Eps19

Sudah seminggu ini angel di rawat di rumah sakit, Hari ini ia sudah di perboleh kan pulang. Mobil jemputan juga sudah siap.

"Bisa jalan kan ngel?" Tanya anzel memapah istri nya.

"Mau gendong saja." Angel mengetes suami nya.

"Ya udah aku gendong kamu." Anzel mengangkat angel.

Tersenyum girang angel karena di gendong oleh suami tercinta, Sengaja ia merapat kan wajah nya keleher anzel.

"Geli ngel..."

Anzel berjalan sambil tertawa karena merasa geli pada leher nya, Angel semakin menggesek gesek kan hidung nya.

"Film korea kan sering ada adegan nya gitu! Emang kamu enggak pengen kalau lihat mereka lagi kiss?" Tanya angel.

"Enggak."

Malu dengan pertanyaan istri nya yang menurut anzel sensitif, Hati hati ia memasukan angel kedalam mobil.

"Tuan muda ingin satu mobil dengan nyonya atau dengan nona angel?" Tanya sopir.

"Sama angel."

"Tumben enggak sama mommy? Udah punya istri jadi lupa sama mommy." Bianca pura pura merajuk.

"Nama nya juga punya istri." Sahut anzel.

"Ya udah kalian hati hati, Mommy mau mampir dulu kebutik." Ucap bianca.

Mobil yang membawa angel dan anzel pun meluncur kejalanan, Angel menyeder kan kepala nya kebahu anzel.

"Mampir kerumah aku yuk." Ajak angel.

"Aman enggak? Kamu belum boleh bertarung ngel." Ujar anzel khawatir.

"Kan ada bodyguard tuh." Tunjuk angel.

"Ya udah deh."

Sampai lah mereka di rumah angel yang terlihat asri, Suasana yang seperti ini sangat angel sukai.

"Aaahh segar sekali udara ini, Tidak ada bau obat di sini." Angel mengeluar kan kepala nya.

"Hiss bahaya tau." Anzel menarik istri nya.

"Aduuh sakit nzel, Udara nya segar sekali." Ujar angel.

Sampai lah di rumah angel dan keluar dari mobil, Mereka masuk kedalam dan langsung mengajak anzel keruang bawah tanah.

"Ini tempat kamu bantai musuh ya?" Tebak anzel.

"Sembarangan saja kamu." Elak angel.

"Kebanyakan di flim mafia kan mereka membunuh musuh di ruang rahasia kayak gini, Kamu enggak ada niat membunuh aku kan ngel?!" Tiba tiba anzel merasa takut.

Angel terkikik mendengar pertanyaan suami imut nya, Jiwa usil angel meronta ronta ingin keluar.

"Aku memang mau membunuh mu dan menjadikan dirimu mumi." Bisik angel mencengkam anzel.

"Angel jangan gini dong, Aku takut nih." Anzel mundur kedinding.

"Hahahaha.. Aku suka kalau lihat mangsa ketakutan seperti ini." Seringai angel mengambil belati tajam.

"Astaga angel! Kamu jahat sama aku." Jerit anzel.

"Sayang! Aku cuma bercanda."

Angel panik sendiri melihat anzel yang pucat pasi, Niat nya hanya ingin mengerjai suami nya saja. Namun anzel malah beneran takut.

"Kamu jahat banget sih ngel! Aku tuh takut beneran." Kesal anzel menepis tangan istri nya.

"Maaf ya, Aku mau melatih mental kamu saja." Bujuk angel.

"Tau akh!"

"Jangan marah lah, Aku bercanda loh nzel." Bujuk angel.

"Bercanda kamu enggak lucu tapi seram." Anzel turun kebawah.

"Wuaaahh!"

Anzel di buat kaget dengan pemandangan di hadapan nya, Uang dan juga emas batangan ada di sana. Ada juga emas berbentuk binatang.

"Ini emas benaran ngel?" Kagum anzel memegang kelinci.

"Hmmm."

"Dapat dari mana kamu?" Tanya anzel lagi.

"Kerja keras lah nzel, Bertahun tahun aku kerja." Jawab angel.

"Tapi sayang nya uang kamu hasil dari membunuh nyawa orang." Keluh anzel.

"Aku tidak pernah membunuh orang." Ujar angel pelan.

Anzel menoleh ketika mendengar jawaban istri nya, Tiba tiba saja angel merasa sedih dab menangis sambil berjongkok.

"Aku tidak membunuh orang nzel! Yang ku bunuh semua nya hewan berbentuk manusia." Jelas angel terisak.

"Jangan nangis dong." Bujuk anzel merasa bersalah.

"Kalian semua meengatai ku seorang pembunuh dan mendapat kan uang dari hasil menghilang kan nyawa! Namun kalian tidak tahu perasaan ku bagai mana." Ujar angel terisak isak.

"Maaf ngel."

"Aku menjadi pembunuh karena dendam pada orang yang telah membunuh ayah ku dan juga yang membuat mu seperti ini, Namun orang itu sekarang sudah tidak ada."

"Aku hanya bisa melampias kan pada biadap lain nya." Teriak angel menyuruk kan wajah nya pada kedua lutut.

Hati anzel terasa sakit melihat istri nya seperti itu, Ia juga merasa bersalah karena mengungkit profesi angel.

Greep.

Angel kaget karena anzel menarik tangan nya dan langsung memeluk tubuh kecil nya, Elusan lembut pada kepala angel sedikit membuat nya tenang.

"Maaf kan aku yang tidak bisa mengerti isi hati mu, Lakukan saja apa yang membuat mu senang ya." Ucap anzel.

"Namun kesenangan ku membunuh." Lirih angel.

"Bunuh saja yang pantas mati, Namun jangan sampai menyakiti orang yang tidak bersalah ya." Nasihat anzel.

Angel mengangguk pelan mendengar nasihat suami nya, Anzel menangkup wajah istri nya dan mata mereka bertemu.

"Cium aku dong." Pinta angel.

"Aku malu." Lirih anzel.

"Sama istri sendiri kok malu, Aku sedih lo kalau enggak di cium." Rajuk angel.

Di pandangi nya bibir istri nya yang merah delima, Perlahan anzel menempel kan bibir nya dengan lembut.

Benda kenyal itu pun bertemu satu sama lain nya, Angel menekan tengkuk suami nya agar mempererat ciuman nya.

"Aahhh aku tidak bisa bernafas ngel." Keluh anzel terengah engah.

"Kenapa tahan nafas nya." Ujar angel mengelap bibir suami nya.

"Nanti kamu jijik kena nafas aku." Ujar anzel pelan.

"Apaan sih? Semua yang ada dalam diri kamu dan juga yang di tubuh kamu, Aku tidak ada rasa jijik." Ucap angel.

Anzel tersenyum girang memdengar ucapan istri nya, Di peluk nya erat tubuh angel dan di ciumi pipi serta kening nya.

******

Jasson memasuki ruang dokter pribadi nya, Hari ini tubuh nya sangat lelah dan terasa lemas.

"Tuan jasson!"

"Santai saja, Aku cuma mau minta obat." Ujar jasson.

"Apa terasa lemas lagi tuan?" Tanya deprian.

"Iya rian, Tubuh tua ini semakin lemah." Keluh jasson.

Deprian mengambil obat yang memang telah ia siap kan untuk tuan nya, Satu botol obat deprian berikan pada jasson.

"Usia mu pun sudah dewasa rian, Kapan kau akan menikah." Tanya jasson.

"Belum saat nya tuan." Sahut deprian tersenyum.

"Nanti kau kelewat tua seperti aku rian." Ujar jasson memasukan pil kemulut.

Deprian sigap mengambil kan air untuk tuan nya, Jasson juga sudah menganggap deprian bagai kan anak nya sendiri.

"Menurut mu apa aku masih lama dapat cucu dari anzel dan angel?" Tanya jasson.

"Saya juga tidak tau tuan." Jawab deprian tersenyum.

"Semoga saja mereka langgeng dan segera punya momongan." Doa jasson.

Deprian hanya mengangguk sambil tersenyum, Melihat tangan nya tersingkap. Langsung deprian menarik kemeja nya.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Tattoo Naga..Feelingku mengatakan kalo yg bekerjasama dengan Julia tadi adalah Pebrian..

2025-03-19

0

Icha Lella

Icha Lella

deprian adlah pria bertato naga

2024-12-26

0

kalea rizuky

kalea rizuky

deprian ya yg suka angel

2025-01-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!