Eps11

Gadis berparas cantik menatap anak buah nya yang menunduk, Rasa kesal dan marah bercampur dalam hati nya.

"Bangsaat sialan!"

Praang.

Kaca besar jendela pecah di hantam tinju nya, Julia adalah pembunuh bayaran juga. Sama seperti angel, Namun julia merasa kalah saing.

"Bukan hal yang mudah untuk mendapat nya julia, Bahkan jika kami berempat maju pun belum tentu menang." Ujar riski.

"Itu karena kalian lemah! Coba saja jika kalian lebih kuat dari nya, Maka kita pasti menang." Kesal julia.

"Kalau begitu kau saja yang menyerang nya, Aku ingin lihat apa kau mampu." Tantang riski.

"Yah! Berani kau mencemoh ku." Sengit julia mendekati riski.

"Cukup sampai di sini aku bekerja untuk mu, Kau sangat lemah." Ejek riski berlalu pergi.

"Riskii, Kembali kau!" Teriak julia kalap.

Sudah lama julia menyukai riski, Sehingga ia tidak bisa menyakiti pemuda itu. Namun sekarang riski justru pergi karena sikap egois nya.

"Jangan ikuti aku!" Ujar julia bergegas pergi.

Mobil julia pun melaju kencang untuk melampias kan rasa emosi nya, Namun mata julia menangkap wujud angel di dalam mobil juga.

"Heh, Mau kemana gadis sombong itu." Geram julia dan mengikuti nya.

Sampai lah julia di depan rumah angel yang cukup besar, Tidak mungkin ia bisa masuk lewat jalan. Maka julia pun memanjat pagar rumah.

"Bajingan ini bahkan punya rumah." Ujar julia menatap sekeliling.

Di dalam sana julia bisa melihat ketika angel dan anzel sedang bermain kuda, Ia menatap tajam kearah pria manis itu.

"Pasti itu anak nya tuan jasson." Batin julia.

Rasa kesal dan iri semakin menggunung di hati julia, Bagai mana mungkin anak yatim ini sekarang terlihat bahagia karena punya keluarga.

"Ohoho! Bahagia sekali yang telah punya suami." Ucap julia menerobos masuk.

Angel kaget dengan kedatangan musuh nya, Apa lagi anzel yang langsung ketakutan melihat kedatangan orang baru yang tidak di kenal.

"Santai dong ngel, Kok tegang gitu muka nya." Ujar julia duduk di sofa.

"Apa mau mu?!" Angel bertanya pelan.

"Enggak ada! Cuma mau lihat lihat saja kok." Jawab julia tersenyum.

"Aku takut ngel, Suruh dia pergi." Lirih anzel mencngkeram tangan istri nya.

"Waah ini toh suami kamu yang anak nya konglomerat, Manis banget dia." Julia mengedip kan mata.

"Pergi lah sebelum aku bertindak." Usir angel pelan.

"Kalau aku tidak mau?!" Tantang julia.

Braak.

Tendangan angel berhasil julia tangkis dengan lengan nya, Sambil berguling ia ingin mencekal kaki angel.

Creep.

Julia bangkit dan mencekik leher nya angel, Cengkeraman yang sangat kuat. Angel meloncat ketangan nya julia dengan tangkas, Sehingga kini julia ambruk di bawah nya angel.

"Aarrkkhh."

Pekikan keras keluar dari mulut julia karena angel mengunci tangan nya dengan kaki, Jika sudah begini pasti lah ia akan kalah lagi.

Sementara anzel yang ketakutan bersembunyi di balik sofa sambil mengintip, Ia tersenyum senang karena istri nya sangat handal.

"Lepas kan aku!" Teriak julia kesakitan.

"Tadi aku menyuruh mu pergi secara baik baik, Tidak akan enak rasa nya jika kau pergi sekarang tanpa tanda." Seringai angel mengeluar kan pisau.

"Tidak! Jangan angel." Jerit julia meronta ronta.

"Hanya sedikit." Angel tersenyum devil.

"Aarrkkhhh biadap kau angel." Jerit julia ketika pisau angel menggaris panjang di lengan nya.

"Ahahahaha! Pergi lah sekarang." Suruh angel.

Julia yang kesakitan pun berlari pergi dari rumah angel, Tangan nya berlumuran darah dan terasa sangat sakit.

"Anzel!"

Tidak ada sahutan dari anzel yang bersembunyi, Pria ini menggigil karena teringat ia dulu pun di sayat sayat oleh penculik nya.

Ingatan buruk selalu menari nari dalam otak anzel, Bahkan tidur malam nya pun tidak pernah terasa nyenyak.

"Anzel kamu kenapa?! Dia udah pergi kok." Ujar angel mendekati suami nya.

"Jangan mendekat! Kamu bau darah." Tolak anzel menjauh.

"Iya sebentar ya aku cuci tangan dulu." Pamit angel yang paham dengan ketakutan anzel.

Angel bergegas cuci tangan dan menggunakan sabun, Ia sangat takut jika mental anzel kembali down.

"Aku udah bersih nih, Ayo kita naik kelantai atas." Ajak angel pelan.

"Tidak mau, Aku takut ngel." Jerit anzel menghempas kan tangan istri nya.

"Jadi mau apa?" Tanya angel lembut.

"Aku mau pulang saja, Aku mau sama mommy." Teriak anzel.

"Oke ayo kita pulang ya, Kamu yang tenang." Bujuk angel.

Akhir nya anzel pun mau di pegang oleh istri nya, Walau pun tangan pria ini gemetaran tidak karuan karena takut.

...****************...

"Mommy!"

Jeritan keras langsung menggema dalam mansion, Bianca yang sedang mengambil air pun kaget. Firasat nya tidak enak jika anzel sudah teriak seperti ini.

"Ada apa sayang?!" Panik bianca berlari mendekat.

"Anzel tadi mau di serang mom! Ada darah di tangan nya angel." Lapor anzel menangis layak nya anak kecil.

"Cerita pelan pelan ya sayang." Bujuk bianca.

"Ada wanita masuk dan angel berkelahi dengan nya, Dia juga menatap anzel sangar." Cerita anzel.

"Siapa dia ngel?" Tanya bianca menatap menantu nya.

"Salah satu orang yang enggak suka sama aku mom!" Jawab angel.

"Lain kali jangan pergi sendirian, Bawa beberapa bodyguard." Ucap bianca.

"Angel bisa kok ngalahin dia mom, Anzel cuma kaget aja karena tadi sempat ada darah." Sahut angel.

"Ya sudah ayo masuk kamar dan minum obat nya ya sayang." Ajak bianca.

"Ayo nzel." Angel ingin mengajak suami nya.

Namun anzel menjauh karena ia merasa angel sama dengan orang yang telah menyakiti nya, Mata anzel belum bisa melupa kan ketika tadi angel menyayat tangan julia.

"Biar sama mommy saja dulu, Kamu istirahat saja ya." Ucap bianca pelan.

Terpaksa angel mengangguk dan mengikuti dari belakang, Sedang kan bianca membawa putra nya masuk kamar dan membaring kan di ranjang.

"Minum obat nya dulu sayang." Ujar bianca memberikan satu pil.

"Air nya mom." Pinta anzel.

Jika sedang begini maka anzel harus meminum obat penenang agar bisa memejam kan mata, Karena jika tidak ia hanya akan menggigil ketakutan.

"Tidur ya sayang." Bianca mengelus elus kepala putra nya.

"I love you mom." Lirih anzel mulai mengatup kan mata.

"Love you too."

Air mata bianca jatuh begitu saja melihat kondisi anak nya, Rasa sedih nya tidak pernah ia tunjukan pada siapa pun.

Lagi pula hati ibu mana yang tidak sakit melihat kondisi sang anak yang sangat down, Angel pun menangis karena tak kuat melihat kesedihan mertua nya.

"Angel."

"Iya mom." Angel cepat menghapus air mata nya.

"Terima kasih sudah melindungi anzel." Ujar bianca memeluk menantu nya.

Angel tidak menjawab ucapan bianca, Sebalik nya ia memeluk erat dan menangis tanpa suara.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Sekuat apapun kamu Angel,Tetaplah kodrat seorang perempuan,Lelaki aja pake bodyguard,Jangan sok kuat,Kadang kita memang memerlukan orang lain utk melindungi kita..Tdk selalunya kamu akan bernasib baik..Coba aja kamu punya bodyguard,pasti Julia gak bisa nyelusup masuk kesana,Dan Anzel gak bakalan kambuh trauma nya..

2025-03-19

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

INI JULIA MANTANNYA ANTONIO BUKAN SIH DI BAB 4?? BUKANNYA ANGEL UDAH MENEMBAK MATI YA JULIA?? KOK MASIH HIDUP AJA??. Atau Julia yg lain ya?? 🤔🤔🤔😇😇😇

2025-03-19

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kenapa bukan mukanya yg di bikin cacat??

2025-03-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!