah kepergian nya anzel, Lidiya mendekati bianca untuk kompor. Ia sungguh tidak suka karena anzel tidak bisa jadi milik putri nya.
"Kau kok mau banget sih angel jadi istri nya anzel! Dia kan cuma anak nya asisten jasson." Ujar lidiya.
"Angel itu anak baik dan juga penurut! Di tambah dia sangat mengerti dengan sifat nya anzel, Ku rasa bahkan debora pun tidak akan kuat dengan sifat anzel." Jawab bianca telak.
"Aiish, Itu cuma awal nya saja bi. Kamu jangan ketipu gitu dong, Dia pasti cuma mau harta saja." Lidiya berusaha menghasut bianca.
"Bukan nya yang ingin harta itu debora sama kamu?!" Sindir bianca.
"Kita itu berteman dari lama bi, Aku udah mengenal sifat nya anzel juga." Lidiya masih tidak menyerah.
"Justru karena kita teman lama, Jadi aku kenal sifat kamu yang haus harta." Bianca tidak termakan ucapan teman nya.
"Tante jangan gitu dong, Lihat tadi angel menendang aku tanpa perasaan! Gimana nanti kalau anzel korban selanjut nya." Debora membuka mulut.
"Dia nendang kamu karena cemburu! Kalau sama anzel ya tidak mungkin lah." Sahut bianca.
"Kita kan tidak tahu tante kalau mereka lagi berdua saja, Bisa saja angel mengamcam anzel agar tidak buka mulut." Debora berusaha membuat bianca yakin dengan ucapan nya.
Byuurr.
Satu ember besar mengguyur tubuh debora yang baru saja berucap menjelek kan angela, Bianca yang tidak kaget pun hanya tersenyum.
"Apa apaan kamu anzel?! Tidak tahu sopan santun banget!" Bentak debora.
"Aku?! Kamu yang tidak sopan santun. Bertamu kok malah menjelek kan yang punya rumah." Kesal anzel.
"Ini yang kamu bilang bisa mengerti sifat anzel?!" Tanya bianca menujuk debora yang habis membentak anak nya.
"Debora cuma kaget saja bi, Dia orang nya lembut kok." Kilah lidiya.
"Jangan banyak bacot ya kalian! Pergi atau ku siram lagi." Ancam anzel.
"Pergi lah sebelum anak naik darah juga." Usir bianca.
Akhir nya lidiya pun menarik debora yang basah kuyup keluar dari mansion, Marah dan malu bercampur dalam hati nya.
Sementara anzel terlihat galau karena di tinggal angel menemui daddy nya, Entah tugas apa yang daddy nya berikan pada angela.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments